• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN HARGA DAN KUANTITAS DI PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Tujuan Pembelajaran

1. Memahami karakteristik pasar persaingan sempurna

2. Mengerti pengaruh karakteristik pasar terhadap keputusan harga dan output optimum yang harus dilakukan perusahaan.

Dunia Manajemen Revolusi Mobilitas dan Permintaan Minyak

Permintaan energi global dipekirakan bakal tumbuh sekitar 30 persen hingga tahun 2035. Raksasa energi asal Inggris BP memproyeksikan permintaan minyak global akan melambat secara gradual dalam dua dekade ke depan. Permintaan minyak yang diproyeksikan tumbuh rata-rata 0,7 persen per tahun juga diperkirakan akan mengalami perlambatan angka pertumbuhan secara gradual.

Menurut CEO BP Bob Dudley, pusat-pusat permintaan tradisional akan digeser oleh negara-negara berkembang yang sedang tumbuh pesat. "(Permintaan) akan didorong oleh meningkatnya kesejahteraan di negara-negara berkembang, namun bersamaan juga dengan peningkatan efisiensi energi secara pesat," ungkap BP dalam laporannya bertajuk Energy Outlook 2017 seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (26/1/2017).

Selain itu, industri energi juga bergeser, didorong oleh perbaikan teknologi dan isu-isu lingkungan. "Lebih dari itu semua, industri harus beradaptasi untuk merespon kebutuhan energi yang mengalami perubahan," jelas Dudley. Menurut BP, keseluruhan pertumbuhan permintaan minyak antara tahun 2015 hingga 2035 akan berasal dari negara-negara berkembang dan separuhnya dari China saja.

Namun, menurut kepala ekonom grup BP Spencer Dale, outlook jangka panjang permintaan minyak akan dipengaruhi berbagai perubahan dalam aspek revolusi mobilitas.

Beberapa perubahan tersebut antara lain dampak mobil listrik, mobil yang dapat beroperasi

181

sendiri, serta layanan tebeng dan transportasi online. "Kemungkinannya adalah sumber terpenting dalam permintaan minyak pada periode 2030-an bukan dari mobil, truk, atau pesawat, namun sebagai penunjang produk lain, seperti plastik dan bahan lainnya," jelas Dale.

Sumber: Rakhma, Sakina dan Setiawan, Diah, 2017, “Ada Revolusi Mobilitas, Permintaan Minyak Global

Diprediksi Melambat”, Kompas. Com, diakses dari

http://ekonomi.kompas.com/read/2017/01/27/054211726/ada.revolusi.mobilitas.permintaan.minyak.global.diprediks i.melambat pada 3 Jan2018.

Pasar dan Struktur Pasar

Keputusan tentang output yang dibahas pada bab 8 dan 9 sebenarnya didasarkan pada suatu asumsi, yaitu pasar dimana perusahaan beroperasi adalah pasar persaingan sempurna.

Karakteristik pasar dimana perusahaan beroperasi akan berpengaruh terhadap keputusan yang terkait dengan harga dan kuantitas output yang dihasilkan. Masing-masing struktur pasar akan mempengaruhi secara berbeda terhadap perusahaan karena perilaku konsumen dan reaksi pesaing berbeda-beda tergantung pada struktur pasar. Untuk memahami bagaimana hal ini terjadi, kita bahas dulu pengertian tentang pasar.

Pasar (market) adalah suatu konteks dimana pertukaran antara pembeli dan penjual terjadi secara sukarela. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa syarat terjadinya pasar adalah sifat sukarela antara pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi. Bila tidak ada sifat sukarela tersebut, maka pasar tidak akan terjadi. Sebenarnya tidak ada kesepakatan umum untuk mengklasifikasikan berbagai bentuk pasar. Namun metode yang banyak dipakai adalah mengklasifikasi pasar berdasar jumlah penjual (dan pembeli) dan homogenitas (tingkat diferensiasi) produk. Atas dasar metode ini bentuk pasar dapat diklasifikasikan seperti dalam tabel 10.1 dimana pada dasarnya terdapat empat bentuk pasar, yaitu persaingan sempurna, monopoli, persaingan monopolostik, dan oligopoli.

