BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Kerangka Pikir
Motivasi dapat diartikan sebagai suatu pendorong atau daya penggerak yang menjadi motif seseorang dalam menjalankan aktivitas-aktivitas seseorang di pengaruhi oleh tujuan yang menjadi motif mengapa seseorang melakukan aktivitas tersebut. Motivasi juga erat kaitannya dengan kualitas pelayanan yang terdapat pada Kantor Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Dalam hal ini peneliti ingin melihat seberapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kualitas pelayanan di Kantor Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Untuk melihat sebarapa besar pengaruh motivasi terhadap kualitas pelayanan di Kantor Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar maka peneliti memilih indikator motivasi yaitu: prestasi, promosi, penghargaan, dan tanggung jawab. Sedangkan untuk indikator kualitas pelayanan publik maka peneliti memilih indikator yaitu:
kesopanan, kompetensi, responsivitas, dan reliabilitas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan kerangka pikir.
22
Bagan Kerangka Pikir
Pengaruh Motivasi terhadap Kualitas Pelayanan
Gambar 2.1 Kerangka Pikir C. Defenisi Operasional
Berdasarkan kerangka pikir diatas maka defenisi operasional yaitu:
1. Prestasi
Merupakan suatu pencapaian yang baik dari hasil usaha yang telah di lakukan oleh pegawai Kecamatan Mappakasunggu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yang sangat erat kaitannya dengan kualitas kerja, kuantitas kerja, keandalan, dan sikap pegawai.
KUALITAS PELAYANAN
PUBLIK 1. Kesopanan 2. Kompetensi 3. Responsivitas
4. Reliabilitas MOTIVASI
1 .Prestasi 2. Promosi 3. Penghargaan 4. Tanggung jawab
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
23 2. Promosi
Pemberian kenaikan jabatan kepada seorang pegawai Kecamatan Mappakasunggu dari jabatan yang rendah ke jabatan yang tinggi. Misalnya apabila ada seorang pegawai yang memiliki kemampuan yang lebih dari jabatan yang di milikinya dan pantas untuk mendapatkan jabatan yang lebih dari yang di dapatkannya sekarang maka pantas untuk di promosikan baik secara sementara, tetap, kecil dan promosi kering.
3. Penghargaan
Penghargaan merupakan pemberian bentuk apresiasi kepada seorang pegawai atas pencapaian yang telah di raihnya yang dinilai sangat baik. Misalnya apabila pegawai telah melakukan suatu pencapaian yang baik didalam menjalankan tugas-tugasnya maka patut untuk di berikan penghargaan baik dalam bentuk finansial, non finansial, reward, dan psychic reward.
4. Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran para pegawai Kecamatan Mappakasunggu akan tingkah laku atau perbuatan yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja. Misalnya kesadaran para pegawai akan tugas yang di milikinya maka pegawai tersebut senantiasa sepenuh hati dan selalu melakukan yang terbaik dalam menjalankan tugas-tugasnya.
24 5. Kesopanan (Courtesy)
Yaitu sikap pegawai Kecamatan Mappakasunggu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang meliputi tutur kata yang baik, keramahan dan senyuman.
6. Kompetensi (Competence)
Meliputi bagaimana kemampuan petugas Kecamatan Mappakasunggu dalam melayani masyarakat, apakah ada pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pegawai sesuai perkembangan tugas.
7. Responsivitas (Responsiveness)
Yaitu pegawai Kecamatan Mappakasunggu harus cepat dan tanggap didalam memberikan respon apabila ada permintaan pemberian pelayanan dari masyarakat.
