BAB II TINJAUAN PUSTAKA
G. Teknik Pengumpulan Data
Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pendekatan sistematis fonemena-fonemena atau gejala-gejala yang akan diselidiki. Atau cara pengumpulan data dengan mengamati langsung kelapangan. Hal ini sejalan dengan yang dikemungkakan oleh Sudjana, 1992:8 instrumen ini pergunakan dalam pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan terhadap masal-maslah yang diperlikan untuk dicatat secara sistematis agar diperoleh gambaran yang jelas dan memberikan petunjuk untuk memecahkan masalah yang diteliti.
2. Wawancara
Wawancara adalah salah satu bentuk instrumen yang sering digunakan dalam dalam penelitian yang tujuannya untuk memperoleh data atau keterangan secara langsung dari respondem. Wawancara sering pula disebut kuensoner lisan, yaitu sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dan respondem.
Arikunto 1998: 196 berpendapat, ditinjau dari pelaksanaannya, maka interview dapat dibedakan atas beberapa macam yaitu:
a. Interview bebas, inguided interview dimana pewawancara bebes apa yang akan dikumpulkan. Dalam pelakasanaannya pewawancara tidak membawa pedoman yang akan ditanyakannya.
b. Interview terpimpin, yang dilakukan oleh pewawancara dengan membawa sederatan pertanyaan pertanyaan lengkap dan terperinci
c. Interview bebas terpimpin, yaitu kombinasi anatara interview terpimpin.
Dalam melaksanakan interview, pewawancara membawa pedoman yang hanya garis besar yang akan dinyatakan.
Dalam hal ini penulis mengadakan mengadakan wawancara dengan membuat sejumlah daftar pertanyaan untuk dijawab oleh responden yaitu kepala MTS muhammadiyah panaikang kab. Bantaeng 3. Angket
Angket adalah instrument pengumpilan data yang digunakan dalam teknik komunikasi tak langsung artinya responden secara tidak langsung menjawab daftar pertanyaan tertulis dikirim melalui media tertentu.
4. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan salah satu instrument yang penulis pergunakan dalam memperoleh data dilapangan dengan mencatat dokumen-dokumen yang ada sekolah MTS muhammadiyah panaikang kab. Bantaeng . Yang dianngap penting atau berhubungan dengan penelitian yang dilakukan dengan tujuan agar dokumen-dokumen tersebut dapat membantu memecahkan masalah yang ada hubungannya dengan pembahasanan dengan penelitian ini.
H.Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul dari hasil instrument pengumpulan data, maka perlu segera di analisis dengan menggunakan metode deskriptif analitik Arikunto 1998: 104 mengemunggakan bahwa:
Data yang diperoleh (berupa kata-kata, gambar dan perilaku) melainkan tetap dalam bentuk kuantitatif yang memiliki arti lebih kaya dari sekedar angka atau prokuensi. Peneliti segerah melakukan analisis data dengan member pemaparan gambaran mengenai situasi yang di teliti dalam bentuk uraian naratif.
Setelah bagian data ditelaah satu demi satu dengan menjawab pertanyaan, apa, mengapa, dan bagaimana pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan dampak yang ditimbulkannya terhadap mutu pendidikan agama islam pada MTS muhammadiyah panaikang kab.
Bantaeng
BAB IV
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian
Sesuai dengan data yang penulis peroleh melalui wawancara dengan kepala sekolah dan stafnya, maka dapatlah diuraikan tentang gambaran umum MTS Muhammadiyah Panaikang Kab. Bantaeng.
1. Sejarah berdirinya MTS Muhammadiyah Panaikang Kab. Bantaeng Sekitar 26 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1984, masyarakat Panaikang Kab. Bantaeng merindukan suatu lembaga pendidikan yang setingkat di atas. Sekolah Dasar, yaitu Sekolah Menengah Pertama (MTS).
Sebab masyarakat melihat dari kenyataan bahwa banyak putra-putri di daerah tersebut yang ingin melanjutkan sekolah setelah tamat Sekolah Dasar harus mengayuh sepeda bahkan berjalan kaki dengan jarak berpuluh-puluh kilometer yaitu ke kecamatan Bisappu, demi meraih suatu cita-cita yang mulia. Melihat hal tersebut, maka tokoh-tokoh masyarakat berperan penting dalam merealisasikan keinginan masyarakat sekitar untuk memberikan sumbangan baik materi maupun spirit. Akhirnya berdirilah MTS Muhammadiyah Panaikang Kab. Bantaeng atas gotong royong masyarakat setempat.
