• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Validitas

Dalam dokumen PROPOSAL PENELITIAN (Halaman 65-72)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

F. Uji Instrumen

1. Uji Validitas

pemberian skor untuk pernyataan favorable yakni dimulai dari 4, 3, 2, dan 1. Sedangkan pemberian skor untuk pernyataan unfavorable yaitui dimulai dari 1, 2, 3 dan 4.

a. Validitas Isi

Validitas isi adalah validitas instrumen yang memiliki kandungan isi butir-butir item pertanyaan yang dibuat sesuai dengan topik Penelitiann dan bisa menggali jawaban subjek sesuai dengan permasalahan yang sudah dirumuskan oleh peneliti. Sugiyono (2014) menyatakan bahwa validitas isi ditegakkan pada langkah telaah dan revisi butir pertanyaan atau pernyataan. Pengujian validitas isi dilakukan oleh pakar (expert judgement) dalam hal ini adalah dosen pembembing penulis. Penulis berkonsultasi kepada dosen untuk meyakinkan bahwa instrumen yang dibuat telah memenuhi syarat untuk digunkan dalam penelitian, pada tampilan skala, dicetak jelas dengan huruf yang tepat.

Validitas isi dilakukan untuk menguji atau melihat apakah masing-masing aitem dalam sebuah tes atau alat ukur layak atau dapat mengungkap atribut yang diukur sesuai dengan indikator- indikator yang ada. Uji validitas isi terbagi menjadi dua, yaitu validitas logis dan validitas tampang, yaitu:

1. Logical Validity (Validitas Logis)

Logical validity atau validitas logis didapatkan melalui prosedur analisis statistik terhadap kelayakan isi aitem sebagai penjabaran dari indikator keperilakuan dari atribut yang diukur.

Penilaian ini bersifat kualitatif dan judgemental yang dilaksanakan oleh suatu panel experts, bukan oleh penulis aitem atau perancang tes itu sendiri (Azwar, 2017).

Uji validitas logis dilakukan dengan menggunakan formula Lawshe’s CVR. Validasi isi dengan Lawshe’s CVR (Content Validity Ratio) yaitu mencerminkan tingkat isi validitas isi aitem- aitem berdasarkan data empirik. Dalam pendekatannya, sebuah panel yang terdiri dari para ahli yang disebut Subject Matter Experts (SME) diminta untuk menyatakan apakah item dalam tes sifatnya esensial bagi dimensi dan indikator yang digunakan untuk mengukur variabel (Azwar, 2017). Adapun dalam penilaian CVR ada beberapa kategori yaitu E (Esensial), G (Berguna tapi tidak Esensial), T (Tidak diperlukan).

Penilaian CVR dimulai dari -1,00 sampai dengan +1,00, dimana jika nilai CVR > 0,00 maka dapat dikatakan item tersebut valid, namun jika nilai CVR < 0,00, maka dapat dikategorikan sebagai item yang tidak valid sehingga item tersebut perlu diperbaiki sesuai saran dari SME. Semakin besar nilai CVR dari angka 0 maka item tersebut memiliki tingkat validitas yang tinggi, namun jika nilai CVR memiliki nilai negatif (-) maka tingkat validitas rendah (Azwar, 2017).

Panel experts pada penelitian ini terdiri dari dosen-dosen Fakultas Psikologi Universitas Bosowa yang akan melakukan penilaian terhadap skala oleh peneliti dan menyatakan aitem- aitem yang ada pada skala sifatnya telah sesuai dengan indikator yang hendak diukur. Dosen yang menjadi panel expert yaitu Bapak Musawwir, Ibu Titin Florentina, dan Bapak Andi Muhammad Aditya.

Hasil dari semua aitem yang ditemukan dianggap relevan atau mewakili variabel yang akan diukur. Peneliti hanya merevisi dengan mengubah redaksi kata dari beberapa aitem berdasarkan saran dari panel expert. Hasil-hasil tersebut kemudia peneliti tampung dan selanjutnya melakukan proses revisi hingga jadilah skala akhir yang telah siap sebar yang dapat dilihat pada lembar lampiran.

2. Face Validity (Validitas tampang)

Face validity (validitas tampang) sebagai bagian dari validitas isi merupakan titik awal evaluasi kualitas tes, yang dalam hal ini adalah aitem-aitemnya. Validitas isi dianggap telah terpenuhi apabila penampilan tes telah meyakinkan dan memberikan kesan mampu mengungkapkan atribut yang hendak diukur (Azwar, 2017). Validitas tampang menggunakan uji keterbacaan. Uji keterbacaan ini dilakukan oleh orang-orang di luar subjek untuk menilai format penampilan pada skala yang telah dibuat oleh peneliti.

