• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Tumbuhan Penghasil Warna

Dalam dokumen Pewarna Ecoprint dari Tumbuh-tumbuhan (Halaman 41-57)

BAB IV TEKNIK ECOPRINT

C. Karakteristik Tumbuhan Penghasil Warna

1. Akalifa (Acalypha wilkesiana Mull. Arg.)

Akalifa merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae. Tumbuhan ini ialah tumbuhan herba tahunan, batangnya betrikoma dan bewarna ungu kehijauan, daunnya tunggal dengan tangkai yang panjang, daun berbentuk bundar

Zalva Humaeroh, Henri, Dian Akbarini

Akalifa sebelumnya belum pernah dijadikan pewarna, namun, saat membuat ecoprint dengan menggunakan daun akalifa menghasilkan motif warna hitam. Sehingga dilakukanlah percobaan dengan merebus daun akalifa dan merendam sepo- tong kain kecil selama 1 hari. Daun akalifa tersebut meng hasilkan warna merah (Tabel 1). Menurut Paraswati dan Subarnas (2018), akalifa mengandung zat kimia yaitu alkaloid, korilagin, flavonoid, tanin, saponin, asam galat, monoterpene, seskuiterpen, triterpene, polifenol, glikosida, steroid, flobatanin, antarakuinon, dam geranin. Antarkuinon, tanin, dan flavonoid merupakan senyawa yang mengandung zat warna alam (pigmen). Antarkuinon meru- pakan turunan dari kuinon yang dapat menimbulkan warna kuning sampai merah. Selain itu, akalifa sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional antara lain untuk mengobati infeksi bakteri dan jamur, malaria, nyeri penyakiut kulit, pencerenaan, dan kanker serviks.

2. Menyirih (Xylocarpus granatum J. Koenig)

X. granatum merupakan mangrove yang termasuk ke dalam famili Meliaceae. Pohon menyirih memiliki ketinggian 10-20 m.

Kulit batang bewarna merah kecokelatan, tipis, dan mengelupas.

daun berbentuk jorong, termasuk daun majemuk, dan bewarna hijau tua. Buah berbentuk bulat seperti bola dan bewarna cokelat kekuningan. Bunga bewarna krem dan termasuk infloresensi umumnya aksiler (Senen et al, 2018).

Bagian menyirih yang digunakan sebagai pewarna ialah kulit batang. Hal ini dikarenakan batang menyirih memiliki kulit batang yang mudah mengelupas dan bewarna kecokelatan sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai pewarna alami.

Menyirih sebelumnya belum pernah digunakan sebagai pewarna.

Warna yang dihasilkan pada kulit batang menyirih adalah

cokelat. Menurut Nasution et al (2020), kulit batang menyirih mengandung gedunin, terpenoid, glikosida, tanin, flavonoid, fenol, prosianidin, katesin, dan limonid. Tanin dan flavonoid diketahui memiliki zat warna (pigmen) yang dapat menghasilkan warna cokelat.

3. Mahoni (Swietenia macrophylla King)

Mahoni merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam family Meliaceae. Mahoni ialah tumbuhan tahunan dengan tinggi 10-20 m dan diameter lebih dari 100 cm. Mahoni memiliki batang yang berbentuk bulat, bewarna cokelat keabu-abuan, dan memiliki banyak cabang sehingga kanopi berbentuk payung dan sangat rimbun. Daun mahoni berbentuk bulat oval, ujung dan pangkal daun runcing. Daun muda mahoni bewarna merah, sedangkan daun tua bewarna hijau. Bunga mahoni termasuk bunga majemuk dan bewarna putih (Azzahra, 2018).

Bagian tumbuhan mahoni yang digunakan sebagai pewarna ialah kulit batang. Warna yang dihasilkan tumbuhan mahoni ialah cokelat. Menurut Kumalasari (2016), mahoni mengandung klorofil, tanin, antosianin, dan karoten. Senyawa klorofil dan tanin pada mahoni memiliki kadar yang tinggi, sehingga senyawa inilah yang memberikan warna cokelat pada kain.

