• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Indonesia terkait Darurat Kesehatan

TINJAUAN UMUM KEBIJAKAN PENANGANAN COVID-19

9. Pembatasan Terhadap Pengadilan Publik

4.2. Kebijakan Indonesia terkait Darurat Kesehatan

Tabel 4.1. Kebijakan Indonesia terkait Darurat Kesehatan

Nama Peraturan Lingkup Muatan

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular

Kebijakan penanganan wabah penyakit menular oleh pemerintah guna mencegah terjangkitnya dan korban.

Jenis penyakit yang menimbulkan wabah.

Upaya penanggulangan.

Hak dan kewajiban pemerintah dan masyarakat.

Ketentuan pidana dalamrangka pencegahan dan penanganan wabah penyakit menular.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kese hatan.

Kebijakan penanganan wabah penyakit menular dari lingkup pelayanan kesehatan mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Pencegahan dan penanganan penyakit menular dan tidak menular.

Kewajiban pemerintah pusat dan daerah.

Penetapan Kejadian Luar Biasa.

Penyediaan imunisasi.

Upaya Promotif, preventif,

kuratif, dan rehabilitatif.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Kebijakan pencegahan penyebaran--keluar dan/atau masuknya--wabah penyakit menular dari dan ke wilayah Indonesia.

Bentuk-bentuk karantina.

Karantina wilayah.

Tugas dan tanggung

jawab pemerintah dalam menerapkan kebijakan karantina.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Bencana.

Mengatur pencegahan, tanggap darurat, dan pemulihan dampak wabah penyakit menular sebagai bencana non- alam.

• Mengklasifikasikan wabah sebagai bencana non- alam.

Mencakup upaya pencegahan bencana wabah, tanggap darurat wabah, dan pemulihan dampak wabah penyakit menular sebagai bencana non-alam.

Mengatur pembagian tugas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Nama Peraturan Lingkup Muatan Undang-Undang

Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Mengatur pencegahan penularan wabah penyakit menular yang dibawa oleh hewan (zoonosis), di mana hewan sebagai vektor

Mencakup pengendalian dan penanganan penyakit zoonosis

• • Mencakup upaya pencegahan dan

penanganan penyakit hewan yang bersifat zoonosis

Sebagai negara yang bertujuan untuk melindungi segenap wilayah, keselamatan, serta menjamin kesejahteraan masyarakatnya sesuai amanat konstitusi. Pemerintah Republik Indonesia yang menjalankan tugas dan fungsi negara, memiliki kewajiban dalam memberikan perlindungan terhadap segenap warga negaranya, menjamin kualitas lingkungan hidup yang sehat terbebas dari penyakit dan memberikan akses pelayanan serta fasilitas kesehatan yang layak.

Dalam melakukan pencegahan dan penanganan wabah penyakit menular, Pemerintah Indonesia menjalankan kebijakan berdasarkan ketentuan Perundang-undangan yang di dalamnya mencakup 4 (empat) aspek, di antaranya yaitu aspek penanggulangan wabah penyakit menular yang diatur di dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan peraturan turunannya.

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular mengatur upaya penanggulangan wabah yang meliputi penyelidikan sumber penyakit dan kejadian penyakit menular, pemeriksaan, pendeteksian, perawatan serta karantina, pencegahan, dan imunisasi, penanganan jenazah, penyuluhan kepada masyarakat hingga upaya penanggulangan lainnya. Dalam menjalankan fungsi penanggulangan ini, pemerintah bertanggung jawab untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan wabah.

Untuk melindungi serta memastikan kelancaran kebijakan dan/

atau upaya pencegahan wabah penyakit menular, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 Pasal 14 dan 15 memberikan ketentuan ancaman pidana bagi setiap orang yang berusaha menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah baik disengaja maupun karena kelalaiannya.

Pasal 5 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tersebut memberikan hak kepada pemerintah untuk menyelenggarakan upaya penanggulangan wabah secara nasional dengan hanya mempertimbangkan kelestarian lingkungan hidup.

Kebijakan penanggulangan wabah penyakit menular dari aspek kesehatan diatur di dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009

Tentang Kesehatan serta peraturan turunannya. Dalam Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2009 ini diatur mengenai ketentuan upaya pengendalian, pencegahan, dan penanganan penyakit baik menular maupun tidak menular. Berbeda dari muatan Undang-Undang Wabah Penyakit Menular yang menggunakan perspektif upaya pemerintah dalam menangani kejadian wabah penyakit menular di wilayah NKRI, Undang-Undang Kesehatan menggunakan pendekatan pelayanan kesehatan baik secara promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Sebagai contoh menerapkan kebijakan promotif-preventif berupa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam mencegah timbulnya penyakit.

Selain memuat aspek upaya kesehatan dalam pencegahan wabah penyakit menular, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 juga memuat ketentuan pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam hal penanganan penyakit menular dan tidak menular. Salah satu bentuk kewenangan pemerintah yaitu menetapkan status Kejadian Luar Biasa atau (KLB) pada suatu wilayah endemik penyakit.

Selain upaya kesehatan, dalam kejadian pandemi atau penyebaran wabah penyakit menular juga diperlukan suatu kebijakan kekarantinaan, tujuannya yaitu untuk mencegah keluar atau masuknya manusia, hewan, barang ataupun vektor penyakit lainnya. Pemerintah Indonesia menyelenggarakan karantina kesehatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan. Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan memuat ketentuan terkait pemberlakuan kekarantinaan kesehatan. Kebijakan kekarantinaan kesehatan menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018, bertujuan untuk mencegah keluar atau masuknya penyakit, faktor penyebab penyakit dan/atau ancaman lain yang memberikan risiko kesehatan dan menimbulkan kedaruratan masyarakat. Virus SARS-CoV 2 yang dapat menyebabkan penyakit COVID-19 dipandang sebagai suatu faktor yang dapat menimbulkan ancaman bagi kesehatan dan memunculkan kedaruratan kesehatan pada Bangsa Indonesia.

Dalam menerapkan kebijakan karantina kesehatan, pemerintah bertanggung jawab menyelenggarakan karantina di pintu masuk wilayah secara terpadu. Baik di pelabuhan, bandar udara, atau perbatasan darat. Selain pada perbatasan, pemerintah dapat menerapkan karantina pada suatu wilayah dalam negeri. Pemerintah wajib menyelenggarakan kekarantinaan kesehatan tersebut berlandaskan asas perikemanusiaan, manfaat, perlindungan, keadilan, nondiskriminatif, kepentingan umum, keterpaduan, kesadaran hukum, dan kedaulatan negara.

Walaupun demikian penyelenggaraan karantina dan upaya pencegahan wabah tetap menjadi diskresi Pemerintah Indonesia untuk memberlakukannya. Walaupun penutupan sementara lalu lintas penerbangan dan larangan sementara impor barang-barang termasuk hewan hidup tidak diatur secara detail di dalam kedua undang-undang tersebut. Kewenangan penutupan dan larangan yang bersifat membatasi hak tersebut diselenggarakan sesuai dengan diskresi pemerintah.

Selain upaya pencegahan dan penanganan wabah dari aspek kesehatan dan karantina, diperlukan pula kerangka kebijakan yang memuat pencegahan dan penanganan pandemi atau wabah penyakit menular dari aspek kebencanaan. Mengingat suatu pandemi dapat menyebabkan dampak luas terhadap kehidupan sosial serta perekonomian dan politik negara, maka dibutuhkan suatu peraturan perundang-undangan yang memuat upaya mitigasi dan penanganan pandemi sebagai bencana yang memiliki dampak luas. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana memuat wabah sebagai salah satu bentuk