BAB 4 METODE PENELITIAN
4.7. Kerangka Operasional
STIKes Santa Elisabeth Medan
29STIKes Santa Elisabeth Medan
STIKes Santa Elisabeth Medan
30STIKes Santa Elisabeth Medan
masing-masing kategori pengertian, tujuan sadari, waktu pelaksanaan sadari, pelaksanaan sadari dan kemudian dipresentasikan dengan rumus sebagai berikut:
F
P = x 100%
N Keterangan
P : Presentasi F : Jawaban N : Nilai maksimal
Setelah diperhitungkan melalui item diatas, maka peneliti melakukan interpretasi dari hasil tes dengan cara membuat kategori untuk setiap kriteria
Ada Beberapa tahap dalam analisis data, yaitu :
1. Menyunting data (data Editing), yaitu penelis memeriksa kejelasan maupun kelengkapan mengenai pengisian instrumen pengumpulan data-data objek penelitian.
2. Mengkode data (data coding), yaitu proses pemberian kode kepada setiap variabel yang telah dikumpulkan untuk memudahkan dalam memasukkan 3. Memasukkan data (data entry), memasukkan data yang telah diberikan kode
dalam program sofware computer
4. Membersihkan data (data cleaning), setelah data dimasukkan dilakukan pengecekan kembali untuk memastikan data tersebut tidak ada yang salah, sehingga dengan demikian data tersebut telah siap diolah dan dianalisis
5. Memberikan nilai data (data scoring), penilaian data dilakukan dengan pemberian skor terhadap jawaban yang menyangkut variabel pengetahuan.
STIKes Santa Elisabeth Medan
31STIKes Santa Elisabeth Medan
4.9 Etika Penelitian
Masalah etika yang harus di perhatikan antara lain sebagai berikut : a. Informed Consent
Pada penelitian ini disediakan informed consent untuk responden tanpa ada paksaan. Sehingga penelitian ini dijamin bahwa responden yang diambil sebagai sampel bersedia untuk dilakukan penelitian.
b. Anonimity (Tanpa nama)
Pada penelitian ini dijamin kerahasiaan dari objek penelitian. Untuk menjamin kerahasiaan pada lembar kuesioner diberi kode yaitu nomor responden.
c. Confidentiality (Kerahasiaan)
Data yang diperoleh dalam penelitian ini dijamin kerahasiaannya dan tidak tidak akan disebarluaskan kepada siapapun.
STIKes Santa Elisabeth Medan
32STIKes Santa Elisabeth Medan
BAB 5
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Gambaran Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP N 3 Gunungsitoli pada tanggal 28 Mei s/d 22 di jln towi-towi No.08 Kota Gunungsitoli, kecamatan kota gunungsitoli,di SMP N 3 Gunungsitoli bahwa ini adalah tempat penelitian yang baru dikarenakan pandemi COVID-19. Letaknya juga sangat strategis terletak dijauh jalan raya, dekat dengan kediaman warga, sehingga pelajaran berjalan dengan baik. SMP N 3 Gunungsitoli memiliki 24 kelas yang terdiri dari: kelas 7 SMP ada 8 kelas , kelas 8 SMP ada 8 kelas, dan kelas 9 SMP ada 9 kelas, kantor guru ada 2 yaitu, kantor kepala sekolah dan kantor untuk semua guru, memiliki ruang tata usaha, memiliki kantin sebanyak 4, memiliki ruang perpustakaan, memiliki lapangan voli, bedminton dan lapangan upacara, memiliki 4 toilet umum.
5.2 Hasil Penelitian
Berdasarkan karakteristik responden berkaitan dengan pengetahuan remaja tentang sadari di SMP N 3 Gunungsitoli. Dalam penelitian ini terdiri dari beberapa karakteristik yang dijabarkan dalam tabel 5.1. dibawah ini.