4. Nipah (Nypa fruticans Wurmb)

Zalva Humaeroh, Henri, Dian Akbarini

et al, 2019). Daun nipah yang masih muda bewarna kuning, se- dangkan yang tua bewarna hijau. Buah nipah berbentuk bulat telur, cenderung gepeng, dan bewarna cokelat kemerahan.

Buah-buah ini berkumpul di tandan yang dapat menampung 30 buah hingga 50 buah nipah. Biji dilindungi berbentuk kerucut, bewarna putih, dan dilindungi oleh tempurung (Dahlan, 2016).

Buah nipah sebelumnya belum pernah digunakan sebagai pewarna. Namun, pada saat melakukan percobaan dengan merebus kulit buah, buah nipah tidak menghasilkan warna apapun. Hal ini menjukkan bahwa kulit buah nipah dan nipah tidak berpotensi dijadikan sebagai pewarna karena tidak memiliki pigmen/zat warna yang dihasilkan.

5. Eukaliptus (Eucalyptus deglupta Blume)

Eukaliptus merupakan tumbuhan yang termasuk kedalam famili Myrtaceae. Tanaman eukaliptus pada umumnya berupa pohon kecil hingga besar, tingginya rata-rata 40 meter dan rata- rata bebas cabang 25m. Daun berbentuk memanjang, lanset, pangkal daun mengecil hingga keujung meruncing. Batang eukaliptus bewarna cokelat mudah sampai tua, kulit batang mengelupas dan licin memanjang tidak teratur (Sulichantini, 2016). Bagian yang dimanfaatkan sebagai pewarna pada pohon eukaliptus ialah kulit batang. Kulit batang eukaliptus menghasilkan warna hitam keabuan. Hal ini dikarenakan eukaliptus mengandung senyawa tanin dan olifenol berkisar antara 10%-12%. Selain itu, kulit batang eukaliptus mengandung zat pewarna/pigmen quercetin (Awaliyan et al, 2017). Menurut Nababan et al (2022), eukaliptus merupakan salah satu sumber pewarna alami yang menghasilkan warna cokelat kekuningan.

Namun, penggunaan logam besi dalam proses ekstraksi tanin dapat menyebabkan ekstrak yang dihasilkan bewarna hitam.

6. Jambu biji (Psidium guajava (Sparague) Balle)

Jambu biji merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Myrtaceae. Jambu biji memiliki batang muda berbentuk segi empat, namun batang tua berbentuk gilig berkayu dan bewarna cokelat. Permukaan batang jambu biji bertekstur licin dengan lapisan kulit yang tipis. Jambu biji memiliki daun tunggal yang berbentuk lonjong, jorong, dan bundar telur terbalik. Buah jambu biji memiliki tipe tunggal dan termasuk buah berry (buni) dan berbentuk bulat (Fadhilah et al, 2018).

Bagian dari tumbuhan jambu biji yang digunakan sebagai pewarna ialah daun. Daun jambu biji menghasilkan warna cokelat pada kain. Jambu biji mengandung minyak atisiri, tanin, flavonoid, terpenoid, resin, antosianin, dan alkaloid. Senyawa tanin pada daun jambu biji inilah yang memberikan warna cokelat pada kain (Pardede et al, 2014).

7. Pelawan (Tristaniopsis merguensis (Griff.) Peter G. Wilson &

J.T.Waterh)

Pelawan merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Myrtaceae. Pohon pelawan memiliki batang yang bewarna merah dan mengelupas. Pelawan memiliki bentuk daun obvatus (dengan pangkal tumpul sampai meruncing ke arah tangkai daunnya) daun berseling, jarang berhadapan, permukaan daun

Zalva Humaeroh, Henri, Dian Akbarini

triterpenoid, saponin, dan kuinon. Kuinon inilah yang merupakan pigmen warna yang menimbulkan warna cokelat pada kain.

8. Ketapang (Terminalia catappa L.)

Ketapang merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Combretaceae. Pohon Ketapang memiliki ketinggian men capai 35 m, bertajuk rindang dan memiliki cabang yang tumbuh bertingkat dan mendatar. Ketapang memiliki batang yang berkayu yang berbentuk bulat, dan sifat permukaan batang beralur, serta batangnya bewarna abu-abu kecokelatan.

