• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Penelitian yang Relevan

Dalam dokumen UNIVERSITAS NEGERI PADANG (Halaman 109-115)

BAB V BAB V

B. Kajian Penelitian yang Relevan

1. Penelitian Eni Widias Tutik dalam Zulfadli (2011:30) bahwa guru BK/Konselor berperan aktif memberikan pengarahan dalam hal menentukan penjurusan yang sesuai dengan potensi yang ada pada diri siswa, dimana muara dari penjurusan tersebut adalah siswa memperoleh arah karir yang akan ditempuh secara tepat.

2. Penelitian Harizal (2011:109) bahwa motivasi sebagai variabel antara mempunyai penggaruh yang kuat terhadap kinerja seseorang.

3. Penelitian Prayitno (1987:5-6) terhadap siswa-siswa SMAN di Sumatera Barat yang mengungkap berbagai masalah, dimana ditemukan bahwa masalah-masalah masa depan dan pekerjaan merupakan masalah terbesar baik dari segi jumlah siswa yang mengalaminya maupun dari beratnya masalah. Adanya masalah-masalah yang berhubungan dengan masa depan dan pekerjaan yang dihadapi siswa tersebut, tidak dapat terlepas dari pendidikan yang diperlukan sebagai upaya untuk menghadapinya yang terimplementasi dalam bentuk perencanaan karir.

4. Moles (l991:65), menyatakan bahwa penekanan pada kemampuan akademik, perencanaan sekolah setelah tamat, perkembangan kepribadian lebih ditekankan pada kegiatan pengembangan karir.

Implikasi penekanan kegiatan pengembangan karir ini harus dilakukan oleh konselor sekolah, dimana ia harus menyediakan waktu sebanyak 9

s/d l3 % dari waktu yang mereka punyai dan diarahkan untuk kegiatan pengembangan karir.

5. Tennyson (dalam Isaacson dan Brown, 1992 ) melaporkan hasil studi Vibian dan Sherman di Palo Alto California bahwa variabel konsep diri (self-concept) dan motivasi mempunyai konstribusi terhadap kemampuan siswa dalam merencanakan karir mereka.

6. Penelitian Arifin (1985:95) menyimpulkan bahwa informasi karir mempunyai pengaruh positif terhadap perencanaan karir siswa.

Penelitian-penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa variabel variabel motivasi berprestasi, variabel konsep diri, variabel pemahaman informasi karir dan variabel status sosial ekonomi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perencanaan arah karir siswa.

C. . Kerangka Pemikiran

1. Pengaruh Status Sosial Ekonomi terhadap Perencanaan Arah Karir

Status Sosial Ekonomi dikonsepsikan sebagai pembeda dalam strata masyarakat. Status sosial ekonomi dapat dilihat melalui status sosial seseorang, kelas sosial dan tingkat pendidikan seseorang. Status sosial ekonomi seseorang berpengaruh dalam penentuan arah karir. Apabila seseorang memiliki status sosial yang mapan dan tinggi maka secara tidak langsung perencanan arah karirnya akan terencana secara baik pula.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan status sosial ekonomi maka akan semakin meningkat juga

perencanaan arah karir, dan sebaliknya jika rendah status sosial ekonomi seseorang maka perencanaan arah karir pun tidak dapat ditingkatkan bahkan semakin buruk. Jadi dari simpulan di atas diyakini secara teoretik bahwa terdapat pengaruh status sosial ekonomi terhadap perencanaan arah karir.

2. Pengaruh Konsep Diri terhadap Perencanaan Arah Karir

Konsep Diri merupakan pendapat seseorang tentang kemampuannya dan harga dirinya, Konsep Diri tidak tetap, tetapi dapat berubah dari waktu ke waktu yang disebabkan pengalaman sehari-hari. Konsep Diri mempunyai ciri sosial, yang tercermin dari pandangan orang lain tentang dirinya dan sifat sosialnya, dan Konsep Diri yang ideal diartikan dengan pendapat seseorang tentang dirinya yang terbaik yang selalu diinginkan. Konsep Diri berpengaruh terhadap perencanaan arah karir karena apabila memiliki Konsep Diri yang baik, maka akan dapat menentukan perencanaan arah karir yang matang.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa semakin baik/matang Konsep Diri seseorang maka akan semakin meningkat juga perencanaan arah karir, dan sebaliknya jika Konsep Diri kurang, maka perencanaan arah karirpun tidak dapat ditingkatkan bahkan semakin buruk.

Jadi dari simpulan di atas diyakini secara teoretik bahwa terdapat pengaruh Konsep Diri seseorang terhadap perencanaan arah karir.

3. Pengaruh Pemahaman Informasi Karir terhadap Perencanaan Arah Karir Sesuai yang telah dijelaskan di atas, bahwa dalam bimbingan jabatan, siswa selain harus memperoleh informasi tentang dirinya, juga perlu

memperoleh informasi mengenai dunia pekerjaan. Dengan demikian siswa- siswa dapat membuat penyesuain antara pemahaman tentang dirinya dengan pekerjaan. Murid akan mempunyai pilihan dan pengarahan pekerjaan secara tepat karena memahami seluk beluk pekerjaan dan disesuaikan dengan pemahaman mereka terhadap bakat, sikap, minat dan kecakapan mereka. Siswa akan mempunyai cita-cita yang didasarkan kepada kemampuan diri dan kemungkinan yang tersedia.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa jika siswa memiliki pemahaman informasi karir yang memadai, maka perencanaan arah karir akan semakin meningkat dan sebaliknya jika siswa tidak memiliki pemahaman arah karir yang memadai maka perencanaan arah karir pun akan tetap bahkan menurun. Artinya, dari uraian di atas diyakini secara teoretik ada pengaruh yang positif antara pemahaman informasi karir terhadap perencanaan arah karir.

