BAB III METODE PENELITIAN
4.4 Karakteristik Responden
Dalam penelitian ini, responden yang diambil adalah pebisnis online shop di Kota Makassar. Responden tersebut sudah bersedia untuk menjawab kuesioner dari peneliti. Jumlah responden yang bersedia menjawab adalah 40 orang.
1. Jenis Kelamin
Distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)
Wanita 38 95%
Pria 2 5%
Total 40 100%
Sumber: Data Kuesioner Google Form, 2020
Berdasarkan data di atas, maka terdapat 95 persen responden wanita dan 5 persen responden pria. Maka dapat dilihat bahwa pebisnis online shop adalah mayoritas wanita.
2. Usia
Distribusi frekuensi berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Usia
Usia Jumlah Persentase (%)
17-24 Tahun 26 65%
25-34 Tahun 14 35%
35-44 Tahun - -
45-54 Tahun - -
>54 Tahun - -
Total 40 100%
Sumber: Data Kuesioner Google Form, 2020
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa mayoritas dari pebisnis online shop berumur 17-24 tahun dengan persentase 65 persen, dan sisanya berumur 25-34 tahun dengan persentase 35 persen. Yang menarik adalah tidak ada pebisnis online shop yang melebihi umur 34 tahun dimana dapat dilihat bahwa responden dalam usia yang produktif dan dapat bekerja secara maksimal.
3. Pendidikan Formal Terakhir
Distribusi frekuensi berdasarkan pendidikan formal terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Pendidikan Formal Terakhir Pendidikan Formal Terakhir Jumlah Persentase (%)
SMP 1 2,50%
SMA/SMK 14 35%
Diploma 3 7,50%
Perguruan Tinggi 22 55%
Lainnya - -
Total 40 100%
Sumber: Data Kuesioner Google Form, 2020
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa mayoritas pebisnis online shop memiliki pendidikan formal terakhir yaitu perguruan tinggi dengan persentase 55 persen.
4. Pekerjaan Terakhir
Distribusi frekuensi berdasarkan pekerjaan terakhir sebagai berikut:
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Pekerjaan Terakhir
Pekerjaan Terakhir Jumlah Persentase (%)
Karyawan 6 15%
Pekerja Lepas 1 2,50%
Tidak Bekerja 6 15%
Ibu Rumah Tangga 4 10%
Wiraswata 4 10%
Lainnya 19 47,50%
Total 40 100%
Sumber: Data Kuesioner Google Form, 2020
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa mayoritas pebisnis online shop memiliki pekerjaan terakhir yaitu lainnya dengan persentase 47,50 persen.
Lainnya ini kebanyakan adalah pelajar dan juga mahasiswa yang dimana terlihat dari tabel umur yang dominan berada pada usia 17-24 tahun. Dan yang tidak bekerja dengan persentase 15 persen.
5. Lama Bekerja Sebagai Pebisnis Online Shop
Distribusi frekuensi berdasarkan lama bekerja sebagai pebisnis online shop dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6 Distribusi Lama Bekerja Sebagai Pebisnis Online Shop Lama Bekerja Sebagai Pebisnis Online Shop Jumlah Persentase (%)
≤ 1 Tahun 11 27,50%
1 - 1½ Tahun 9 22,50%
1½ - 2 Tahun 6 15%
>2 Tahun 14 35%
Total 40 100%
Sumber: Data Kuesioner Google Form, 2020
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa mayoritas pebisnis online shop memiliki waktu lama bekerja sebagai pebisnis online shop yaitu lebih dari 2 tahun dengan persentase 35 persen. Disusul dengan yang kurang dari satu tahun dengan persentase 27,5 persen.
6. Pendapatan Per Hari
Distribusi frekuensi berdasarkan pendapatan per hari dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Penghasilan Per Hari
Pendapatan Per Hari Jumlah Persentase (%)
≤ Rp.100.000,00 23 57,50%
Rp.101.000,00 – Rp.200.000,00 4 10%
Rp.201.000,00 – Rp.300.000,00 2 5%
>Rp.300.000,00 11 27,50%
Total 40 100%
Sumber: Data Kuesioner Google Form, 2020
Berdasarkan tabel di atas peneliti menggunakan nominal sebesar Rp.100.000,00 yang berdasarkan hasil wawancara untuk penetapan titik terendah.
7. Pendapatan Per Bulan
Distribusi frekuensi berdasarkan pendapatan per hari dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Penghasilan Per Bulan
Pendapatan Per Bulan Jumlah Persentase (%)
≤ Rp.3.191.572,00 26 65%
> Rp. 3.191.572,00 14 35%
Total 40 100%
Sumber: Data Kuesioner Google Form, 2020
Pada tabel di atas, peneliti menggunakan nominal sebesar Rp.3.191.572,00 yaitu UMK Kota Makassar sebagai penetapan titik tertinggi.
8. Biaya Keperluan Toko
Distribusi frekuensi berdasarkan pendapatan per hari dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Biaya Keperluan Toko
Biaya Keperluan Toko Jumlah Persentase (%)
≤ Rp. 150.000,00 22 55%
Rp.151.000,00 – Rp.250.000,00 10 25%
Rp.251.000,00 – Rp.350.000,00 2 5%
>Rp. 350.000,00 6 15%
Total 40 100%
Sumber: Data Kuesioner Google Form, 2020
Pada tabel di atas, mayoritas keperluan toko berada pada angka
≤Rp.150.000,00 dengan persentase 55 persen.
