• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.2.2 Jinas Gairu Tam

27

/wa al-lazī lā yashadūna az-zūra wa izā marrū bi al-lagwi marrū kirāmā

/

Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya (Q.S.25:72).

Pada ayat di atas terdapat dua kata yang sama yaitu kata اٝشٓ /marrū/ yang pertama bermakna „bertemu‟ dan kata اٝشٓ /marrū/ yang kedua bermakna „berlalu‟.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Mumasal dari jenis fi‟il dengan fi‟il karena sama dari segi pengucapannya, jumlah hurufnya, sakalnya dan tarkibnya.

3.2.2 Jinas Gairu Tam

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dalam pengucapannya yaitu pada tiga huruf terakhir dan mempunyai dua huruf yang berbeda di awal kata.

kata اسٞجذٓ/ mahjūrā/ yang artinya‟memindahkan‟ dan kata اسٞض٘ٓ/mantsūrā/ yang artinya

„dari bahaya‟.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ dapat diklasifikasikan sebagai jinas mudari‟. Kedua kata di atas ada dua huruf yang berbeda yaitu huruf ءبذُا/al-hā‟/ dan huruf ءبجُا/al-jā‟/ pada kata اسٞجذٓ/mahjūrā/ sedangkan huruf ُٕٞ٘ا/an-nūn/ dan huruf ءبضُا/as-tsā‟/ ada pada kata اسٞض٘ٓ/mantsūrā/ jadi, kedua kata tersebut termasuk Jinas Mudhari‟ karena ke empat huruf yang berbeda berdekatan dalam makhraj dan pengucapannya.

)16(اًشْ٤ُِّ٘ٓ اًشََٔهَّٝ بًجاَشِع بَْٜ٤ِك َََؼَجَّٝ بًجُْٝشُث ِءۤبََّٔغُا ٠ِك َََؼَج ْ١ِزَُّا َىَشٰجَر

/tabāraka al-lazī ja‟ala fī as-samā‟i burūjan wa ja‟ala fīhā sirājan waqamaran munīrā/ ‘Maha suci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar (Q.S.25:61).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dalam pengucapannya yaitu kata بجٝشث/burūjan/ yang bermakna „bintang-bintang‟ dan kata بجاشع/sirājan/ bermakna

„matahari‟.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Mudahri‟ yaitu pada kedua kata di atas ada huruf yang sama yaitu اشُا ءبجُا ق٤ُلأاpada empat huruf yang berbeda yaitu huruf ءبجُا/al-bā‟/ dan huruf ٝاُٞا/al-wāu/ ada pada kata بجٝشث/burūjan/ sedangkan huruf

ٖ٤غُا/as-sīn/ dan ق٤ُلأا/al-alīf/ ada pada kata بجاشع/sirājan/ jadi, kedua kata terebut termasuk Jinas Mudhari‟ karena ke empat huruf yang berbeda berdekatan dalam makhraj dan pengucapannya.

b. Jinas

ٕبظلُِا ٚ٤ك حدب٣ضُا

)22 (اًس ُْٞج ْذَّٓ ا ًش ْجِد َٕ ُُْٞ ُْٞوَ٣َٝ َْٖ٤ِِٓشْجُُِِّْٔ ٍزِ ىََْٓٞ٣ ٟ ٰشْؾُث َلا َخٌَِ ى َُِْٰۤٔا ََْٕٝشَ٣ ََّْٞ٣

/yauma yarauna al-malāikati lā busrā yaumaizin lilmujrimīna wayaqūlūna hijran mahjūrā/

„(ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata‟ hijram mahjura‟ (Q.S. 25:22).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dalam pengucapannya yaitu kata اشجد/hijrān/ bermakna „hijran‟ dan kata اسٞجذٓ/mahjūrān/ yang bermakna „mahjura‟.

