BAB I PENDAHULUAN
E. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran KUASAI
133
E. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran
134 BAB III
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KUASAI DI SD
A. Proses Pelaksanaan 1. Kegiatan Pendahuluan
a) Guru mengucapkan salam
b) Ketua kelas menyiapkan dan lanjut membaca doa belajar
c) Guru mengecek kehadiran siswa d) Siswa menyanyikan lagu nasionalisme
“Garuda Pancasila”
e) Guru memberikan apersepsi.
2. Kegiatan Inti
a) K (Kerangka pikiran untuk sukses)
Guru memotivasi peserta didik untuk menjadi orang sukses, menjadi orang cerdas, memberikan suasana belajar yg tidak menegangkan
b) (U) Uraikan faktanya
Guru menguraikan pembelajaran dengan fakta . Guru menyiapkan 4 sebuah biskuit kemudian biskuit dibagi ada yang utuh, ½, 1/3, dan ¼ c) (A) Apa maknanya
Guru menjelaskan dalam pecahan ada penyebut dan ada pembilang
d) (S) Sentakkan ingatan
135
Guru mengingatkan kembali kepada siswa mengenai penyebut dan pembilang
e) (A) Ajukan sesuatu yang anda ketahui Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
f) (I) Introspeksi
Mengulang kembali materi 3. Kegiatan Penutup
a) Guru bersama siswa memberi kesimpulan b) Guru memberikan tindak lanjut tugas dirumah c) Ketua kelas memimpin baca doa pulang d) Mengucapkan salam
B. Tantangan dan Hambatan
Tantangan dalam model pembelajaran KUASAI yaitu :
1. Tidak semua materi dapat menggunakan model pembelajaran KUASAI
2. Diperlukan guru yang kreatif sehingga didapat hasil yang optimal.
Sedangkan, hambatan dalam menerapkan model pembelajaran KUASAI yaitu.
1. Tidak semua siswa bisa beradapatsi dengan model pembelajaran KUASAI.
2. Dibutukan media dan sumber beljaran yang cukup untuk menerapkan model KUASAI.
3. Dibutuhkan kreatifitas dan kompetensi yang baik untuk melakasanakan model KUASAI.
136 C. Solusi
Adapun solusi dari tantangan dan hambatan diatas adalah.
1. Guru harus menentukan dengan bijak model dan materi yang akan dilakukan
2. Guru harus bekerja ekstra ketikamerancang pembelajaran menggunakan model KUASAI.
3. Guru harus kreatif dan berkompeten untuk mengontrol jalannya pembelajaran ketika menggunakan model KUASAI
4. Jumlah dan kecocokan dumber berbelajar dan media pembelajaran harus cukup dngan kebutuhan siswa ketika pelaksanaan model KUASAI.
Pembelajaran Tuntas (KUASAI) dapat diartikan sebagai penguasaan (hasil belajar) siswa secara penuh terhadap seluruh bahan yang dipelajari. Hal ini berlandaskan kepada suatu gagasan bahwa kebanyakan siswa dapat menguasai apa yang diajarkan disekolah, bila pembelajaran dilakukan secara sistematis.
Dapatdisimpulkan belajar tuntas sebagai hasil penguasaan penuh siswa terhadap seluruh bahan materi yang dipelajari atau diajarkan oleh guru. Bertolak dari pengertian ini, pertanyaan kita adalah, tolok ukur apa digunakan untuk menentukan taraf “penguasaan penuh atau KUASAI”, dan bagaimana praktek pengajaran yang
“sistematis” itu. Pertanyaan ini merupakan titik tolak
137
pembahasan tentang ide belajar tuntas atau model KUASAI. Dengan kesimpulan model KUASAI adalah tolok ukur untuk mencapai taraf penguasaan penuh siswa pada materi pembelajaran dalam belajarnya dan dalam pengajarannya guru diharapkan menyajikan pokok bahasan materi yang sistematis agar memudahkan siswa memahami isi kandungan materi.
138
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION PADA MATA
PELAJARAN BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permasalahan utama rendahnya kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru di sekolah-sekolah secara umum, merupakan bukti nyata bahwa penguasaan siswa terhadap materi-materi pelajaran yang di berikan guru masih sangat jauh dari apa yang di harapkan. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa kelas V SDN 2 Baubau, baik observasi terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran IPA maupun observasi pembelajaran di kelas, memandang hal tersebut adalah merupakan kasus atau masalah yang harus secepatnya di cari penyebabnya karena jika tidak segera ditemukan solusi atau jalan keluarnya yang pada akhirnya akan mempengaruhi mutu dan kualitas peserta didik yang di hasilkan.seperti halnya kasus yang terjadi di SDN 2 Baubau sekarang ini bahwa pada umumunya siswa tidak dapat menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru baik sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung maupun setelah selesai proses kegiatan pembelajaran.
139
Faktor penyebab rendahnya kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah pada umumnya dan di SDN 2 Baubau pada khususnya berdasarkan hasil observasi awal adalah kurangnya dorongan dan motivasi siswa dalam belajar, metode yang digunakan guru setiap kegiatan pembelajaran hanyalah metode cerama dan penugasan serta materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis sehingga menimbulkan kejenuhan dalam diri siswa yang pada akhirnya kualitas pembelajaran yang di hasilkan sangat rendah khususnya pada mata pelajaran IPA, sehingga perlu ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal peran guru sangat penting dan diharapkan guru memilki cara/model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan di sampaikan, untuk itu di perlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutupendidikan dan pengajaran,salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. Misalanya dengan membimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsep- konsep yang di ajarkan.
140
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada pelajaran IPA dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran yang menggunakan kondisi yang menarik dan menyenangkan bagi guru dan siswa yaitu dengan Penerapan Model Pembelajaran Explicit Instruction. meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. Misalnya dengan membimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang di ajarkan.
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada pelajaran IPA dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran yang menggunakan kondisi yang menarik dan menyenangkan bagi guru dan siswa yaitu dengan Penerapan Model Pembelajaran Explicit Instruction.