4. Pengaruh Status Sosial Ekonomi terhadap Motivasi Berprestasi

Status sosial ekonomi seseorang menggambarkan kesiapan dan pencerminan kelas sosial individu dalam bereaksi. Kelas sosial seseorang sekaligus pencitraan diri, membangkitkan emosional siswa, sehingga menimbulkan keyakinan untuk sukses dalam rangka aktualisasi diri individu dalam perencanaan arah karir.

Berdasarkan konsepsi status sosial ekonomi di atas, maka semakin baik status sosial ekonomi sebagai pencitraan dalam interaksi sosial, maka

akan semakin tinggi pula motivasi siswa untuk bekerja, sebaliknya semakin rendah status sosial ekonomi maka akan semakin rendah pula motivasi berprestasi siswa, dengan demikian dapat diyakini secara teoritik bahwa terdapat pengaruh status sosial ekonomi terhadap motivasi berprestasi siswa.

5. Pengaruh Konsep Diri terhadap Motivasi Berprestasi

Lingkungan berpengaruh terhadap konsep diri seseorang bukan saja terbatas pada lingkungan keluarga, tetapi lingkungan lain yang lebih luas dari keluarga. Jika gambaran diri telah terbentuk maka akan menjadi pedoman dalam memahami hal-hal yang baru. Semua pengalaman berikutnya mungkin diterima dan diintegrasikan ke dalam gambaran diri yang telah ada, diabaikan karena pengalaman-pengalaman itu sesuai dengan konsep dirinya dan diingkari karena pengalaman itu tidak sesuai dengan konsep dirinya.

Apabila konsep diri seseorang terbentuk secara matang dan penuh perencanaan dengan baik secara tidak langsung akan meningkatkan motivasi berprestasi karena ingin mencapai target yang diinginkan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa jika siswa memiliki konsep diri yang baik, maka motivasi berprestasi akan semakin meningkat dan sebaliknya jika siswa tidak memiliki konsep diri yang baik maka motivasi berprestasi pun akan tetap bahkan menurun. Artinya, dari penjelasan di atas diyakini secara teoritik ada pengaruh yang positif antara konsep diri terhadap motivasi berprestasi.

6. Pengaruh Pemahaman Informasi Karir terhadap Motivasi Berprestasi

Pemahaman informasi karir yang dimiliki oleh setiap siswa akan menunjukkan kualitas siswa dalam motivasi berprestasi terhadap bidang studi yang ditekuninya, terutaman pada bidang studi yang digemarinya.

Pemahaman informasi karir tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai siswa.

Pemahaman informasi karir yang diperlukan oleh siswa tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal, diklat, seminar, diskusi dalam kelompok kerja maupun pengalaman dalam melaksanakan tugas. Pemahaman informasi karir sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. Siswa yang memiliki pemahaman informasi karir yang tinggi akan termotivasi untuk bekerja sesuai dengan pemahaman informasi karir yang dimilikinya dan sebaliknya siswa yang memiliki pemahaman informasi karir yang rendah akan menyebabkan motivasi berprestasinya menjadi rendah pula, artinya terdapat pengaruh pemahaman informasi karir terhadap motivasi berprestasi siswa.

7. Pengaruh Motivasi berprestasi terhadap Perencanaan arah karir

Bagi siswa, dengan adanya motivasi berprestasi yang tinggi seyogyanya akan berpengaruh terhadap perencanaan arah karir yang akan dipilihnya. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi pada tugas, berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitasnya; berusaha mengikuti perkembangan; menyesuaikan dengan perubahan; dan responsif

terhadap perubahan yang terjadi dalam bidang yang ditekuninya. Ia juga mempunyai kepedulian terhadap apa yang harus dikerjakan, menyediakan waktu dan tenaga yang cukup untuk membantu mengerjakan tugas, dan peduli terhadap bidang studi yang digemarinya. Dalam melaksanakan tugas, siswa dengan motivasi tinggi bersedia melakukan lebih banyak daripada yang menjadi tugas pokoknya, dan tidak berkeberatan untuk bekerja melebihi jam tugas yang sudah ditentukan meskipun untuk itu ia tidak memperoleh nilai lebih dalam proses tersebut. Selain itu, ia juga memiliki inisiatif untuk melaksanakan tugas tanpa menunggu perintah, dan lebih mengutamakan tugas daripada kegiatan lain.

Dengan demikian semakin tinggi motivasi berprestasi siswa maka akan semakin matang perencanaan arah karir, sebaliknya semakin rendah motivasi berprestasi siswa maka akan tidak terkonsep pula perencanaan arah karirnya, artinya terdapat pengaruh motivasi berprestasi terhadap perencanaan arah karir siswa pada Sekolah Menengah Atas.

Dalam dokumen UNIVERSITAS NEGERI PADANG (Halaman 109-115)

Dokumen terkait