• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

H. Kajian Penelitian yang relevan

Penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah : Wiyono (1992) dalam penelitian tesis yang berjudul Studi Komperatif Pendekatan-pendekatan Supervisi Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Sleman.67 Membandingkan tiga pendekatan supervisi (direktif, kolaboratif dan bebas) terhadap penampilan professional guru dikaitkan dengan iklim sekolah, tingkat pendidikan dan masa kerja guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) ada pengaruh pendekatan supervisi terhadap penampilan guru, khususnya komponen – komponen penyajian pengajaran dan pengamatan waktu; (2) kelompok guru yang disupervisi dengan pendekatan kolaboratif lebih efektif daripada kelompok guru yang disupervisi dengan pendekatan direktif.

Wangsit (1999) dalam penelitian tesis yang berjudul Hubungan Antara Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah Dengan Administrasi Pengajaran Guru SD Negeri se Kecamatan Kalibawang Kulonprogo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Ajaran 1998/1999.68 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pelaksanaan supervisi administrasi pengajaran oleh kepala sekolah; (2) pelaksanaan administrasi pengajaran guru; dan (3) hubungan antara pelaksana supervisi kepala sekolah dengan administrasi pengajaran guru. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan

67 Wiyono, penelitain tesis, Studi Komperatif Pendekatan-pendekatan Supervisi Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Sleman.( Yogyakarta : Tesis UIN, 1993)

68 Wangsit, Penelitian tesis, Hubungan Antara Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah Dengan Administrasi Pengajaran Guru SD Negeri se Kecamatan Kalibawang Kulonprogo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Ajaran 1998/1999, ( Yogyakarta: Tesis UIN, 1999),

antara pelaksana supervisi kepala sekolah dengan administrasi pengajaran guru.

Selanjutnya dalam penelitian ini ada tiga hal yang merupakan implikasi kegiatan kepala sekolah dalam mensupervisi administrasi guru-guru sekolah dasar, yaitu:

(1) Kepala sekolah sebagai supervisor harus melakukan supervise yang intensif khususnya administrasi pengajaran guru, sehingga pada gilirannya perbaikan situasi belajar berkembang, mutu pendidikan dan pengajaran meningkat. (2) Guru-guru sekolah dasar menyadari bahawa kegiatan supervisi oleh kepala sekolah terhadap administrasi pengajaran guru merupakan hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan proses belajar mengajar, yang bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. (3) Guru-guru sekolah dasar perlu meningkatkan kompetensinya melalui percakapan pribadi yaitu percakapan antara seorang supervisor dengan guru dan sharing of experience, yakni tukar menukar pengalaman saling member dan menerima, saling belajar satu dengan yang lain.

Akhmad Zulkifli (2003) dalam penelitian tesis yang berjudul Pengaruh Aktivitas Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kepuasan Kerja Guru SLTP Negeri Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.69

Dalam Penelitian ini bertujuan untuk menggali : (1) tingkat aktivitas supervisi kepala sekolah, tingkat pembinaan, dan tingkat kepuasan kerja, (2) hubungan antara kepala sekolah dan guru dalam aktivitas supervisi kepala

69 Akhmad Zulkifli, Pengaruh Aktivitas Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kepuasan Kerja Guru SLTP Negeri Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan,(Yogyakarta: Tesis UIN, 2003)

sekolah,pembinaan,kesesuaian pembinaan, dan tingkat kepuasan kerja, (3) hubungan secara bersama-sama aktivitas supervisi,pembinaan,kesesuaian pembinaan, dengan kepuasan kerja guru.