Dalam bab ini dan bab selanjutnya akan dibahas tentang keempat struktur pasar yang ada dan pengaruh masing-masing struktur pasar terhadap keputusan perusahaan tentang harga dan kuantitas output. Dalam bab ini akan dibahas tentang pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli. Sedangkan pada bab berikutnya akan dibahas tentang pasar persaingan monopolistik dan pasar oligopoli.

182

Tabel 10.1. Bentuk-Bentuk Pasar Jumlah

Perusahaan

Sifat Produk

Homogen Diferensiasi

Banyak Persaingan sempurna Persaingan monopolistik

Beberapa Oligopoli murni Oligopoli terdiferensiasi

Satu Monopoli Tidak ada

Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna

Mengacu pada tabel 10.1 di atas, pasar persaingan sempurna adalah pasar dimana terdapat banyak penjual (perusahaan) dan pembeli (konsumen) dan produk yang dijual bersifat homogen (sama antara produk satu perusahaan dengan produk perusahaan-perusahaan lain).

Bentuk pasar persaingan sempurna merupakan suatu model teoritis dimana tidak ada struktur pasar dalam keadaan sebenanrnya yang memenuhi karakteristik pasar persaingan sempurna.

Namun demikian, bentuk pasar yang mendekati model teoritis pasar persaingan sempurna ini dapat ditemukan pada pasar bagi berbagai produk pertanian. Produk-produk pertanian seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan berbagai macam sayuran yang dihasilkan satu petani dengan petani yang lain tidak berbeda (homogen) satu sama lain, sehingga kita tidak bisa membedakan produk pertanian satu petani tertentu dari produk petani lain. Berikut akan disampaikan karakteristik pasar persaingan sempurna secara lebih mendalam.

1. Terdapat banyak perusahaan dan konsumen di pasar dan masing-masing relatif kecil terhadap pasar. Oleh karena perusahaan di pasar ini relatif kecil (pangsa pasarnya relatif kecil), maka apa yang dilakukan oleh sebuah perusahaan tidak akan berdampak terhadap kondisi pasar secara keseluruhan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan bermaksud meningkatkan kuantitas penjualanannya dengan menurunkan harga jual produknya. Dalam jangka pendek, kuantitas penjualan akan meningkat karena banyak konsumen yang beralih dari perusahaan lain ke perusahaan tersebut. Namun demikian, karena keterbatasan yang dimiliki perusahaan maka kenaikan permintaan tidak akan dapat direspon secara terus menerus oleh perusahaan dengan menyediakan kuantitas sebesar yang diminta konsumen.

Pada gilirannya, keterbatasan ketersediaan produk akan mendorong harga kembali sebesar harga yang berlaku di pasar. Sebaliknya, bila perusahaan bermaksud menaikkan harga, maka

183

konsumen akan berpindah membeli dari perusahaan lain. Akibatnya, perusahaan tersebut terpaksa harus menurunkan harga supaya produknya laku terjual. Kembali harga akan menjadi sebesar harga yang berlaku di pasar. Dalam hal ini, perusahaan dalam pasar persaingan sempurna bertindak sebagai pengambil harga (price taker). Artinya, perusahaan akan menjual produknya pada harga yang berlaku di pasar. Penentuan harga lebih rendah atau lebih tinggi dari harga pasar berdampak pada proses penyesuaian harga kembali ke harga pasar seperti yang dijelaskan di atas.

