• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

5. Kajian Teori

Penyimpangan sosial adalah suatu tindakan yang menyimpan dari norma- norma yang berlaku dalam masyarakat dan menimbulkan usaha dari yang berwewenang dalam sistem itu untuk memperbaiki prilaku tersebut.

Penyimpangan sosial tentunya tidak terjadi serta merta tampa adanya faktor-faktor yang mendorong seorang individu untuk bertindak menyimpan dari norma-norma yang ada dan berlaku dalam masyrakat. Robert M.Z Lawang, berpendapat bahwa penyimpangan adalah tindakan yang menyimpan dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial yang menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki prilaku yang menyimpan

1 . Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang

Di masyarakat kita mengenal bentuk-bentuk penyimpangan yang terdiri atas penyimpangan individual ( individual deviation ), penyimpangan kelompok ( group deviation ), dan penyimpangan gabungan dari keduanya ( mixture of both deviation ). Terkadang ada pula yang menambahkan dengan penyimpangan primer ( primary deviation ) dan penyimpangan sekunder ( secondary deviation ).

a. Penyimpangan Individual (Individual Deviation )

Penyimpangan ini biasanya dilakukan oleh orang yang telah mengabaikan dan menolak norma-norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Orang seperti itu biasanya mempunyai kelainan atau mempunyai penyakit mental sehingga tidak dapat mengendalikan dirinya. Contohnya seorang anak yang ingin menguasai warisan atau harta peninggalan orang tuanya. Ia mengabaikan saudarasaudaranya yang lain. Ia menolak norma-norma pembagian warisan menurut adat masyarakat maupun menurut norma agama. Ia menjual semua peninggalan harta orang tuanya untuk kepentingan diri sendiri.

Penyimpangan yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya dibedakan atas pembandel, pembangkang, perusuh atau penjahat, dan munafik.

1) Pembandel, yaitu penyimpangan karena tidak patuh pada nasihat orang tua agar mengubah pendiriannya yang kurang baik.

2) Pembangkang, yaitu penyimpangan karena tidak taat pada peringatan orang- orang.

3) Pelanggar, yaitu penyimpangan karena melanggar norma-norma umum yang berlaku. Misalnya orang yang melanggar rambu-rambu lalu lintas pada saat di jalan raya.

4) Perusuh atau penjahat, yaitu penyimpangan karena mengabaikan norma-norma umum sehingga menimbulkan kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya.

Misalnya pencuri, penjambret, penodong, dan lain-lain.

5) Munafik, yaitu penyimpangan karena tidak menepati janji, berkata bohong, berkhianat, dan berlagak membela.

b. Penyimpangan Kelompok (Group Deviation )

Penyimpangan ini dilakukan oleh sekelompok orang yang tunduk pada norma kelompoknya, namun bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku.

Penyimpangan ini terjadi dalam subkebudayaan menyimpang yang umumnya telah memiliki norma, nilai, sikap, dan tradisi sendiri, sehingga cenderung untuk menolak norma-norma yang berlaku dalam masyarakat yang lebih luas.

Contohnya kelompok orang yang menyelundupkan serta menyalahgunakan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya, teroris, kelompok preman, dan separatis. Mereka memiliki aturan-aturan sendiri yang harus dipatuhi oleh anggotanya.

Dalam melakukan aksinya, mereka memiliki aturan permainan yang cermat, termasuk dalam membentuk jaringan yang kuat untuk melakukan kejahatannya, sehingga sulit dilacak dan dibongkar pihak yang berwenang, dalam hal ini kepolisian.

c. Penyimpangan Campuran (Mixture of Both Deviation )

Sebagian remaja yang putus sekolah (penyimpangan individual) dan pengangguran yang frustasi (penyimpangan individual), biasanya merasa tersisih dari pergaulan dan kehidupan masyarakat. Mereka sering berpikir seperti anak orang berkecukupan, yang akhirnya menempuh jalan pinta untuk hidup enak. Di

bawah pimpinan seorang tokoh yang terpilih karena kenekatan dan kebrutalannya, mereka berkelompok dalam 'organisasi rahasia' (penyimpangan kelompok) dengan memiliki norma yang mereka buat sendiri. Pada dasarnya norma yang mereka buat bertentangan dengan norma yang berlaku umum di masyarakat.