9. Biaya Pulsa
Distribusi frekuensi berdasarkan biaya pulsa dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Biaya Pulsa
Biaya Pulsa Jumlah Persentase (%)
≤ Rp.25.000,00 9 22,50%
Rp.25.100,00 – Rp.50.000,00 2 5%
Rp.50.100,00 – Rp.75.000,00 7 5%
> Rp.75.000,00 22 55%
Total 40 100%
Sumber: Data Kuesioner Google Form, 2020
Pada tabel di atas, mayoritas biaya pulsa berada pada angka
>Rp.75.000,00 dengan persentase 55 persen.
10. Perbandingan Pendapatan Pebisnis Online Shop dengan Upah Minimum Kota Makassar
Dalam tabel ini peneliti akan mengetahui berapa banyak pendapatan bersih pebisnis online shop yang melebihi besarnya UMK di Kota Makassar.
Tabel 4.11 Perbandingan Pendapatan Pebisnis Online Shop dengan Upah Minimum Kota Makassar
Responden Pendapatan
Bersih UMK Lebih Besar
(>)
Lebih Kecil (<)
Sama (=)
1 Rp8.624.500 Rp3.191.572 Rp5.432.928 -
2 Rp2.761.950 Rp3.191.572 Rp429.622 -
3 Rp2.775.000 Rp3.191.572 Rp416.572 -
4 Rp2.724.500 Rp3.191.572 Rp467.072 -
5 Rp2.825.000 Rp3.191.572 Rp366.572
6 Rp8.825.000 Rp3.191.572 Rp5.633.428 -
7 Rp2.825.000 Rp3.191.572 Rp366.572
8 Rp7.239.500 Rp3.191.572 Rp4.047.928 -
9 Rp7.239.500 Rp3.191.572 Rp4.047.928 -
10 Rp8.575.000 Rp3.191.572 Rp5.383.428 -
11 Rp8.575.000 Rp3.191.572 Rp5.383.428 -
12 Rp8.575.000 Rp3.191.572 Rp5.383.428 -
13 Rp2.825.000 Rp3.191.572 Rp366.572 -
14 Rp8.724.500 Rp3.191.572 Rp5.532.928 -
15 Rp8.575.000 Rp3.191.572 Rp5.383.428 -
Responden Pendapatan
Bersih UMK Lebih Besar
(>)
Lebih Kecil (<)
Sama (=)
16 Rp2.825.000 Rp3.191.572 Rp366.572 -
17 Rp2.812.450 Rp3.191.572 Rp379.122 -
18 Rp2.624.500 Rp3.191.572 Rp567.072 -
19 Rp8.575.000 Rp3.191.572 Rp5.383.428 -
20 Rp2.825.000 Rp3.191.572 Rp366.572 -
21 Rp2.724.500 Rp3.191.572 Rp467.072 -
22 Rp2.775.000 Rp3.191.572 Rp416.572 -
23 Rp2.787.450 Rp3.191.572 Rp404.122
24 Rp8.775.000 Rp3.191.572 Rp5.583.428 -
25 Rp7.290.000 Rp3.191.572 Rp4.098.428 -
26 Rp2.587.450 Rp3.191.572 Rp604.122 -
27 Rp2.724.500 Rp3.191.572 Rp467.072
28 Rp2.775.000 Rp3.191.572 Rp416.572 -
29 Rp2.761.500 Rp3.191.572 Rp429.622
30 Rp2.774.500 Rp3.191.572 Rp417.072 -
31 Rp2.825.000 Rp3.191.572 Rp366.572 -
32 Rp2.775.000 Rp3.191.572 Rp416.572 -
33 Rp8.724.500 Rp3.191.572 Rp5.532.928 -
34 Rp2.787.450 Rp3.191.572 Rp404.122 -
35 Rp2.724.500 Rp3.191.572 Rp467.072 -
36 Rp2.787.450 Rp3.191.572 Rp404.122 -
37 Rp2.787.450 Rp3.191.572 Rp404.122 -
38 Rp2.787.450 Rp3.191.572 Rp 404.122 -
39 Rp4.340.000 Rp3.191.572 Rp1.148.428
40 Rp2.775.000 Rp3.191.572 Rp416.572
Sumber: Data Diolah, 2020
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, dapat dilihat pada tabel 4.11 bahwa terdapat 40 responden, Dimana hanya 14 pebisnis online shop atau 35 persen yang pendapatannya di atas upah minimum kota Makassar dan 26 pebisnis online shop atau 65 persen yang pendapatannya dibawah upah minimum kota Makassar.
Besarnya pendapatan yang didapatkan perbulan sangat bergantung kepada pendapatan perhari dan juga biaya biaya yang dikeluarkan perbulannya.
Semakin besar pendapatan perhari yang didapatkan maka akan pendapatan perbulan yang diterima pun akan semakin besar, berbeda dengan biaya dimana semakin besar biaya yang dikeluarkan akan mengurangi pendapatan perbulannya semakin besar.
Pendapatan sebulan yang didapatkan oleh pebisnis online shop mayoritas berada dibawah upah minimum kota Makassar sebanyak 65 persen dan di atas upah minimum kota Makassar hanya 35 persen. Mayoritas pebisnis online shop memiliki pendapatan dibawah upah minimum kota Makassar, karena penelitian dilakukan pada saat masih terjadi pandemic covid 19 dimana daya beli dari konsumen menurun. Faktor lainnya yang membuat terdapat online shop ada yang berpendapatan diatas upah minimum kota adalah strategi pemasaran yang lebih baik dan juga jam terbang dari online shop tersebut lebih banyak.