29

Kalimat di atas terdapat Jinas

ٕبظلُِا ٚ٤ك حدب٣ضُا

yaitu pada kata اشجد/hijrān/ dan kata اسٞجذٓ/mahjūrān/ dengan tambahan ٝاُٞا ْ٤ُٔا.

)10(اًس ُْٞلُٗ َُْْٛداَصَٝ بَُٗشُْٓأَر بَُِٔ ُذُجْغََٗا ُٖ ٰٔ ْدَّشُا بََٓٝ اُُْٞبَه ِٖ ْٰٔدَّشُِِ اُْٝذُجْعا َُُُْٜ ََْ٤ِه اَرِاَٝ

/waizā qīla lahum asjudū lirrahmāni qālū wa mā ar-eahmānu anasjudu limā ta‟murunā mazādahum nufūrā/ „Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih”, mereka menjawab, “Siapakah Yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?” Dan mereka makin jauh lari

(dari kebenaran) (Q.S.25:60).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata ٝذجعا/asjudū/ dengan huruf ٝاُٞا ءبجُا ٖ٤عا ق٤ُلأاyang bermakna „sujudlah‟ dari jenis fi‟il amar dan kata ذجغٗا/anasjudu/ dari huruf ٝاُٞااا ءبجُا ٖ٤غُا ُٕٞ٘ا ق٤ُلأا yang bermakna „kami sujud‟ dari jenis fi‟il mudhari‟.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ dapat diklasifikasikan sebagai jinas

ٚ٤ك حدب٣ضُا

ٕبظلُِا

karena berbeda jumlah hurufnya, sakalnya tarkibnya dan pengucapannya

/.

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan jinasٕبظلُِا ٚ٤كحدب٣ضُا yang terdapat dalam surah Al-Furqan ada 2 jinas.

c. Jinas Muharraf

َلا َّٝ بًؼْلَٗ َلاَّٝ اًّشَظ ِِْْٜغُلَْٗ ِلا َٕ ٌَُِِْْٞٔ٣ َلاَٝ َٕ ُْٞوَِ ْخُ٣ َُّْْٛٝ بً ـْ٤َؽ َُْٕٞوُِْخَ٣ َّلا ًخَُِٰٜا ٓ ُِْٚٗٝد ِْٖٓ اُْٝزَخَّراَٝ

اًس ُْٞؾُٗ َلاَّٝ ًحٰٞ٤َد َلاَّٝ بًر َْٞٓ َٕ ٌَُِِْْٞٔ٣ (

3 )

/wattakhazū min dūnihī ālihatan lā yakhluqūna syai‟ an wahum yukhlaqūna wa lā yamlikūna li anfusihim darran wa lā yamlikūna mau tān wa lā hayātan nusyūrān/ „namun mereka mengambi tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat, serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan (Q.S.25:3)

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama yaitu kata ٕٞوِذ٣/yahluqūna/

yang bermakna „menciptakan‟ dari jenis fi‟il mudhari‟ mabni lil ma‟lum dan kata

ٕٞوِذ٣/yuhlaqūna/ yang bermakna „diciptakan‟ dari jenis fi‟il mudhari‟ mabni lil majhul.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Muharraf karena sama dari jumlah hurufnya, susunan hurufnya tetapi berbeda pada sakalnya.

َُْْٛداَصَٝ بَُٗشُْٓأَر بَُِٔ ُذُجْغََٗا ُٖ ٰٔ ْدَّشُا بََٓٝ اْٞ ُُبَه ِٖ ْٰٔدَّشُِِ اُْٝذُجْعا َُُُْٜ ََْ٤ِه اَرِاَٝ

اًس ُْٞلُٗ

06 ( )

/waizā qīla lahum asjudū lirrahmāni qālū wa mā ar-rahmānu anasjudu limā ta‟murunā mazādahum nufūrā/ „Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih”, mereka menjawab, “Siapakah Yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?” Dan mereka makin jauh lari

(dari kebenaran) (Q.S.25:60).

