Bab 8 Proyeksi Penduduk Indonesia
D. Kegunaan Proyeksi Penduduk
Pada zaman dahulu proyeksi penduduk digunakan untuk mengestimasi pajak/kekuatan negara, namun pada zaman sekarang proyeksi digunakan untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi dan perencanaan pembangunan berbagai bidang.
1) Di bidang pangan yaitu menentukan kebutuhan akan bahan pangan sesuai dengan gizi serta susunan penduduk menurut umur.
133 2) Di bidang kesehatan yaitu menentukan jumlah medis, dokter, obat-obatan tempat tidur di rumah sakit-rumah sakit yang diperlukan selama periode proyeksi.
3) Di bidang tenaga kerja yaitu menentukan jumlah angkatan kerja, penyediaan lapangan kerja yang erat hubunganya dengan proyeksi tentang kemungkinan perencanaan untuk memperhitungkan perubahan tingkat pendidikan, skilled dan pengalaman dari tenaga kerja.
4) Di bidang pendidikan yaitu proyeksi penduduk dipakai sebagai dasar untuk memperkirakan jumlah penduduk usia sekolah, jumlah murid, jumlah guru gedung-gedung sekolah, pendidikan pada masa yang akan datang.
5) Di bidang produksi barang dan jasa yaitu dengan proyeksi angkatan kerja dalam hubunganya dengan data mengenai produktivitas merupakan dasar estimasi produksi barang- barang dan jasa dimasa mendatang.
134
135 Abortus : kematian bayi dalam kandungan dengan umur kehamilan kurang dari 28 minggu.
Angka Fertilitas Umum : adalah banyaknya kelahiran pada suatu tahun per 1000 penduduk perempuan berumur 15-49 tahun atau 15-44 tahun pada pertengahan tahun yang sama.
Angka Kematian Baru Lahir : kematian yang terjadi sebelum bayi berumur 1 bulan atau 28 hari per 1.000 kelahiran pada periode tertentu.
Angka Melek Huruf : ukuran yang menunjukkan banyaknya penduduk usia 10 tahun ke atas yang melek huruf per seribu penduduk berumur 10 tahun ke atas.
Angka Reproduksi Bruto : banyaknya bayi perempuan yang akan dilahirkan oleh suatu kohor perempuan selama usia reproduksi mereka.
Angka Reproduksi Neto : angka fertilitas yang telah memperhitungkan faktor mortalitas.
Canvaser : sensus dengan mendatangi penduduk untuk diwawancarai berkaitan dengan demografi, pendidikan, ekonomi, dan lain- lain.
Case Fatality Rate (CFR) : kematian penderita selama satu periode karena penyakit tertentu perjumlah penderita penyakit tersebut yang mempunyai risiko mati pada periode yangsama.
Data Primer : data yang diperoleh secara langsung.
GLOSARIUM
136
Data Sekunder : data yang diambil dari sumber resmi lainnya.
Demografi : merupakan suatu alat untuk mempelajari perubahan-perubahan kependudukan dengan data dan statistik kependudukan.
Emigrasi : perpindahan penduduk yang berpindah sebuah Negara ke Negara yang lain.
Fecunditas : kemampuan secara potensial seorang wanita untuk melahirkan anak.
Imigrasi : datangnya penduduk dari sebuah negara lain ke sebuah Negara.
Indeks Harapan Hidup : merupakan rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup.
Indeks Pendidikan : adalah rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf.
Jumlah Penduduk : bertambahnya jumlah penduduk pada suatu tempat.
Kelahiran (fertilitas) : kelahiran penduduk yang menyangkut jumlah bayi yang lahir hidup.
Kematian (mortalitas) : dengan tingkat kematian penduduk yang ada pada suatu daerah/wilayah.
Kependudukan : adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia.
Komutasi : perpindahan penduduk yang sifatnya sementara dan pada hari yang sama.
Lahir hidup (live birth) : anak yang dilahirkan hidup (menunjukkan tanda-tanda kehidupan) pada saat dilahirkan.
137 Lahir mati (still birth) : kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Migrasi : perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain.
Migrasi Bersih (Net Migration) : perbedaan antara jumlah penduduk yang masuk dengan jumlah penduduk yang keluar dari suatu daerah.
Mobilitas sosial : suatuperubahan atau pergeseran status penduduk.
Mobilitas Non-Permanen : pergerakan penduduk yang menetap di suatu daerah hanya sementara.
Mobilitas Permanen : pergerakan penduduk yang menetap di suatu daerah yang dituju.
Pure Demography : teknik-teknik untuk menghitung data kependudukan.