Tabel 5.1 Distribusi Pengetahuan Responden Remaja Tentang Pengertian Sadari di SMP N 3 Gunungsitoli 2020
No Pengetahuan Frekuensi (f) Persentase (%)
1 Baik 8 26,7
2 Cukup 13 43,3
3 Kurang 9 30.0
Total 30 100
32
STIKes Santa Elisabeth Medan
33STIKes Santa Elisabeth Medan
Berdasarkan tabel 5.1 dapat dilihat berdasarkan kategori pengetahuan remaja tentang pengertian sadari menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup tentang pengertian sadari sebanyak 13 orang (43,3%), yang pengetahuan baik tentang pengertian sadari sebanyak 8 orang (26,7%), dan pengetahuan kurang tentang pengetahuan sadari sebanyak 9 orang (30,0%).
Tabel 5.2 Distribusi Pengetahuan Responden Remaja Tentang Tujuan Sadari di SMP N 3 Gunungsitoli Tahun 2020
No Pengetahuan Frekuensi (f) Persentase (%)
1 Baik 11 36,7
2 Cukup 13 43,3
3 Kurang 6 20,0
Total 30 100
Berdasarkan tabel 5.2 dapat dilihat berdasarkan kategori pengetahuan remaja tentang tujuan sadari menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup tentang tujuan sadari sebanyak 13 orang (43,3%), pengetahuan baik tentang sadari sebanyak 11 orang (36,7%), dan pengetahuan kurang tentang tujuan sadari sebanyak 6 orang (20,0%).
Tabel 5.3 Distribusi Pengetahuan Responden Remaja Tentang Waktu Pemeriksaan Sadari di SMP N 3 Gunungsitoli
No Pengetahuan Frekuensi (f) Persentase (%)
1 Baik 3 10,0
2 Cukup 18 60,0
3 Kurang 9 30,0
Total 30 100
Berdasarkan tabel 5.3 dapat dilihat berdasarkan kategori pengetahuan remaja tentang waktu pelaksanaan sadari menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup tentang waktu pemeriksaan sadari sebanyak 18
STIKes Santa Elisabeth Medan
34STIKes Santa Elisabeth Medan
orang (60,0%), pengetahuan baik tentang waktu pemeriksaan sadari sebanyak sebanyak 3 orang (10,0%), dan pengetahuan kurang tentang sadari sebanyak 9 orang (30,0%).
Tabel 5.4 Distribusi Pengetahuan Responden Remaja Tentang Pelaksanaan Sadari di SMP N 3 Gunungsitoli
No Pengetahuan Frekuensi (f) Persentase (%)
1 Baik 1 3,3
2 Cukup 16 53,3
3 Kurang 13 43,3
Total 30 100
Berdasarkan tabel 5.4 dapat dilihat berdasarkan kategori pengetahuan remaja tentang pelaksanaan sadari menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup tentang pelaksanaan sadari sebanyak 16 orang (53,3%), pengetahuan baik tentang pelaksanaan sadari sebanyak 1 orang (3,3%), dan pengetahuan kurang tentang pelaksanaan sadari sebanyak 13 orang (43,3%).
5.3 Pembahasan Hasil Penelitian
Pada penelitian ini ditinjau dari pengetahuan tentang pengertian sadari diperoleh bahwa mayoritas remaja putri di SMP N 3 gunungsitoli berpengetahuan cukup sebanyak 13 orang (43,3%) dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 9 orang (30,0), berpengetahuan baik sebanyak 8 orang (26,7%). Berdasarkan pengetahuan tentang tujuan sadari terdapat, sebanyak 13 orang berpengetahuan cukup (43,3%), sabanyak 11 orang berpengetahuan baik (36,7%), dan sebanyak 6 orang berpengetahuan kurang (20,0%), berdasarkan pengetahuan tentang waktu pemeriksaan sadari terdapat, sebanyak 18 orang berpengetahuan cukup ( 60,0%), sabanyak 9 orang berpengetahuan kurang (30,0), dan sebanyak 3 orang
STIKes Santa Elisabeth Medan
35STIKes Santa Elisabeth Medan
berpengetahuan baik (10,0%), dan berdasarkan pengetahuan tentang pelaksanaan sadari terdapat, sebanyak 16 orang berpengetahuan cukup ( 53,3%), sabanyak 13 orang berpengetahuan kurang (43,3%), dan sebanyak 1 orang berpengetahuan baik (3,3%)
5.3.1 Deskripsi Pengetahuan Remaja Tentang Pengertian Sadari DI SMP N 3 Gunungsitoli Tahun 2020
Pada penelitian ini menunjukkan bahwa remaja di SMP N 3 Gunungsitoli Mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 13 orang (43,3%), berpengetahuan kurang sebanyak 9 orang (30,0), dan berpengatahuan baik sebanyak 8 orang (26,7).
