• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Konsep

Dalam dokumen DAFTAR GAMBAR (Halaman 40-46)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

C. Kerangka Konsep

Kajian ini dilakukan dalam rangka memahami gerakan sosial kesadaran lingkungan masyarakat tellulimpoe.teori dan konsep dasar yang di gunakan dalam kajian ini dibatasi dengan pada teori dan konsep yang relevan dalam objek kajian.

Konstruksi sosial merupakan sebuah teori sosiologi kontemporer yang dicetuskan oleh Peter L.Berger dan Thomas Luckman.Dalam menjelaskan paradigma konstruktivis, realitas sosial merupakan konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu. Individu adalah manusia yang bebas melakukan hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain. Individu menjadi penentu dalam dunia sosial yang dikonstruksi berdasarkan kehendaknya.Individu bukanlah korban fakta sosial, namun sebagai media produksi sekaligus reproduksi yang kreatif dalam mengkonstruksi dunia sosialnya.

Sosiologi pengetahuan Berger dan Luckman adalah deviasi atau semacam penyimpangan dari perspektif yang telah memperoleh “lahan subur” didalam bidang filsafat maupun pemikiran sosial.Aliran fenomonologi mula pertama dikembangkan oleh Kant dan diteruskan oleh Hegel, Weber, Husserl dan Schutz hingga kemudian kepada Berger dan Luckman.Akan tetapi sebagai pohon pemikiran, fenomenologi telah mengalami pergulatan revisi.Maka dalam hal ini Berger memberikan arahan untuk menafsirkan gejala atau realitas didalam kehidupan itu.

Usaha untuk membahas sosiologi pengetahuan secara teroitis dan sistematis melahirkan karya Berger dan Luckman yang tertuang dalam buku The Social Construction of Reality; A Treatise in the Sociology of Knowledge (tafsiran sosial atas kenyataan, suatu risalah tentang sosiologi pengetahuan).Ada beberapa usaha yang dilakukan Berger untuk mengembalikan hakikat dan peranan sosiologi pengetahuan dalam kerangka pengembangan sosiologi.

Pertama, mendefinisikan kembali pengertian “kenyataan” dan “pengetahuan”

dalam konteks sosial.Teori sosiologi harus mampu menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat itu dikonstruksi secara terusmenerus.Gejala sosial sehari-hari masyarakat selalu berproses, yang ditemukan dalam pengalaman bermasyarakat.Oleh karena itu, pusat perhatian masyarakat terarah pada bentuk- bentuk penghayatan atau Erlebniss kehidupan masyarakat secara menyeluruh dengan segala aspek (kognitif, psikomotoris, emosional dan intuitif). Dengan kata lain, kenyataan sosial itu tersirat dalam pergaulan sosial yang diungkapkan secara sosialdan termanifestasikan dalam tindakan. Kenyataan sosial semacam ini ditemukan dalam pengalaman intersubyektif (intersubjektivitas).Melalui intersubyektifitas dapat dijelaskan bagaimana kehidupan masyarakat tertentu dibentuk secara terus-menerus.Konsep intersubyektifitas menunjuk pada dimensi struktur kesadaran umum ke kesadaran individual dalam suatu kelompok khusus yang saling berintegrasi dan berinteraksi.

Kedua, menemukan metodologi yang tepat untuk meneliti pengalaman intersubyektifitas dalam kerangka mengkonstruksi realitas. Dalam hal ini, memang perlu ada kesadaran bahwa apa yang dinamakan masyarakat pasti

terbangun dari dimensi obyektif sekaligus dimensi subyektif sebab masyarakat itu sendiri sesungguhnya buatan kultural dari masyarakat yang didalamnya terdapat hubungan intersubyektifitas dan manusia merupakan pencipta dunianya sendiri.

Oleh karena itu, dalam observasi gejala-gejala sosial itu perlu diseleksi dengan mencurahkan perhatian pada aspek perkembangan, perubahan dan tindakan sosial.

Dengan cara seperti itu, kita dapat memahami tatanan sosial atau orde sosial yang diciptakan sendiri oleh masyarakat dan yang dipelihara dalam pergaulan sehari- hari.