Pada ayat di atas terdapat dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata

ٖٔدشُِ/lirrahmāni/ dengan huruf ُٕٞ٘ا ْ٤ُٔا ءبذُا ءاشُا ّلاا ّلاا yang artinya „Yang Maha Pengasih‟dan kata ٖٔدشُا/ar-rahmānu/ dengan huruf ُٕٞ٘ا ْ٤ُٔا ءبذُا ءشُا ّلاا ق٤ُلأاyang artinya „Yang Maha Pengasih‟.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Muharraf karena berbeda harakatnya.

d. Jinas Isytiqaq

ًُ َنََِخَٝ ِئُُِْْا ٠ِك ٌيْ٣ِشَؽ َُّٗٚ ٌَُْٖ٣ ََُّْْٝ اًذََُٝ ْزِخَّزَ٣ ََُْْٝ ِضْسَ ْلااَٝ ِد ٰٞ َّٰٔغُا ُيُِْٓ َُٗٚ ْ١ِزَُّا ٍء ْ٢َؽ ََّ

)0(اًشْ٣ِذْوَر َٗٙسَّذَوَك

/al-lazī lahū mulku as-samāwāti ma al-ardi wa lam yattakhiz waladan wa lam yakun lahū syarīkun fi al-mulki wa khalaqa kulla syai‟in faqaddarahū taqdīrā/ „yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat (Q.S.25:3).

31

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata ٙسذوك/faqaddarahū/ yang bermakna „menetapkan‟ dan kata اش٣ذور/taqdīrā/ yang bermakna

„ukuran-ukuran‟.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu سذه/qaddara/ yang artinya‟menetapkan‟

dengan wazan َؼكtetapi berbeda jumlah hurufnya dan tarkibnya.

اٞ َُِّظ ُْْٛ َّْا ِءۤ َلاُؤٰٓٛ ْ١ِدبَجِػ ُْْزَِِْ ْظَا ُْْزَْٗاَء ٍُ ُْٞوَ٤َك ِ ّٰالله ِٕ ُْٝد ِْٖٓ َٕ ُْٝذُجْؼَ٣ بََٓٝ ُُْْٛشُؾ ْذَ٣ ََّْٞ٣

َٝ

ََْ٤ِجَّغُا ( 64 )

/wayauma yahsyuruhum wa mā ya‟budūna min dūni Allāhi fayaqūlu aantum adlaltum „ibādī hāulāi am hum dallū as-sabīla/ Dan (ingatlah) pada hari itu (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah), “Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirilah yang sesat dari jalan

(yang benar)?” (Q.S.25:17).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata

ْزِِظا/adlaltum/ dengan huruf ْ٤ُٔا ءبزُا ّلاا ّلاا ضبعُا ق٤ُلأا yang artinya „menyesatkan‟ dan kata اِٞظ/dallū/ dengan huruf ٝاُٞا ّلاا ّلاا ءبعُا ق٤ُلأا yang artinya„sesat‟.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas diklasifikasikan sebagai Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu َظ/dalla/ yang artinya „sesat‟ tetapi berbeda dari jumlah hurufnya, sakalnya, tarkibnya dan pengucapannya.

ٌَُْْعْؼَث بََِْ٘ؼَجَٝ ِِۗماَْٞعَ ْلاا ٠ِك َُْٕٞؾَْٔ٣َٝ َّبَؼَّطُا ًَُُِْْٕٞأَ٤َُ َُِّْْٜٗا ٓ َّلاِا َْٖ٤َِِعْشُُْٔا َِٖٓ َيَِْجَه بََِْ٘ع ْسَا ٓبََٓٝ

َا ِۗ ًخَْ٘زِك ٍطْؼَجُِ

اًشْ٤ِصَث َيُّثَس َٕبًََٝ ََٕۚ ُْٝشِج ْصَر (

00 )

