BAB III METODE PENELITIAN
J. Etika Penelitian
Menurut (Dharma, 2011) secara umum terdapat empat prinsip utama dalam etika penelitian :
1. Menghormati harkat dan martabat manusia (Respect for Human Dignity) Subjek memiliki hak asasi dan kebebasan untuk memilih ikut atau menolak menjadi subjek penelitian
2. Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek (Respect for Privacy and Confidentially)
Manusia sebagai subjek penelitian memiliki privasi dan hak asasi untuk mendapatkan kerahasiaan informasi.
3. Menghormati keadilan dan inklusivitas (Respect for Justice Inclusiveness) Prinsip keterbukaan dalam penelitian mengandung makna bahwa penelitian ini dilakukan dengan jujur, tepat, cermat dan hati- hati serta dilakukan secara professional
4. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (Balancing Harm and Benefit)
Penelitian mempertimbangkan manfaat yang sebesar- besarnya bagi subyek penelitian dan populasi dimana hasil penelitian akan diterapkan.
33
A. Hasil Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbandingan Akurasi Rumus Risanto dan Johnson- Toshack dalam menentukan taksiran berat janin di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dengan mengambil sampel berupa data sekunder persalinan bulan Juli- Desember 2019 sebanyak 104 orang. Pengukuran taksiran berat janin dilakukan dengan rumus Risanto dan Johnson Toshack dan dibandingkan dengan berat saat lahir.
Bagan 4.1 Alur Pengambilan Data Data Sekunder Populasi Ibu Yang Melahirkan
Periode Juli- Desember 2019 N = 398 Responden
104 Sampel
Sistematik Random Sampling N/n = 398/104 = 4
Data Rekam Medis yang tidak lengkap = 0
Data yang tidak termasuk kriteria Ekslusi = 0
Uji Normalitas dengan kolmogorov Smirnov
n = > 50 Analisa Data
Uji Wilcoxon
34
Sebelum melakukan uji statistik uji t independent maka terlebih dahulu harus dilakukan uji syarat analisis yaitu uji normalitas dan sebelumnya akan dijelaskan karakteristik responden yaitu ibu dan bayi sebagai berikut:
1. Karakteristik Responden
Berdasarkan data penelitian yaitu data sekunder yang diambil dari rekam medis persalinan periode bulan Juli- Desember tahun 2019, akan ditampilkan karakteristik responden meliputi umur, paritas, usia kehamilan, panjang bayi dan jenis kelamin bayi sebagai berikut:
Tabel 4.1
Karakteristik Responden
Karakteristik Kategori Frekuensi (N)
Persentase (%) Umur Ibu < 20 tahun
20-35 tahun
>35 tahun
11 88 5
10,6 84,6 4,8 Paritas Primigravida
Multigravida Grandemulti
46 55 3
44,2 52,9 2,9 Usia
kehamilan
37-38 minggu 38-39 minggu 39-40 minggu 40-41 minggu 41-42 minggu
3 18 44 32 7
2,9 17,3 42,3 30,8 6,7 Panjang
Bayi
44-46 47-49 50-52
17 63 24
16,3 60,6 23,1 Jenis
Kelamin Bayi
Laki-laki Perempuan
49 55
47,1 52,9
Jumlah 104 100,0
Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa dari 104 responden, sebagian besar berumur antara 20-35 tahun yaitu sebanyak 88 orang
(84,62%), sebagian besar adalah paritas dengan multigravida sebanyak 55 orang (52,9%), usia kehamilan 39-40 minggu yaitu sebanyak 44 orang (42,3%), panjang bayi antara 47-49 cm sebanyak 63 bayi (60,6%), kemudian sebagai panjang antara 50-52 cm sebanyak 24 bayi (23,1%), dan paling sedikit adalah panjang antara 44-46 sebanyak 17 bayi (23,1%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 55 bayi (52,9%).
2. Uji Normalitas
Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji kolomogorov smirnov karena jumlah sampel > 50, adapun hasil uji normalitas disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2.
