• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMENTERIAN PERTANIAN

Dalam dokumen Warbixinta Kinerja Mashruuca Deynta (Halaman 152-157)

KEMENTERIAN PERTANIAN

147

INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENT AND MANAGEMENT OF IRRIGATION PROGRAM (IPDMIP)

Penguatan sistem dan kapasitas kelembagaan irigasi pertanian yang berkelanjutan, perbaikan pengelolaan, operasi, dan pemeliharaan irigasi, serta perbaikan infrastruktur irigasi.

Lender Kode Loan Masa Laku Mata Uang

Nilai Pinjaman

(Juta)

Penarikan

Kumulatif Pinjaman Belum Ditarik (Juta)

PV

TA 2018 (Juta)

(Juta) % Target

**) Realisasi %

IFAD

2000001445

(Pinjaman) 13/02/2017 s/d

31/03/2023 USD 98,5 0,3 0,3 98,2 -26,1 2,5 0,1 2,0

2000001446

(Hibah) 1,5 0,3 20,0 1,2 0,3 0,1 27,6

Keterangan :

*) Asumsi Kurs 1 USD : Rp. 13.900,-

**) TA 2018 merupakan target di Pusat, belum termasuk target penyerapan di daerah

Diskusi di daerah irigasi target IPDMIP, Kabupaten Barito Koala, Provinsi Kalimantan Selatan, dalam rangka pelaksanaan misi supervisi IPDMIP tanggal 2 – 18 Mei 2018 (sumber foto: IFAD, 2018)

Instansi Pelaksana

a. Kementerian Pertanian – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian b. Bappenas – Direktorat Pengairan dan

Irigasi

Lokasi Proyek

a. Aceh (Kab. Bireuen, Kab. Aceh Timur, Kab. Aceh Utara, Kab. Aceh Besar)

b. Provinsi Sumatera Utara (Kab. Simalungun, Kab. Humbang Hasundutan, Kab. Asahan, Kab. Tapanuli Tengah)

c. Provinsi Sumatera Barat (Kab. Pesisir Selatan, Kab. Pasaman Barat, Kab. Limapuluh Kota, Kab. Pasaman, Kab. Sijunjung)

d. Provinsi Sumatera Selatan (Kab. Lahat, Kab. Banyuasin, Kab. Musi Banyuasin, Kab. Muara Enim, Kab.

Ogan Komering Ulu Selatan, Kab. Empat Lawang, Kab. Musi Rawas)

e. Provinsi Lampung (Kab. Mesuji, Kab. Tulang Bawang, Kab. Lampung Tengah, Kab. Tanggamus, Kab.

Pesawaran)

f. Provinsi Banten (Kab. Pandeglang, Kab. Serang)

g. Provinsi Jawa Barat (Kab. Sumedang, Kab. Majalengka, Kab. Sukabumi, Kab. Ciamis, Kab. Kuningan, Kab. Indramayu, Kab. Garut)

h. Provinsi Jawa Tengah (Kab. Cilacap, Kab. Banyumas, Kab. Pati, Kab. Pekalongan, Kab. Purworejo, Kab.

Banjarnegara, Kab. Kebumen)

KEMENTERIAN PERTANIAN

i. Provinsi Jawa Timur (Kab. Tuban, Kab. Jombang, Kab. Jember, Kab. Lumajang, Kab. Madiun, Kab. Kediri, Kab. Lamongan, Kab Ngawi, Kab. Bojonegoro)

j. Provinsi Kalimantan Barat (Kab. Kayong Utara, Kab. Sambas, Kab. Kubu Raya, Kab. Ketapang) k. Kalimantan Selatan (Kab. Tanah Bumbu, Kab. Barito Kuala, Kab. Tapin, Kab. Hulu Sungai Tengah) l. Nusa Tenggara Barat (Kab. Lombok Timur, Kab. Lombok Tengah)

m. Nusa Tenggara Timur (Kab. Manggarai Timur, Kab. Manggarai Barat, Kab. Dompu, Kab. Bima) n. Sulawesi Selatan (Kab. Bone, Kab. Soppeng, Kab. Sidenreng Rappang, Kab. Pinrang, Kab. Wajo) o. Sulawesi Tengah (Kab. Banggai, Kab. Poso, Kab. Toli Toli, Kab. Bolaang Mongondow)

p. Sulawesi Utara (Kab. Bolaang Mongondow, Kab. Minahasa Selatan)

Ruang Lingkup (Pekerjaan dan Sasaran)

a. Komponen 1 Penguatan kebijakan dan kerangka kelembagaan untuk pertanian beririgasi b. Sub-Komponen 4.1 Peningkatan produktifitas dan layanan pertanian

c. Sub-Komponen 4.2 Peningkatan akses dan layanan pasar d. Sub-Komponen 4.3 Perbaikan layanan keuangan

Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan dan Pencapaian Indikator Kinerja

Keuangan. Realisasi keuangan untuk pinjaman sampai dengan Triwulan III 2018 sebesar USD 0,31 juta (0,31%).