/wa mā arsalnā qablaka minal- mursalīna illā annahum laya‟kulūna at-ta‟āmu wa yamsyūna fil aswāqi wa ja‟alnā ba‟dakum liba‟din fitnatan atasbirūna wa kāna rabbuka basīrān/ „Dan kami tidak mengutus rasu-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat (Q.S.25:20).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata بِ٘عسا/arsalnā/ yang bermakna „mengutus‟ dari jenis fi‟il mudhari‟ dan kata ٖ٤ِعشُٔا/al-mursalīna/

yang bermakna „mengutus‟ dari ism maf‟ul.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu َعسا/arsala/ yang artinya

„mengutus,mengirim,pesuruh‟ dari wazan َؼكtetapi bebeda dari jumlah hurufnya, sakalnya, tarkibnya dan pengucapannya.

ٌَُْْعْؼَث بََِْ٘ؼَجَٝ ِِۗماَْٞعَ ْلاا ٠ِك َُْٕٞؾَْٔ٣َٝ َّبَؼَّطُا ًَُُِْْٕٞأَ٤َُ َُِّْْٜٗا ٓ َّلاِا َْٖ٤َِِعْشُٔ ُْا َِٖٓ َيَِْجَه بََِْ٘ع ْسَا ٓبََٓٝ

)00(اًشْ٤ِصَث َيُّثَس َٕبًََٝ ََٕۚ ُْٝشِج ْصَرَا ِۗ ًخَْ٘زِك ٍطْؼَجُِ

/wa mā arsalnā qablaka minal- mursalīna illā annahum laya‟kulūna at-ta‟āmu wa yamsyūna fil aswāqi wa ja‟alnā ba‟dakum liba‟din fitnatan atasbirūna wa kāna rabbuka basīrān/ „Dan kami tidak mengutus rasu-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat (Q.S.25:20).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama yaitu kata ٌْعؼث/ba‟dakum/

dengan huruf ْ٤ُٔا فبٌُا ءبعُا ءبؼُا ءبجُاyang bermakna „sebagian kamu‟ dan kata طؼجُ/liba‟din/

dengan huruf ضبعُا ءبؼُا ءبجُا ّلاا yang bemakna „ bagi sebagian‟.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas diklasifikasikan sebagai Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu طؼث/ba‟da/ yang artinya „sebagian‟ tetapi berbeda dari segi pengucapannya.

َْٞزَػ َٝ ِِْْٜغُلَْٗا ْٓ٢ِك ا ُْٝشَج ٌَْزْعا ِذَوَُ ِۗ بََّ٘ثَس ٟ ٰشَٗ َْٝا ُخٌَِ ى َُِْٰۤٔا بَْ٘٤ََِػ ٍَِضُْٗا ٓ َلاَُْٞ بََٗءۤبَوُِ َُْٕٞجْشَ٣ َلا َْٖ٣ِزَُّا ٍَبَهَٝ

)06(اًشْ٤ِجًَ اًُّٞزُػ

/wa qālal lazīna lā yarjūna liqā anā lau lā unzila „alainā al-malāikatu au narā rabbanā laqadistakbarū fī anfusihim wa „atau „utuwwan kabīrā/ „Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan kami (di akhirat) berkata, “mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?” Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman) (Q.S.25:21).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata

ٞزػ/‟atau/ yang bermakna „menyombongkani‟ dari jenis fi‟il madhi dan kata اٞزػ/‟utuwwan/ yang bermakna „melampaui batas‟ dari jenis ismmasdar.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu بزػ/‟atā/ yang artinya „sombong‟ tetapi berbeda dari bentuk kata dan sakalnya.

)03(اًس ُْٞضَّْ٘ٓ ًءۤبَجَٛ َُِْٰٚ٘ؼَجَك ٍَََٔػ ِْٖٓ ا َُِِْٞٔػ بَٓ ٠ُِٰا ٓبَِْ٘ٓذَهَٝ

/waqadimnā ilā „amilū min „amalin faja‟alnāhu habāan mantsūrān/ „Dan kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan (Q.S.25:23).