Berdasarkan uji tampang yang telah dilakukan pada 6 orang responden erhadap skala verbal abuse dan skala parenting stress menunjukkan bahwa skala tersebut layak unutk digunakan dalam penelitian ini

Dalam pengukuran validitas tampang peneliti melakukan uji ketebacaan kepada 3 orang remaja SMP dan 3 orang remaja SMA dengan memberikan selembar kertas penilaian yang berisi penilaian pada tampilan skala, dicetak jelas dengan huruf yang

tepat, dan desain lembar jawaban yang dapat memudahkan subjek dalam memberikan jawabannya. Hasil yang didapat adalah tidak ada yang diubah karena 6 orang yang diberikan umumnya paham.

b. Validitas Konstruk

Selain validitas isi, Penelitian ini juga menggunakan validitas konstruk. Validitas konstruk mengukur apakah skor-skor pada instrumen mengungkapkan suatu konstruk tertentu. Menurut Purwanto (2013), item-item yang memiliki korelasi tinggi dengan total item menunjukkan bahwa item tersebut mengukur konstruk yang sama. Dalam pengujian validitas konstruk peneliti melalui prosedur analisis faktor konfirmatori, yang merupakan kumpulan prosedur matematik yang kompleks guna menganalisis hubungan diantara variabel-variabel.

Uji validitas konstrak dalam penelitian ini menggunakan menggunakan prosedur Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan program Lisrel 8.70. Terdapat dua tahap untuk proses analisis faktor, yaitu tahap pertama memastikan data yang diperoleh di lapangan fit dengan model. Untuk dapat melihat data fit dengan cara melihat nilai p-value dari chi square lebih besar dari 0,05 dan nilai root mean square approximation (RMSEA) kurang dari 0,05.

Setelah mendapatkan syarat model fit dari masing-masing aspek langkah selanjutnya adalah dengan melihat validitas masing-masing aitem pada bagian Lamda-X tersebut kemudian

dilihatlah skor factor loading dengan persyaratan diharuskan bernilai positif dan skor t-value >1.96. Apabila kedua syarat tersebut terpenuhi, maka dapat dikatakan bahwa aitem tersebut valid.

Adapun tabel blue print skala parenting stress setelah uji coba sebagai berikut:

Tabel 3.4

Blue Print Skala Parenting stress setelah uji coba

No. Aspek Indikator Item Jumlah

1. Parental Distress

Feelings of competence 1,2,3

14 Social isolation 4,5,6

Restriction imposed by parent role

8,9

Relationship with spouse 10,11,12 Parent Depretion 13,14,15

2. The Difficult Child

Child adaptability 16,17 Child demands 19 9

Child mood 22,23,24 Districtability 25,26,27 3. The parent-

child dysfunctional

interaction

Child reinforced parent 28,29 Acceptability of child to 7

parent

31,32,33

Attachment 34,36

Jumlah 30

Berdasarkan table diatas hasil yang diperoleh dari validitas konstrak skala parenting stress dari 36 aitem terdapat 6 item yang gugur dikarenakan tidak valid atau tidak memenuhi ketentuan nilai faktor loading positif dan nilai T-value diatas 1,96. Aitem-aitem

yang tidak valid tersebut diantaranya: aitem 7, 18, 20, 21, 30, dan 35. Selain aitem tersebut, 30 aitem lainnya dinyatakan valid karena memenuhi standar ketentuan model fit.

Adap

u

n tabel blue print skala verbal abuse setelah uji coba

sebagai berikut :

Tabel 3.5

Blue Print Skala Verbal Abuse setelah uji coba

No. Aspek Item Fav Item Unfav Jumlah

1. Memanggil nama anak yang tidak sepantasnya, meremehkan, menyumpahi,

dan menghina

1,3,4,6

2,5 6

2. Menolak atau mengancam dalam bentuk pengabaian

7 11,12 3

3. Mengancam dengan membahayakan tubuh

13,16 14,15,17 5 4. Mengkambing hitamkan atau

menyalahkan

20,22 19,21,23,2 4

6

5. Menyindir anak 26 27,28,29,3

0

5

Jumlah 25

Berdasarkan table diatas hasil yang diperoleh dari validitas konstrak, menunjukkan bahwa dari keseluruhan aitem verbal abuse yang berjumlah 30 aitem terdapat 5 aitem yang tidak valid karena tidak memenuhi ketentuan nilai faktor loading positif dan nilai T-value diatas 1,96. Aitem-aitem yang tidak valid tersebut adalah aitem 8, 9, 10, 18, dan 25 Selain aitem tersebut 25 aitem lainnya dinyatakan valid karena memenuhi standar ketentuan.

Dalam dokumen PROPOSAL PENELITIAN (Halaman 65-72)

Dokumen terkait