• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Nasional 1. Aisyah Ridwan HT

Dalam dokumen Belajar tentang komunikasi pdf (Halaman 34-39)

Pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi juga masih rendah. Hasil penelitian Amalia (2018), 62.5% responden dengan pengetahuan yang rendah.5 Sejalan dengan penelitian Susanti (2018), 31.6% Responden berpengetahuan rendah tentang kesehatan reproduksi pra nikah. Sejalan dengan hal tersebut, tahun 2015 Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal

suatu pedoman tentang Petunjuk Pelaksanaan Komunikasi informasi dan Edukasi kesehatan reproduksi dan Seksual Bagi Calon Pengantin yang bersifat nasional.

Program KIE ini menggunakanpendekatan continuum of care life cycle yang menekankan upaya promotif dan preventif pada tiap siklus kehidupan.Continuum of care life cycle adalah pelayanan yang diberikan pada siklus kehidupan mulai dari prakonsepsi, kehamilan, persalinan, nifas, bayi, balita, anak prasekolah, anak sekolah, remaja, dewasa hingga lansia.8Pelayanan prakonsepsi dilakukan melalui pemberian Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Kesehatan Reproduksi dan Seksual bagi Calon Pengantin bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual bagi calon pengantin . Kualitas pelayanan didukung oleh sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dan patuh terhadap standar, kesiapan fasilitas pendukung pelayanan, biaya operasional dan supervisi fasilitatif yang terus menerus. Dengan pelaksanaan pelayanan KIE yang terstandar maka diharapkan catin memiliki pengetahuan yang kompehensif tentang kesehatan reproduksi dan permasalahannya serta upaya skrining terhadap penyakit/penyulit.

2. Amelia Mohamad

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang pasti terjadi pada manusia dan terus berlangsung hingga dewasa. Pertumbuhan merupakan perubahan yang terjadi secara kuantitatif yang meliputi peningkatan ukuran dan struktur.. Pertumbuhan adalah

suatu proses bertambahnya jumlah sel tubuh suatu organisme yang disertai irreversible (tidak dapat kembali pada keadaan semula). Sedangkan perkembangan adalah bertambah kemampuan atau skill dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan. Dalam proses mencapai dewasa, anak harus melalui tahap tumbuh kembang termasuk tahap remaja. Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa.

Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. Panti Sosial Asuhan anak adalah suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial kepada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas,tepat dan memadai bagi pengembangan kepribadianya sesuai dengan yang diharapkan sebagai bagian dari generasi penerus cita- cita bangsa dan sebagai insan yang akan turut serta aktif dalam bidang pembangunan nasional.

3. Annisa Rahman Tamola

Berdasarkan data demografi WHO menyebutkan bahwa populasi besar penduduk dunia adalah remaja.

Sehingga banyaknya remaja akan berpengaruh

kemajuan suatu bangsa dapat dilihat salah satunya dari perilaku remajanya. Periode remaja merupakan peralihan dari masa anak menuju dewasa, dimana dimulainya proses kematangan seksualnya.

Perkembangan aspek fisiologis dan psikologis pada masa remaja dipengaruhi oleh berbagai hal, antara lain faktor lingkungan dan sosial. Proses kematangan seksual pada remaja dihadapkan pada kondisi yang membutuhkan penyesuaian dan penerimaan terhadap perubahan perubahan yang dialami. Adapun proses perubahan sebagai dampak dari kematangan seksual tersebut akan berpengaruh terhadap kondisi psikologis remaja, sehingga para remaja akan berusaha berlepas dari ketergantungan terhadap orang tua dan berusaha menjadi pribadi mandiri sehingga mendapat pengakuan sebagai orang dewasa.

Pelayanan kesehatan dengan metode KIE tentang KRR yang sehat ini diberikan dalam upaya menurunkan angka kematian maternal, khususnya pada remaja, dan para remaja dapat menghindari kehamilan tidak diinginkan serta bertanggung jawab terhadap perilakunya. Kegiatan pengenalan sistem, proses serta fungsi reproduksi diharapkan para remaja dapat mengerti tentang kesiapan organ reproduksi dan mempersiapkan rencana kehamilan yang sehat. Dengan remaja mengenal perkembangan kesehatan reproduksinya dengan baik, maka akan bertahan dari pengaruh sosial dalam upaya mengindari dari perilaku seksual yang negative.

4. Iyan A Makale

Remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang baik dari sisi fisik, intelektual ataupun psikologis. Rasa ingin tahu yang besar, berani menanggung resiko tanpa pertimbangan yang matang.

Perilaku dan sikap yang beresiko tersebut membutuhkan pelayanan kesehatan reproduksi dalam memenuhi kesehatan remaja. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentan usia remaja berkisaran dari 10-24 tahun dan belum menikah.

Edukasi kesehatan reproduksi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi. Edukasi kesehatan reproduksi memberikan informasi yang tepat sesuai sasaran kepada remaja tentang kesehatan reproduksi. Dalam pendidikan kesehatan remaja perlu memilih metode dan media yang tepat. Hal ini untuk membantu remaja menyerap konten pendidikan kesehatan yang berkesinambungan.

Pendidikan kesehatan diberikan secara tatap muka yang dikombinasikan dengan media tertentu. Media yang tersedia antara lain media cetak, media pameran/pameran, media audio, media video, dan multimedia.

5. Nurain Kadir

Pengetahuan kesehatan reproduksi remaja sangat penting untuk dimiliki. Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu keadaan dimana remaja dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalani fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman.

Kurangnya pemahaman tentang perilaku seksual pada masa amat merugikan bagi remaja sendiri termasuk

perkembangan yang penting yaitu kognitif, emosi, sosial dan seksual. Perkembangan ini akan berlangsung mulai 12 tahun sampai 20 tahun. Kurangnya pemahaman ini disebabkan oleh berbagai faktor antara lain: adat istiadat, budaya, agama, dan kurangnya informasi dari sumber yang benar. Kurangnya pemahaman ini akan mengakibatkan berbagai dampak yang justru amat merugikan kelompok remaja dan keluarganya.

Pendidikan kesehatan reproduksi remaja di sekolah merupakan salah satu upaya kesehatan institusi yang bertujuan untuk meningkat- kan derajat kesehatan anak didik dan mening- katkan kualitas sumber daya manusia (Fjord et al., 2015). Program kesehatan reproduksi remaja merupakan upaya untuk membanturemaja agar memiliki pengetahuan, kesadaran,sikap, dan perilaku kehidupan reproduksi sehatdan bertanggung jawab, melalui advokasi, pro- mosi, komunikasi informasi dan edukasi (KIE), konseling dan pelayanan kepada remaja yang memiliki permasalahan khusus serta dukung- an pada kegiatan remaja yang bersifat positif.

BAB IV

Dalam dokumen Belajar tentang komunikasi pdf (Halaman 34-39)

Dokumen terkait