33

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama yaitu kata اِٞٔػ/‟amilū/ yang bermakna „segala amal‟ dari fi‟il madhi dan kata َٔػ/‟amalin/ yang bermakna „amal‟ dari ism masdar.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu kata َٔػ/‟amalun/ yang artinya „perbuatan‟

tetapi berbeda jumlah hurufnya dan sakalnya.

)01( ًلاْ٣ِضَْ٘ر ُخٌَِ ى َُِْٰۤٔا ٍَِّضُٗ َٝ ِّبََٔـُْبِث ُءۤبََّٔغُا ُنَّوَؾَر ََّْٞ٣َٝ

/wa yauma tasyaqqaqu as-samāu bil gamāmi wa nuzzila al-malāikatu tanzīlā/ „Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang (Q.S.25:25).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama yaitu kata ٍضٗ/nuzzila/ yang bermakna „diturunkan‟ dari bentuk fi‟il madhi lilmajhul dan kata لا٣ض٘ر/tanzīlā/ yang bermakna

„bergelombang‟ dari bentuk hal.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu kata ٍضٗ/nazala/ yang artinya „turun‟ tetapi berbeda dari jumlah hurufnya, sakalnya, tarkibnya dan pengucapannya.

)30( ًلاْ٤ِر ْشَر َُِّْٰٚ٘رَس َٝ َىَداَؤُك ِٚث َذِّجَضُُِ٘ ۛ َيُِ ٰزًَ ۛ ًحَذِداَّٝ ًخَُِْٔج ُٰٕاْشُوُْا ِْٚ٤ََِػ ٍَِّضُٗ َلاَُْٞ اُْٝشَلًَ َْٖ٣ِزَُّا ٍَبَهَٝ

/wa qāllazīna kafarū lau lā nuzzila „alaihi al-qurānu jumlatan wāhidatan kazālika linutsabbita bihī fuādaka warattalnāhu tartīlā/ „Dan orang-orang berkata,”Mengapa Al-Qur‟an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan, dan benar) (Q.S.25:32).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata ِٚ٘رس/rattalnāhu/ yang bermakna „membacakannya‟ dari bentuk fi‟il madhi dan kata لا٤رشر/tartīlā/ yang bermakna „berangsur-angsur, perlahan, baik dan benar‟ sesuai dengan Ilmu Tajwid dari bentuk hal.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas diklasifikasikan sebagai Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu kata َرس/ratala/ yang artinya „baik‟ dari wazan َؼك tetapi berbeda dari jumlah hurufnya, sakalnya dan pengucapannya.

)31(ا

ًشْ٤ِْٓذَر ُْْٰٜٗ ْشََّٓذَك ِۗبَِ٘زٰ٣ٰبِث اُْٞثَّزًَ َْٖ٣ِزَُّا َِّْٞوُْا ٠َُِا ٓبَجَْٛرا بَُِْ٘وَك

/faqulnā azhbā ilā al-qaumi al-lazīna kazzabū biāyātinā fadammarnāhum tadmīrā/ „Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), “Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami.” Lalu kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya (Q.S.25:36).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata

ْٜٗشٓذك/fadammarnāhum/ yang bermakna „hancurkanlah‟dari bentuk fi‟il madhi dan kata اش٤ٓذر/tadmīrā/ yang bermakna „sehancur-hancurnya‟ dari ism masdar hal.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu kata شٓد/dammara/ yang artinya

„membinasakan‟ tetapi berbeda dari jumlah hurufnya, sakalnya, tarkibnya dan pengucapannya.