Penelitian ini sejalan dengan penelitian dini rahmayani dkk, dengan judul Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) di SMP Anggrek Banjarmasin 2017. Pada penelitian yang dilakukan dini dkk, bahwa 10 responden berpengetahuan baik (14,29%), 31 responden berpengetahuan cukup (44,19%), dan 29 responden bepengetahuan kurang (41,42%).
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan ayu rahayu duwila di dusun pedes argomulyosedayu bantul yoygyakarta tahun 2016 yang mendapati hasil mayoritas memiliki tingkat pengetahuan cukup dengan uraian sebagai berikut: 9 responden berpengetahuan baik (15,1%), 37 responden berpengetahuan cukup (61,6%), dan 14 responden berpengetahuan kurang (23,3%) .
Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi setelah
STIKes Santa Elisabeth Medan
36STIKes Santa Elisabeth Medan
orang melalui panca indra manusia, yakni : indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperolah melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (overt behavior). Dari pengalaman penelitian tertulis bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Nursalam,2014).
Pengetahuan adalah mrupakan hasil menggingat suatu hal, termasuk menggingat kembali kejadian yang pernah dialami baik secara sengaja maupun tidak sengaja dan ini terjadi setelah orang melakukan kontak atau pengamatan terhadap suatu objek tertentu (Mubarok,dkk 2007).
Sadari adalah pemeriksaan payudara sendiri yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kanker dalam payudara wanita. Pemeriksaan ini dilakukan oleh wanita berumur 20 tahun (Olfah&dkk,2019)
Pemeiksaan Payudara sendiri (sadari) untuk mendeteksi kanker payudara adalah cara termudah dan termurah mengetahui adanya benjolan yang kemungkinan besar berkembang menjadi kanker ganas.
Pemeriksaan Payudara Sendiri (sadari) adalah pemeriksaan payudara sendiri untuk dapat menemukan adanya benjolan abnormal. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sendiri tanpa harus pergi ke petugas kesehatan dan tanpa harus mengeluarkan biaya.
Menurut asumsi peneliti, bahwa tingkat pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan cukup, hal ini menunjukkan dikarenakan remaja tersebut tidak penah mecari tau tentang sadari di sosial media.
STIKes Santa Elisabeth Medan
37STIKes Santa Elisabeth Medan
5.3.2 Deskripsi Pengetahuan Remaja Tentang Tujuan Sadari Di SMP N 3 Gunungsitoli
Pada penelitian ini menunjukkan bahwa remaja di SMP N 3 Gunungsitoli mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 13 orang (43,3%), berpengetahuan baik sebanyak 11 orang (36,7%), dan berpengetahuan kurang sebanyak 6 orang (20,0%).
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan angesti nugraheni dengan judul Hubungan tingkat penegathuan tentang sadari dengan perilaku sadari sebagai deteksi dini kanker payudara pada mahasiswi Div kebidanan fk uns di universitas sebelas maret di surakarta tahun 2010 yang mendapati hasil mayoritas memiliki tingkat pengetahuan cukup dengan uraian sebagai berikut : 17 responden berpengetahuan baik (18,28%%), 45 responden berpengetahuan cukup (48,38%), dan 5 responden berpengetahuan kurang (5,38%) .
