• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelompok Silimanit

Dalam dokumen BUKU MINERALOGI OPTIK PDF (Halaman 172-180)

BAB 9 PENGENALAN MINERAL

9.1 Mineral-mineral Silikat

9.1.11 Kelompok Silimanit

Keluarga ini terdiri dari Silimanit, Andalusit, Kyanit, Mulit, Dumortiorit dan Topas.

Yang paling penting dari keluarga ini adalah mineral-mineral silimanit, andalusit, dan kyanit yang merupakan "polymorphous" dari senyawa Al2O3SiO2(Al2SiO5). Andalusit dibedakan dari silimanit dan kyanit dengan orientasi optiknya yang "length fast" dan bias rangkapnya yang lemah. Silimanit dibedakan dari kyanit karena sudut pemadamannya yang sejajar (kyanit mempunyai sudut pemadaman maksimum C^Z =30°) dan biasanya silimanit bentuknya berserabut panjang. Variasi warna pleokriosme andalusit menyerupai hypersthene, tetapi hypersthene length slow. Viridine adalah manganian andalusite dengan indeks bias tinggi dan birefringence kuat. Andalusite teralterasi menjadi silimanite.

Variasi chiastolite biasanya teralterasi menjadi sericite sepanjang garis yang dimasuki bahan carbonaceous. Andalusite terdapat dalam granite pegmatite dan pada vein bertemperatur tinggi.

Sillimanite dibedakan dari andalusite dengan ciri length-slow, birefringence kuat dan sudut sumbu kecil. Mullite hampir sama dengan sillimanite, kecuali indeks bias sillimanite lebih tinggi sedikit daripada mullite. Mullite terdapat dalam sedimen argillaceous yang didapatkan sebagai inklusi (xenolith) dalam intrusi batuan beku. Sillimanite didapatkan dalam gneisse, schist, slate, hornfels, dan batuan metamorf lainnya.

Asosiasinya yang umum adalah corundum andalusite, kyanite, dumortierite dan cordierite.

Dumortierite yang tidak berpleokroisme menyerupai sillimanite, tetapi Sillimanite length slow. Dumortierite teralterasi menjadi sericite. Dumortierite terdapat dalam granite pegmatite, schists, gneises dan batuan metamorf lainnya.

Kyanite terdapat dalam schiste dan gneisse, berasosiasi dengan quartz, muscovite, garnet staurolite dan rutile. Kyanite tidak pernah terdapat dalam batuan beku, juga

160

terdapat sebagai mineral detrital. Dibedakan dari keluarga sillimanite lainnya karena sudut pemadamannya yang miring.

Topaz menyerupai quartz tetapi relief tinggi, biaxial dan belahan sempurna.

Alterasinya menjadi muscovite atau sericite adalah umum. Topaz terdapat dalam vein bertemperatur tinggi, dalam granite pegmatite dan kadang-kadang dalam rhyolite.

Mineral yang sering berasosiasi adalah tourmaline fluoride.cassiterite dan muscovite.

Gambar 9.19 Kenampakan fotomikroskopik kyanit dalam genis (atas) dan andalusit dalam sekis, Dublin, Irlandia. Monomineral topas. Semua fotomikroskopik sebelah kiri dalam posisi nikol sejajar (plane polarized light), sedangkan foto kanan posisi nikol silang (crossed polarized light).

100µm 100µm

100µm

161 ANDALUSIT

Al2SiO5

Orthorhombic 2V = 71°-88° (-)

Warna : Tidak berwarna, kemerahan.

Bentuk : Kristal euhedral atau coarse columnar aggregate.

Relief : Tinggi

Pleokroisme : Sedang.

Indeks bias : n mineral > n balsam.

Belahan : Pararel dengan (110).

Birefringence : Agak lemah, teratas kuning orde pertama.

Kembaran : -

Sudut pemadaman : Pararel, Simetris.

Orientasi optis : Length fast.

Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Negatip.

SILLIMANITE Al2SiO5

Orthorhombic 2V = 20° - 30°

Warna : Tidak berwarna.

Bentuk : Kristal prismatik panjang, berserabut.

Relief : Tinggi Pleokrisme : -

Indeks bias : n mineral > n balsam.

