TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Lereng
2.4.2 Kelongsoran dan Pengelompokannya
Longsoran (landslide) ialah gelinciran (sliding) atau jatuhan (falling) dari massa batuan/tanah atau gabungan keduanya
II-14
(Sharpe,1938 dalam Hansen, 1984). Untuk lebih pastinya dilihat pada Tabel 2.5
Tabel 2.5 Definisi Longsoran oleh Stewart Sharpe (1938, dalam Hansen
Secara simpel, Coates (1977, dalam Hansen, 1984) mengkategorikan longsoran sebagai luncuran atau gelinciran (slide), aliran (flow) dan jatuhan (fall). Agar lebih pasti bisa dilihat pada tabel 2.6. Sedangkan Varnes (1978, dalam Hansen, 1984) mengklasifikasikan longsoran (landslide) menjadi: jatuhan (fall), jungkiran (topple), luncuran (slide) kemerosotan (slump), aliran (flow), gerak bentang lateral (lateral spread) dan gerakan majemuk
II-15
(complex movement). Agar lebih pastinya klasifikasi tersebut PPdisimak pada tabel 2.6.
Tabel 2.6 Definisi longsoran (landslide) oleh Coates (dalam Hansen, 1984)
Pada umumnya klasifikasi peneliti berikut didasarkan pada jenis perpindahan serta materialnya. Klasifikasi yang dihasilkan HWRBLC, Highway Research Board Landslide Committe (1978), beracuan pada Varnes (1978) seperti disajikan pada tabel 2.7 yang berdasarkan kepada :
1. material yang tampak di mata, 2. kecepatan pergerakan material,
II-16
3. susunan massa yang mengalami perpindahan, 4. jenis material dan perubahannya.
Tabel 2.7 Definisi longsoran (landslide) oleh Varnes (1978, dalam M.J.
Hansen, 1984) yang digunakan oleh Higway Reseach Board Landslide Comitte (1978, dalam Sudarsono & Pangular, 1986)
Jenis gerakan i (type of movement)
Jenis Material (type of material) Batuan dasar
(bedrock) i
Tanah keteknikan (engineering soils) Bebas, butir kasar
(freedom, coarse)
Berbutir halus (predominantly fine)
Jatuhan i (falls)
Jatuhan batu (rock fall) i
Jatuhan bahan rombakan
(debris fall)
Jatuhan tanah (earth fall)
Jungkirani (topple)
Jungkiran batu (rock topple)
Jungkiran bahan rombakan (debris topple)
Jungkiran tanah (earth topple)
Gelinciran (slides) Rotasii
Satuan sedikit (few
units)
Kemerosotan batu i (rock slump)
Kemerosotan bahan rombakan (debris slump)
Kemerosotan tanah (earth slump)
Satuan banyak
Luncuran bongkah batu
(rock block slide)
Luncuran bongkah bahan rombakan (debris block slide)
Luncuran bongkah tanah (earth block
slide)
II-17 Translasi (many
units)
Luncuran batu (rock slide)
Luncuran bahan rombakan (debris
slide) i
Luncuran tanah (earth slide) i
Gerak horisontal / ibentang lateral (lateral spreads)
Bentang lateral batu (rock spread)
Bentang lateral ahan rombakan (debris
spread)
Bentang lateral tanah (earth spread) i
Aliran (flow)
Aliran batu / rayapan dalam
(rock flow / deep creep)
Aliran bahan rombakan (debris flow)
Alran tanah (earth flow) i
Rayapan tanah (soil creep) i
Majemuk (complex) Gabungan dua atau lebih gerakan (combination two or more movement) Dengan didasarkan pengertian serta klasifikasi longsoran (Varnes, 1978), maka ditarik kesimpulan bahwa pergeseran tanah (mass movement) merupakan gerak perpindahan lereng dari puncak lereng atau pergerakan massa tanah maupun batu dengan arah tegak, horizontal atau vertical dari posisi awalnya. Longsoran (landslide) merupakan bagian aktivitas tanah, jenisnya terdiri oleh jatuhan (fall), jungkiran (topple), luncuran (slide), kemerosotan (slump), aliran (flow), gerak horizontal atau (lateral spread), rayapan (creep) dan longsoran majemuk.
Untuk mengklasifikasikan longsoran, landslide, yang mempunyai artian luas, jadi istilah slides digunakan pada longsoran gelinciran yang terdiri dari luncuran atau slide (longsoran gelinciran
II-18
translasional) dan kemerosotan atau slump (longsoran gelinciran rotasional). Berbagai jenis longsoran (landslide) dalam beberapa klasifikasi di atas dapat didefinisikan berikut :
1. Jatuhan (fall) ialah jatuhan atau massa batuan melalui udara, termasuk gerak jatuh bebas, meloncat dan penggelindingan bongkahan batu dan bahan rombakan tanpa banyak kontak satu dengan yang lain. Jenis gerakan ini adalah runtuhan (urug, lawina, avalanche) batu, bahan rombakan tanah.