Penyimpangan seperti itu ada yang dilakukan oleh suatu golongan sosial yang memiliki organisasi yang rapi, sehingga individu ataupun kelompok di dalamnya taat dan tunduk kepada norma golongan yang secara keseluruhan mengabaikan norma yang berlaku. Misalnya gank-gank anak nakal. Kelompok semacam itu dapat berkembang menjadi semacam kelompok mafia dunia kejahatan yang terdiri atas preman-preman yang sangat meresahkan masyarakat.

d. Penyimpangan Primer (Primary Deviation )

Penyimpangan ini dilakukan oleh seseorang, di mana hanya bersifat temporer atau sementara dan tidak berulang-ulang. Individu yang melakukan penyimpangan ini masih dapat diterima oleh masyarakat karena hidupnya tidak didominasi oleh pola perilaku menyimpang tersebut dan di lain kesempatan tidak akan melakukannya lagi. Misalnya seorang siswa yang terlambat masuk sekolah karena ban sepeda motornya bocor, seseorang yang menunda pembayaran pajak karena alasan keuangan yang tidak mencukupi, atau pengemudi kendaraan bermotor yang sesekali melanggar rambu-rambu lalu lintas.

e. Penyimpangan Sekunder (Secondary Deviation )

Penyimpangan ini dilakukan oleh seseorang secara terusmenerus, sehingga akibatnya pun cukup parah serta mengganggu orang lain. Dalam penyimpangan

ini, seseorang secara khas memperlihatkan perilaku menyimpang yang secara umum dikenal sebagai seorang yang menyimpang. Masyarakat tidak dapat menerima dan tidak menghendaki individu semacam itu hidup bersama dalam masyarakat mereka. Misalnya seorang siswa yang sering tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Contoh lainnya adalah seseorang yang sering mabuk-mabukan baik di rumah, di pesta, maupun di tempat umum serta seseorang yang sering melakukan pencurian, perampokan, dan tindak kriminal lainnya.

Bentuk-bentuk penyimpangan tersebut harus diatasi karena penyimpangan menyangkut masalah mental perilaku. Misalnya, melalui berbagai penataran, pendidikan keagamaan, pemulihan disiplin, serta pelatihan-pelatihan lainnya.

4. Ciri-Ciri Perilaku Menyimpang

Kita tahu bahwa perilaku menyimpang merupakan tindakan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat karena telah melanggar norma atau aturan-aturan yang berlaku. Namun tetap saja perilaku menyimpang itu ada dalam masyarakat.

Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu tindakan dikatakan sebagai perilaku menyimpang. Tahukah kamu, ciri-ciri apa sajakah yang dimaksud? Menurut Paul B. Horton, penyimpangan sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a. Penyimpangan Harus Dapat Didefinisikan

Suatu perbuatan anggota masyarakat dapat dikatakan menyimpang apabila memang didefinisikan sebagai menyimpang. Perilaku menyimpang bukanlah semata-mata ciri tindakan yang dilakukan orang, melainkan akibat dari adanya

peraturan dan penerapan sanksi yang dilakukan oleh orang lain terhadap perilaku tersebut. Singkatnya, penilaian menyimpang tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.

b. Penyimpangan Bisa Diterima Bisa juga Ditolak

Perilaku menyimpang ada yang positif dan negatif. Positif, apabila penyimpangan yang diterima bahkan dipuji dan dihormati, seperti penemuan baru oleh para ahli itu kadangkadang bertentangan budaya masyarakat. Sedangkan penyimpangan negatif adalah penyimpangan yang ditolak oleh masyarakat, seperti perampokan, pembunuhan terhadap etnis tertentu, dan menyebarkan teror dengan bom atau gas beracun.

c. Penyimpangan Relatif dan Mutlak

Dalam masyarakat, tidak ada seorang pun yang masuk dalam kategori sepenuhnya penurut (konformis) ataupun sepenuhnya penyimpang (orang yang benar-benar menyimpang). Orang yang termasuk kedua kategori itu justru akan mengalami kesulitan dalam kehidupannya.

Pada dasarnya semua orang normal sesekali pernah melakukan tindakan menyimpang, tetapi pada batas-batas tertentu yang bersifat relatif untuk setiap orang. Perbedaannya hanya pada frekuensi dan kadar penyimpangannya saja.

Secara umum, penyimpangan yang dilakukan tiap orang cenderung relatif.