Belahan : Pararel dengan (010).

Birefri.ngence : Sedang, biru, kuning kemerahan orde kedua.

Kembaran : -

Sudut pemadaman : Pararel dan simetris.

Orientasi optis : Lenght-slow Sumbu optis : dua

Tanda optis : Positip.

162 KYANITE

Al2SiO5

Triclinic

2V = Ca. 82

Warna : Tidak berwarna sampai biru muda.

Bentuk : Plate tabular pararel dengan (100) Relief : Tinggi

PIeokroisme : Lemah

Indeks bias : n mineral > n balsam.

Belahan : Pararel yang sempurna dengan (100), pararel yang kurang sempurna dengan (010), memotong (001) pada sudut 85° dengan panjang kristal.

Birefringence : Sedang, merah orde pertama.

Kembaran : Berulang-ulang.

Sudut pemadaman : Sudut pada (100) kira-kira 30° dengan panjang kristal. Paralel atau hampir paralel.

Orientasi optis : Length Slow . Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Negatip.

MULLITE 3A12O3 .2SiO2

Orthorhombic 2V = 20°

Warna : Tidak berwarna

Bentuk : Kristal prismatik panjang Relief : Agak tinggi

Pleokroisme : -

Indeks bias : n mineral > n balsam.

Belahan : (010), jelas

Birefringence : Agak lemah, kuning orde pertama.

Kembaran : -

Sudut pemadaman : Pararel dan simetris.

Orientasi optis : Length-slow Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Positip.

163 DUMORTIERITE

HBAl8Si3O20

Orthorhombic 2V = 20° - 40°

Warna : Tidak berwarna sampai biru, merah jambu atau merah.

Bentuk : Kristal prismatik sampai acicular.

Relief : Tinggi Pleokroisme : Kuat

Indeks bias : n mineral > n balsam.

Belahan : Pararel yang tidak sempurna dengan panjang

Birefringence : Agak lemah sampai sedang, oranye orde pertama sampai biru orde kedua.

Kembaran : Kadang-kadang penetration trilling dengan (110).

Sudut pemadaman : Paralel.

Orientasi optis : Length fast Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Negatip.

TOPAZ

Al2(F,OH)2SiO4

Orthorhombic 2V = 48° - 65°

Warna : Tidak berwarna

Bentuk : Kristal euhedral prismatik pendek, butiran anhedral, dan columnar aggregate.

Relief : Tinggi Pleokroisme : -

Indeks bias : n mineral > n balsam.

Belahan : Sempurna dalam satu arah pararcl dengan (001).

Birefringence : Agak lemah, kira-kira sama dengan quartz, abu-abu, putih atau kuning jerami orde pertama.

Kembaran : -

Sudut pemadaman : Paralel dan simetris.

Orientasi optis : length slow Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Positip.

164 STAUROLITE

2Al2SiO5.Fe(OH)2

Orthorhombic 2V = 23° - 50°

Warna : Kuning muda

Bentuk : Kristal euhedral atau prismatik pendek Relief : Tinggi

Pleokroisme : Lemah

Indeks bias : n mineral > n balsam.

Belahan : Pararel dengan (010)

Birefringence : Agak lemah, kuning sampapi merah orde pertama Kembaran : Umum

Sudut pemadaman : Paralel, simetri Orientasi optis : Length-slow

Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Positip.

Catatan : Warna kuning, pleokroisme yang kuat dan inklusi quartz adalah kenampakkan yang sangat kas pada staurolit Staurolite didapatkan sebagai metacryst dalam batuan metamorf seperti schists, phyllite dan gneisse.

IDOCRASE

Ca2Al2(OH,F)Si2O7 Tetragonal

Warna : Tidak berwarna sampai netral.

Bentuk : Kristal euhedral, columnar aggregate anhedral dengan polygonal, dan fine aggregate.

Relief : Tinggi

Pleokroisme : Lemah

Indeks bias : n mineral > n balsam.

Belahan : Paralel yang tidak sempurna dengan (110).

Birefringence : Sangat lemah sampai lemah, abu-abu terbawah orde pertama, normal, hijau keabuan, ungu, biru tua.