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maryatul Fauziah di SMA Kolombo Depok Sleman yang berjudul “ Gambaran tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan payudara sendiri (sadari) pada remaja putri di SMA kolombo depok sleman Tahun 2017 yang mendapati hasil, 29 responden berpengetahuan cukup (47,5%), 24 responden berpengetahuan baik (39,3%), 8 responden berpengetahuan kurang (13,1%).
Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi setelah orang melalui panca indra manusia, yakni : indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperolah melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam
STIKes Santa Elisabeth Medan
38STIKes Santa Elisabeth Medan
membentuk tindakan seseorang (overt behavior). Dari pengalaman penelitian tertulis bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Nursalam,2014).
Pengetahuan adalah merupakan hasil mengingat suatu hal, termasuk mengingat kembali kejadian yang pernah dialami baik secara sengaja maupun tidak sengaja dan ini terjadi setelah orang melakukan kontak atau pengamatan terhadap suatu obyek tertentu (Mubarok, dkk, 2007).
Tujuan dilakukannya pemeriksaan kanker payudara adalah untuk dapat menemukan adanya benjolan abnormal. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sendiri tanpa harus pergi ke petugas kesehatan dan tanpa harus mengeluarkan biaya.
Dengan melakukan deteksi dini seperti sadari diperlukan minat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup serta menjaga kualitas hidup untuk lebih baik (Rinawati&Mulyani,2018)
Menurut Nisman (2011) tujuan sadari sangat perlu dilakukan dengan bertujuan mengurangi kejadian kanker payudara sebagai berikut.
1. Sadari hanya mendeteksi secara dini kanker payudara, bukan untuk mencegah kanker payudara. Dengan adanya deteksi dini maka kanker payudara dapat terseteksi pada stadium awal sehingga pengobatan dini akan memperpanjang harapan hidup penderita kanker payudara.
2. Menurunkan angka kematian penderita karena kanker yang ditemukan pada stadium awal akan memberikan harapan hidup lebih lama
STIKes Santa Elisabeth Medan
39STIKes Santa Elisabeth Medan
Menurut asumsi peneliti, bahwa tingkat pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan cukup, hal ini menunjukkan bahwa kurangnya informasi remaja tentang tujuan sadari.
5.3.3 Deskripsi Pengetahuan Remaja Tentang Waktu Periksaan Sadari Di SMP N 3 Gunungsitoli
Pada penelitian ini menunjukkan bahwa remaja di SMP N 3 Gunungsitoli Mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 18 orang (60,0%), berpengetahuan kurang sebanyak 9 orang (30,0), dan berpengatahuan baik sebanyak 3 orang (30,0%).
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan tita restu dan ria armalina, dengan judul Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Periksa Payudara Sendiri Tahun 2015. Pada penelitian yang dilakukan bahwa, 10 reponden berpengetahuan baik (47,62%), 9 responden berpengetahuan cukup (42,86%), dan 2 responden berpengetahuan kurang (9,52%). Presentase menunjukkan bahwa banyak responden yang memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang waktu pelaksanaan sadari.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Sri handayani dan Sari Sudarmiati, dengan judul Pengetahuan Remaja Putri Tentang Cara Melakukan Sadari Tahun 2012. Pada penelitian yang dilakukan bahwa, 74 responden berpegetahuan kurang (36,6%), 95 responden berpengetahuan cukup (47,0%), 15 responden berpengetahuan baik (7,4%).
Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi setelah orang melalui panca indra manusia, yakni : indra penglihatan, pendengaran,
STIKes Santa Elisabeth Medan
40STIKes Santa Elisabeth Medan
penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperolah melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (overt behavior). Dari pengalaman penelitian tertulis bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Nursalam,2014).
Pengetahuan adalah merupakan hasil mengingat suatu hal, termasuk mengingat kembali kejadian yang pernah dialami baik secara sengaja maupun tidak sengaja dan ini terjadi setelah orang melakukan kontak atau pengamatan terhadap suatu obyek tertentu (Mubarok, dkk, 2007).