8. Reliabilitas (Reliability)
Meliputi sejauh mana informasi yang diberikan kepada masyarakat tepat dan dapat dipertanggung jawabkan. Artinya pegawai di Kecamatan Mappakasunggu didalam memberikan pelayanan maka harus sesuai dengan kapasitasnya dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
D. Hipotesis
Berdasarkan jumlah pustaka telah di kemukakan Maka hipotesis dalam penelitian ini adalah :
25 1. Hipotesis Nol (ho)
Tidak ada pengaruh antara pariabel motivasi dengan variabel kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
2. Hipotesis Alternatif (ha)
Ada pengaruh antar variabel motivasi dangan variabel kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
26 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan yaitu dari tanggal 16 November 2019 sampai dengan tanggal 16 Januari 2020, Lokasi penelitian berada di Kantor Kecamatan Mappakasunggu karena peneliti melihat kurangnya tingkat motivasi kerja pegawai sehingga menarik untuk diteliti.
B. Jenis dan Tipe Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan alasan karena peneliti inggin melihat seberapa besar pengaruh motivasi terhadap kualitas pelayanan di Kantor Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
Adapun tipe penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif. Alasan peneliti menggunakan tipe penelitian ini karena peneliti ingin mendeskripsikan pengaruh motivasi terhadap kualitas pelayanan yang ada pada Kantor Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
C. Populasi dan Sampel P = populasi
S = sampel
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 3850 orang yang terdiri dari 20 orang pegawai pada Kantor Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar dan 3830 orang dari masyarakat Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
25
27 D. Teknik Pengambilan Sampel
Dikarenakan jumlah populasi yang begitu besar, maka peneliti memutuskan untuk mengambil sampel menggunkan rumus Burhan Bungin yaitu:
N n =
N.d 2 + 1 Keterangan Rumus:
n = ukuran sampel N = ukuran populasi
d = nilai presisi/ketepatan meramalkan
Berdasarkan rumus yang telah digunakan, maka sampel penelitian ini berjumlah 77 orang. Yang terdiri dari 20 orang pegawai Kecamatan Mappakasunggu dan 57 orang dari masyarakat Kecamatan Mappakasunggu.
Teknik penentuan pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik Simple Random Sampling.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dipilih adalah dengan menggunakan kuesioner (angket) menggunakan bentuk checklist. Guna membantu responden di Kantor Kecamatan Mappakasunggu untuk menjawab dan mengisi kuesioner dengan mudah dan cepat dengan memberi tanda check(√) pada tempat yang telah disediakan.
Peneliti membuat 2 (dua) buah kuesioner untuk penelitian ini, satu kuesioner untuk memperoleh data terkait motivasi (variabel X) dan satu kuesioner untuk memperoleh data terkait kualitas pelayanan (variabel Y). Kedua kuesioner
28
tersebut peneliti berikan kepada pegawai atau responden yang berada di Kantor Kecamatan Mappakasunggu Guna mempermudah proses pembuatan kuesioner maka terlebih dahulu peneliti membuat kisi-kisi instrumen penelitian (lihat Lampiran).
Kuesioner dilengkapi dengan skala pengukuran untuk menghasilkan data kuantitatif. SkalaLikert digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi pegawai atau responden di Kantor Kecamatan Mappakasunggu tentang variabel motivasi dan variabel kualitas pelayanan Ada 5 (lima) pilihan jawaban pada setiap item pertanyaan, yaitu:
1. Jawaban Sangat Setuju (SS) : diberi skor 5 2. Jawaban Setuju (S) : diberi skor 4 3. Jawaban Ragu-Ragu (RR) : diberi skor 3 4. Jawaban Tidak Setuju (TS) : diberi skor 2 5. Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS): diberi skor 1
Kuesioner penelitian yang dibuat oleh peneliti ini akan diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dan sesudah penelitian. Uji validitas dilakukan untuk menguji keakuratan/ kevalidan kuesioner penelitian, sedangkan uji reliabilitas dilakukan untuk menguji kehandalan/ konsistensi kuesioner penelitian. Peneliti akan melakukan uji validitas dengan menggunakan bantuan software SPSS version 24.0. Pengujian validitas cukup dengan membandingkan nilai rhitung
dengan nilai rtabel Product Moment (lihat Lampiran). Jika nilai rhitung≥ rtabel maka indikator atau pertanyaan kuesioner dikatakan valid, begitupula sebaliknya. Data juga dikatakan valid jika nilai sig. (2-tailed) data <0.05
29
Peneliti akan melakukan uji reliabilitas dengan menggunakan bantuan software SPS version 24.0. Pengujian realibilitas cukup dengan membandingkan
ralpha atau angka cronbach alpha dengan nilai 0,7.Jika ralpha atau angka cronbach alpha ≥ 0,7 maka indikator atau pertanyaan kuesioner dikatakan reliabel, begitupula sebaliknya.
F. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan beberapa teknik analisis data, yaitu:
1. Teknik Analisis Statistik Deskriptif
Teknik analisis statistik deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data kuesioner yang telah terkumpul dari jawaban responden pada Kantor Kecamatan Mappakasunggu sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (generalisasi).
Teknik analisis statistik deskriptif yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa tabel, perhitungan modus, median, mean (pengukuran tendensi sentral), perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, serta perhitungan persentase (%). Penentuan persentase dari perolehan data hasil kuesioner dari masing-masing variabel menggunakan rumus perhitungan persentase:
% = x 100%
Keterangan rumus:
n = Skor yang diperoleh N = Skor ideal
% = Persentase
30
Data yang sudah dipersentasekan lalu ditafsirkan dengan kalimat-kalimat yang bersifat kualitatif, dimana hasil persentase itu dapat digolongkan sebagaimana terlihat pada Tabel 3.1:
Tabel 3.1. Kriteria Jawaban Responden
Persentase Jawaban Tafsiran Kualitatif 80% - 100%
60% - <80%
40% - <60%
20% - < 40%
0% - < 20%
Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Tidak Baik (Arikunto, 2010: 246)
2. Teknik Analisis Regresi Linier Sederhana
Teknik analisis regresi linier sederhana digunakan untuk melihat besaran pengaruh variabel motivasi terhadap variabel kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Mappakasunggu, digunakan pula untuk membangun persamaan dan menggunakan persamaan tersebut untuk membuat perkiraan (prediction). Adapun rumus persamaan regresi sederhana yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
Ý = a + bX
Keterangan rumus:
Ý = variabel … X = variabel … a = konstanta
b = koefisien regresi
Analisis regresi dalam penelitian ini akan menggunakan bantuan software SPSS version 24.0. Hasil analisis regresi dapat digunakan pula untuk
melakukan uji hipotesis yang telah diajukan sebelumnya. Dasar pengambilan keputusannya, adalah:
31
a. Jika nilai P value (sig) ≥ 0,05, maka Ho diterima dan H1 ditolak b. Jika nilai P value (sig) ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima
32 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian
1. Keadaan Geografis Dan Demografis a. Geografis
Kecamatan Mappakasunggu sebagai salah satu kecamatan yang terletak di sebelah selatan dan berjarak kurang lebih 6 kilometer dari ibu kota Kabupaten Takalar. Ibu kota Kecamatan Mappakasunggu terletak di Kelurahan Takalar yang sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Sangrobone, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Pattallassan, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Manggarabombang, dan sebelah barat berbatasan dengan selat makassar.
Curah hujan karena di pengaruhi oleh keadaan iklim dan perputaran atau pertemuan arus udara. Pada tahun 2017 rata-rata hari hujan dalam setahun sekitar 10 hari dengan rata-rata curah hujan setahun sekitar 260 mm. Jumlah hari hujan banyak terjadi di bulan januari, november, dan bulan desember.
Luas wilayah Kecamatan Mappakasunggu sekitar 15,12 km dari total kabupaten takalar yang memiliki 3 desa dan 1 kelurahan.