Uji Normalitas Data Untuk Berat Lahir, Rumus Risanto dan Rumus Johnson Toshack
Variabel Signifikan α Kesimpulan
Berat Lahir 0,200 0,05 Berdistribusi normal Rumus Risanto 0,000 0,05 Berdistribusi tidak
normal Rumus Johnson
Toshack
0,001 0,05 Berdistribusi tidak normal
Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa nilai Kolmogorov smirnov untuk berat lahir bayi menghasilkan nilai 0,200 > α 0,05, taksiran menggunakan rumus Risanto menghasilkan nilai 0,000 < α 0,05, taksiran menggunakan rumus Johnson Toshack menghasilkan nilai 0,001 < α 0,05, syarat uji kenormalan menurut (M. S. Dahlan, 2014) adalah suatu data dikatakan berdistribusi normal apabila memiliki nilai > α 0,05, oleh karena
36
kedua data baik perhitungan menggunakan rumus Risanto dan Johnson Toshack menghasilkan nilai < α 0,05 berarti data tidak berdistribusi normal tetapi berat lahir menghasilan nilai 0,200 > α 0,05 maka data berdistribusi normal, oleh karena data ada yang berdistribusi normal dan tidak normal, maka peneliti memutuskan untuk menggunakan statistik non paramterik yaitu uji Wilcoxon.
3. Pengukuran Berat Lahir
Berdasarkan hasil data sekunder mengenai berat lahir bayi dan pengukuran tinggi fundus uteri maka diperoleh hasil berat saat lahir, taksiran berat lahir menggunakan rumus Risanto dan taksiran berat lahir menggunakan rumus Johnson Toshack yang akan diuraikan berupa nilai mean, median, minimum, maksimum dan standar deviasi serta standar error.
Tabel 4.3.
Hasil Data Perbandingan Berat Bayi Lahir, TBJ Menggunakan Rumus Risanto dan Rumus Johnson-Toshack
Variabel Mean Median Standar Deviasi
Standar Error
Minimum- Maksimu
m
CI 95%
Berat Lahir
3081, 06
3065 387,830 38,030 2150-4280 3005,65- 3156,48 Rumus
Risanto
2843, 56
2870 331,714 32,527 2245-3995 2779,05- 2908,07 Rumus
Johnson Toshack
2632, 02
2635 413,761 40,573 1860-4185 2551,55- 2712,49
Berdasarkan tabel 4.3 berat bayi saat lahir diperoleh data nilai rata-rata (mean) 3081,06, median 3065, standar deviasi 387,830, standar
error 38,030, nilai minimum dan maksimum 2150-4280, nilai Confidence Interval 95% antara 3005,65-3156,48. Nilai standar deviasi menunjukkan nilai yang besar yaitu 387,830 dan menunjukkan terdapat penyimpangan nilai yang besar dibandingkan dengan nilai rata-rata. Nilai standar error lebih kecil dibandingkan dengan nilai standar deviasi menunjukkan bahwa sebaran nilai rata-rata keseluruhan kemungkinan sampel mampu memprediksi untuk mengestimasi rata-rata populasi dengan nilai Confidence Interval antara 3005,65-3156,48.
Data untuk taksiran berat lahir menggunakan rumus Risanto diperoleh data nilai rata-rata (mean) 2843,56, median 2870, standar deviasi 331,714, standar error 32,527, nilai minimum dan maksimum 2245-3995, nilai Confidence Interval 95% antara 2779,05-2908,07. Nilai standar deviasi menunjukkan nilai yang besar yaitu 331,714 dan menunjukkan terdapat penyimpangan nilai yang besar dibandingkan dengan nilai rata-rata. Nilai standar error lebih kecil dibandingkan dengan nilai standar deviasi menunjukkan bahwa sebaran nilai rata-rata keseluruhan kemungkinan sampel mampu memprediksi untuk mengestimasi rata-rata populasi dengan nilai Confidence Interval antara 2779,05-2908,07.