Pengetahuan remaja puteri tentang kapan/waktu pemeriksaan payudara sendiri (Sadari). Waktu yang terbaik sadari adalah hari terakhir masa haid 7-10 hari setelah haid, karena payudara akan terasa lebih lunak dan longgar sehingga memudahkan perabaan (Bustan, 2011).
Sadari dilakukan pada sekitar 7-14 hari setelah awal siklus menstruasi karena pada masa itu retensi cairan minimal dan payudara dalam keadaan lembut, tidak keras, membengkak, sehingga tidak ada pembengkakan akan lebih mudah ditemukan. Wanita yang dianjurkan untuk melakukan sadari adalah pada saat wanita sejak pertama mengalami haid. Pemeriksaan sadari ini dapat dilakukan : 1. Ketika mandi
Pemeriksaan payudara sewaktu mandi. Tangan dapat lebih mudah bergerak pada kulit yang basah. Mulailah dengan melakukan pijatan dibawah ketiak &
berputar (kearah dalam) dengan menggerakkkan ujung jari-jari anda. Lakukan pemijatan ini pada kedua payudara
STIKes Santa Elisabeth Medan
41STIKes Santa Elisabeth Medan
2. Berbaring
Berbarig dan letakkan sebuah bantal kecil dibawah pundak kanan (untuk memeriksa payudara kiri). Letakkan tangan kanan anda di bawah kepala. Cara pemeriksaan sama dengan saat mandi. (Rinawati & Mulyani, 2018).
Waktu yang tepat untuk periksa payudara sendiri adalah satu minggu setelah haid. Jika siklus haid telah berhenti, maka sebaiknya dilakukan periksa payudara sendiri pada waktu yang sama setiap bulannya dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukannya tidak lebih dari 5 menit.
Menurut asumsi peneliti, bahwa tingkat pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan cukup, hal ini menunjukkan bahwa kurangnya keigintauan remaja tentanng waktu pelaksanaan sadari.
5.3.4 Deskripsi Pengetahuan Remaja Tentang Pelaksanaan Sadari Di SMP N 3 Gunungsitoli
Pada penelitian ini menunjukkan bahwa remaja di SMP N 3 Gunungsitoli Mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 16 orang (53,3%), berpengetahuan kurang sebanyak 13 orang (43,3), dan berpengatahuan baik sebanyak 1 orang (3,3%).
Penelitian ini sejalan dengan penelitian ayu rahayu duwila, dengan judul Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Sadari (Pemeriksaan Payudara Sendiri) di dusun Pedes Argomulyosedayu Bantul Yogyakarta 2016.
Pada penelitian yang dilakukan bahwa, 20 reponden berpengetahuan baik (33,3%), 22 responden berpengetahuan cukup (36,7%), dan 18 responden berpengetahuan kurang (30,0%). Presentase menunjukkan bahwa banyak
STIKes Santa Elisabeth Medan
42STIKes Santa Elisabeth Medan
responden yang memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang pelaksanaan sadari.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Erna Damayanti, dengan judul Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Di Kelas X SMA Muhamadiyah 3 Yogyakartata Tahun 2017. Pada Penelitian yang dilakukan bahwa, 14 responden berpengetahuan baik (25%), 26 responden berpengetahuan cukup (46,4%), 16 responden berpengetahuan kurang (28,6%). Presentase menunjukkan bahwa banyak responden yang memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang pelaksanaan sadari.
Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi setelah orang melalui panca indra manusia, yakni : indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperolah melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (overt behavior). Dari pengalaman penelitian tertulis bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Nursalam,2014).
Pengetahuan adalah merupakan hasil mengingat suatu hal, termasuk mengingat kembali kejadian yang pernah dialami baik secara sengaja maupun tidak sengaja dan ini terjadi setelah orang melakukan kontak atau pengamatan terhadap suatu obyek tertentu (Mubarok, dkk, 2007).