Sebagai konsekuensi dari posisinya sebagai pengambil harga, perusahaan pada pasar persaingan sempurna akan bertindak sebagai penyelaras kuantitas (quantity adjuster). Oleh karena harga berada di luar kendali perusahaan, maka laba maksimum yang menjadi tujuan perusahaan hanya dapat dicapai dengan cara menghasilkan produk dalam kuantitas yang optimum pada harga yang berlaku di pasar. Bila harga pasar berubah, maka perusahaan dapat menyelaraskan kuantitas yang diproduksi/dijual dengan harga yang baru sehingga laba maksimum. Persaingan yang terjadi antar perusahaan di pasar bersifat persaingan impersonal.

2. Produk yang diperjualbelikan di pasar bersifat homogen dan merupakan substitusi sempurna serta indiferen terhadap produk lainnya. Produk homogen berarti tidak ada pembeda antara produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan dengan perusahaan lainnya. Oleh karena itu, tidak ada kelebihsukaan (preferensi) konsumen terhadap output suatu perusahaan dibanding output perusahaan lain. Bagi konsumen, produk suatu perusahaan dapat digantikan secara sepenuhnya oleh produk perusahaan lain. Dengan kata lain, produk bersifat substitusi sempurna. Sebagai akibatnya, sama saja bagi konsumen membeli produk dari perusahaan manapun. Di sini dikatakan bahwa konsumen bersifat indiferen, yaitu tidak ada perusahaan yang lebih disukai daripada yang lainnya dan sebalikya tidak ada preferensi dari perusahaan terhadap konsumen tertentu.

3. Tidak ada kolusi atau hambatan semu (artificial restraint). Oleh karena tidak ada hambatan untuk masuk dan keluar pasar, maka perusahaan dapat bebas masuk maupun keluar pasar.

Artinya, tidak ada persyaratan khusus bagi perusahaan untuk bisa masuk dan beroperasi di pasar. Tidak ada hambatan pemerintah atas harga, output, masuk pasar, dll. Sebagai misal, tidak ada eraturan pemerintah mengharuskan perusahaan yang akan memulai usaha (masuk pasar) untuk memiliki sejumlah modal tertentu yang sangat besar. Juga misalkan, tidak ada

184

kolusi dari beberapa perusahaan di pasar untuk menghambat perusahaan baru untuk masuk pasar. Mereka bisa mempengaruhi pemerintah untuk mengeluarkan ketentuan resmi bagi perusahaan baru untuk menggunakan tingkat teknologi tertentu dimana teknologi tersebut hanya bisa dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam kolusi tersebut.

Demikian juga, tidak ada ketentuan yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang akan keluar pasar. Misalnya, dalam industri tertentu perusahaan tidak diperbolehkan menutup operasinya secara total walaupun perusahaan mengalami kebangkrutan dalam rangka menjaga kesempatan kerja. Setiap perusahaan bertindak secara independen.

4. Perusahaan dan konsumen memiliki pengetahuan yang sempurna mengenai pasar. Artinnya, setiap perusahaan dan konsumen mengetahui dengan pasti harga yang berlaku di pasar.

Dengan demikian, apabila ada suatu perusahaan yang menaikkan harga, maka seluruh konsumen akan mengetahui hal ini dan mereka akan bertindak sedemikian rupa sehingga harga akan turun ke tingkat harga pasar. Misal, konsumen akan menawar harga atau memilih tidak membeli dari perusahaan bersangkutan.

Konsekuensi dari Karakteristik Pasar

Berdasarkan karakteristik pasar persaingan sempurna dimana perusahaan bertindak sebagai pengambil harga dan penyelaras kuantitas, perusahaan akan menghadapi kurva permintaan yang horisontal pada tingkat harga pasar (lihat Gambar 10.1). Hal ini berarti bahwa perusahaan dapat menjual berapapun tingkat outputnya pada harga pasar sebesar Rp8.

Sebagai konsekuensi dari kurva permintaan yang horisontal, maka kurva TR akan berupa garis lurus (linier) dengan kemiringan positif dimulai dari titik origin. Hal ini mengingat bahwa TR = PxQ dengan P yang bersifat tetap, maka TR akan naik sesuai dengan kuantitas dengan kenaikan secara konstan sebesar harga. Dengan kata lain, MR = P. Gambar 10.2 menunjukkan hal ini.