)39(ا

ًشْ٤ِجْزَربَْٗشَّجَر ًّلاًَُٝ ٍََۖبَضَْٓ ْلاا َُُٚ بَْ٘ثَشَظ ًّلاًَُٝ

/wa kullan darabnā lahulamtsālu wa kullan tabbarnā tatbīrā/ „Dan masing-masing telah kami jadikan perumpamaan dan masing-maasing telah kami hancurkan sehancur-hancurnya.

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama yaitu kata بٗشجر/tabbarnā/ yang bermakna dari bentuk fi‟il madhi „hancurkan‟ dan kata اش٤جزر/tatbīrā/ yang kedua bermakna

„sehancur-hancurnya‟ dari bentuk ism masdar hal.(Q.S.25:39).

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu kata شجر/tabiru/ yang artinya „rusak, binasa‟

tetapi berbeda dari jumlah hurufnya, sakalnya, tarkibnya dan pengucapannya.

َٕ ُْٞج ْشَ٣ َلا ا ُْٞٗبًَ ََْث َۚبََٜٗ َْٝشَ٣ ا ُْٞٗ ٌَُْٞ٣ ََِْْكَا ِِۗء َّْٞغُا َشَطَٓ ْدَشِطْٓ ُا ْٓ٢ِزَُّا ِخَ٣ْشَوُْا ٠ََِػ اَْٞرَا ْذَوََُٝ

اًس ُْٞؾُٗ

( 70 )

/walaqad „ataw „alalqaryati al-latī umtirat matra as-sau‟i afalam yakūnū yaraunahā bal kānū lā yarjūna nusyūrā/ „Dan sungguh, mereka (kaum musyirik) telah melampaui negeri (sodom) yang (dulu) di jatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidaklah mereka menyaksikannya? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan hari kebangkitan (Q.S.25:40).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata دشطٓا/umtirat/ yang bermakna „dijatuhi hujan‟ dan kataشطٓ /matar/ yang bermakna „hujan‟.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas dapat diklasifikasikan sebagai Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu kata سبطٓ /matār/ yang bermakna „hujan‟

tetapi berbeda jumlah hurufnya, sakalnya.

)71(اًشْ٤ ِغَّ٣ بًعْجَه بَْ٘٤َُِا ُٰٚ٘ ْعَجَه َُّْص

35

/tsumma qabadnāhu ilainā qabdan yasīrā/ „Kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami sedikit demi sedikit.

Pada ayat di atas jinas ada dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata

ٚ٘عجه/qabadnāhu/ yang bermakna „Kami menariknya‟ dan kata بعجه/qabdan/ yang bermakna „ menarik‟ (Q.S.25:46).

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas terdapat Jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu kata طجه/qabada/ yang artinya „menari, mengganggu‟ tetapi berbeda dari jumlah hurufnya, sakalnya.

)10(ا

ًشْ٤ِجًَ اًدبَِٜج ِٚث ُْْْٛذِٛبَجَٝ َْٖ٣ِشِل ٌُْٰا ِغِطُر َلاَك /

falā tuti‟il kāfirīna wajāhidhum bihī jihādan kabīrā/ „Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur‟an) dengan (semangat) perjuangan yang benar (Q.S.25:52).

Pada ayat di atas ada dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata ْٛذٛبج /jāhidhum/ yang bermakna „berjuanglah‟ berasal dari fi‟il amar dan kata ادبٜج /jihādan/ bermakna

„perjuangan‟ dari jenis isim masdar.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas terdapat jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu kata دبٜج yang bermakna „perjuangan‟. Namun berbeda dar jumlah hurufnya, sakalnya dan pengucapannya.

بًْٔ٤ِدَّس اًس ُْٞلَؿ ُ ّٰالله َٕبًََٝ ٍِۗذَٰ٘غَد ِِْْٜرٰبِّ٤َع ُ ّٰالله ٍُِّذَجُ٣ َيِ ى ُُٰۤٝبَك بًذُِبَص ًلأََػ ََِٔ َػَٝ ََٰٖٓاَٝ َةبَر َْٖٓ َّلاِا ( 40 )

/illā man tāba wa āmana wa „amila „amalan shālihan faulāika yubaddilullāhu sayyiātihim hasanāt wa kānallāhu gafūra rahīmā/ „kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan, maka kejahhatann mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (Q.S.25:70).