Data untuk taksiran berat lahir menggunakan rumus Johnson Toshack diperoleh data nilai rata-rata (mean) 2632,02, median 2635, standar deviasi 413,761, standar error 40,573, nilai minimum dan maksimum 1860-4185, nilai Confidence Interval 95% antara 2551,55-2712,49. Nilai standar deviasi menunjukkan nilai yang besar yaitu
38
413,761 dan menunjukkan terdapat penyimpangan nilai yang besar dibandingkan dengan nilai rata-rata. Nilai standar error lebih kecil dibandingkan dengan nilai standar deviasi menunjukkan bahwa sebaran nilai rata-rata keseluruhan kemungkinan sampel mampu memprediksi untuk mengestimasi rata-rata populasi dengan nilai Confidence Interval antara 2551,55-2712,49.
4. Perbandingan Berat Badan Saat Lahir dengan Taksiran Berat Lahir Menggunakan rumus Risanto
Berdasarkan hasil analisa data untuk menjelaskan perbandingan berat lahir dengan taksiran berat lahir menggunakan rumus Risanto pada persalinan bulan Juli- Desember tahun 2019 adalah sebagai berikut.
Tabel 4.4.
Perbandingan Berat Badan Saat Lahir dengan Taksiran Berat Lahir Menggunakan rumus Risanto Pada Persalinan Bulan Juli- Desember 2019
di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2020
Pengukuran Nilai Mean Ranks Sum of Ranks
Negative Ranks 80 58,80 4704,00
Positif Ranks 24 31,50 756,00
Ties 0
Zhitung -6,402
Signifikan 0,000
Berdasarkan tabel 4.4 hasil analisis menggunakan uji wilcoxon untuk melihat perbandingan pengukuran berat badan antara berat badan bayi saat lahir dengan raksiran berat badan menggunakan rumus Risanto diperoleh hasil sebanyak 80 data perhitungan Risanto lebih rendah dibandingkan dengan berat bayi saat dilahirkan, terdapat 24 data perhitungan
menggunakan rumus Risanto yang lebih besar dibandingkan dengan berat bayi saat dilahirkan dan tidak ada data yang sama antara perhitungan menggunakan rumus Risanto dengan berat bayi yang dilahirkan. Nilai rata-rata untuk data yang lebih besar pada perhitungan rumus Risanto sebesar 58,80 dengan jumlah total data 4704. Sementara itu jumlah data yang lebih kecil dibandingkan dengan berat bayi saat dilahirkan sebanyak 24 data dengan nilai rata-rata 31,50 dan jumlah data sebesar 756.
Hasil uji Wilcoxon diperoleh ada perbedaan yang signifikan akurasi antara berat bayi yang dilahirkan dengan taksiran berat janin berdasarkan TFU menggunakan rumus Risanto di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dengan nilai signifikan 0,000. Hal ini menjelaskan bahwa perhitungan taksiran berat janin menggunakan rumus Risanto tidak dapat memprediksi dengan tepat berat badan bayi yang dilahirkan dimana rata-rata perhitungan menggunakan rumus Risanto lebih kecil dibandingkan dengan berat badan bayi saat dilahirkan.
5. Perbandingan Berat Badan Saat Lahir dengan Taksiran Berat Lahir Menggunakan rumus Johnson- Toshack
Berdasarkan hasil analisa data untuk menjelaskan perbandingan berat lahir dengan taksiran berat janin menggunakan rumus Johnson- Toshack pada persalinan bulan juli- desember 2019 adalah sebagai berikut.
40
Tabel 4.5.
Perbandingan Berat Badan Saat Lahir dengan Taksiran Berat Lahir Menggunakan rumus Johnson- Toshack Pada Persalinan Bulan Juli-
Desember 2019 di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Tahun 2020
Pengukuran Nilai Mean Ranks Sum of Ranks
Negative Ranks 95 54,61 5188,00
Positif Ranks 21 21,00 168,00
Ties 1
Zhitung -8,258
Signifikan 0,000
Berdasarkan tabel 4.5 hasil analisis menggunakan uji wilcoxon untuk melihat perbandingan pengukuran berat badan antara berat badan bayi saat lahir dengan taksiran berat badan menggunakan rumus Johnson- Toshack diperoleh hasil sebanyak 95 data perhitungan Johnson- Toshack lebih rendah dibandingkan dengan berat bayi saat dilahirkan, terdapat 8 data perhitungan menggunakan rumus Johnson- Toshack yang lebih besar dibandingkan dengan berat bayi saat dilahirkan dan 1 data yang sama antara perhitungan menggunakan rumus Johnson- Toshack dengan berat bayi yang dilahirkan. Nilai rata-rata untuk data yang lebih besar pada perhitungan rumus Johnson- Toshack sebesar 54,61 dengan jumlah total data 5188. Sementara itu jumlah data yang lebih kecil dibandingkan dengan berat bayi saat dilahirkan sebanyak 8 data dengan nilai rata-rata 21,00 dan jumlah data sebesar 168.