Pada tahun 1984 -1985 di MTS Muhammadiyah Panaikang Kab.
Bantaeng merupakan sekolah yang jauh dari MTS Muhammadiyah yang berada tepat di kota Bantaeng. Pada tahun 1984 di MTS Muhammadiyah Panaikang Kab. Bantaeng baru menerima SK dari Dinas Kabupaten
39
Bantaeng sejak tahun berdirinya sampai sekarang, sekolah tersebut mengalami perubahan dan perkembangan yang sangat pesat, baik dari segi fasilitas maupun prestasi yang diraih siswa dari tahun ke tahun.
2. Letak Geografis
MTS Muhammadiyah terletak di jalan raya Panaikang Kecamatan Bisappu Kabupaten Bantaeng.
Kepemilikan Tanah : Pemerintah Status Tanah : Hak Pakai
Luas Lahan/Tanah : 15.735 m2 Luas Tanah Terbangun : 3.215 m2 Luas Tanah Siap Bangun : 12.520 m2 Luas Lantai Atas Siap Bangun : 12.520 m2 Letak wilayah:
- Utara : Pantai Panaikang - Timur : Aliyah Panaikang
- Barat : Kantor Kecamatan Bisappu - Selatan : Lahan Pertanian masyarakat.
Letak di MTS Muhammadiyah Panaikang Kab. Bantaeng berada di sebelah barat Aliyah, dan lahan yang dipakai untuk mendirikan Aliyah tersebut adalah tanah milik MTS Muhammadiyah Panaikang, namum tanah tersebut sudah dibeli oleh pihak Aliyah dengan ijin Diknas kabupaten Bantaeng.
3. Visi, Misi dan Tujuan a. Visi
Cerdas, terampil, berolah rasa berdasarkan IMTAQ dan budaya Bangsa Indonesia
b. Misi
1. Meningkatkan pembinaan akhlaq dan budi pekerti.
2. Mengembangkan kurikulum dalam bentuk KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
3. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
4. Meningkatkan kualitas kelulusan.
5. Meningkatkan kualitas tenaga kependidikan.
6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
7. Meningkatkan kualitas manajemen sekolah.
8. Meningkatkan kualitas penilaian prestasi akademik dan non akademik.
c. Tujuan
1) Tujuan Umum
a) Membantu pemerintah dalam merealisasikan tujuan pendidikan nasional.
b) Mempersiapkan insan-insan yang bertaqwa kepada Allah SWT, serta berilmu pengetahuan yang tinggi.
c) Ikut membina insan yang berakhlakul karimah.
2) Tujuan Khusus
a) Mempersiapkan siswa dalam mempersiapkan ilmu-ilmu dasar IPTEK dengan baik dan benar serta mampu mengembangkan ke arah
selanjutnya.
b) Mengantarkan siswa untuk mampu mengembangkan potensinya.
4. Kurikulum Sekolah
Di MTS Muhammadiyah Panaikang Kab. Bantaeng, dalam pelaksanaan kurikulumnya sangat dinamis-konstruktif. Pada tahun ajaran 2009-2010 yang sedang berlangsung sekarang ini seperti yang diterangkan oleh Kepala Sekolah MTS Muhammadiyah Kab. Bantaeng, Sitti Kurnia. S.
Pd.I bahwa kurikulum yang digunakan pada saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum dikembangkan MTS Muhammadiyah adalah berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
b. Beragam dan terpadu
c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknoplogi, dan seni
d. Relevan dan kebutuhan kehidupan e. Menyeluruh dan berkesinambungan
f. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepetingan daerah 5. Keadaan Guru dan Pegawai
Guru dan pegawai merupakan slah satu komponen yang sangat penting pula dalam pengelolaan pendidikan dan pengajaran. Guru sebagai anggota masyarakat yang mengembang suatu tugas profesional mempunyai syarat-syarat profesional yang dipercayakan untuk mentransfer
nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik sebagai suatu jawaban profesional yang dilaksanakan atas dasar kode etik keguruan yang di dalamnya tercakup suatu kedudukan fungsional yang melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pengajar, pemimpin dan sebagai orang tua.