Pada ayat di atas ada dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata َٔػٝ

/‟amila/ yang bermakna „mengerjakan‟ dari bentuk fi‟il madhi dan kata لأػ /‟amalan/ yang bermakna „mengerjakan‟ dari bentuk ism masdar.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas terdapat jinas Isytiqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu kata َٔػ /‟amala/ yang bermakna „membuat, berbuat‟, tetapi berbeda dari jumlah hurufnya dan pengucapannya.

)

46(بًثبَزَٓ ِ ّٰالله ٠َُِا ُة ُْٞزَ٣ ٗٚ َِّٗبَك بًذُِبَص َََِٔػَٝ َةبَر ََْٖٓٝ

/wa man tāba wa‟amila shālihan fainnahū yatūbu ilaAllāhi matābā/ „Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya‟ (Q.S.25:71).

Pada ayat di atas terdapat jinas dua kata yang hampir sama dari pengucapannya yaitu kata ةٞز٣ / yatūbu / yang bermakna „bertaubat‟dari bentuk fi‟il mudhari dan kata بثبزٓ /matābā/ yang bermakna „taubat‟ dari bentuk ism masdar.

Maka dengan analisis Ilmu Badi‟ kedua kata di atas terdapat jinas Isytyqaq karena memiliki asal kata yang sama yaitu kata بثبر /tābā/ yang bermakna „taubat‟, tetapi berbeda dari jumlah hurufnya, sakalnya dan pengucapannya.

Setelah di cermati dan di analisis penulis menemukan 15 jinas isytiqaq yang terdapat dalam Al-Qur‟an surah Al-Furqan.

37 BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Pada bab-bab sebelumnya dipaparkan mengenai pengertian Jinas, Pembagian Jinas, contoh- contoh Jinas serta analisis jumlah jenis Jinas yang terdapat dalam Al-Qur‟an surah Al-Furqan.

Maka dari berbagai referensi dan analisis yang telah dilakukan. Maka dapat disimpulkan berbagai Jumlah jenis Jinas yang terdapat dalam Al-Qur‟an Surah Al-Furqan ada 5 jinas yaitu : Jinas Mumasal, Jinas Mudhari‟, Jinas Muharraf, Jinas Penambahan Satu Huruf ٚ٤ظلُ ذدأ ٢ك حدب٣ضُا ذداٝ فشذث, Jinas Isytiqaq.

1. Jenis jinas yang terdapat dalam Al-Qur‟an Surah Al-Furqan adalah Jinas Tam dan Jinas Ghairu Tam.

Jinas Tam yaitu :

a. Jinas Tam yang diklasifikasikan sebagai jinas Mumasal terdapat 7 jinas.

Jinas Ghairu Tam yaitu :

a. Jinas Gairu Tam yang diklasifikasikan sebagai jinas Mudhari‟ terdapat 3 jinas.

b. Jinas Gairu Tam yang diklasifikasikan sebagai jinas فشذث ٚ٤ظلُ ذدأ ٢ك حدب٣ضُا ذداٝterdapat 2 jinas.

c. Jinas Gairu Tam yang diklasifikasikan sebagai jinas Muharraf terdapat 2 jinas.

d. Jinas Isytyqaq terdapat 15 jinas.

4.2 Saran

Pembahasan Balaghah dengan objek ayat Al-Qur‟an dapat dapat mengungkap kemukjizatan Al-Qur‟an dari sisi keindahan bahasanya.