Hasil uji Wilcoxon diperoleh ada perbedaan yang sigifikan akurasi antara berat bayi yang dilahirkan dengan taksiran berat janin menggunakan rumus Johnson- Toshack di RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan
dengan nilai signifikan 0,000. Hal ini menjelaskan bahwa perhitungan taksiran berat janin menggunakan rumus Johnson- Toshack tidak dapat memprediksi dengan tepat berat badan bayi yang dilahirkan dimana rata-rata perhitungan menggunakan rumus Johnson- Toshack lebih kecil dibandingkan dengan berat badan bayi saat dilahirkan.
Berdasarkan hasil perhitungan diatas dapat dilihat pada grafik berikut ini:
Grafik 4.1 Perbedaan Berat Badan Lahir dengan Taksiran Berat Badan Menggunakan Rumus Risanto dan Johnson Toshack
B. Pembahasan
1. Perbandingan Berat Badan Bayi Saat Lahir dengan Taksiran Berat Badan Bayi Berdasarkan TFU Menggunakan Rumus Risanto
Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara berat badan bayi saat lahir dengan taksiran berat badan bayi menggunakan rumus Risanto pada persalinan bulan juli- desember 2019 dengan nilai signifikan 0,000. Hasil analisis menunjukkan
0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500
Mean SD SE Min Max
Berat Lahir Risanto
42
bahwa berat rata-rata bayi yang dilahirkan adalah 3081,06 sedangkan berat rata-rata hasil perhitungan menggunakan rumus Risanto lebih rendah yaitu 2843,56 gram, sehingga menunjukkan terjadi perbedaan yang nyata antara berat bayi saat lahir dengan taksiran berat bayi menggunakan rumus Risanto dimana terdapat selisih nilai rata-rata 237,5 gram. Hal ini menjelaskan bahwa penggunaan rumus Risanto tidak akurat dalam pengukuran TBJ.
Berdasarkan data menunjukkan terdapat 80 data hasil perhitungan dengan rumus Risanto lebih rendah dibandingkan dengan berat bayi yang dilahirkan dan terdapat 24 data hasil perhitungan menggunakan rumus Risanto yang lebih besar dibandingkan dengan berat badan bayi yang dilahirkan sementara tidak ada hasil perhitungan yang sama antara rumus Risanto dengan berat bayi saat lahir. Hal ini menjelaskan bahwa hasil perhitungan menggunakan rumus Risanto tidak ada yang memberikan hasil perhitungan sama persis, tetapi lebih banyak hasil perhitungan yang kurang dibandingkan berat bayi yang dilahirkan, hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan perhitungan menggunakan rumus Risanto taksiran berat janin lebih rendah dibandingkan dengan berat bayi saat dilahirkan.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh (Puspita et al., 2019) dimana hasil penelitian didapatkan perbandingan mean TBJ Risanto dan BB Lahir yang diuji menggunakan Independent-Samples T Test memiliki nilai sig. (2-tailed) 0,105 yang artinya tidak ada perbedaan signifikan antara TBJ Risanto dengan BB
Lahir. Selisih dari mean taksiran berat janin rumus Risanto dengan mean berat lahir bayi adalah 103 gram.
