• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Kajian Teori

1. Penerapan Model Mind Mapping a. Pengertian Penerapan

Lukman Ali dalam skripsi Pengaruh Penerapan Metode Kaisa Terhadap Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Anak Didik di TK Bonto Marannu Makassar karya Nurul Sakinah menjelaskan bahwa, penerapan merupakan tindakan mempraktikkan atau mengaitkan.

Selanjutnya, menurut JS Bahdudu dan Sutan Muhammad Zain, penerapan merupakan suatu perkara, soal, aturan, atau hasil keputusan.13

Dengan demikian, dapat disimpulkan arti penerapan ialah tindakan mempraktikkan atau memasangkan suatu perkara, soal, aturan, atau hasil keputusan yang dilaksanakan baik oleh individu ataupun kelompok. Dengan tujuan untuk mencapai impian yang sudah disusun secara sistematis. Berikut unsur-unsur dalam penerapan:

a) Skema yang dijalankan.

b) Sasaran yang dituju, meliputi peserta didik dan diharapkan dapat memperoleh keuntungan dari skema yang dijalankan.

c) Terjadinya pelaksanaan, yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok yang dipercayai dalam proses pengawasan dalam suatu

13 Nurul Sakinah, “Pengaruh Penerapan Metode Kaisa Terhadap Kemampuan Menghafal Al-

Qur’an Anak Didik di TK Bonto Marannu Makassar” (Skripsi, UIN Alauddin Makassar, 2021), 14.

pelaksanaan yang telah disusun sebelumnya.14 b. Pengertian Model

Model adalah bentuk dari suatu aturan yang digunakan untuk pendekatan dalam memahami realitas yang ada. Menurut Winardi dalam buku Implementasi Manajemen Stratejik dalam Pemberdayaan Sekolah Menengah Kejuruan karya Moch. Idochi Anwar menjelaskan bahwa, model bukanlah tentang fondasi kehidupan, sebab fondasi kehidupan ini tidaklah lurus alurnya, tetapi model adalah suatu ancangan dalam memahami atau mendekati realitas.

Dengan demikian, definisi dari kata model ialah suatu studi yang digunakan untuk menghimpun kelebihan-kelebihan yang didapat dan menghindari dari kekurangan-kekurangan dari model yang telah diimplementasikan. Dengan memenuhi kriteria yang mengungkapkan bahwa, suatu model harus mencakup tentang adanya ide-ide atau pemahaman dalam mengambil suatu keputusan serta terdapat gambaran tentang fungsi-fungsi dalam penerapan model yang efektif dan efesien.15

c. Pengertian Mind Mapping

Mind mapping merupakan ide cemerlang warisan seorang filsuf dan ilmuwan dari Yunani Kuno, yaitu Aristoteles.16 Kemudian,

14 Afi Parnawi, Penelitian Tindakan Kelas Classroom Action Research (Sleman: Deepublish Publisher, 2020), 67.

15 Moch. Idochi Anwar, Implementasi Manajemen Stratejik dalam Pemberdayaan Sekolah Menengah Kejuruan (Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2009), 188.

16 Doni Swadarma, Penerapan Mind Mapping dalam Kurikulum Pembelajaran (Jakarta:

Kelompok Gramedia, 2013), V.

18

mind mapping dilahirkan kembali pada abad ini oleh seseorang yang memiliki julukan sebagai Pisau Otak Tentara Swiss yaitu Tony Buzan.

Tony Buzan menjelaskan bahwa mind mapping merupakan alternatif pemikiran sederhana dalam menerima stimulus sehingga merangsang respon. Dengan mind mapping sangat memungkinkan manusia dapat menerima respon dan stimulus yang mereka tangkap dari luar otak.

Kemudian, menyusun fakta menjadi sedemikian bentuk, sehingga kerja sistem otak disertakan sejak awal dan dapat dengan mudah dalam mengingat informasi, tanpa harus menggunakan cara pencatatan tradisional.17

Mind mapping memudahkan proses belajar pada peserta didik.

Dikarenakan, dalam penerapannya, mind mapping lebih banyak menggunakan kombinasi warna, cabang-cabang yang melengkung, dan gambar. Dengan demikian, peserta didik dapat leluasa untuk menuangkan ide-ide kreatif yang telah dirancang dalam otak. Selain itu, dengan mind mapping dapat menghemat waktu, menyelesaikan persoalan dengan cepat dan tepat, serta dapat mengingat dengan lebih baik, dan tentunya proses belajar menjadi lebih efektif dan efesien.