Kurva permintaan dan penerimaan total ini akan berpengaruh terhadap pembuatan keputusan perusahaan tentang berapa kuantitas optimum yang akan dihasilkan sehingga laba maksimum. Perusahaan tidak perlu lagi membuat keputusan tentang harga output karena harga sudah ditetapkan oleh pasar. Dengan kata lain, keputusan perusahaan yang beroperasi di pasar persaingan sempurna hanya terkait dengan keputusan tentang output.

185

Gambar 10.1. Kurva Permintaan Perusahaan Yang Beroperasi di Pasar Persaingan Sempurna

Gambar 10.2. Kurva Penerimaan Total Perusahaan Yang Beroperasi di Pasar Persaingan Sempurna

Ketika perusahaan mencapai tingkat output optimum, perusahaan dikatakan berada dalam kondisi keseimbangan. Pencapaian kondisi keseimbangan ini akan tergantung pada jangka waktu keputusan, yaitu antara jangka pendek dan jangka panjang. Bagaimana keseimbangan jangka pendek dan jangka panjang dicapai diuraikan di bawah ini dengan menggunakan pendekatan total dan pendekatan rata-rata dan marjinal.

Keseimbangan Jangka Pendek

Keseimbangan jangka pendek merupakan tingkat output dimana laba maksimum dalam jangka pendek tercapai. Gambar 10.3 menunjukkan bagaimana keseimbangan jangka pendek

0 2 4 6 8 10

0 20 40 60 80 100

Haga (Rp)

Kuantitas (unit)

0 200 400 600 800

0 20 40 60 80 100

Penerimaan (Rp)

Kuantitas (unit)

TR

d = P = MR

186

dengan pendekatan total yang menggunakan kurva TR dan TC terjadi. Dengan TR dan TC jangka pendek tertentu, laba maksimum tercapai ketika selisih TR dan TC terbesar. Secara grafis, hal ini tercapai pada titik (yang menunjukkan suatu tingkat output) dimana jarak antara TR dan TC adalah terbesar. Jarak terbesar antara dua buah kurva akan tercapai pada titik dimana kemiringan pada masing-masing kurva pada titik tersebut adalah sama besar.

Gambar 10.3.

Penentuan Keseimbangan Jangka Pendek dengan Pendekatan Total

Dengan kurva TR dan TC hipotetis pada Gambar 10.3, dapat dilihat bahwa jarak terbesar tercapai pada titik yang menunjukkan tingkat output sebesar Q1 dan Q3. Namun pada Q1, TC di atas TR yang berarti biaya total lebih besar dari penerimaan total, sehingga bukan kuntungan maksimum yang dicapai tetapi kerugian maksimum. Sedangkan pada Q3, TR di atas TC atau penerimaan total lebih besar dari biaya total yang berarti laba yang diperoleh merupakan laba maksimum. Dengan kata lain, tingkat output sebesar Q3 merupakan tingkat output optimum.

Adapun besarnya laba adalah sebesar jarak TR dan TC, yaitu selisih besar TR pada tingkat output Q3 dan besar TC pada tingkat output yang sama (atau E1E2).

Dengan menggunakan pendekatan rata-rata dan marjinal, keseimbangan jangka pendek ditentukan dengan menggunakan kurva AC, MR dan MC. Seperrti ditunjukkan dalam Gambar 10.4, keseimbangan tercapai pada titik E dimana pada titik tersebut MR = MC. Mengapa pada saat MR = MC? Dengan mengacu pada pendekatan total, telah diketahui bahwa laba maksimum tercapai pada saat jarak kurva TR dan TC terbesar, yaitu ketika kemiringan kedua kurva sama

E1

E2 Keuntungan () maksimum Kerugian (-)

maksimum

Kuantitas 0 Q1 Q2 Q3 Q4

TR, TC

TR TC

Dokumen terkait