Studi yang dilakukan oleh (Esmaeilou, 2016) juga mengatakan bahwa palpasi abdominal dan rumus Risanto lebih akurat dalam memprediksi berat badan janin, metode Risanto menitik beratkan hanya pada pengukuran sehingga lebih mudah untuk dipelajari oleh bidan dan mahasiswa kedokteran peneliti percaya bahwa dokter kandungan dan bidan dinegara berkembang dapat menggunakan pengalaman klinisnya untuk menentukan taksiran berat janin dibandingkan mengeluarkan biaya untuk membeli peralatan. Studi ini mengindikasikan bahwa metode klinis cukup akurat untuk memprediksi taksiran berat janin pada wanita dengan kehamilan tunggal dengan presentasi kepala selain itu harus diakui bahwa metode klinis untuk menentukan taksiran berat janin merupakan teknik yang simpel, cepat, murah dan efektif bagi orang dengan pengalaman klinis yang terbatas.
Perbedaan ini dapat terjadi karena data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data persalinan bulan juli- desember 2019 dimana kemungkinan bias informasi bisa terjadi karena pengukuran TFU dilakukan oleh bidan yang berbeda- beda dan tingkat keakuratan pengukuran belum dapat dipastikan karena tidak langsung diobservasi oleh peneliti baik pada saat pengukuran TFU ataupun dalam pencatatan di dokumen.
Keunggulan dari rumus Risanto adalah adanya beberapa hasil penelitian dengan populasi ibu Indonesia yang mengatakan bahwa rumus
44
tersebut memberikan hasil TBJ lebih mendekati berat lahir lahir dibandingkan dengan metode lainnya. Selain itu rumus Risanto lebih sederhana karena hanya memerlukan pengukuran TFU untuk dapat menghitung TBJ. Kekurangan dari rumus Risanto adalah masih belum dikenal dan digunakan oleh tenaga kesehatan. Selain itu masih perlu lebih banyak bukti ilmiah untuk membuktikan keakuratannya dalam berbagai kondisi. (Puspita et al., 2019)
2. Perbandingan Berat Badan Bayi Saat Lahir dengan Taksiran Berat Badan Bayi Berdasarkan TFU Menggunakan Rumus Johnson-Toshack
Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara berat badan bayi saat lahir dengan taksiran berat badan bayi menggunakan rumus Johnson-Toshack pada persalinan bulan juli- desember 2019 dengan nilai signifikan 0,000. Hasil analisis menunjukkan bahwa berat rata-rata bayi yang dilahirkan adalah 3081,06 sedangkan berat rata-rata hasil perhitungan menggunakan rumus Johnson- Tohsack lebih rendah yaitu 2632,02 gram, sehingga menunjukkan terjadi perbedaan yang nyata antara berat bayi saat lahir dengan taksiran berat bayi menggunakan rumus Johnson-Toshack dimana terdapat selisih nilai rata-rata 449,02 gram. Hal ini menjelaskan bahwa penggunaan rumus Johnson-Toshack tidak akurat dalam pengukuran TBJ.
Berdasarkan hasil penelitian data menunjukkan terdapat 95 data hasil perhitungan dengan rumus Johnson-Toshack lebih rendah dibandingkan dengan berat bayi yang dilahirkan dan terdapat 8 data hasil perhitungan menggunakan rumus Risanto yang lebih besar dibandingkan dengan berat badan bayi yang dilahirkan dan 1 ada hasil perhitungan yang sama antara rumus Johnson-Toshack dengan berat bayi saat lahir. Hal ini menjelaskan bahwa hasil perhitungan menggunakan rumus Johnson-Toshack ada 1 data yang memberikan hasil perhitungan sama persis, tetapi lebih banyak hasil perhitungan yang kurang dibandingkan berat bayi yang dilahirkan sementara hasil perhitungan menggunakan rumus Johnson-Toshack yang lebih besar dari berat bayi yang dilahirkan, hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan perhitungan menggunakan rumus Johnson-Toshack taksiran berat badan lebih rendah dibandingkan dengan berat bayi saat dilahirkan.