Jinas merupakan salah satu cabang Ilmu Badi‟ Muhassinatul Lafzi. Ilmu Badi‟ sendiri merupakan cabang dari Ilmu Balaghah yang membahas mengenai keindahan-keindahan lafazh bahasa Arab. karena Program Studi Bahasa Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara pembaca lainnya untuk dapat mempellajari dan memahami Ilmu Badi‟ khususnya Jinas.

Karena selain keindahan susunan kalimatnya, jinas juga memberikan kita pengetahuan dan pemahaman bahwa Bahasa Arab, antara kata yang satu dengan yang lainnya memiliki makna yang saling terkait walaupun jenis hurufnya, tarkibnya dan sakalnya tidak sama. Contoh-contoh jinas lainnya bisa ditemukan dalam Al-Qur‟an, Hadits Rasul, syair dan prosa sastrawan terdahulu.

Hasil penelitian mahasiswa diharapkan pula untuk menambah referensi mengenai Ilmu Balaghah pada perpustakaan, baik perpustakaan Universitas maupun perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Aziz Atyq.2015.Ilmu Al-Badi‟. Penerbit Beirut.Libanon

Al-Hasyimi, Sayid Ahmad.1994.Mutiara Ilmu Balaghah. (Ditejemahkan oleh Zuhri dan Ahmmad Chumaidi). Surabaya.Mutiara Ilmu Surabaya

Ahmad Irwandi 2011سُٞ٘ا بٓلا سبًرلاا ةبزً ٢ك حٞجُ٘ا سد بد لا ٢ك ٚػاٞٗاٝ طب٘جُ / al-jināsu wa anwā‟uhu fī al- ahādisi al- nubuwwati fī kitābi al-azkāri li imā mi al-nūri/.Skripsi sarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Amin, Mustafa dan „Ali,1973. Al-Balaghah al-Wadhihah. Jakarta : Jaya Murni.

Departemen Agama Republik Indonesia. 2012.Al-Qur‟an danTerjemahan. Jakarta:

PT.Insan Pustaka

Dayyab, Hifni Bek.dkk.2013. Kaidah Tata Bahasa Arab. (Diterjemahkan oleh Chaihatul Umam dkk). Jakarta. DARUL ULUM Press

Ghulayaini,Mustafa.2010. خ٤ثشؼُا طٝسذُا غٓبج/jāmi‟u al-durūsi al-arabiyyati/. Kairo : Dasar Assalam

Khifaji tt, Abdul Na‟im dan Abdul Aziz Syarif,tt. Nahwu Balaghatun Jadidatun.Maktabah Gharib

Munawwir,Ahmad Warson. )٢غٗٝذٗإ– ٢ثشػ طٞٓبه( سُٞ٘ٔا/ al-munawwiru (qamusun „arabiyyun-indunisiyyun).

Moelong, Lexy J.2005. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT

Nurul Zarina 2016 ٖ٣شؾػٝ غغر أضج ْ٣شٌُا ٕأشوُا ٢ك طب٘جُا َ٤ِذر / tahlīlu al-jināsi fī al-qurāni al- karīmi juz‟u tis‟u wa „isyrīna/ “Analisis Jinas dalam Al-Qur‟an

Karim Juz 29. skripsi sarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Qasym dan Dayyib 2003. Ilmu Balaghah.Libanon

Rahimah 2004, “Ilmu Balaghah sebagai Cabang Ilmu Bahasa Arab”.USUDigital Library.

Suryagraha Pandegatama 2016 Anāsiru as-saj‟u wa al- jināsu fīsūratin al-qalami ( dirātun tahlīliyatun badī‟iyyatun)/

Said, Fuad. 1984. Pengantar Sastra Arab. Medan : Pustaka Babussalam

Taufik, Wildan. 2018. Pembelajaran Balaghah. Singosari Malang, Jawa Timur: CV lisan arabi Yunus,Mamud.1990.Kamus Arab Indonesia.Jakarta : PT mahmud Yunus

Dokumen terkait