Sedangkan untuk dana hibah, sampai dengan September 2018 baru terserap sekitar Rp 2,9 miliar dari total hibah sebesar 40 miliar rupiah. Berkaitan dengan pelaksanaan on granting, beberapa daerah belum memahami mengenai mekanisme on granting tersebut dan hal ini menjadi salah satu kendala di dalam pelaksanaan proyek IPDMIP.

Kemajuan kegiatan. Berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan oleh proyek IPDMIP, sampai saat ini belum banyak kegiatan yang dapat dilakukan, terutama untuk pengadaan konsultan. Adapun kemajuan pengadaan konsultan sampai dengan Triwulan III 2018 sebagai berikut: (a) pengadaan konsultan internasional untuk management officer baru dapat dilakukan untuk 1 orang konsultan, (b) pengadaan konsultan individu masih terdapat 6 orang yang belum terisi, (c) pengadaan konsultan baseline survey masih dalam proses revisi desain pada dokumen pemilihan yang sedang dikerjakan oleh procurement specialist untuk mendapatkan NOL dari IFAD, dan (d) pengadaan konsultan firm masih dalam proses karena adanya arahan dari pimpinan Kementerian Pertanian untuk memecah paket sesuai dengan region. Penyerapan anggaran untuk pengadaan yang dilakukan berupa peningkatan kapasitas petani baru yang mencapai 6,12%. Adapun program yang ada saat ini di NPIU memiliki total anggaran sebesar Rp 42 miliar. Sementara itu, kegiatan Knowledge Management Center (KMC) yang dilaksanakan oleh Bappenas, hingga Triwulan III 2018 sudah berjalan sebesar 20% untuk penyerapan anggaran dan sebesar 26,47% untuk realisasi kegiatan fisik.

Berdasarkan hasil rekonsiliasi yang dilakukan pada bulan September 2018, dari 74 kabupaten dan 14 provinsi di lokasi proyek IPDMIP, baru 8 daerah yang menganggarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Sedangkan yang telah merealisasikan penganggaran tersebut sebanyak 2 provinsi dan nilainya relatif masih minim. Adapun besarnya realisasi anggaran tersebut sejumlah Rp 47 juta dari yang seharusnya Rp.11,25 miliar untuk 8 daerah.

Berkenaan dengan kesiapan daerah untuk melaksanakan on granting, beberapa daerah menyatakan belum siap melaksanakan proyek di tahun 2019. Salah satu daerah yaitu Kabupaten Lampung, pada September 2018 menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengalokasikan anggaran untuk tahun ini dan tahun depan. Kondisi ketidaksiapan daerah ini ada kaitannya dengan proses menunggu dari rehabilitasi jaringan irigasi. Beberapa daerah menunggu rehabilitasi jaringan irigasi tersebut, sehingga belum ada alokasi anggaran. Selain itu, ketidakpahaman mengenai pelaksanaan proyek IPDMIP yang salah satunya disebabkan oleh restrukturisasi proyek juga menjadi penyebab daerah belum siap melaksanakan kegiatan IPDMIP.

KEMENTERIAN PERTANIAN

149 Pihak IFAD akan melaksanakan Supervision Mission pada tanggal 26 November – 7 Desember 2018 dengan tujuan untuk mendukung pelaksanaan dari kegiatan IPDMIP agar lebih cepat dilakukan. Diharapkan melalui misi ini nantinya dapat lebih memahami kendala yang sedang terjadi di daerah saat ini, khususnya berkaitan dengan rencana pelaksanaan on granting, serta dapat memperdalam dan memperkuat koordinasi di daerah, Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR.

Permasalahan/Kendala Yang Dihadapi Tindak Lanjut Lain-lain

- Adanya ketidakpahaman di dalam pelaksanaan proyek IPDMIP karena adanya pergantian pejabat di daerah.

- Kegiatan KMC - IPDMIP agak terhambat karena masih fokus pada kegiatan koordinasi IPMDIP, khususnya di bulan Juli Tim KMC melakukan reviu AWP IPDMIP 2018 NPMU, 3 NPIU, dan masing-masing PIU (Bappeda, Dinas PU, BBWS/BWS di 16 Provinsi dan 74 Kabupaten).

- Proses pendampingan terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian yang baru dimulai pada bulan September 2018.

- Percepatan realisasi kegiatan dan administrasi.

KEMENTERIAN PERTANIAN

RURAL EMPOWERMENT AND AGRICULTURAL DEVELOPMENT SCALING-UP INITIATIVE (READSI)

Dalam dokumen Warbixinta Kinerja Mashruuca Deynta (Halaman 152-157)

Dokumen terkait