Dalam penelitian ini hasil perhitungan menggunakan rumus Johnson-Toshack memiliki nilai rata-rata lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata menggunakan rumus Risanto dan jauh lebih kecil dibandingkan dengan berat badan saat lahir, hal ini menjelaskan bahwa dengan menggunakan rumus Johnson-Toshack terdapat ketidaksesuaian hasil yang lebih besar dibandingkan dengan rumus Risanto. Rata-rata rumus Risanto 2843,56 dan rata-rata rumus Johnson-Toshack adalah 2632,02 atau terdapat selisih sebesar 211,54 gram.
Hasil ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Mardeyanti, Djulaeha, & Fatimah, 2013) bahwa penafsiran berat badan
46
janin dengan menggunakan rumus Johnson tohsack akurasinya tinggi dengan hasil tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara rumus Johnson Tohsack dengan berat badan bayi baru lahir dengan nilai p value 0,0883 (>0.05).
Hasil penelitian studi di Thailand juga menunjukkan bahwa penggunaan formula Johnson untuk memperkirakan berat janin memberi rata- rata 227 gram lebih tinggi dibandingkan dengan berat lahir bayi yang sebenarnya (Noviana, Siswosudarmo, & Hadiati, 2016).
Perbedaan ini dapat terjadi karena data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data persalinan bulan juli- desember 2019 dimana kemungkinan bias informasi bisa terjadi karena pengukuran TFU dan Pemeriksaan dalam dilakukan oleh bidan yang berbeda- beda dan tingkat keakuratan pengukuran belum dapat dipastikan karena tidak langsung diobservasi oleh peneliti baik pada saat pengukuran TFU dan pemeriksaan dalam ataupun dalam pencatatan di dokumen, sehingga perlu ditingkatkan kehati- hatian dalam melakukan pemeriksaan dengan memperhatikan ketepatan pemeriksaan tinggi fundus uteri dan pemeriksaan dalam untuk menentukan penuruanan presentasi atau kepala janin.
3. Perbandingan Taksiran Berat Badan Bayi Menggunakan Rumus Risanto dan Johnson-Toshack
Berdasarkan hasil dari penelitian ini perhitungan menggunakan rumus Risanto lebih mendekati berat bayi saat lahir dimana rata-rata berat bayi saat
lahir adalah 3081,06 sementara perhitungan menggunakan rumus Risanto nilai rata-rata 2843,56 atau terdapat selisih sebesar 237,5 gram dibandingkan dengan berat rata-rata menggunakan perhitungan dengan rumus Johnson-toshack dengan nilai rata-rata sebesar 2632,02 atau terdapat perbedaan dengan rata-rata berat lahir lebih besar dibandingkan dengan rumus Risanto yaitu 449,04 gram.
Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rumus Risanto dan Johnson-Toshack pada persalinan bulan juli- desember 2019 dengan nilai signifikan 0,000. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan perhitungan taksiran berat badan bayi dimana dengan rumus Risanto diperoleh nilai rata-rata 2843,56 sementara menggunakan rumus Johnson-Toshack diperoleh hasil perhitungan rata-rata 2632,02, dimana terdapat selisih perhitungan sebesar 211.54 gram sementara berat bayi yang dilahirkan adalah 3081,06.
Hasil ini sejalan dengan penelitian oleh (Puspita et al., 2019) didapatkan selisih rata- rata TBJ rumus Risanto terhadap berat lahir bayi lebih kecil daripada TBJ Johnson Tohsack dimana selisih TBJ Risanto adalah 103 gram dan selisih TBJ Johnson Tohsack adalah 121 gram. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa rumus Risanto memberikan taksiran lebih mendekati berat lahir bayi daripada rumus Johnson Tohsack.
Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian lain yang dilakukan oleh (Wijayanti, 2016) dimana terdapat perbedaan yang signifikan secara
48
statistik antara rumus Risanto dan rumus Johnson- Tohsack dengan berat bayi lahir yang sesungguhnya, dan rata- rata estimasi berat janin menurut Johnson- Tohsack lebih tinggi dari estimasi berat janin menurut Risanto.
Apabila dilihat dari analisa data penelitian maka dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan menggunakan rumus Risanto lebih mendekati berat bayi yang dilahirkan dibandingkan dengan rumus Johnson-Toshack dimana hasil perhitungan menggunakan rumus Johnson-Toshack paling rendah dibandingkan hasil pengukuran yang lainnya.