Kembaran : -

Sudut pemadaman : Paralel.

Orientasi optis : Length-fast dalam columnar aggregate.

165 Sumbu optis : Satu (uniaxial)

Tanda optis : Negatip.

Catatan : Idocrase anomalous menyerupai zoisite dan clinozoisite dan seringkali sulit dibedakan dari keduanya. Idocrase umumnya terdapat dalam zona metamorf kontak.

Mineral asosiasinya adalah garnet, diopside, wollastonite, epidote, dan calcite. Idocrase juga didapatkan dalam asosiasi dengan sepertine sebagai jenis pseudojade (colifornite).

SPHENE CaTiSiO5

Monoclinic 2V = 23°- 50°

Warna : Hampir tidak berwarna netral.

Bentuk : Kristal euhedral seperti belah ketupat atau irregular grain Relief : Sangat tinggi

Pleokroisme : -

Gambar 9.20 Kenampakan fotomikroskopik stourolit dalam sekis, Sudetes, Republik Ceko (atas) dan Sphene dengan bentuknya yang kas (belah ketupat), relief tinggi pada genis. Semua fotomikroskopik sebelah kiri dalam posisi nikol sejajar (plane polarized light), sedangkan foto kanan posisi nikol silang (crossed polarized light).

100µm

100µm

166 Indeks bias : n mineral > n balsam.

Belahan : Paralel dengan (221). Tidak paralel dengan garis luar kristal.

Birefringence : Ekstrim, Orde tinggi.

ZIRCON ZrSiO4 Tetragonal

Warna : Tidak berwarna sampai warna muda.

Bentuk : Kristal prismatik pendek, inklusi.

Relief : Sangat tinggi

Pleokroisme : Lemah, melingkar.

Indeks bias : n mineral > h balsam.

Belahan : Tidak ada.

Birefringence : Sangat kuat, orde keempat.

Kembaran : -

Sudut pemadaman : Paralel.

Orientasi optis : Length-slow.

Sumbu optis : Satu (uniaxial) Tanda optis : Positip.

Catatan : Zircon dibedakan dari apatite dengan birefringence yang kuat dan relief yang tinggi. Zircon mineral yang tersebar luas dalam granite dan batuan beku berbutir kasar lainnya. Zircon juga terdapat dalam batuan metamorf.

AXINITE

H(Fe,Mn) Ca2Al2B(SiO4)4 Triclinic

2V = 70° - 75°

Warna : Tidak berwarna sampai ungu muda Bentuk : Kristal anhedral, inklusi.

Relief : Tinggi

Pleokroisme : Lemah

Indeks bias : n mineral > n balsam.

Belahan : Tidak sempurna.

Kembaran : -

Sudut pemadaman : Miring.

167 Orientasi optis : -

Sumbu optis : Dua (biaxial) Tanda optis : Negatip.

Catatan : Axinite tidak begitu jelas dan sulit dikenal. Birefringencenya sama dengan quartz, tetapi indeks bias tinggi dan sumbu optisnya biaxial sedangkan quartz uniaxial.

Axinite terdapat dalam batuan calcareous zone metamorf kontak. Axinite juga didapatkan dalam granite dan granite pegmatite.

IDDINGSITE

MgO Fe2O3.3SiO2.4H2

Orthornombic 2V = 25° - 60°

Warna : Coklat

Bentuk : Sebagian atau semua pseudomorph, nemperlihatkan struktur lamellar.

Relief : Tinggi

Pleokroisme : Sedang sampai kuat.

Indeks bias : n aineral > n balsam.

Belahan : Tiga arah (100),(001), (010).

Birefringence : Kuat, orde ketiga.

Kembaran : -

Sudut pemadaman : Paralel.

Orientasi optis : -

Sumbu optis : Dua (biaxial)

Tanda optis : Positip atau negatip.

Catatan : Warna coklat kemerahan dan struktur lamellar merupakan ciri iddingsite.

Iddingsite teralterasi menjadi limonite. Iddingsite didapatkan di dalam basalt dan basalt porphyrie sebagai hasil alterasi olivine.

Dalam dokumen BUKU MINERALOGI OPTIK PDF (Halaman 172-180)