Luas wilayah menurut desa dan kelurahan di Kecamatan Mappakasunggu yaitu:
1) Desa patani 2,21 km 2) Desa soreang 3,94 km 3) Desa pabatangan 1,76 km
33 4) Kelurahan takalar 7,21 km
Tinggi wilayah Di Kecamatan Mappakasunggu menurut desa dan kelurahan yaitu:
1) Desa patani 26,00 hm 2) Desa soreang 21,00 hm 3) Desa pabatangan 24,00 hm 4) Kelurahan takalar 36,00 hm
Jarak dari desa dan kelurahan ke ibu kota kecamatan di Kecamatan Mappakasunggu:
1) Desa patani 16,00 km 2) Desa soreang 2,00 km 3) Desa pabatangan 3,00 km 4) Kelurahan takalar 0,00 km
b. Demografis
Kecamatan Mappakasunggu adalah kecamatan yang membawahi 3 desa dan 1 kelurahan. Banyaknya lembaga yang ada di kecamatan mappakasunggu sekitar 27 buah, pemuda sebanyak 9 buah, dan badan perwakilan desa sebanyak 3 buah, beserta lpm sebanyak 4 buah.
Jumlah pegawai negeri sipil di Kecamatan Mappakasunggu sekitar 70 orang, laki-laki sebanyak 27 dan perempuan sebanyak 43 orang, pada kantor camat sebanyak 20 orang, kantor urusan agama sebanyak 7 orang dan puskesmas sebanyak 35 orang dan sisanya sebanyak 6 orang adalah gabungan dari beberapa instansi yang bertugas di kecamatan tersebut.
34
Jumlah dusun atau lingkungan menurut desa dan kelurahan di Kecamatan Mappakasunggu:
1) Desa patani : 5 dusun 2) Desa soreang : 4 dusun 3) Desa pabatangan : 4 dusun 4) Kelurahan takalar : 7 lingkungan
Jumlah pegawai negeri sipil menurut dinas atau instansi dan jenis kelamin di Kecamatan Mapakasunggu:
1) Kantor camat : 17 laki-laki dan 5 prempuan 2) Puskesmas : 4 laki-laki dan 31 perempuan 3) KUA : 4 laki-laki dan 3 prempuan
4) BKKBN : 1 laki-laki dan 4 perempuan 5) BPP Pertanian : 1 laki-laki
Banyaknya kelembagaan menurut desa dan kelurahan di Kacamatan Mappakasunggu:
1) Desa patani : 1 LPM, 1 Pemudah, dan 1 BPD 2) Desa soreang : 1LPM, 1 Pemudah, dan1 BPD 3) Desa pabatangan : 1 LPM, dan 1 BPD
4) Kelurahan takalar : 1LPM, 3 pemudah, dan 1BPD 3. Sosial ekonomi dan budaya
a. Sosial
salah satu faktor penting untuk kemajuan pendididkan adalah melalui penyediaan sarana dan prasarana yakni adanya peningkatan jumlah sekolh dan
35
jumlah pengajar. Selain itu perhatian terhadap kesehatan perlu semaking di tingkatkan hal ini dapat di lihat dari upaya yang di lakukan adalah pengadaan dan pemamfaatan fasilitas kesehatan, penembahan dan peningkatan kualitas petugas dan pemberian penyuluhan tentang pentingnya hidup sehat.