Bahkan orang yang tadinya penyimpang mutlak lambat laun harus berkompromi dengan lingkungannya.

d. Penyimpangan terhadap Budaya Nyata ataukah Budaya Ideal

Budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Dalam kenyataan di masyarakat, banyak anggota masyarakat yang tidak patuh terhadap segenap peraturan resmi tersebut. Jadi antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan. Artinya, peraturan yang telah menjadi pengetahuan umum dalam kenyataan sehari-hari cenderung banyak dilanggar. Contohnya peraturan mengenai penggunaan helm pada saat mengendarai sepeda motor. Banyak masyarakat yang melanggar peraturan tersebut, di mana kita dapat melihat di jalan-jalan banyak orang mengendarai sepeda motor tanpa memakai helm.

e. Terdapat Norma-Norma Penghindaran dalam Penyimpangan

Norma penghindaran ini muncul apabila pada suatu masyarakat terdapat nilai atau norma yang melarang suatu perbuatan yang ingin sekali diperbuat oleh banyak orang. Apakah norma penghindaran itu? Pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka. Jadi, norma-norma penghindaran merupakan suatu bentuk penyimpangan perilaku yang bersifat setengah melembaga ( semi- institusionalized ).

f (Menyesuaikan)

Tidak selamanya penyimpangan sosial menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat, karena kadang-kadang dapat dianggap sebagai alat pemelihara

stabilitas sosial. Perilaku apa yang kita harapkan dari orang lain, apa yang orang lain inginkan dari kita, serta wujud masyarakat seperti apa yang pantas bagi sosialisasi anggotanya. Di lain pihak, perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial. Tidak ada masyarakat yang mampu bertahan dalam kondisi statis untuk jangka waktu yang lama. Masyarakat yang terisolasi sekalipun akan mengalami perubahan. Ledakan penduduk, perubahan teknologi, serta hilangnya kebudayaan lokal dan tradisional mengharuskan banyak orang menerapkan norma-norma baru.

5. Sifat-Sifat Perilaku Menyimpang

Dalam masyarakat kita mengenal dua sifat perilaku menyimpang yaitu perilaku menyimpang yang bersifat positif dan perilaku menyimpang yang bersifat negatif

a. Penyimpangan yang Bersifat Positif

Penyimpangan yang bersifat positif adalah penyimpangan yang tidak sesuai dengan aturan-aturan atau norma-norma yang berlaku, tetapi mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial. Atau dengan kata lain, penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal (didambakan) walaupun cara atau tindakan yang dilakukan itu seolah-olah atau tampaknya menyimpang dari norma yang berlaku, padahal sebenarnya tidak. Seseorang dikatakan menyimpang secara positif apabila dia berusaha merealisasikan suatu citacita, namun masyarakat pada umumnya menolak atau tidak dapat menerima caranya. Akibatnya orang tersebut akan menerima celaan dari masyarakat.

b. Penyimpangan yang Bersifat Negatif

Penyimpangan negatif adalah kecenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan akibatnya selalu buruk. Jenis tindakan seperti ini dianggap tercela dalam masyarakat. Si pelaku bahkan bisa dikucilkan dari masyarakat. Bobot penyimpangan negatif itu diukur menurut kaidah susila dan adat istiadat, sehingga sanksi yang diberikan kepada pelanggarnya dinilai lebih berat daripada pelanggaran terhadap tata cara dan sopan santun. Contohnya pencurian, perampokan, pelacuran, dan pemerkosaan.

a. Tindakan Kriminal atau Kejahatan

Tindakan kriminal merupakan suatu bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap nilai dan norma atau peraturan perundang- undangan yang berlaku di masyarakat. Kita mengenal dua jenis kejahatan seperti yang tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yaitu violent offenses dan property offenses .

Penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol secara berlebih dilarang oleh hukum karena dapat mendorong terjadinya tindak kriminal yang lain. Selain dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Bahaya terhadap diri sendiri, antara lain dapat merusak organ-organ tubuh, sehingga tidak berfungsi sempurna, bahkan susunan syaraf yang berfungsi sebagai pengendali daya pikir turut pula dirusak. Akibatnya tidak dapat berpikir secara rasional dan cenderung untuk

melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat

Defenisi Menyimpan Menurut para ahli

1. Robert M.Z Lawang, berpendapat bahwa penyimpangan adalah tindakan yang menyimpan dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial yang menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki prilaku yang menyimpan

2. James vander Zarden, berpendapat bahwa penyimpangan adalah merupakan perilaku yang oleh sejumlah orang dianggap sebagai hal yang tercela dan diluar batas toleransi

3. Bruce J. Cohen

Mengatakan bahwa perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat

4. d. Paul B. Horton

Mengutarakan bahwa penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.