Cara melakukan sadari menurut Hendra (2010) ada dua cara pemeriksaan yaitu dengan berdiri didepan cermin dan berbaring. Berdiri di depan cermin untuk
STIKes Santa Elisabeth Medan
43STIKes Santa Elisabeth Medan
melihat bentuk dan besarnya payudara, perubahan punting susu, serta kulit payudara di depan cermin. Sedangkan dengan cara berbaring yaitu memeriksa seluruh bagian payudara secara vertikal, dari tulang selangka di bagian atas kebagian bawah dan bergerak sekeliling payudara dengan memperhatikan benjolan yang luar biasa.
Langkah-langkah tahapan pemeriksaan payudara sendiri dapat dilakukan berbagai macam semasa mandi, berdiri dihadapan cermin dan berbaring tempat di tidur supaya membuat kenyamanan anda untuk malakukan sadari dalam setiap bulan untuk mengurangi kematian akibat kanker payudara karena terlambat mendeteksi dini kanker payudara.
Menurut Mulyani (2013) jenis pencegahan kanker payudara dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan bahkan bisa dilakukan sendiri dan secara dini terutama oleh remaja puteri yaitu dengan pemeriksaan payudara sendiri (sadari). Pencegahan kanker payudara adalah untuk menemukan kanker dalam stadium dini sehingga pengobatanya menjadi lebih baik. Memahami pengetahuan tentang kanker payudara sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya penyakit kanker payudara.
Menurut asumsi peneliti, bahwa tingkat pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan cukup, hal ini menunjukkan bahwa kurangnya sumber informasi tentang sadari.
STIKes Santa Elisabeth Medan
44STIKes Santa Elisabeth Medan
BAB 6
SIMPULAN DAN SARAN
6.1 Simpulan
1. Dari hasil penelitian berdasarkan pengetahuan remaja tentang pengertian sadari dapat disimpulkan bahwa dari 30 responden sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 13 orang (43,3%), berpengetahuan kurang sebanyak 9 orang (30,0%), dan berpengetahuan baik sebanyak 8 orang (26,7%).
2. Dari hasil penelitian Pengetahuan remaja tentang tujuan sadari dapat disimpulkan bahwa responden sebagian besar responden berpengetahuan cukup sebanyak 13 orang (43,3%), berpengetahuan baik 11 orang (36,7%), berpengetahuan kurang 6 (20,0%).
3. Dari hasil penelitian Pengetahuan remaja tentang waktu pelaksanaan sadari dapat disimpulkan bahwa responden sebagian besar yang berpengetahuan cukup sebanyak 18 orang (60,0%), bepengetahuan kurang sebanyak 9 orang (30,0%), berpengetahuan baik sebanyak 3 orang (10,0%) 4. Dari hasil penelitian Pengetahuan remaja tentang pelaksanaan sadari dapat disimpulkan bahwa responden sebagian besar yang pengetahuan cukup sebanyak 16 orang (53,3%), berpengetahuan kurang sebanyak 13 orang (43,3%), berpengetahuan baik sebanyak 1 orang (3,3%)
44
STIKes Santa Elisabeth Medan
45STIKes Santa Elisabeth Medan
6.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan saran sebagai berikut :
1. Bagi Tenaga Kesehatan
Bagi tenaga kesehatan diharapkan agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan dengan membuat youtobe tentang sadari, dan membuat tik tok tentang sadari
2. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan agar institusi pendidikan menambah menambah literatur atau bahan refrensi terbaru tentang perawatan payudara serta mengikutsertakan mahasiswa kebidanan dalam memberikan penyuluhan.