Untuk mengetahui keadaan guru dan pegawai yang ada di MTS Muhammadiyah Panaikang dapat diliat pada tabel berikut:
Tabel 3
Keadaan Guru Dan Pegawai Di MTs Muhammadiyah Panaikang Kec.
Bissappu Kab. Bantaeng
No Nama Jabatan 1 Sitti Kurnia. S. Pd.I Kepala Sekolah 2 Amiruddin . S. Pd.I Guru
3 Salmah . S. Pd.I Guru 4 Nurlinda. S.Pd Guru 5 A. Armadhani Eka Utami S.Pd Guru 6 M. Taslim Zabir. S.Pd Guru 7 Erni. S. Pd Guru 8 Hasniyati. S. Pd Guru 9 Jusnaeni . S.Pd Guru
10 Hasnirawati . S.Pd.I Guru 11 Sabar R . S.Pd Guru
Sumber Data : Tata Usaha MTS Muhammadiyah Panaikang Kec. Bissappu Kab. Bantaeng
6. Keadaan siswa
Siswa merupakan komponen yan sangat penting dalam proses belajar mengajar. Siswa menjadi sasaran atau objek sekaligus sebagai subyek atau pelaksana dalam kegiatan belajar mengajar, karena kelanjutan dari suatu lembaga pendidikan ataupun dalam usaha untuk menarik minat masyarakat, juga tergantung adanya jumlah siswa yang hadir di sekolah tersebut. Dengan kata lain siswa adalah sebagai daya tarik dalam menentukan jumlah siswa yang masuk di tahun-tahun berikutnya. Siswa atau anak didik yang dimaksud di sini adalah anak yang belum dewasa, yang masih memerlukan bimbingan dan pertolongan dari orang lain yang telah dewasa guna melaksanakan tugasnya sebagai hamba Allah SWT, sebagai khalifah di muka bumi, juga sebagai anggota masyarakat.
Dalam kaitannya dengan uraian-uraian tersebut di atas, maka berikut ini akan mengetengahkan tentang data siswa MTS Muhammadiyah Panaikang Kec. Bissappu Kab. Bantaeng berdasarkan jumlah dan jenis kelamin secara keseluruhan, sebagaimana tabel berikut:
Tabel 4
Keadan Siswa Di MTS Muhammadiyah Panaikang Kec. Bissappu Kab. Bantaeng Tahun Ajaran 2015/2016
NO KELAS LK2 PR JUMLAH 1 VII 18 27 45 2 VIII 37 32 69 3 I X 28 21 49 JUMLAH 83 80 163 Sumber Data: Kepala Sekolah MTS Muhammadiyah Panaikang Dari data di atas, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan siswa MTS Muhammadiyah Panaikang Kec. Bissappu Kab. Bantaeng berjumlah 163 siswa. Dari 163 siswa tersebut, jumlah siswa kelas VIII merupakan jumlah yang paling banyak, dibanding dengan kelas VII dan IX. Hal ini menandakan bahwa MTS Muhammadiyah Panaikang mengalami penurunan dari segi kuantitasnya.
7. Keadaan sarana dan prasarana Keadaan Sarana dan Prasarana MTS Muhammadiyah Panaikang berdiri pada tahun 1984 yang terletak di Panaikang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng.
Sedangkan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh MTS Muhammadiyah Panaikang dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 5
Keadaan Sarana Dan Prasarana MTS Muhammadiyah Panaikang No Jenis Fisik Ket Jumlah 1 Ruang Belajar Ada 3 2 Ruang Kantor Ada 1 3 Ruang Guru Ada 1 4 Ruang Konseling Belum ada - 5 Laboratorium Ada 1 6 Ruang Perpustakaan Ada 1 7 Ruang Tata Usaha Ada 1 8 Mushollah Ada 1 9 Kantin Ada 1 10 Wc Ada 5 11 Ruang Pimpinan Ada 1 12 Ruang UKS Ada 1 13 Olahraga Ada 1 Sumber Data: Tata Usaha Mts Muhammadiyah Panaikang
B. Bentuk Pendidikan Orangtua Siswa MTS Muhammadiyah Panaikang Kec.Bissappu Kab.Bantaeng
Kegiatan pendidikan pada umumnya berlangsung di dalam suatu tempat/lokasi. Bentuk pendidikan merupakan suatu tempat atau lingkungan di mana anak dapat menerima sesuatu yang berada di luar diri mereka.