Ketiga, memilih logika yang tepat dan sesuai.Peneliti perlu menentukan logika mana yang perlu diterapkan dalam usaha memahami kenyataan sosial yang mempunyai ciri khas yang bersifat plural, relatif dan dinamis

Gerakan Sosial KesadaranLingkungan Masyarakat

Bentuk gerakan sosial kesadaran lingkungan masyarakatTellulimpoe KabupatenSinjai

Implikasigerakan sosial kesadaran lingkungan masyarakat Tellulimpoe Kabupaten Sinjai

Strategij

Untuk menyatukan masyarakat Tellulimpoe dalam gerakan sosial tentang kesadaran lingkungan

Hasil

Gerakan sosial masyarakat peduli lingkungan merupakan hal baru yang terjadi dalam masyarakat tellulimpoe

Gambar Bagan Kerangka konsep 2.1

kerangka teoritis yang telah ditulis diatas,selanjutnya diajukan kerangka pikir dan model hubungan antar masing-masing berkaitan dalam penelitian ini Berdasarkan.dengan ruang lingkup penelitian yaitu tentang gerakan sosial kesadaran lingkungan masyarakat Tellulimpoe Kabupaten Sinjai.dapat diduga mempengaruhi bentuk dan implikasi kesadaran lingkungan dalam masyarakat

dengan baik.faktor tersebut mempunyai kaitan yang sangat erat antara bentuk dan implikasi yaitu untuk menyatukan tentang pentingnya kesadaran lingkungan dan gerakan sosial dalam masyarakat Tellulimpoe Kabupaten Sinjai agar terciptanya lingkungan yang bersih.

D.Hasil penelitian yang terdahulu

1.Sujatmiko Triwibowo, (2006),menyatakan bahwa gerakan sosial diartiakan sebagai sebentuk aksi kolektif dengan orientasi konfliktual yang jelas terhadap lawan sosial dan politik tertentu dilakukan dalam kontes jejaring lintas kelembagaan yang erat oleh aktor-aktor yang diikat rasa solidaritas dan identitas kolektif yang kuat melebihi bentuk bentuk ikatan dalam koilasiasi dan kampanye bersama.

2.Amos Neolaka(2008) menyatakan bahwa kesadaran lingkungan adalah keadaan tergugahnya jiwa terhadap sesuatu,dalam hal lingkungan hidup,dan dapat terlihat pada perilaku masing-masing individu.

3.Emil Salim(1982),kesadaran lingkungan adalah upaya untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak hanya tahu sampah, pencemaran, penghijauan, tetapi lebih dari pada itu semua, membangkitkan kesadaran lingkungan manusia indonesia kususnya pemuda masa kini agar mencintai tanah air.

4.Stolley(2005:188) dengan mengutip pendapat Tarrow menyatakan bahwa gerakan sosial adalah upaya pencapaian tujuan tertentu melalui tindakan yang menentang,wewenang,dan budaya yang sudah mapan.

5.Buletin Para Navigator (1988), menyatakan bahwa kesadaran adalah modal utama bagi setiap orang yang ingin maju. Secara garis besar sadar itu dapat diukur

dari beberapa aspek antara lain : kemampuan membuka mata dan menafsirkan apa yang dilihat, kemampuan aktivitas, dan kemampuan berbicara. Jika seseorang mampu melakukan ketiga aspek diatas secara terintegrasi maka dialah yang disebut dengan sadar. Dari segi lain kesadaran adalah adanya hak dan kemapuan kita untuk menolak melakukan keinginan orang lain atau sesuatu yang diketahui buruk/tidak bermanfaat bagi dirinya.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriftif.alasan memilih jenis penelitian kualitatif deskriftif adalah untuk menggambarkan dan mendeskrifsikan secara mendalam terkait dengan gerakan sosial kesadaran lingkungan masyarakat Tellulimpoe Kabupaten Sinjai.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian kualitataif deskriftif adalah pendekatan fenomenologi.Alasan peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi yaitu untuk mendalami dan menggambarkan berbagai fenomena terkait dengan gerakan sosial kesadaran lingkungan persoalan dan perbincangan dikalangan masyarakat untuk melahirkan konsep atau pemecahan terkait fenomena yang terjadi.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini secara geografis terletak di Kabupaten Sinjaii, Provinsi Sulawesi Selatan.Pada penelitian ini yang berkaitan dengan “Kesadaran Lingkungan Masyarakat Tellulimpoe Kabupaten Sinjai”.Peneliti melakukan penelitian di Desa Massaile ini karena sebelumnya peneliti sudah melihat bagaimana Kesadaran Lingkungan Masyarakat Tellulimpoe Kabupaten Sinjai.