Berdasarkan hasil penelitian dapat di ungkapkan bahwa: (1) tingkat aktivitas supervisi kepala sekolah, tingkat pembinaan, tingkat kesesuaian pembinaan, dan tingkat kepuasan kerja guru termasuk dalam kategori baik; (2) hubungan antara kepala sekolah dan guru dalam aktivitas supervisi kepala sekolah, pembinaan, kesesuaian pembinaan, dan kepuasan kerja adalah rendah;

(3) terdapat hubungan yang signifikan ketiga variabel bebas (aktivitas supervisi, pembinaan, dan kesesuaian pembinaan) dengan variabel terikat (kepuasan kerja guru); dan (4) aktivitas supervisi kepala sekolah, pembinaan dan kesesuaian pembinaan dapat memberikan sumbangan terhadap kerja guru, yaitu sebesar 10,1

%

I. Kerangka Teoritik

Secara sederhana hubungan antara dua variabel bebas dengan satu variabel terikat dalam penelitian ini digambar dengan kerangka sebagai berikut :

Bantuan Supervisor (X1)

Kinerja Guru (Y) Kemampuan Supervisor

(X2)

Kinerja guru sangat dipengaruhi oleh bantuan dan kemampuan supervisor. Bantuan supervisor sebagai salah satu upaya pengembangan kemampuan guru secara maksimal agar menjadi orang yang lebih profesional, apabila dilaksanakan secara efektif akan sangat mempengaruhi kinerjanya, yaitu peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas . Agar sasaran ini dapat tercapai, maka supervisi harus dilaksanakan secara efektif dan diperlukan petugas supervisi (supervisor) yang profesional.

Jenis dan jumlah bantuan supervisor yang diberikan oleh supervisor kepada guru dalam pelaksanaan supervisi akan mempengaruhi kemampuan dan ketrampilan guru dalam melaksanakan tugasnya, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kinerja guru dalam pelaksanaan pengajaran. Apabila jenis dan jumlah bantuan yang diberikan semakin banyak dan sesuai dengan kebutuhan guru, maka akan mendukung keberhasilan pelaksanaan supervisi.

Melalui bantuan yang diberikan oleh supervisor, memungkinkan guru menambah pengetahuan dan ketrampilan yang berkaitan dengan tugasnya, khususnya dalam pelaksanaan pengajaran dikelas. Melalui pelaksnanan supervisi yang baik, juga diharapkan guru akan termotivasi adan tumbuh kesaadaraannya untuk secara terus menerus meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara professional. Selain itu, melalui pelaksanaan supervisi yang baik, kesaalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan yang mungkin dilakukan guru, baik yang disadarinya maupun yang tidak, dapat dikurangi.

Jadi kinerja guru dalam melaksanakan pengajaran di masing-masing sekolah berkorelasi dengan jenis dan jumlah bantuan yang diberikan oleh supervisor di masing-masing sekolah. Dengan demikian diduga terdapat pengaruh antara bantuan dan kemampuan supervisor dengan kinerja guru madrasah di Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes.

Agar pelaksanaan supervisi dapat dilaksanakan secara efektif, maka supervisor dituntut memiliki kemampuan dalam berbagai bidang baik yang berkaitan dengan pengalaman sebagai guru, penguasaan teknik, maupun kualitas kepribadian. Apabila supervisor menguasai berbagai kemampuan yang dituntut dalam melakukan aktivitas atau tugasnya dalam supervisi, maka akan menunjang keberhasilan dalam tugas tersebut. Dengan demikian diduga terdapat korelasi antara kemampuan supervisor dengan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.

Pelaksanaan supervisi merupakan aktivitas pembinaan yang dilakukan supervisor guna meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Pembinaan dilakukan dengan memberikan layanan dan dorongan yang disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan guru berdasarkan hasil pengamatan dan pengumpulan data yang telah dilakukan70.

Layanan yang diberikan berupa layanan professional untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan guru, sedangkan dorongan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan motivasi kerjanya. Hal ini berarti makin efektif

70 Piet A.Sehertian , Konsep Dasar dan tehnik Supervisi Pendidikan ( Jakarta : Rineka Ilmu,2010),19

pelaksanaan supervisi, mangkin meningkat pengetahuan, ketrampilan, dan motivasi kinerja guru. Dengan demikian diduga terdapat pengaruh , bantuan yang diberikan oleh supervisor dan kemampuan supervisor dalam melaksanakan supervisi terhadap kinerja guru Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes.

Dokumen terkait