Rumus Risanto dapat dijadikan pilihan rumus untuk menghitung TBJ di tempat pelayanan kesehatan yang tidak memiliki peralatan modern seperti ultrasonografi. Rumus Risanto cenderung lebih mudah untuk diterapkan dan diajarkan karena hanya memerlukan pengukuran TFU untuk dapat menghitung TBJ dan tidak membutuhkan pemeriksaan dalam untuk mengetahui penurunan kepala janin seperti rumus Johnson Tohsack.
C. Keterbatasan Penelitian
Keterbatasan dalam Penelitian ini adalah menggunakan data sekunder (Data Rekam medis) sehingga dapat terjadi bias data karena data yang digunakan yaitu data rekam medis persalinan bulan juli- desember 2019 dimana kemungkinan bias informasi bisa terjadi karena pengukuran TFU dan Pemeriksaan dalam dilakukan oleh bidan yang berbeda- beda dan tingkat keakuratan pengukuran belum dapat dipastikan karena tidak langsung diobservasi oleh peneliti baik pada saat pengukuran TFU maupun pada saat
pemeriksaan dalam ataupun dalam pencatatan di dokumen, sehingga perlu ditingkatkan kehati- hatian dalam melakukan pemeriksaan dengan memperhatikan ketepatan pemeriksaan tinggi fundus uteri dan pemeriksaan dalam untuk menentukan penuruanan presentasi atau kepala janin.
50
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Karakteristik ibu hamil dan bayi di RSUD dr Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan sebagian berumur antara 20-35 tahun sebanyak 88 orang (84,6%), paritas multigravida sebanyak 55 orang (52,9%), usia kehamilan antara 38-39 minggu sebanyak 44 orang (42,3%), panjang bayi antara 47-49 cm sebanyak 63 bayi (60,6%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 55 bayi (52,9%).
2. Berat bayi saat lahir diperoleh data nilai rata-rata (mean) 3081,06, median 3065, standar deviasi 387,830, standar error 38,030, nilai minimum dan maksimum 2150-4280, nilai Confidence Interval 95%
antara 3005,65-3156,48. Taksiran berat lahir menggunakan rumus Risanto diperoleh data nilai rata-rata (mean) 2843,56, median 2870, standar deviasi 331,714, standar error 32,527, nilai minimum dan maksimum 2245-3995, nilai Confidence Interval 95% antara 2779,05-2908,07. Taksiran berat lahir menggunakan rumus Johnson Toshack diperoleh data nilai rata-rata (mean) 2632,02, median 2635, standar deviasi 413,761, standar error 40,573, nilai minimum dan maksimum 1860-4185, nilai confidence Interval 95% antara 2551,55-2712,49.
3. Terdapat perbedaan rata- rata taksiran berat janin berdasarkan TFU rumus Risanto dengan berat badan bayi baru lahir dengan nilai signifikan 0,000 > α 0,05. Hal ini menjelaskan tidak ada kesesuaian antara taksiran berat janin menurut rumus Risanto dengan berat bayi saat lahir.
4. Terdapat perbedaan rata- rata taksiran berat janin berdasarkan TFU rumus Johnson- Toshack dengan berat badan bayi baru lahir dengan nilai signifikan 0,000 > α 0,05. Hal ini menjelaskan tidak ada kesesuaian antara taksiran berat janin menurut rumus Johnson- Toshack dengan berat bayi saat lahir.
5. Perhitungan taksiran berat janin menggunakan rumus Risanto lebih mendekati berat badan bayi lahir dibandingkan taksiran berat janin menggunakan rumus Johnson- Toshack.
B. Saran
1. Bagi Rumah Saki
Rumah sakit mensosialisasikan perhitungan TBJ berdasarkan rumus Risanto dan membuat SOP tentang pengukuran TFU yang terstandar sehingga menghasilkan hasil pengukuran dengan tingkat ketelitian yang tinggi agar dapat digunakan untuk mengukur TBJ dengan hasil yang lebih akurat.