2. Waktu Penelitian

Waktu yang dibutuhkan peneliti untuk melakukan penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 28 juli sampai dengan 28 Sebtember 2019.

C. Informan Penelitian

Informan penelitian adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian. Pemilihan informasi dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu penarikan informan yang dilakukan secara sengaja dengan kriteria tertentu. Dalam penelitian ini jenis informan yang digunakan yaitu kepala desa dan tokoh desa.

Dalam penelitian ini ada dua jenis informan yang digunakan dalam penelitian ini,yaitu

1. Informan kunci, dimana informan kunci yaitu orang orang yang memahami permasalahan yang diteliti seperti kepala desa dan tokoh desa yang berjumlah 4 orang.

2. Informan ahli yaitu mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti.Seperti masyarakat telluimpoe berjumlah 3 orang

Moleong (2014), menjelaskan bahwa orang dalam yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar (lokasi dan tempat) penelitian. Jadi syaratnya ia harus mempunyai banyak pengalaman tentang lokasi penelitian.

D. Fokus Penelitian

Penelitian adalah masalah yang bersumber pada penelitian atau pengetahuan yang di peroleh melalui keputusan ilmiah atau keputusan lainnya (Moloeng,2014).Penelitian ini memfokuskan penelitian nya pada permasalah dikajinya yaitu gerakan sosial kesadaran lingkungan.

E. Instrumen Penelitian

Salah satu kegiatan dalam penelitian adalah menyusun instrumen penelitian atau disebut juga alat pengumpul data. Menurut Arikunto (1985 : 36) “Instrumen Penelitian merupakan alat yang dapat menampung sejumlah data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan menguji hipotesis penelitian.”

Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, di mana peneliti disini dapat mengetahui secara lansung dalam proses turun lansung ke tempat penelitian dan melihat fakta yang terjadi sebenarnya. sehingga validasi akan dilakukan oleh peneliti itu dengan memperhatikan beberapa diantaranya:

1. Pemahaman peneliti terhadap metode penelitian

2. Penguasaan wawasan peneliti terhadap bidang yang diteliti

3. Kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian secara akademik maupun logistik.

Adapun yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data, adalah:

1. Lembar Observasi 2. Pedoman Wawancara 3. Dokumentasi

4. Alat tulis (pulpen dan buku) 5. Alat perekam

6. Kamera

F. Jenis dan Sumber Data 1. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden mengenai dampak gerakan sosial kesadaran lingkungan dalam hal ini data primer dimaksud adalah informasi yang didapatkan secara langsung dari beberapa masyarakat desa Tellulimpoe Kabupaten Sinjai.

2. Data Sekunder

Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari litertur seperti yangberhubungan dengan masalah yang dibahas yang bersumber dari dokumentasi berupa buku, jurnal, blog web dan arsip yang terkait dengan tujuan penelitian

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data untuk memperoleh data dari informan adalah:

1. Observasi

Observasi yaitu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti.Observasi ini menjadi salah satu dari tehnik pengumpulan data apabila sesuai dengan tujuan penelitian yang direncanakan dan dicatat secara sistematis serta dapat di kontrol keandalan(realibitas)dan kesahihannya(validitasnya).

Dalam observasi di perlukan ingatan terhadap observasi yang telah dilakukan sebelumnya.karena manusia memiliki sifat pelupa maka diperlukan catatan- catatan (check-list),alat-alat elektronik seperti kamera,video dan sebagainny lebih banyak menggunakan pengamat memusatkan perhatian pada data-data yang relevan,mengklasifikasikan gejala dalam kelompok yang tepat,menambah bahan persepsi mengenai obajek yang diamati.

2. Wawancara

Wawancara adalah suatu proses tanya jawab lisan dalam dua orang atau lebih berhadapan fisik yang satu dapat melihat muka yang lain dan mendengarkan dengan telinga sendiri.wawancara digunakan untuk mendapatkan data dan informasi tentang dampak gerakan sosial,metode ini dilakukan dengan cara tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak yang terkait.wawancara yang akan digunakan adalah wawancara bebas terpimpin artinya pewawancara mengajukan pertanyaan kepada responden secara bebas menurut irama dan kebijaksanaan dalam wawancara namun masih dipimpin oleh garis besar kerangka pertanyaan yang telah di persiapkan secara seksama dengan pembahasan oleh pewawancara.dalam hal yang menjadi target wawancara adalah masyarakat desa Tellulimpoe Kabupaten Sinjai.

3. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu sebuah cara yang dilakukan untuk menyediakan dokumen- dokumen dengan menggunakan data yang akurat dari pencatatan sumber-sumber informasi khusus dari karangan/tulisan,buku,undang-undang dan sebagainnya.Dokumentasi juga merupakan metode pengumpulan data kualitatif sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi.sebagian besar data berbentuk surat ,catatan harian,arsip,jurnal kegiatan,rekaman kaset.

4 Partisipasif

Salah satu jenis penelitian kualitatif yang lebih melihat fenomena secara lebih luas dan mendalam sesuai dengan apa yang terjadi dan berkembang pada situasi

sosial yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif, penentuan fokus lebih didasarkan pada tingkat kebaruan informasi yang akan diperoleh dari situasi sosial (lapangan). Labih lanjut, Sugiono menjelaskan kebaruan informasi itu bisa berupa upaya untuk memahami secara lebih luas dan mendalam tentang situasi sosial, tetapi juga ada keinginan untuk menghasilkan hipotesis atau ilmu baru dari situasi sosial yang diteliti.Fokus yang sebenarnya dalam penelitian kualitatif diperoleh.

H.Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan penelitian adalah menggabungkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dilapangan dengan data yang diperoleh dari sumber instansi terkait. Dan data yang digunakan tersebut di analisis secara deskriptif kualitatif yang sesuai dengan permasalahan apa adanya mengenai gerakan sosial kesadaran lingkungan masyarakat Tellulimpoe Kabupaten Sinjai.

Analisis data bukan hanya merupakan tindak lanjut logis dari pengumpulan data, tetapi juga merupakan proses yang tidak terpisahkan dengan pengumpulan data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu informan kunci hasil wawancara, dan dari hasil pengamatan yang tercatat dalam berkas di lapangan, dan dari hasil studi dokumentasi.

Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini berlangsung bersama dengan proses penguumpulan data. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Reduksi Data

Reduksi merupakan data dimulaikan bagian dari analisis. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber.

Setelah dikaji, langkah berikutnya adalah membuat rangkuman untuk setiap kontak atau pertemuan dengan informan. Dalam merangkum data biasanya ada satu unsur-unsur tidak dapat dipisahkan, ini disebut membuat abstraksi yaitu membuat ringkasan yang inti, proses persyaratan yang berasal dari responden tetap dijaga.

Dari rangkuman yang dibuat ini kemudian peneliti melakukan reduksi data yang kegiatannya mencakup unsur-unsur spesifik termaksud (1) proses pemilih atas dasar tingkat relevansi dan kaitannya dengan setiap kelompok data, (2) menyusun data dalam satu-satuan sejenis. Pengelompokan data dalam satuan yang sejenis ini juga dapat diekuivalenkan sebagai kegiatan kategorisasi/varible, (3) membuat koding data sesuai dengan kisi-kisi kerja penelitian.

2. Display Data

Display data adalah menyajikan data dalam bentuk matriks, chart atau grafik, network dan sebagainya.

3. Kesimpulannya

Kesimpulannya adalah tergantung pada besarnya kesimpulan catatan lapangan, pengkodeannya, penyimpanan, metode dan pencarian tentang yang digunakan.

Selain itu kecapaian peneliti dan tuntutan-tuntutan pemberi data juga mempengaruhi dalam penarikan kesimpulan.

I.Tehnik Pengabsahan Data

1.Triangulasi sumber adalah menggali kebenaran informan tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data.Misalnya,selain melalui wawancara dan observasi ,peneliti bisa menggunakan observasi terlibat.dokumen

tertulis,arsif,dokumen sejarah,catatan resmi,catatan atau tulisan pribadi dan gambar atau foto.

2 .Trigulasi waktu adalah waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpul dengan tehnik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar belum banyak masalah akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel.untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara,observasi atau tekhik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda.bila hasil uji menhasilkan data yang berbeda maka lakukan secara berulang-ulang sehingga di temukan kepastian datanya.triangulasi dapat juga dilakukan dengan cara mengecek hasil penelitian dari tim peneliti lain yang diberi tugas melakukan pengumpulan data.