Daun Ketapang berukuran lebar bulat telur, pangkal daun runcing, dan ujung daun lebih tumpul, serta bewarna hijau tua, namun berubah menjadi kuning dan merah ketika akan gugur (Marjennah & Ariyanto, 2018). Bunga ketapang berukutan kecil, bewarna kuning dan terkumpul bulir yang berada dekat dengan ujung ranting. Buah ketapang bewarna hijau namun ketika tua warnanya menjadi merah kecokelatan (Alegore, 2017).

Bagian tumbuhan ketapang yang digunakan untuk pewarna ialah daun. Warna yang dihasilkan dari ketapang yaitu hijau kekuningan. daun ketapang mengandung senyawa tanin, klorofil, antosianin, dan karoten. Tanin ialah zat warna/pigmen yang bewarna cokelat dan klorofil memiliki zat warna/pigmen yang bewarna hijau. Walaupun di dalam ketapang mengandung antosianin dan karoten namun kadarnya sangat sedikit. Hal inilah yang menyebabkan daun ketapang memberikan warna hijau (Kumalasari, 2016).

9. Jolawe (Terminalia bellirica (Gaertn.) Roxb.)

Jolawe atau joho merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Combretaceae. Jolawe merupakan pohon yang

tingginya mencapai 30-40 m. Jolawe memiliki buah yang ber- bentuk oval, dalam buah memiliki biji dengan diameter 1-2 cm bewarna cokelat abu-abu gelap. Jolawe memiliki bunga yang bewarna kuning kehijauan (Saraswati et al, 2019).

Bagian yang dimanfaatkan sebagai pewarna pada tumbuhan jolawe ialah kulit buahnya. Kulit buah jolawe menghasilkan warna cokelat. Buah jolawe menghasilkan tanin/zat pewarna yang dapat menimbulkan warna cokelat, abu-abu, cokelat kehijauan, hingga hitam. Jolawe mengandung senyawa sitosterol, asam galat, asam ellagic, asam chebulagic, glukosa galloyl, asam lemak, protein, asam oksalat, tanin, asam palmiat, asam oleat, asam linoleate, dan galaktosa. Selain itu, buah jolawe biasanya dimanfaatkan sebagai bahan jamu/obat tradisional. (Purwani, 2019).

10. Myrobalan (Terminalia chebula Retz.)

Myrobalan merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam family Combretaceae. Myrobalan merupakan kacang dari buah mentah T. chebula. Myrobalan menghasilkan warna cokelat muda pada kain. T. chebula dimanfaatkan sebagai bahan penyamak nabati. Myrobalan mengandung sekitar 35-40% tanin yang memberikan efek warna (Sivakumar et al, 2017).

11. Manggis (Garcinia mangostana L.)

Zalva Humaeroh, Henri, Dian Akbarini

berjuring, sewaktu muda permukaan kulit buah bewarna hijau, namun setelah matang berubah menjadi ungu kemerah-merahan (Nindyasari et al, 2018).

Bagian manggis yang sering dimanfaatkan sebagai pewarna alami ialah kulit buahnya. Kulit buah manggis menghasilkan warna cokelat di kain. Hal ini dikarenakan kulit manggis mengan- dung antosianin seperti cyanidin-3-sophoroside dan cyanidin-3- glucoside. Senyawa ini berperan pada zat warna yang terdapat pada kulit manggis (Riyadi et al, 2020).

12. Mengkudu (Morinda citrifolia L.)

Mengkudu merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Rubiaceae. Mengkudu memiliki akar bewarna cokelat.

Mengkudu memiliki batang yang tegak agak membengkok, dahan yang kaku, kulit bewarna coklat keabu-abuan. Mengkudu memiliki daun yang tebal bewarna hijau mengkilap, berbentuk bulat panjang sampai jorong lanset, dan ujungnya lancip pendek.

Bunga mengkudu bewarna hijau, namun saat mengembang akan berubah menjadi warna putih dan harum. Buah mengkudu berbentuk bulat lonjong, permukaan buah terbagi dalam sel-sel polygonal berbintik-bintik dan berkutil. Buah mengkudu yang masih muda biasanya bewarna hijau dan saat tua akan berubah menjadi kekuningan. Buah yang matang akan bewarna putih transparan dan lunak (Sari, 2015).