Menurut Dryden dan Vos di dalam buku yang berjudul Peta Pikiran untuk Memahami Teks Berita, karya Waginah Dwi Nuryaningsih menyatakan bahwa, dalam pembuatan peta pikiran dapat berupa bentuk pohon, gambar, warna, lambang, sampai

17 Tony Buzan, Buku Pintar Mind Map (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2020), 5.

pembentukan hubugan pada bagan-bagan.18 Hernowo juga berpendapat, dalam pembuatan peta pikiran sertakan berbagai sumber yang ada.19 Karena, dengan semakin banyak sumber atau informasi yang diperolah, akan memudahkan peserta didik ketika membuat mind mapping. Selain itu, peserta didik juga dapat membuat lambang- lambang dari sumber yang akan disampaikan. Peserta didik dapat menempelkan gambar-gambar, foto-foto dari majalah. Untuk lebih menarik, peserta didik juga bisa memberikan warna pada peta pikiran yang telah dibuatnya.

Sintaks penerapan model mind mapping, setelah pendidik memberikan stimulus terhadap peserta didik melalui penjelasan materi dan tanya jawab yang dilakukan secara singkat. Langkah selanjutnya, peserta didik dapat bertindak secara aktif dalam berdiskusi bersama kelompoknya, kemudian dapat langsung menyusun mind mapping sesuai dengan informasi yang telah didapatkan. Sesuai dengan teori belajar behaviorisme menyatakan, interaksi antara stimulus dan respons guru dapat menyebabkan perubahan tingkah laku pada siswa, saat peserta didik dapat secara aktif membaca atau menerangkan kembali materi yang diberikan oleh pendidik, proses tersebut dapat diamati. Selain itu, dapat juga dilihat dalam kegiatan tanya jawab. Dalam hal ini, tugas pendidik hanyalah

18 Waginah Dwi Nuryaningsih, Peta Pikiran untuk Memahami Teks Berita (Jawa Tengah:

NEM, 2021), 26.

19 Hernowo, Quantum Reading: cara cepat nan bermanfaat untuk merangsang munculnya potensi membaca (Bandung: MLC, 2003), 19.

20

sebagai seorang pengawas dan fasilitator dalam proses pembelajaran.

d. Macam-Macam Mind Mapping

Menurut Nur dalam buku Merdeka Berkreativitas dan Beraktivitas dengan Mind Mapping karya Arianto Batara menjelaskan bahwa, terdapat empat jenis mind mapping antara lain penjelasannya sebagai berikut:

1) Pohon jaringan (network tree), gagasan utama dibuat dalam bentuk persegi. Sedangkan, kata lainnya di tulis pada garis-garis penghubung. Jenis mind mapping ini cocok digunakan untuk menggabarkan hal-hal sebagai berikut:

a) Meyatakan sebab akibat;

b) Untuk menunjukkan suatu urutan atau tingkatan; dan c) Digunakan untuk menerangkan langkah-langkah.

Gambar 2.1 Mind Mapping Pohon Jaringan Sumber Canva

2) Rantai kejadian (events chaian), digunakan untuk menerangkan suatu kejadian, langkah-langkah pada sebuah tahapan dalam suatu proses.

Gambar 2.2 Mind Mapping Rantai Kejadian

3) Peta konsep siklus (cycle concept map), digunakan untuk meunjukkan hubugan urutan kejadian yang menciptakan suatu kelompok hasil yang repetitif, sehingga urutan kejadian tidak sampai pada hasil final.

Gambar 2.3 Mind Mapping Siklus Sumber Canva

4) Peta konsep laba-laba (spider concept map), digunakan untuk mencari penyelesaian dari suatu masalah tertentu dengan

22

mengumpulkan gagasan secara spontan dari anggota kelompok.20

Gambar 2.4 Mind Mapping Laba-Laba Sumber Canva

e. Langkah-Langkah Penerapan Model Mind Mapping

Tony Buzan adalah pencetus dari model mind mapping. Di mana model ini dibuat untuk membuat peserta didik lebih mudah memahami pengetahuan awal mereka dan dapat menemukan jawaban alternatif secara tepat. Adapun, langkah-langkah penerapannya sebagai berikut:

a. Pendidik menyampaikan garis besar tentang materi yang terkait, b. Pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk

mengamati dan memahami penjelasan yang telah disampaikan oleh pendidik.

c. Pendidik membagi peserta didik untuk berkelompok membentuk sembilan kelompok kecil, yang masing-masing beranggotakan empat sampai lima anggota.

20 Arianto Batara, Merdeka Berkreativitas dan Beraktivitas dengan Mind-Mapping (Yogyakarta: CV. Bintang Semesta Media), 18-20.

d. Pendidik menginstruksikan kepada peserta didik pada setiap kelompok untuk mendiskusikan informasi yang telah didapatkan.

e. Pendidik memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan ringkasan dari bagan-bagan yang telah dibuat.

f. Pendidik memberi apresiasi kepada tiap kelompok dan memberikan skor.

g. Pendidik memberi kesempatan untuk perwakilan setiap kelompok dalam membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajari.21

Dalam pembuatan mind mapping ini sangatlah mudah, peserta didik bisa memanfaatkan bahan-bahan tidak terpakai yang ada di sekitarnya. Contohnya kalender yang sudah tidak terpakai, kardus yang usang, kertas plano, atau bahan lainnya yang dapat menunjang pembuatan mind mapping. Dalam pembuatan mind mapping Tony Buzan menjelaskan beberapa langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menyiapkan secarik kertas atau semacamnya, beberapa alat tulis, dan pensil warna. Lalu, mulailah dari bagian tengah kertas, sisi panjangnya diletakkan dalam posisi memanjang.

b. Menyiapkan gambar, foto, atau ilustrasi yang sesuai dengan mata pelajaran. Berilah label pada gambar tesebut, dapat berupa tema, judul, sub bab, atau poin-poin. Hal tesebut bertujuan untuk

21 Abdul Muis Joenaidy, Guru Asyik, Murid Fantastik! Panduan Mengajar agar Murid Senang Belajar (Yogyakarta: DIVA Press, 2018), 140-141.

