Bab V Bab V SIMPULAN DAN SARAN
C. Kerangka Pikir
27
3. Hubungan Variabel Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM
Inklusi keuangan atau akese terhadap produk dan layanan jasa keuangan berorientasi pada peringkat dan hasil aksebilitas pendanaan. Akses keuangan dapat diartikan pula sebagai kefektifan layanan perbankan pada pelaku UMKM. Menurut Okello (2017), adanya sumber daya pendanaan merupakan sumber daya ekonomi yang potensial yang dapat digunakan perusahaan dalam mengembangkan usahanya.
Tentunya terkait dengan teori Resources Based View yang menekankan pada pandangan dasar sumber daya, dibutuhkan adanya kemampuan dalam pengelolaan sumber daya tersebut agar dapat meraih keunggulan kompetitif. Pengetahuan diindikasikan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya keuangan ini untuk tujuan pertumbuhan perusahaan (Aqidah dan Fitria, 2019).
Owusu et al (2019) mengungkapkan bahwa literasi keuangan dan ketersediaan sumber keuangan dapat meningkatnya pertumbuhan UMKM di Ghana. Lebih lanjut Owusu et al (2019) mengatakan bahwa ketersediaan sumber daya keuangan akan lebih bernilai ketika sumber daya tersebut dikelola dengan layak untuk menghasilkan output yang baik yang tercermin pada pertumbuhan usaha. Semakin baik literasi keuangan maka semakin mendorong kemudahan akses keuangan terhadap pertumbuhan UMKM.
Penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang membuktikan hubungan literasi keuangan terhadap akses dan pertumbuhan UMKM yakni penelitian Okello et al (2017) dan Adomako, et al (2015) Sanistasya, (2019) dan Yanti (2019).
28
Berdasarkan uraian diatas, maka kerangka pikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual D. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori (Sugiyono, 2014:132). Berdasarkan uraian latar belakang dan penelitian terdahulu, yang telah dijabarkan dalam kerangka pikir dan kerangka konseptual, maka hipotesis yang diajukan adalah:
1. Peran sektor UMKM dalam mendukung pertumbuhan perekonomian mengharuskan adanya penguatan UMKM. Salah satu bentuk penguatan UMKM adalah dengan meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan melalui literasi keuangan. Hasil penelitian dilakukan oleh Sanistasya (2019), Sari (2019), Suryani (2017), Dewi dan rahman (2018) dan Sabana (2014), menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM.
Literasi Keuangan
Inklusi Keuangan
Kinerja UMKM
29
H1 = Literasi Keuangan berpengaruh positif dan siginifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Makassar
2. UMKM masih sulit dalam mengembangkan usaha mereka karena kesulitan modal. Untuk mengatasi masalah permodalan tersebut salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan inklusi keuangan. Hasil penelitian dilakukan oleh Sanistasya (2019), Yanti (2019), Riwayati (2017) menyatakan bahwa inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan.
H2 = Inklusi Keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Makassar
3. UMKM sering mengalami keterlambatan dalam perkembangannya, hal ini disebabkan berbagai masalah konvensional yang tidak terselesaikan secara tuntas seperti masalah kapasitas SDM, kepemilikan, pembiayaan, pemasaran dan berbagai masalah lain yang berkaitan dengan pengelolaah usaha. Oleh karena itu, upaya strategis diperlukan untuk meningkatkan kinerja UMKM.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memperkaya pengetahuan pelaku UMKM terhadap pengetahuan keuangan dan peningkatan akses layanan jasa keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh Sanistasya, (2019) dan Yanti (2019), menyatakan bahwa literasi keuangan dan inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM.
H3 =Literasi keuangan dan inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Makassar.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian ini dilakukan pada UMKM yang tersebar di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2020.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sugiyono (2017:136) populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah UMKM yang berada di Kota Makassar sebanyak 2.683 UMKM.