Bagian dari mengkudu yang dimanfaatkan sebagai pewarna ialah akarnya. Akar mengkudu menghasilkan warna kuning.

Menurut Thomas et al (2013), akar mengkudu mengandung se- nyawa morindon dan morinidin yang merupakan turunan dari antar kuinon. Kedua senyawa inilah yang memberikan zat warna pada kain.

13. Gambir (Uncaria Gambir (W.Hunter) Roxb)

Gambir merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Rubiaceae. Gambir ialah tanaman perdu dengan cabang yang memanjat, namun ketika muda gambir memiliki batang yang ber- bentuk segi empat. Gambir memiliki daun tunggal yang ber teks- tur agak licin dan bewarna hijau. Bunga gambir berbentuk bulat bewarna merah muda dan hijau. Buah gambir berbentuk bu lat lonjong dengan dua ruang, bersayap, dan bertangkai hingga 20 mm. Gambir memiliki biji berbentuk bulat lonjong ber warna cokelat dan juga bijinya berjumlah banyak (Hera et al, 2020).

Gambir merupakan hasil dari ekstraksi daun dan ranting tum buhan gambir. Gambir biasanya dimanfaatkan sebagai zat pewarna industri tekstil, ramuan obat, penyamak kulit dan cat.

Kan dungan kimia yang terdapat pada gambir ialah katekin dan tanin. Selain itu, gambir juga mengandung quercetine yang merupakan zat pewarna yang dapat menimbulkan warna kuning (Atika et al, 2016).

14. Secang (Caesalpinia sappan L.)

Secang merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Leguminosae Bunga secang termasuk bunga majemuk dengan bentuk malai, dan bewarna kuning. Buah secang termasuk buah polong, berbentuk lonjong dan pipih, bewarna hitam jika matang.

Zalva Humaeroh, Henri, Dian Akbarini

sebagai pewarna karena mengandung senyawa brazilin yang meng hasilkan warna merah alami.

15. Tegeran (Maclura conchichinensis (Lour.) Corner)

Tegeran merupakan tumbuhan yang termasuk kedalam famili Solanaceae. Tegeran merupakan pohon yang tingginya hingga 10 m, permukaan batang kasar. Kulit batang bewarna abu-abu muda sampai kecokelatan, daun tegeran berbentuk elips, dan bergerombol. Tegeran memiliki bunga tunggal kecil yang terdapat di ketiak daun atau di ujung batang. Buah tegeran berbentuk buah batu (Saraswati et al, 2019).

Bagian dari tegeran yang digunakan sebagai pewarna ialah kulit batangnya. Tegeran menghasilkan warna kuning. Menurut Atika dan Salma (2017), senyawa yang ditemukan pada tegeran yaitu flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan alkaloid. Flavonoid uta ma dalam kayu tegeran ialah morin yang memberikan warna kuning pada kain. Selain itu, tegeran sering dimanfaatkan sebagai obat demam.

16. Teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze)

Teh merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Theaceae. Teh merupakan pohon yang memiliki tinggi hingga 1,5 m. Batang teh tumbuh dengan lurus dan banyak, namun me miliki ukuran yang kecil. Teh memiliki daun yang berbentuk lanset dengan ujung meruncing dan bertulang menyirip. Daun tua memiliki permukaan yang licin, sedangkan pada daun muda dibawahnya terdapat bulu halus dan bewarna hijau muda.

Tumbuhan ini memiliki bunga yang bewarna putih dan biasanya berdiri sendiri atau saling berpasangan. Buah Teh memiliki bentuk

yang pipih, bulat dan terdapat satu biji dalam masing-masing buah dengan ukuran sebesar kacang (Haerudin et al, 2019).

Bagian tumbuhan teh yang digunakan sebagai pewarna ialah daun. Namun, bisa juga dengan menggunakan teh bubuk.

Teh bubuk yang digunakan pada ecoprint ini ialah teh hijau dan teh hitam. Teh hijau dan teh hitam menghasilkan warna cokelat, namun yang membedakan teh hitam menghasilkan warna coklat yang lebih pekat dibandingkan teh hijau (Tabel 1). Daun teh mengandung senyawa katekin yang termasuk pada golongan flavonoid yang menghasilkan warna kuning dan tanin yang meng hasilkann warna kecoklatan, Senyawa inilah yang mem- ber ikan pigmen cokelat yang dihasilkan pada teh (Haerudin et al, 2019).