3.Trigulasi teori adalah penggunaan berbagai perpektif untuk menafsirkan sebuah set data.penggunaan beragam teori dapat membantu memberi kan pemahaman yang lebih baik saat memahami data.jika beragam teori menghasilkan kesimpulan analisis sama maka validitas di tegakkan.

BAB IV

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Kabupaten Sinjai merupakan kabupaten pesisir yang terletak di pesisir timur bagian selatan daratan Sulawesi Selatan yang berhadapan langsung dengan perairan Teluk Bone.Kabupaten Sinjai terletak antara 5 0 2’56” sampai 5 0 21’16”

Lintang Selatan dan antara 1190 56’30”` sampai 1200 25’33” Bujur Timur. Batas- batas wilayah Kabupaten Sinjai adalah:

1. Kondisi Geografis dan Iklim a. Kondisi Geografis

Secara geografis,wilayah kabupaten sinjai terletak bagian timur provinsi Sulawesi selatan,dengan potensi sumber daya alam yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan disamping memiliki luas ilayah yang relative luas.

Secara administrasi Kabupaten Sinjai terdiri dari 9 (sembilan) kecamatan, dan sebanyak 67 desa dan 13 kelurahan. Kabupaten Sinjai terletak pada arah timur dari Kota Makassar dengan jarak 233 Km dari Kota Makassar, Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.

1. Sebelah Utara berbatasan Desa Massaile 2. Sebelah Timur berbatasanDesa Aska

3. Sebelah Selatan berbatasanDesa Lembang Lohe 4. Sebelah Barat berbatasanDesa Alenangka

b. Iklim

Sepanjang tahun,kabupaten sinjai termasuk daerah beriklim sub tropis,yang mengenal dua musim yaitu musim penhujang pada periode april –oktober,dan musim kemarau yang berlangsung pada periode oktober-april.

Dari keseluruhan tipe iklim yang ada tersebut,kabupaten sinjai mempunyai curah hujan betkisar antara 2.000-4.000 mm/tahun,kelembapan udara rata- rata,tercatat berkisar antara 64-87 dengan suhu udara rata-rata berkisar antara 21,1 c-32,4c.

Selain itu ada 3 tipe iklim (menurut Schmidt dan Fergusson) yang terjadi dan berlangsung diwilayah ini,yaitu iklim type B2,C2,D2 dan tipe D3. (1) area atau zona dengan iklim type B2,dimana bulan basah berlangsung selama 7-9 bulan berturut turut,sedangkan bulan kering berlangsung 2-4 bulan sepanjang tahun. Penyebaranya meliputi sebagian besar wilayah kecamatan sinjai timur dan sinjai selatan. (2) Zona dengan iklim type C2,dicirikan dengan adanya bulan basah yang berlangsung antara 5-6 bulan,sedangkan bulan keringya berlangsung selama 3-5 bulan sepanjang tahun, penyebaran nya meliputi sebagia kecil wilayah kecamatan sinjai timu,kecamatan sinjai selatan dan kecamatan sinjai tengah. (3) Zona dengan iklim typeD2,mengalami bulan basah selama 3-4 bulan dan bulan keringnya berlangsung selama 2-3 bulan penyebaran nya meliputi wilayah bagian tengah kabupaten sinjai yaitu sebagian kecil wilayah kecamatan sinjai tengah,kecamatan sinjai selatan dan kecamatan sinjai barat. (4) Zona dengan iklim type D3,bercirikan dengan berlangsungnya bulan basah antara 3-4 bula dan bulan keringnya berlangsung antara 3-5 bulan. Penyebaran nya meliputi: sebagian wilayah kecamatan sinjai barat.sinjai tengah dan kecamatan sinjai selatan.

2 . Kondisi Demografis

Jumlah penduduk Desa Massaile secara administrasi tercatat berjumlah 3.179 Jiwa dengan jumlah kepala keluarga 829 KK di tahun 2017, adapun rinciannya dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 2. Jumlah Penduduk Desa Massaile

no Jenis kelamin Jumlah

1 Laki laki 1.588 orang

2 Perempuan 1.591 orang

Jumlah 3.179 orang

Jumlah penduduk Desa Massaile ialah 3.179 jiwa, dengan 1.588 jiwa penduduk laki-laki dan 1.591 jiwa penduduk perempuan.Berdasarkan data tersebut berarti jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan penduduk laki-laki.

Jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibanding laki-laki memang tidak hanya terjadi di Desa Massaile saja melainkan hampir di setiap Lurah/Desa pun demikian, bahkan bisa kita temui pada level Kabupaten.