2. Sampel
Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan menggunakan teknik non- probability sampling dengan objek penelitian adalah pelaku UMKM sector retail atau eceran yang tersebar di 15 Kecamatan di Kota Makassar. Menurut Sugiyono (2017:142) teknik non-probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur anggota (populasi) untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik
31
ini digunakan karena populasi terlalu banyak dan keterbatasan waktu yang peneliti punya. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Jumlah sampel diambil berdasarkan rumus Slovin:
π = π 1 + π (π)2 Dimana:
n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi e = Tingkat kesalahan
Dalam laporan kinerja UMKM di Kota Makassar jumlah UMKM yang aktif ada sebanyak 2.683 unit. Maka populasi N= 2.683 dengan asumsi tingkat kesalahan (e)= 10%, maka jumlah sampel yang harus digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Sebagai berikut :
π = π
1 + π (π)2 = 2.683
1 + 2.683 (0.1)2= 96,4 dibulatkan menjadi 100 Jadi, perhitungan diatas untuk mengetahui ukuran sampel dengan tingkat kesalahan 10% adalah sebanyak 100 responden maka sampel dalam penelitian ini dianggap sudah resprentative secara teknis.
Penulis menggunakan teknik menyebaran kuesioner dengan cara convenience sampling. Menurut Asra (2015:77) convenience sampling merupakan cara pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara sederhana
32
yaitu dengan mengambil unit pengamatan yang dijumpai atau dengan sedapatnya saja.
Penentuan jumlah sampel disetiap wilayah:
π = ππππ’πππ π πππΎπ π ππ‘π’ π€ππππ¦πβ
ππππ’πππ π ππ’πππβ πππΎπ ππ πΎππ‘π πππππ π ππ π₯ π½π’πππβ π πππππ Penentuan jumlah sampel disetiap Kecamatan di Kota Makassar adalah sebagai berikut :
1. Mariso : 517
2683π₯ 100 = 19,2 dibulatkan 19 2. Mamajang : 81
2683π₯ 100 = 3 3. Tamalate : 157
2683π₯ 100 = 5,4 dibulatkan 5 4. Makassar : 149
2683π₯ 100 = 5,3 dibulatkan 5 5. Ujung Pandang : 364
2683π₯ 100 = 13,2 dibulatkan 13
6. Wajo : 25
2683π₯ 100 = 0,9 dibulatkan 1 7. Bontoala : 381
2683π₯ 100 = 14,2 dibulatkan 14 8. Ujung Tanah : 8
2683π₯ 100 = 0,2 dibulatkan 0
9. Tallo : 82
2683π₯ 100 = 3 10. Panankkukang : 176
2683π₯ 100 = 6,5 dibulatkan 7 11. Biringkanaya : 63
2683π₯ 100 = 2,3 dibulatkan 2 12. Tamalanrea : 25
2683π₯ 100 = 0,9 dibulatkan 1
33
13. Rappocini : 408
2683π₯ 100 = 15,2 dibulatkan 15 14. Manggala : 323
2683π₯ 100 = 12 15. Sangkarrang : 5
2683π₯ 100 = 0,1 dibulatkan 0 Hasil diatas dapat disimpulkan dalam table berikut ini :
Tabel 3.1
Jumlah Sampel UMKM Per Kecamatan No Kecamatan Jumlah Sampel UMKM
1 Mariso 19
2 Mamajang 3
3 Tamalate 5
4 Makassar 5
5 Ujung Pandang 13
6 Wajo 1
7 Bontoala 14
8 Ujung Tanah 0
9 Tallo 3
10 Panakkukang 7
11 Biringkanaya 2
12 Tamalanrea 1
13 Rappocini 15
14 Manggala 12
15 Sangkarrang 0
TOTAL 100
Sumber : data diolah, 2021 C. Jenis dan Sumber Data
Jenis data menurut sifatnya sebagai berikut (Sugiyono, 2003 : 14) :
1. Data kualitatif, yaitu data yang disajikan dalam bentuk kata verbal bukan dalam bentuk angka.1 yang termasuk data kualitatif dalam penelitian ini yaitu
34
gambaran umum obyek penelitian, Dalam penelitian ini berupa latar belakang dan data-data lain yang diambil dari dokumen organisasi.
2. Data kuantitatif adalah jenis data yang dapat diukur atau dihitung secara langsung, yang berupa informasi atau penjelasan yang dinyatakan dengan bilangan atau berbentuk angka
Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto, 2010:129). Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yaitu:
1. Data Primer
Data primer menurut Kriyantono (2012:41), adalah sumber data pertama dimana sebuah data dihasilkan. Pada penelitian ini, penulis memperoleh data melalui hasil pengisian kuesioner.
2. Data Sekunder
Menurut Sugiyono (2017:219), data sekunder yaitu sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen. Data sekunder ini digunakan untuk melengkapi atau mendukung data primer. Data sekunder yang didapatkan penulis berasal dari jurnal, artikel, media internet dan buku yang berkaitan dengan topik penelitian ini.