3. Bagi Remaja
Diharapkan agar remaja yang ada di wilayah kota gunungsitoli, mencari informasi melalui you tobe agar memanfaatkan you tobe dalam mencari informasi tentang sadari
4. Bagi Peneliti
Diharapkan melakukan penelitian lebih lanjut dengan pengembangan variabel penelitian dan jumlah responden yang lebih banyak sehingga akan diperoleh hasil yang lebih baik dan juga dapat melakukan penelitian terkait media-media informasi seperti, efektivitas media tik tok
STIKes Santa Elisabeth Medan
46STIKes Santa Elisabeth Medan
DAFTAR PUSTAKA
Angrainy Rizka. (2017). Hubungan Pengetahuan Sikap Tentang Sadari Dalam Mendeteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja. Journal Endurance 2 (2) 232-238
Armalina Ria & Restu Tita. (2015). Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Periksa Payudara Sendiri (Sadari) Yogyakarta 1-6
Damayanti Erna. (2017). Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Di kelas X SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta 1-5
Fauziah Maryatul. (2017). Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Remaja Putri Di SMA Kolombo Depok Sleman Yogyakarta 1-7
Hidayat, Alimul, Aziz. (2014). Metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.
Lestari Rahyuning R Tri & ddk. (2019). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri. BMJ 1 (6) 50-57
Lubis Ladunni Utama. (2017). Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Dengan Perilaku Sadari. Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (1) 81- 86
Mulyani & Rinawati. (2018). Kanker Payudara Dan PMS Pada Kehamilan.
Yogyakarta: Penerbit Nuha Medika
Olfah &dkk. (2019). Kanker Payudara & Sadari. Yogyakarta: Penerbit Nuha Medika
Putri Andika Lolita Etri & ddk. (2015). Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Di SMP Anggrek Banjarmasin 1-6
Santrock W Jhon. (2007). Remaja. Jakarta: Erlangga.
Saryono & Pramitasari Dyah Roischa. (2018). Perawatan Payudara. Yogyakarta:
Penerbit Nuha Medika
Wawan, A. & M, Dewi. (2019). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Penerbit Nuha Medika
46
STIKes Santa Elisabeth Medan
47STIKes Santa Elisabeth Medan
INFORMED CONSENT
(Persetujuan Keikutsertaan Dalam Penelitian) Yang bertanda tangan dibawah ini saya
Tanggal :
Nama/Inisial :
Umur :
Dengan ini saya bersedi menjadi responden pada penelitian dengan judul
“Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Siswi Kelas VII-I Tentang Sadari Di SMP N 3 Gunungsitoli Tahun 2020”. Menyatakan bersedia/tidak bersedia menjadi responden dalam pengambilan data untuk penelitian ini dengan catatan bila suatu waktu saya merasa dirugikan dalam bentuk apapun, saya berhak membatalkan persetujuan ini. Saya percaya apa yang akan saya informasikan dijamin kerahasiaannya.
Medan, Juli 2020 Yang Membuat Pernyataan
( )
STIKes Santa Elisabeth Medan
48STIKes Santa Elisabeth Medan
IDENTITAS RESPONDEN Nama Responden
………..
Tanggal Lahir/Umur
………..
Alamat Tempat Tinggal
………..
Kuesioner
Petunjuk pengisisian
a. Bacalah pertanyaan dengan baikdan teliti sebelum menjawab pertanyaan b. Berikan tanda kolom benar apabila pertanyaan tersebut anda anggap benar c. Untuk kelancaran penelitian, mohon isilah jawaban sesuai dengan
pengetahuan dan pemahaman anda d. Kerahasian jawaban anda kami jamin.
Pertanyaan Pengertian
1. Cara deteksi dini kanker payudara yang dapat dilakukan sendiri disebut...
a. Sendiri b. Bersama c. Sadari
2. parawatan payudara sendiri dapat dilakukan....
a. Sendiri b. Sadari c. Bersama
3. Perawatan payudara sangat....dilakukan a. Sulit
b. Mudah c. Bersama
4. Pemeriksaan sadari dapat dilakukan oleh...
a. Bayi b. Laki-laki
c. Wanita >11 tahun
5. Sadari adalah pemeriksaan payudara....
a. Sedari dulu b. Sendiri c. Bersama Pertanyaan tujuan umum
6. Tujuan utama sadari adalah...
a. Untuk mengetahui apakah ada benjolan pada payudara b. Untuk mengetahui ada tidaknya asi
c. Untuk mengetahui adanya cairan