2. Longsoran-longsoran gelinciran (slides) ialah gerakan yang diakibatkan karena keruntuhan melalui satu atau lebih bidang yang dapat diamati atau diperkirakan. Slides dibagi menjadi dua jenis. Disebut luncuran (slide) apabila terpengaruhi gerak translasional dan susunan material yang berubah. Bila longsoran gelinciran dengan susunan materialnya tidak mengalami perubahan dan umumnya dipengaruhi gerak rotasi, maka ia disebut kemerosotan (slump). Termasuk longsoran gelinciran adalah : luncuran bongkahan ataupun bahan rombakan, dan kemerosotan tanah.
3. Aliran (flow) ialah pergerakan yang disebabkan oleh banyaknya kandungan atau kadar air tanah yang ada pada material tidak terkonsolidasi. Bidang longsor antara material yang bergerak umumnya tidak dapat dikenali. Termasuk dalam jenis gerakan aliran kering ialah sand run (larian pasir), aliran fragmen batu,
II-19
aliran loess. Sedangkan jenis gerakan aliran basah ialah aliran pasir – lanau, aliran tanah cepat, aliran tanah lambat, aliran lumpur, dan aliran bahan rombakan.
4. Longsoran kompleks (complex landslide) adalah gabungan beberapa jenis gerakan di atas. Pada umumnya longsoran majemuk terjadi di dalam tanah, tetapi sesekali ada salah satu jenis gerakan mencolok atau lebih dominan. Menurut Pastuto &
Soldati (1997), longsoran majemuk ialah bentangan lateral batuan, tanah ataupun bahan rombakan.
5. Rayapan (creep) ialah gerakan yang dapat diklasifikasikan dalam hal kecepatan gerakannya yang secara alami biasanya lamban (Zaruba & Mencl, 1969; Hansen, 1984). Demi membedakan longsoran serta rayapan, maka kecepatan gerakan tanah perlu diketahui agar lebih jelas lihat tabel 2.4. Rayapan (creep) dibedakan diklasifikasikan tiga jenis, sebagai berikut: rayapan musiman yang dipengaruhi iklim, rayapan berkesinambungan yang disebabkan oleh kuat geser dari material, serta rayapan melaju yang berhubungan pada keruntuhan lereng atau perpindahan massa lainnya (Hansen, 1984) .
II-20
Tabel 2.8 Laju kecepatan perpindahan tanah (Hansen, 1984)
KECEPATAN KETERANGAN
> 3 meter/detik Ekstrim sangat cepat 3 meter/detik s.d. 0.3 meter/menit Sangat Cepat 0.3 meter/menit s.d. 1.5 meter/hari Cepat 1.5 meter/hari s.d. 1.5 meter/bulan Sedang 1.5 meter/bulan s.d. 1.5 meter/tahun Lambat 0.06 meter/tahun s.d. 1.5 meter/tahun Sangat lambat
< 0.06 meter/tahun Ekstrim sangat lambat
6. Gerak horizontal / bentangan lateral (lateral spread), adalah jenis longsoran yang disebabkan oleh pergerakan bentangan material batuan secara horizontal. Biasanya diasosiasikan dengan jungkiran, jatuhan batuan, kemerosotan serta luncuran lumpur sehingga umumnya dikategorikan dalam kategori complex landslide – longsoran majemuk (Pastuto & Soldati, 1997).
7. Pada jenis longsoran translasional ataupun rotasional, terdapat batas antara massa yang bergerak adapun yang diam (disebut bidang gelincir), kedalaman batas dari permukaan tanah sangat krusial untuk deskripsi longsoran.
II-21 2.4.3 Penyebab Terjadinya Longsor
Banyaknya hal yang dapat mengubah keadaan lereng seperti geologi serta hidrologi topografi dan perubahan iklim. Selain itu, kelongsoran dapat diakibatkan oleh, (Hardiyatmo, 2010):
1. Bertambahnya beban di lereng. Bertambahnya beban di lereng bisa berupa penambahan beban pada lereng oleh air yang meresap ke pori-pori tanah ataupun yang tergenang diatas tanah lereng atau bangunan baru.
2. Pengikisan pada tanah di dasar lereng.
3. Berubahnya titik muka air secara pesat di daerah yang di aliri air.
4. Gempa bumi.
5. Jenis batuan ataupun tanah.
6. Keadaan geometris lereng.