Dalam memberikan pengaruh terhadap perkembangan anak, lingkungan
ada yang sengaja diadakan (usaha sadar), ada yang tidak. usaha sadar dari orang dewasa yang normatif disebut pendidikan. Lingkungan yang sengaja diciptakan untuk mempengaruhi anak digolongkan ke dalam tiga bentuk yaitu:
1. pendidikan nonformal a. pengertian
pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan dasar, adalah TPA, atau taman pendidikan al-qur’an, yang banyak terdapat di masjid dan sekolah minggu, yang terdapat semua gereja. Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya.
b . Sasaran
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mengdukung pendidikan sepanjang hayat.
c . Fungsi
Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potengsi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.
d. jenis
pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja.
Pendidikan kesetaraan meliputi paket A, paket B dan C, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik seperti : pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim, sanggar, dan lain sebagainya, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk
mengembangkan kemampuan peserta didik.
2.Pendidikan Informal
Pendidikan in formal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak lahir sampai mati di dalam keluarga, dalam pekerjaan atau pergaulan sehari-hari dan yang menjadi penanggung jawab penyelenggara pendidikan adalah orang tua. Keluarga merupakan masyarakat alamiah yang pergaulan diantara anggotanya bersifat khas. Dalam lingkungan ini terletak dasar- dasar pendidikan. Di sini pendidikan berlangsung dengan sendirinya sesuai dengan tatanan pergaulan yang berlaku di dalamnya, artinya tanpa harus diumumkan atau dituliskan terlebih dahulu agar diketahui dan diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Yang menjadi pendidik dalam keluarga adalah ayah dan ibu dan anak sebagai terdidiknya, dan tidak mempunyai program yang resmi seperti yang dimiliki oleh badan pendidikan formal.
Tugas keluarga adalah meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anak berikutnya, agar anak dapat berkembang secara baik. Anak yang karena satu dan lain hal tidak mendapatkan pendidikan dasar secara wajar, ia akan mengalami kesulitan dalam perkembangan berikutnya, sebagaimana yang dinyatakan oleh Sikun Pribadi bahwa:
Lingkungan keluarga sering disebut lingkungan pertama dalam pendidikan.
jika karena sesuatu hal anak terpaksa tidak tinggal di lingkungan keluarga yang hidup bahagia, anak tersebut masa depannya akan mengalami kesulitan-kesulitan, baik di sekolah, msyarakat ramai, dalam lingkungan jabatan, maupun kelas sebagai suami istri di dalam kehidupan keluarga.
Keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang pertama sangat penting dalam membentuk pola kepribadian anak. Untuk itu pelakasanaan pendidikan informal dalam keluarga perlu memperhatikan hal-hal sebagai
berikut :
1. Kemampuan dasar yang dibawa anak sejak lahir,
2. Hubungan kodrati orang tua dan anak yang sangat erat,
3. Keadaan anak secara fisis maupun psichis,
4. Ketidakberdayaan anak dan ketergantungan anak,
5. Fungsi pendidikan informal dalam kaitannya dengan pendidikan selanjutnya,
6. Kemampuan dan kesempatan orang tua.
Berdasarkan hal-hal tersebut, maka pendidikan yang dilaksanakan dalam keluarga diarahkan kepada pembentukan pembiasaan anak denagn
diberi contoh dalam cerminan hidup sehari-hari dari orang tua, bagaimana cara mengucap, bertindak tanduk, bergaul dan sebagainya.
2.Pendidikan formal
Lembaga pendidikan formal adalah sekolah merupakan lembaga sosial yang tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat. Artinya sekolah sebagai pusat pendidikan formal merupakan perangkat masyarakat yang diserahi kewajiban memberi pendidikan, yang terikat pada tata aturan formal berprogram dan bertarget atau bersasaran yang jelas, serta memiliki struktur kepemimpinan penyelenggaraan atau pengelolaan yang resmi.
Sebagai suatu sistem, sekolah merupakan lembaga yang utuh dan bulat sebagai kesatuan yang di dalamnya terdiri dari bagian-bagian yang saling berperan dan berkaitan. Sebagai wadah berlangsungnya pendidikan yang dilakukan oleh masyarakat. Maka dengan pendidikan, merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohani ke arah kedewasaan.