Jumlah sekolah, murid, guru, dan rasio murid-guru taman kanak-kanak menurut desa dan kelurahan di Kecamatan Mappakasunggu:
1) Desa patani : 2 sekolah, 82 murid, dan 3 guru 2) Desa soreang : 0 sekolah, 0 murid, dan 0 guru 3) Desa pabatangan : 1 sekolah, 34 murid, dan 4 guru 4) Kelurahan takalar : 5 sekolah, 172 murid dan 21 guru
Jumlah sekolah, murid, dan guru SD menurut desa dan kelurahan di Kecamatan Mapakasunggu:
1) Desa patani : 3 sekolah, 381 murid, dan 36 guru 2) Desa soreang : 2 sekolah, 146 murid, dan 20 guru 3) Desa pabatangan : 0 sekolah, 0 murid, dan 0 guru 4) Kelurahan takalar : 5 sekolah, 533 murid, dan 56 guru
Jumlah sekolah, murid, dan guru sekolah menengah pertama menurut desa dan kelurahan Di Kacaamatan Mappakasunnggu:
1) Desa patani : 1 sekolah, 417 murid, dan 38 guru 2) Desa soreang : 1 sekolah, 31 murid, dan 4 guru 3) Desa pabatangan : 0 sekolah, 0 mirid, dan 0 guru 4) Kelurahan takalar : 0 sekolah, 0 murid, dan 0 guru
36
Jumlah fasilitas kesehatan menurut desa dan keluraha Di Kecamatan Mappakasunggu:
1) Desa patani : 5 2) Desa soreang : 5 3) Desa pabatangan : 5 4) Kelurahan takalar : 8
Jumlah tenaga kesehatan menurut desa dan kelurahan Di Kecamatan Mappakasunggu:
1) Desa patani : 0 2) Desa soreang : 0 3) Desa pabatangan : 0 4) Kelurahan takalar : 44
Jumlah dokter spesialis menurut desa dan kelurahan di Kecamatan Mappakasunggu:
1) Desa patani : 0 2) Desa soreang : 0 3) Desa pabatangan : 0 4) Kelurahan takalar : 3 b. Ekonomi
mata pencaharian masyarakat Kecamatan Mappakasunggu adalah pertanian, mayoritas tanaman pangan di kecamatan mappakasunggu adalah padi, jagung, dan kacang tanah, kacang hijau, kedelai, dan ubi jalar. Dari komoditi di
37
atas, yang paling dominan di tahun 2018 adalah tanaman padi dengan jumlah sebesar 548,60 hektar.
Luas lahan sawah menurut desa dan kelurahan Di Kecamatan Mappakasunggu:
1) Desa patani : 52, 28 h 2) Desa soreang : 23,65 h 3) Desa pabatangan : 11,32 h 4) Kelurahan takalar : 87,01 h
Luas panen pangan Di Kecamatan Mappakasunggu 2018:
1) Padi : 548,60 h 2) Jagung : 48,60 h 3) Kedelai : 4,00 h
4) Kacang tanah : 11,00 h 5) Kacang hijau : 11, 00 h 6) Ubi kayu : 2,60 h 7) Ubi jalar : 3,00 h
4. Visi, misi, tujuan dan sasaran dan srategi a. visi
Visi adalah pandangan jauh kedepan, kemana dan bagaimana instansi pemerintah akan di bawah dan berkarya agar tetap konsisten dan dapat eksis, antisipati, inisiatif, serta produktif. Visi adalah suatu gambarang yang menantang tentang keadaan masa depan berisikan cita-cita yang ingin di wujudkan oleh
38
instansi pemerintah berdasarkan hal tersebut maka visi dari Kantor Kecamatan Mappakasunggu adalah:
“Menjadikan Kecamatan Mappakasunggu Terdepan Dalam Pelayanan
Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyaraka”
b. misi
misi merupakan sesuatu yang harus di embang atau di laksanakan oleh instansi pemerintah sesuai dengan visi yang telah di tetapkan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik, dengan misi tersebut di harapkan seluruh aparatur dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui akan peran dan program-program serta hasil yang hendak di capai di waktu yang akan datang dari visi yang telah di tetapkan tersebut, maka Kantor Kecamatan Mappakasunggu melaksanakan misi yaitu:
1) peningkatan sumber daya aparatur dan sumber daya masyarakat
2) menyelenggarakan fungsi pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan.
3) Meningkatkan pelayanan administrasi masyarakat
4) Meningkatkan koordinasi antar desa dan kelurahan serta instansi terkaitdalam wilayah kecamatan mappakasunggu.
5) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecamatan mapakasunggu dengan mengenjot sektor riil dan ekonomi mikro.
6) Meningkatkan keamanan dan ketertiban di kecamatan mappakasunggu 7) Menyelenggarakan fungsi pembinaan dan fasilitas pemerintah desa dan
kelurahan.