Piramida penduduk : suatu grafik mengenai susunan penduduk berdasarkan usia pada saat tertentu yang berbentuk piramida.
Proyeksi penduduk : perhitungan jumlah penduduk (menurut komposisi umur dan jenis kelamin) di masa yang akan datang berdasarkan asumsi arah perkembangan fertilitas, mortalitas dan migrasi.
Repatriasi : perpindahan penduduk dari negara yang ditinggalinya dalam waktu sementara dan kembali ke Negara asalnya.
Remigrasi : perpindahan atau kembalinya penduduk asing ke negara asalnya.
Sensus de facto : pendataan penduduk yang ditujukan kepada setiap orang yang bertempat tinggal di suatu daerah tertentu.
138
Sensus de jure : pendataan penduduk yang hanya ditujukan kepada setiap orang yang resmi berdomisili di suatu daerah.
Sterilisasi : ketidakmampuan seorang pria atau wanita untuk menghasilkan suatu kelahiran.
Sumber data : sebuah data statistik yang dikeluarkan oleh instansi resmi, pemerintahan, dan juga badan swasta ataupun perorangan.
Sirkulasi : mobilitas penduduk sementara ada juga yang melakukannya dengan cara menginap di tempat tujuan atau sering disebut mobilitas non permanen musiman.
Transmigrasi : perpindahan penduduk dalam sebuah negara dari tempat yang berpenduduk padat ke daerah lain yang berpenduduk sepi.
Urbanisasi : perpindahan pendudukdalam sebuah negara dari desa menuju ke kota.
139 Abustam, M.I. 1989. Gerak Penduduk dan Perubahan Sosial. Jakarta: UI
Press.
Arifin, Aji. 2016. Geografi Peminatan Ilmu-ilmu Sosial untuk SMA/MA XI.
Surakarta: Mediatama.
Badan Pusat Statistik. 2015. Indeks Pembangunan Manusia. Direktorat Analisis dan Pengembangan Statistik. www.bps.go.id
Cooper. D dan C. William Emory. 1997. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Daldjoeni, N. 1981. Masalah Penduduk dalam Fakta dan Angka. Bandung:
Alumni.
Isserman, Andrew. 1977. Accuracy of Population Projections for Sub- county Areas, Journal of American Institute of Planners. Vol 43, pp- 247–59.
Junaidi, Hardiani. 2009. Dasar-Dasar Teori Ekonomi Kependudukan.
Jakarta : HamadaPrima.
Klosterman, Richard E. 1990. Community Analysis and Planning Techniques. Savage.Rowman & Littlefield.
Lee, E.S. 1984. Suatu Teori Migrasi. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan UGM.
DAFTAR PUSTAKA
140
Lembaga Demografi FE UI. 2007. Dasar-dasar Demografi. Jakarta:
Lembaga Penerbit FE UI.
Mantra, I.B. 1985. Pengantar Studi Demografi. Yogyakarta: Nur Cahaya.
Mantra.I B. 2003. Demografi Umum. Edisi Kedua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Marhaeni, A.A.I.N. 2018. Buku Pegangan Pengantar Kependudukan Jilid 1.
Denpasar: CV.Sastra Utama.
Munir, R. 1981. Dasar-dasar Demografi. Jakarta: Fakultas Ekonomi UI.
Pardoko. 1987. Mobilitas, Migrasi, dan Urbanisasi. Bandung: Angkasa.
Rusli, S. 1982. Suatu Pengantar Ilmu Kependudukan. Jakarta: LP3ES.
Smith, Stanley, Jeff, Tayman, and David, Swanson. 2001. State and Local Population Projections: Methodology and Analysis. New York:
Kluwer Academic/Plenum Publishers.
Soleha, Siti. 2016. Studi Tentang Dampak Program Keluarga Berencana Di Desa Bangun Mulya Kabupaten Penajam Paser Utara. eJournal Ilmu Pemerintahan.
Tim Kompre Angkatan 51 Sekolah Tinggi Ilmu Statistik. 2012. Modul Kompre Statistik Kependudukan. Jakarta.
UNDP. 2007. United Nations Development Programme: Indonesia.
www.undp.or.id.
UNDP. 1990. Global Human Development Report. www.undp.or.id.
141 Dr. Rahcmad Budi Suharto, S.E., S.H.,
M.Si., kelahiran Samarinda, 8 November 1980. Menamatkan studi S-3 Doktoral Ilmu Ekonomi pada Universitas Hasanuddin Makassar (2011). Sejak tahun 2005 menjadi dosen tetap di Fakultas Ekonomi dan Program Pascasarjana Universitas Mulawarman Samarinda.
TENTANG PENULIS
142