24

memunculkan ide-ide dari dalam otak. Karena dari gambar, foto, atau ilustrasi tersebut terdapat makna yang tersimpan di dalamnya serta dapat membantu otak untuk berpikir dan berimajinasi secara kreatif.

c. Berkreasi dengan munggunakan warna-warna yang menarik, dilanjutkan dengan menggambar beberapa cabang tebal yang keluar dari gambar sentral. Kemudian, memberikan warna yang bervariasi pada setiap cabang, hal tersebut bertujuan untuk menandai poin-poin yang berbeda. Dengan warna yang bervariasi, membuat mind map menjadi lebih hidup dan dapat meningkatkan ingatan peserta didik dalam jangka waktu lama.

Tetapi, dalam hal ini batasi jumlah warna dalam setiap cabang, batasi lima atau enam cabang tebal. Kemudian, pada setiap cabang-cabang, buatlah kata kunci yang mudah diingat dan jelas dengan menggunakan huruf kapital.

d. Menghubungkan cabang-cabang utama ke gambar sentral.

Kemudian, hubungkan cabang-cabang tingkat kedua dan ketiga pada tingkat pertama dan kedua, begitu seterusnya.

e. Menggambar cabang-cabang garis hubung yang melengkung bukan garis lurus.

f. Menempatkan gambar di seluruh cabang-cabang.22

Topik utama dalam penerapan model mind mapping lebih

22 Tony Buzan, Buku Pintar Mind Map (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2020), 15-16.

terfokus pada gambar-gambar atau foto-foto. Karena, pada gambar atau foto tersebut tersimpan beribu makna yang memacu otak untuk berpikir dan berimajinasi sesuai dengan topik. Dengan demikian, penerapan model mind mapping merupakan alternatif yang tepat untuk diterapkan di kelas, agar peserta didik tidak bosan dan jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran.

2. Kelebihan dan Kekurangan Penerapan Model Mind mapping

Setiap model pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penerapannya. Adapun beberapa kelebihan model mind mapping menurut Doni Swadarna, antara lain sebagai berikut:

a. Mudah untuk dipelajari dan diterapkan.

b. Melatih otak untuk menerima, mengingat, membandingkan, dan menghubungkan informasi yang diterima oleh otak.

c. Mengoptimalkan potensi kerja otak.

d. Meningkatkan kreativitas peserta didik.

e. Membantu peserta didik untuk memunculkan kembali informasi dari dalam otak menuju ke luar otak dengan mudah.

f. Membantu peserta didik untuk menemukan urutan kronologis suatu masalah atau peristiwa.

Adapun untuk kekurangan-kekurangan model mind mapping, antara lain sebagai berikut:

a. Hanya dapat memasukkan poin-poin yang penting saja, sehingga tidak dapat untuk memasukkan materi secara detail dan terperinci.

26

b. Hasil pembuatan mind mapping hanya dapat dipahami oleh pembuatnya sendiri.

c. Terdapat peserta didik yang merasa kesulitan dalam menentukan ide pokok dari topik atau materi yang terkait.

Dengan demikian, dari adanya kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam model pembelajaran ini, seorang pendidik dituntut untuk bisa menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup dan nyaman.

Dengan melatih peserta didik untuk menggali, mencari, dan menentukan ide pokok dari topik atau materi yang sedang dipelajari.23

3. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam a. Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi atau timbal balik antara peserta didik dan pendidik, serta bagaimana cara penggunaan media pendidikan dalam konteks belajar. Pembelajaran adalah proses di mana pendidik memberikan pengetahuan kepada peserta didik.

Awalnya, peserta didik tidak tahu membaca dan menulis, tetapi setelah pendidik memberikan pengetahuannya, peserta didik menjadi mahir dan lancar dalam membaca dan menulis.

b. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam ialah upaya pendidik untuk membina

23Doni Swadarma, Penerapan Mind Mapping dalam Kurikulum Pembelajaran (Jakarta:

Kelompok Gramedia, 2013), V.

peserta didik agar memahami agama Islam sesuai dengan al Quran dan As-Sunnah. Sebagai bekal untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.24

24 Taufikurrahman, et. al, Pengembangan Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Batu: Literasi Nusantara, 2019), 29.

28

Dokumen terkait