17. Tingi (Ceriops tagal (Perr.) C.B.Rob)

Tingi merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Rhizoporaceae. Pohon tingi memiliki tinggi yang dapat mencapai 20 m, kulit batang bagian bawah sedikit mengelupas dan bewarna abu-abu kecokelatan. Bagian bawah batang terdapat banyak akar tunjang dan umumnya tumbuh terpencar-pencar membentuk hutan. Tingi memiliki daun tunggal, berbentuk bulat telur terbalik sampai elips, dengan letak yang berlawanan, bewarna hijau muda sampai tua, bagian tepi daun seringkali melengkung ke dalam,

Zalva Humaeroh, Henri, Dian Akbarini

pewarnaan dengan menggunakan kulit batang tingi memberikan warna cokelat.

18. Oakgals (Quercus sp.)

Pohon oak/ek merupakan tumbuhan yang termasuk ke da- lam famili dari fagaceae. Pohon oak dapat ditemukan di daerah yang beriklim hangat hingga sedang. Tumbuhan ini menghasilkan buah yang disebut galls yang timbul pada ranting muda atau daun aki bat tusukan serangga Cynips gallae tincortia (Sinaga, 2021).

Oak gals yang dimanfaatkan adalah buahnya. Namun, di pasaran oak gals sudah ada dalam bentuk bubuk. Oak gals mengadung senyawa fenol, flavonoid, triterpene, steroid, tanin, saponin, dan alkaloid. Tanin pada oakgals mengandung sebanyak 70% tanin. Selain itu, tumbuhan sering dimanfaatkan sebagai anti bakteri (Sinaga, 2021).

19. Manjakani (Quercus infectoria G. Olivier)

Manjakani merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Fagaceae. Manjakani memiliki daun yang kaku, halus, be- rgelombang ditepi, dan berbulu halus di permukaan bawah.

Daun muda manjakani memiliki tepi yang bergelombang dan bewarna hijau muda, sedangkan daun yang tua akan lebih rapi dan bewarna hijau tua, hijau kekuningan, dan kuning. Manjakani memiliki buah yang bewarna coklat muda ketika matang (Sam, 2020). Bagian dari manjakani yang dimanfaatkan sebagai pewarna ialah bijinya. Manjakani menghasilkan warna abu-abu.

Menurut Himalaya (2017), manjakani mengandung senyawa fenol, flavonoid, steroid, triterpene, tanin, saponin, dan alkaloid.

Flavonoid dan tanin merupakan senyawa kimia yang dapat memberikan pigmen warna pada tumbuhan.

20. Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.)

Nangka merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Moraceae. Nangka memiliki tinggi 10-15 m. Batang nangka ber kayu, tegak, bulat, kasar, dan bewarna hijau kotor. Nangka memiliki bunga majemuk yang berbentuk bulir dan bewarna kuning. Buah nangka merupakan buah majemuk semu, bewarna kuning ketika masak, berbentuk oval, dan bijinya bewarna cokelat.

Nangka memiliki daun yang berbentuk bulat telur, permukaan atas dan bawah mengkilap bewarna hijau tua dan hijau muda (Rosandy, 2015).

Daun nangka sebelumnya belum pernah digunakan sebagai pewarna. Percobaan menggunakan daun nangka ini tidak meng- hasilkan warna apapun pada kain. Daun nangka mengan dung steroid, alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin. Namun, kan- dung an flavonoid dan tanin pada daun nangka belum diketahui kadar nya sehingga tidak dapat menghasilkan warna (Harahap et al, 2021).

21. Mangga (Mangifera indica L.)

Mangga merupakan tumbuan yang termasuk ke dalam family

Zalva Humaeroh, Henri, Dian Akbarini

Bagian mangga yang dapat digunakan sebagai zat pewarna alami adalah bagian daun. Warna yang dihasilkan pada daun mangga ialah hijau. Daun mangga mengandung pigmen mang- iferin dan klorofil, sehingga pigmen ini mudah sekali melepaskan zat tersebut pada kain karena mangiferin merupakan jenis pada xanton yang dapat digunakan sebagai pewarna (Putri et al, 2019).