3. Tingkat pendidikan

Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesadaran masyarakat pada umumnya dan tingkat prekonomian pada khususnya, dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan. Tingkat kecakapan juga akan mendorong tumbuhnya keterampilan kewirausahaan dan pada akhirnya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru, oleh karena itu dengan sendirinya akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran. Pendidikan juga akan dapat

mempertajam sitematika pikir atau pola pikir individu, dan juga mudah menerima informasi yang lebih maju. Berikut taraf atau tingkat penduduk Desa Massaile, jumlah angka putus sekolah serta jumlah sekolah dan siswa menurut jenjang pendidikan, dapat dilihat pada tabel di bawah.

Tabel 3. Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Massaile

No Pendidikan 2018 2019

1. Pra sekolah 50 Orang 49 Orang

2 SD 140 Orang 175 Orang

3 SLTP 110 Orang 160 Orang

4 SLTA 120 Orang 140 Orang

5 D III 15 Orang 50 Orang

6 D II 10 Orang 30 Orang

7 SI 10 Orang 50 Orang

Pendidikan di Kecamatan tellulimpoe teridiri dari TK/PAUD, SD dan MTs, SMA. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 3. Pendidikan Kecamatan tellulimpoe

No. Pendidikan Jumlah Pendidikan

1. TK/PAUD 1

2. SD 1

3. MTs 1

4 SMA 1

Sumber: Monografi Kecamatan tellulimpoe Tahun 2018

4.KondisiSosial Ekonomi dan Budaya a.Kondisi soosial

Keadaan Sosial yang ada lokasi penelitian sebagaimana masyarakat umumnya yang ada di kelurahan yang sangat menjunjung tinggi rasa saling menghargai dan kepedulian antar masyarakat. Seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat setempat sangat menanamkan rasa kepedulian terhadap sesama yang saling membutuhkan bantuan. Selain daripada itu mereka juga terbuka terhadap orang-orang yang membutuhkan informasi tentang kondisi setempat.

b. Kondisi ekonomi.

Secara umum prekonomian Desa Massaile di topang oleh beberapa mata pencaharian warga masyarakat dan dapat teridentifikasi kedalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti petani,PNS,pedagang,pensiunan,buruh dan lain-lain.

Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. Mata Pencarian Penduduk desa tellulimpoe Mata Pencarian Jumlah KK

Petani 920

PNS 50

Pedagang 60

Pensiunan 10

Buruh 10

Sumber: Monografi kecamatan tellulimpoe Tahun 2018

c. Budaya

Kebudayaan masyarakat di Kelurahan Tellulimpoe yang dari dulu sampai sekarang masih ada di Desa tersebut yaitu kehidupan masyarakat Desa sangant intim antara individu dengan individu yang lain. Seperti ketika sebuah keluarga tertimpah musibah, salah satu keluarganya meninggal dunia.Maka tanpa adanya sosialisai pun mereka dengan sendirinya ikut merasakan kesedihan kelurga tersebut atau ikut simpati.Bukti konkrit dari hal tersebut adalah adanya Tahlilan pada hari ketiga setelah meninggalnya salah satu keluarga, kemudian tahlilah hari ketuju dan tahlilah hari keempat puluh.

5. Kehidupan Beragamaan

Masyarakat Desa Massaile mayoritas penduduknya menganut ajaran Islam, adapun tabel jumlah pemeluk agama dan tempat ibadah Desa Massaile sebagai berikut:

Menurut data statistik pemerintah Kabupaten sinjai, khususnya desa tellulimpoe menunjukkan bahwa mayoritas (100%) penduduknya ber agama islam. Kesadaram masyarakat yang kuat akan pentingnya shalat lima waktu, sifat religius itu terlihat dari keseharian ketika waktu shalat tiba mereka terlihat antusias melaksanakan kewajibannya sebagai umat Islam terutama masyarakat yang berdomisili di sekitar mesjid yang datang dengan berjalan kaki. Namun ada juga yang shalat di mesjid yang jauh dari rumahnya datang dengan menggunakan sepeda motor miliknya.Namun pada hari jum’at masyarakat Binongko tidak pernah meninggalkan shalat jum’at walaupun tugas atau pekerjaan yang sementara mereka kerjakan itu ada.

Dalam dokumen DAFTAR GAMBAR (Halaman 40-46)

Dokumen terkait