Sekolah adalah lembaga pendidikan yang sangat penting sesudah keluarga. Sekolah merupakan satu faktor yang turut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama kecerdasannya, sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak. Di sekolah ia mendapat pendidikan yang intensif. Di sinilah potensi anak akan ditumbuh kembangkan. Pembinaan pendidikan untuk peserta didik didasarkan atas kepercayaan dan tuntutan lingkungan keluarga dan masyarakat yang tidak
mampu atau tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan pendidikan lingkungan keluarga. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor antara lain:
a. Faktor keterbatasan pengetahuan orang tua, yaitu tidak setiap orang tua memiliki pengetahuan yang dibutuhkan oleh anak-anak.
b. Faktor kesempatan waktu yaitu dikarenakan kesibukan orang tua dengan tanggungjawabnya yang besar dan banyak. Mungkin kesempatan waktu tidak mengizinkan meskipun pengetahuan orang tua memadai.
c. Faktor perkembangan anak, yaitu sudah masanya anak-anak mendapatkan pendidikan dan pengajaran di sekolah, karena secara jasmanai emosi dan pikirannya sudah matang untuk menerima semua itu dan ada kesediaan melakukan tugas yang diberikan oleh orang lain (guru).
d. Faktor lingkungan, yaitu kemungkinan pengaruh abad modern dengan kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan kemajuan di banyak
bidang. Untuk
mengetahui pengaruh pendidikan orangtua digunakan angket yang diberikan kepada seluruh responden dalam penelitian ini berjumlah 16 orang
1. Apakah adanya Pendidikan Orangtua sangat berpengaruh terhadap keberhasilan Belajar siswa MTS Muhammadiyah panaikang
Orangtua adalah tempat menerima pendidikan yang pertama dan utama bagi anak dalam segalah fungsi jiwanya.oleh sebab itu orangtualah
yang mampu menentukan sukses tidaknya kelanjutan pendidikan anak- anaknya kelak.
Orangtua adalah insan yang terdiri dari bapak dan ibu,yang bertanggung jawab dalam perkembangan rumah tangga dan sebagai itransformator utama bagi anak anaknya sebelum masuk dilembaga
Untuk mengetahui pengaruh pendidikan orangtua terhadap motivasi belajar siswa MTS Muhammadiyah Panaikang, berikut disajikan hasil analisis angket yang diberikan kepada responden
Tabel 6
Apakah adanya Pendidikan Orangtua sangat berpengaruh terhadap keberhasilan Belajar siswa MTS Muhammadiyah Panaikang
NO Alternative jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat berpengaruh 10 62,5%
2 Berpengaruh 6 37,5%
Jumlah 16 100%
Sumber : Hasil Olahan Data angket Nomor 1
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 10 atau 62,5%
respondem mengatakan bahwah orangtua sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. 6 atau 37,5% mengatakan berpengaruh. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua tergolong cukup baik dalam menjalankan tugas dalam motivasi belajar siswa di MTS Muhammadiyah Panaikang.
2. Apakah pendidikan Orangtua sangat berpengaruh terhadap perkembangan belajar siswa MTS Muhammadiyah panaikang
Orang tua merupakan pengemban amanat dari Allah.SWT. karena Allah .SWT menitipkan anak kepada orang tua untuk di didik dan di pelihara agar menjadi orang yang berguna bagi bangsa, negara, dan agamanya.
Sebagai seorang pendidik diharuskan menjalankan semua tugas yang telah diamanahkan kepadanya, demi untuk memajukan serta meningkatkan nilai kualitas sekolah dihadapan masyarakat.
U ntuk mengetahui orangtua menjalankan tugasnya dengan baik di MTS Muhammadiyah Panaikang maka, berikut disajikan hasil analisis angket yang diberikan kepada respondem.
Tabel 7
Apakah pendidikan Orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan belajar siswa MTS Muhammadiyah Panaikang
NO Alternative jawaban Frekuensi Persentase % 1 Sangat berpengaruh 9 56,25%
2 Berpengaruh 7 43,75%
Jumlah 16 100%
Sumber : Hasil Olah Data Angket Nomor 2
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 9 atau 56,25%
responden mengatakan bahwa orang tua sangat berpengaruh terhadap motivasi dengan baik. 7 atau 43,75% mengatakan berpengaruh. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua sudah menjalankan tugasnya dengan baik di MTS Muhammadiyah Panaikang.
Dari hasil angket di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan orang tua sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa di MTS Muhammadiyah Panaikang.