22. Kunyit (Curcuma domestica Valeton)

Kunyit merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Zungiberaceae. Kunyit memiliki batang semu yang tersusun dari kelopak atau pelapah daun yang saling menutupi. Batang kunyit bersifat basah kerena mampu menyimpan air dengan baik, berbentuk bulat dan bewarna hijau keunguan. Daun kunyit tersusun dari pelapah daun, gagang daun, dan helai daun. Kunyit memiliki daun yang berbentuk bulat telur memanjang dengan permukaan agak kasar, bewarna hijau muda. Kunyit menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang yang bewarna kuning tua atau jingga terang. Rimpang kunyit membentuk rumpun yang rapat, bewarna jingga dan tunas mudanya bewarna putih. Akar serabut kunyit bewarna cokelat muda (Kurnia, 2019).

Bagian dari kunyit yang digunakan sebagai pewarna ialah umbinya. Warna yang dihasilkan oleh kunyit adalah kuning.

Pigmen yang aktif pada kunyit yang dapat memberikan warna adalah kurkuminoid. Kurkuminoid adalah senyawa dari gugus fenolik yang tersusun atas kurkumin, bidesmetokurkumin, dan monodesmetokurkumin. Senyawa kurkumin inilah yang memberikan warna kuning pada kunyit. Kunyit juga dimanfaatkan sebagai bahan pewarna makanan dan obat tradisional (Wahyuni, 2016).

23. Simpur (Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli)

Simpur merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Dilleniaceae. Simpur memiliki kulit pohon yang tebal. Simpur memiliki daun oval yang berukuran 15-35 cm. Warna kulit pohon campuran antara merah, cokelat, dan abu-abu. Bunga simpur bewarna kuning, Buah simpur berbentuk bulat oval, bewarna merah. (Mardawani et al, 2021).

Daun simpur sebelumnya belum pernah dijadikan pewarna, namun daun simpur dijadikan sebagai motif karena memiliki bentuk daun yang unik dan menghasilkan motif yang jelas pada kain. Percobaan daun simpur tidak menghasilkan warna apapun. Menurut Utami dan Anjani (2020), ekstrak daun simpur mengandung senyawa golongan alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, terpenoid, dan steroid. Namun, kandungan flavonoid dan tanin pada daun nangka belum diketahui kadarnya sehingga tidak dapat menghasilkan warna.

24. Jati (Tectona grandis L.f.)

Jati merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Verbenaceae. Jati ialah tumbuhan tahunan dan memiliki tinggi hingga 30 m. Batang jati bewarna cokelat hingga abu-abu dan mudah terkelupas. Jati memiliki daun yang berbentuk elips hingga bulat telur dengan ujung meruncing, permukaan daun jati

Zalva Humaeroh, Henri, Dian Akbarini

Bagian daun jati yang digunakan sebagai pewarna adalah daun. Daun jati menghasilkan warna merah. Menurut (Andayani et al, 2020), daun jati mengandung senyawa antosianin yang dapat memberikan warna merah, ungu, dan merah gelap.

25. Delima (Punica granatum L.)

Delima merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Rubicaceae. Delima memiliki batang yang berkayu, percabangan banyak, memiliki duri, bewarna coklat ketika masih muda dan hijau ketika tua. Delima memiliki daun tunggal yang berbentuk lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, dan bewarna hijau. Delima memiliki bunga yang bewarna merah serta putih. Buah delima memiliki ukuran 5 inci ketika tua dan matang, bewarna merah tua, dan berbentuk granat (Andriani, 2016).

Bagian tumbuhan delima yang digunakan sebagai pewarna ialah kulit buah. Delima menghasilkan warna coklat. Delima mengandung senyawa saponin, polifenol, antosianin, flavonoid, tanin, boorzur dan alkaloida. Senyawa antosianin pada delima inilah yang memberikan pigmen warna alami (Noviyanti et al, 2018).

TEKNIK

ECOPRINT

DI BANGKA

Dalam dokumen Pewarna Ecoprint dari Tumbuh-tumbuhan (Halaman 41-57)

Dokumen terkait