39 4. Tugas Pokok Dan Fungsi
Berdasarkan peraturan bupati takalar No. 53 tahun 2008 tentang tugas pokok, fungsi jabatan struktural pada kecamatan dalam daerah Kaupaten Takalar.
a. Camat
Kecamatan di pimping oleh seorang camat yang mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang di limpahkan kepadanya oleh bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah berdasarkan peraturan perundang-undangang yang berlaku
Camat sebagaimana di maksud di atas, menyelenggarakan tugas umum pemerintahan yang fungsinya meliputi:
1) Melaksanakan koordinasi kegiatan pemberdayaan masyarakat
2) Melaksanakan koordinasi upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum.
3) Melaksanakan koordinasi penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangang.
4) Melaksanakan koordinasi pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum.
5) Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan.
6) Melaksanakan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan kelurahan dan desa.
40
7) Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkuptugasnya dan atau yang belum dapat di laksanakan pemrintahan kelurahan dan desa.
8) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang di berikan oleh bupati.
9) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas.
b. Seretariat
Sekretariat di pimping oleh seorang sekretaris yang mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan penyelenggaraan tugas-tugas kesekretariatan yang meliputi administrasi umum, kepegawaian, perlengkapan, dan keuangan serta menyusung laporan pelaksanaan tugas. Fungsi sekretariat adalah :
1) Menyusunrencana dan program kerja berdasarkan tugas pokok dan fungsinya
2) Membagi habis tugas kepada bawahan sesuai bidangnya.
3) Memberikan petunjuk kepada bawahan agar pelaksanaan tugas berjalan dengan lancar.
4) Menilai hasil kerja karyawan dengan cara mengevaluasi hasil palaksaan tugas.
5) Menyelenggarakan manajemen kesekretariatan kecamatan untuk kelangcaran pelaksanaan tugas.
6) Menyelenggarakan administrasi umu, kepegawaian, perlengkapan dan keuangan untuk menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kecamatan.
41
7) Memberikan pelayanan teknis administrasi kepada camat dan seksi- seksi untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
8) Mengimventarisasi, mengelola dan mengevaluasi data baik pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta informasi untuk pembinaan penyelenggaraan tugas umum kecamatan.
9) Memberikan saran kepada camat berdasarkan tugas pokok dan fungsinya.
10) Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang di berikan oleh atasan.
11) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas.
c. Sub Bagian Umum Dan Kepegawaian
Bagian umum dan kepegawaian dipimpin oleh oleh seorang kepala sub bagian yang mempunyai tugas pelaksanaan bagian ketatalaksanaan dinas yang meliputi: surat menyurat, kearsipan, pengadaan, ekspedisi, administrasi perjalanan dinas, perlengkapan, pemeliharaan, dan urusan rumah tangga. Serta urusan administrasi kepegawaian kecamatan.
Kepala sub bagian umum dan kepegawaian mempunyai fungsi:
1) Menyusun rencana dan program kerja sesuai dangan bidang tugasnya 2) Mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan pemberian petunjuk
pelaksanaan tugas kepada bawaan.
3) Melaksanakan monitorin dan evaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan.
4) Menyusun konsep surat, koreksi dan paraf naska dinas.
42
5) Merencanakan dan melaksanakan urusan administarasi persuratan, pengelolaan surat masuk dan kelua, kearsipan, pengadaan dan ekspedisi.
6) Memberikan layanan informasi dan komunikasi, serta keprotokoleran.
7) Melaksanakan urusan kerumah tanggaan dan perlengkapan, kebersihan keamanan kantor, pengadaan barang kebutuhan dinas, pendistribusian dan inventarisasi, mengajukan usul pengadaan, pemeliharaan dan penghapusan barang milik negara.
8) Melaksanakan urusan administrasi kepegawaian, usul, mutasi, kenaikan pangkat, pensiun, pemberhentian, izin belajar, karpeg, kartu akses, kenaikan gaji, berkala cuti, dan absensi pegawai.
9) Melaksanakan pembinaan aparatur, peningkatan disiplin dan pemberian penghargaan pegawai.
10) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka meningkatkan kualitas SDM aparatur melalui program pendidikan dan latihan.
11) Melaksanakan analisis kebutuhan pengembangan SDM aparatur.
12) Menyiapkan bahan perundang-undangang.
13) Mengelola dan mengembangkan kapasitas perpustakaan.
14) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang di berikan oleh atasan.
15) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas.
43 d. Sub Bagian Perencanaan Dan Keuangan
Sub bagian keuangan di pimpin oleh seorang kepala sub bagian yang mempunyai tugas pengelolaan administrasi keuangan, meliputi penyusunan anggaran, penggunaan anggaran, pembukuan, dan pertanggungjawaban, serta pelaporan keuangan.
Kepala sub bagian keuangan mempunyai fungsi:
1) Menyusun rencana kegiatan sesuai dengan bidang tugasnya
2) Mendistribusikan tugas kepada bawahan dan pemberian petunjukpelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan dengan lancar.
3) Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan.
4) Menyusun konsep surat, koreksi dan paraf naska dinas
5) Menyusun rencana pengolaan data dan informasi penyusunan instrumen pengumpulan, pengelolaan, analisis dan penyajian data dan informasi pendidikan
6) melakukan bimbingan teknis penyusunan program kerja dan penganggaran.
7) Melakukan verifikasi usulan program dan kegiatan yang di usulkan tiap unit kerja.
8) Menyusung laporan hasil monitoring dan evaluasi perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan kecamatan.
44
9) Menyusun rencana program kerja untuk jangka pendek, menengah, dan panjang serta rencana strategik kecamatan.
10) Melakukan tingdak langjut temuan dari kegiatan monitoring pelaksanaan progran dan kegiatan.
11) Mengumpulkan bahang dan menyusun laporang akuntabilitas kinerja (LAKIP)
12) Menginventarisasi sumber-sumber pendapatan dan penerimaan.
13) Mencatat pungutan dan laporan penerimaan asli daerah, dalam lingkup kecamatan.
14) Menyusun rencana anggaran pelaksanaan program dan kegiatan.
15) Menyusun realisasi perhitungan anggaran.
16) Melakukan verifikasi pertanggungjawaban keuangan.
17) Melakukan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas perbendaharaan
18) Melakukan klarivikasi dan tindak langjut laporan hasil pemeriksaan fungsional yang terkait dengan urusan keuangan.
19) Merencanakan dan melaksanakan pengelolaan keuangan
20) Melaksanakan pengendalian dan monitoring pengelolaan keuangan.
21) Melaksanakan bimbingan teknis pengelolaan administrasi keuangan 22) Melakukan koordinasi pengelolaan keuangan dengan unit terkait.
23) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang di berikan oleh atasan.
24) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas.
45 e. Seksi Pemerintahan
Seksi pemerintahan pemerintahan di pimping oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana dan melakukan pembinaan idiolagi negara dan kesatuan bangsa, membina kerukunan hidup beragama, penkoordinasian kegiatan instansi pemerintah, membina administrasi kelurahan dan desa, serta membina admnistrasi kependudukan.
Kepala seksi pemerintah mempunyai fungsi:
1) Menyusung rencana kerja berdasarkan tugas pokok dan fungsinya.
2) Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidangnya.
3) Memberi petunjuk pada bawahan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar.
4) Menilai hasil kerja karyawan dengan cara mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas
5) Melaksanakan pembinaan idiolagi negara dan kesatuan bangsa 6) Memfasilitasi pembinaan kerukunan hidup antar umat beragama.
7) Melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas UPTD/instansi pemerintah di kecamatan.
8) Memfasilitasi penataan kelurahan dan desa
9) Memfasilitasi pelaksaan lomba dan penilaian kelurahan dan desa 10) Menyelenggarakan kegiatan administrasi kependudukan
11) Melaksanakan pendataan dan inventarisasi aset daerah dan kekayaan daerah lainnya yang ada di wilayah kecamatan