3. Apakah orang tua melakukan kerjasama dengan masyarakat dan apa hubungannya terhadap motivasi belajar siswa di MTS Muhammadiyah panaikang
Orang tua memegang peran yang penting dan amat berpengaruh atas pendidikan anak-anaknya.Dalam mendidik dan membimbing anak orang tua sangat berperan dalam mempersiapkan generasi penerus, maka dengan memberikan pendidikan keteladanan, pembiasaan, perhatian, nasehat dan hukuman anak akan menemukan tauhid yang murni dan budi perkerti yang luhur dan etika agama yang lurus.
Untuk mengetahui penerapannya pada MTS Muhammadiyah panaikang berikut ini disajikan hasil analisis dari angket yang diberikan kepada respondem.
Tabel 8
Orang tua Melakukan Kerjasama Dengan Masyarakat dan apa hubungannya terhadap motivasi belajar siswa di MTS Muhammadiyah
Panaikang .
No Alternative jawaban Frekunse Persenase % 1 Sangat baik 8 50%
2 Baik 8 50%
Jumlah 16 100%
Sumber : Hasil Olahan Angket Nomor 3
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa 8 atau 50% respondem mengatakan bahwa orang tua sangat baik melakukan kerjasam dengan masyarakat dan motivasi belajar siswa Dan selebihnya 8 atau 50%
responden menjawab baik. Hal ini melakukan kerjasama dengan orang tua dan masyarakat dan motivasi belajar siswa di MTS Muhammadiyah Panaikang. Hal ini dibutuhkan kerjasama guna untuk motivasi belajar belajar siswa di MTS Muhammadiyah Panaikang.
Hal ini diperkuat oleh hasil olahan angket yang mengatakan hasil kerjasama dengan pemerintah mengenai motivasi belajar siswa di MTS Muhammadiyah Panaikang.
Tabel 9
Orangtua melakukan kerjasama dengan masyarakat terhadap motivasi belajar siswa di MTS Muhammadiyah panaikang
N0 Alternative jawaban Frekuensi Persentase % 1 Sangat baik 12 75%
2 Baik 4 25%
Jumlah 16 100%
Sember : Hasil Olah Data Angket Nomor 4
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa orang tua telah berhasil menjalankan tugasnya dalam melakukan kerjasama dengan masyarakat berkenaan dengan motivasi belajar siswa di MTS Muhammadiya Panaikang . Hal ini dapat dilihat dari hasil angket, hanya 12 atau 75% menjawab sangat baik, 4 atau 25% yang menjawab baik.
Peran pemerintah memang tidak bisa dihilangkan dalam motivasi belajar siswa dikarenakan pemerintah mempunyai hak penuh serta bertanggungjawab atas kemajuan pendidikan yang ada di indonesia.
Tabel 10
Apakah adanya pendidikan orangtua sangat berpengaruh terhadap perkembangan motivasi belajar siswa di MTS Muhammadiyah
panaikang
NO Alternative jawaban Frekuensi Persentase % 1 Sangat berpengaruh 13 81,25%
2 Berpengaruh 3 18,75%
Jumlah 16 100%
Sember : Hasil Olah Data Angket Nomor 5
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa orang tua telah berhasil menjalankan tugasnya dalam melakukan kerjasama dengan masyarakat berkenaan dengan motivasi belajar siswa di MTS Muhammadiya Panaikang . Hal ini dapat dilihat dari hasil angket, hanya 13 atau 81,25% sangat berpengaruh, 3 atau 18,75% yang menjawab berpengaruh.
4. Motivasi Belajar Siswa
Dari hasil angket kepada responden siswa MTS Muhammadiyah Panaikang Kab. Bantaeng, diketahui bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi danrendah diperoleh dari jumlah seluruh nilai dan membaginya dengan jumlah keseluruhan individu. Individu yang memiliki nilai di bawah rata-rata dikategorikan memiliki motivasi rendah dan sebaliknya, individu yang memiliki nilai di atas rata-rata dikategorikan memiliki motivasi tinggi.
C. Motivasi Belajar Siswa Di MTS Muhammadiyah Panaikang
Kab Bantaeng
Motivasi belajar siswa merupakan hal yang amat penting bagi pencapaian kinerja atau prestasi belajar siswa. Dalam hal ini, tentu saja menjadi tugas dan kewajiban guru untuk senantiasa dapat memelihara dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
1. Gunakan metode dan kegiatan yang beragam