5. e. Lewis Coser

Mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial

Teori-teori yang menjelaskan tentang prilaku menyimpa a. Teori fungsi oleh durkheim

Menurut teori fungsi, bahwa keseragaman dalam kesadaran moral semua warga masyarakat tidak akan munkin ada, kerena setiap individu berbeda dengan yang lain, oleh karena itu orang yang berwatak jahat akan selalu ada di lapisan masyarakat manapun. Bahkan menuerut durkheim kejahan perlu bagi masyarakat, sebab dengan adanya kejahatan akan selalu ada maka moralitas dan hukum akan berkembang secara normal

b. Teori Pergaulan Berbeda oleh Edwin H. Sutherland

Menurut teori ini, penyimpangan bersumber dari pergaulan dengan sekelompok orang yang telah menyimpan. Penyimpangan di peroleh melalui proses seseorang mempelajari sesuatu subkebudayaan menyimpan c. Teori Labelling oleh Edwin M. Lemert

Menurut teori ini sesorang ini, sesorang menjadi menyimpan kerena proses Lebelling yang di berikan masyarakat kepadanya. Maksudnya adalah pemberian julukan atau cap yang biasanya negatif kepada seseorang yang telah melakukan penyimpagan primer

d. Teori Komplik oleh Karl Marx

Para penganut ini berpandangan bahwa kejahantan terkait erat dengan perilaku menyimpan diciptakan oleh kelompok-kelompok berkuasa dalam masyarakat untuk melindungi kepentingan mereka sendiri, pandagan juga ini mengatakan bahwa hukum juga merupakan cerminan kepentingan kelas

e. Teori Tipologi Adaftasi menurut Robert K. Merton

Menjelaskan penyimpangan melalui struktur sosial bukan hanya menghasilkan perilaku menyimpan. Dalam strutur sosial dijumpai tujuan atau kepentingan, di mana tujuan tersebut adalah hal-hal yang pantas dana baik.

Tipe-tipe prilaku menyimpan

Menurut Robert M.Z Lawang prilaku menyimpan dapat di golongkan menjadi empat yaitu

Tindakan Kriminal atau kejahatan

Tindakan kriminal merupakan suatu bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap nilai dan norma atau peraturan perungdang-undangan yang berelaku di masyarakat kita

a. Crime without victim

Kejahatan yang tidak menimbulkan penderitaan pada secara lansung akibat tndak pidana yang berlaku contohnya berjudi, mabuk dan hubungan seks

b. Organized Crime ( kejahatan Terorganisir )

Kejahatan ini dilkakukan secara terorganisir dan berskesinambungan dengan mengunkan berbgagai cara untuk mendapat sesuatu yang diinginkan dengan jalan menhindari hukum.

c. Corporate Crime (Kejahatan korporal)

Kejahatan ini dilakukan atas nama organisasi formal dengan tujuan menaikkan keuntungan dan menekan kerugian

d. Blue collar crime (kejahatn kerah biru)

Kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang golongan rendah Proses pembentukan perilaku menyimpan

a) Faktor Biologis

Merupakan gambaran tentang prilaku menyimpan yang dikaitkan dengan bentuk tubuh seseorang, dengan kata lain penjahat itu dilihat dari segi biologis penjahat itu keadaan fisiknya kurang maju dibandingkan dengan keadaan fisik orang-orang biasa.

b) Faktor Fisikologis

Misal hubungan antara orang tua dan anak yang tidak harmonis, banyak orang menyakini bahwa hubungan antara orang tua dan anak merupakan salah satu ciri yang menbedakan orang baik dan orang tidak baik.

c) Faktor Sosiologis

Dari sudut pandang sosiologi, telah banyak yang dikembangkan teori yang dikembang untuk menerapkan faktor penyebab perilaku menyimpan. Misalnya, ada yang menyebutkan kawasan kumuh di kota besar , bahwa sosialisasi yang buruk membuat orang berprilaku menyimpan

Sifat-sifat prilaku menyimpan

Dalam masyarakat kita mengenal dua sifat prilaku menyimpan yaitu perilaku menyimpan yang bersifat positif dan perilaku menyimpan yang bersifat negatif

a. Penyimpagan yang bersifat positif

Penyimpangan yang tidak sesuai dengan aturan-aturan atau norma- norma yang berlaku, tetapi mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial atau dengan kata lain, penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal walaupun cara atau tindakan yang dilakukan itu seolah-olah atau tampaknya menyingung dari norma yang berlaku padahal itu akan membuat kebanyak masyarakat merasa ouas dengan apa yang di lakukan saat ini

b. Penyimpangan yang bersifat Negatif

Penyimpangan negatif adalah kecendrungan bertindak kearah nilai- nilai sosial yang dipandang rendah dan akibatnya selalu buruk jenis pelaku seperti ini dianggap tercela dalam masyarakat

Menurut Paul B.Horton sebagai berikut : 1. Penyimpangan harus dapat difenisikan

2. Penyimpangan bisa diterimah dan bisa juga ditolak 3. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak

4. Penyimpangan terhadap budaya nyata atau budaya ideal

5. Terdapat norma-norma penghindaraan dalam penyimpangan sosial

6. Penyimpangan bersifat adaptif yang artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial yang ada dalam masyarakat.

Dokumen terkait