• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I BAB I PENDAHULUAN

D. Kesesuaian Lahan

Luas lahan Kawasan Kata Terpadu Mandiri Tobadak adalah 107. 500 Ha Terdiri atas 54 % lahan datar dan 46 % lahan bergelombang dengan jenis tanah meliputi Entrisol (37,7 %), Histosol ( 25,77%) dan Inceptisol (36,51 %) Secara umum lahan di kawasan ini cocok untuk perkebunanan/ pertanian karena tanahnya yang subur curah hujan bulanan 274,5 mm . Kawasan Kota Terpadu Mandiri Tobadak terdiri atas 7 (tujuh ) satuan Peta lahan, yang pada umumnya sesuai untuk tanaman padi sawah. Tanaman Pangan Lahan Kering (TPLK) maupun tanaman tahunan/perkebunan (kelapa sawit ,cacao, jeruk) dengan sebaran luasan sbb : padi swah 60,653 Ha (56,37 %), TPLK seluas 82,576 Ha (76,75% ) dan Tanaman tahunan seluas 82,981 Ha (77,12 %).

E. Kondisi Sosial Ekonomi a. Pemerintahan

Meskipun sudah hampir sepuluh tahun Kecamatan Tobadak mekar dari Kecamatan Budong-Budong namun perubahan masih sebanyak 8 desa.

Begitu pula dengan jumlah dusun dan RT sampai saat ini belum mengalami perubahan yaitu ada 53 dan 201 RT.

Pegawai Negeri Sipil, jika dilihat dari jumlahnya PNS di Kecamatan Tobadak didominasi oleh guru, tetapi jika dipisahkan antara guru dengan instasi yang ada di Kecamatan Tobadak, jumlah PNS di Kantor Kecamatan memiliki PNS terbanyak yaitu 21 orang, kemudian disusul oleh puskesmas sebanyak 11 orang.

Dari 54 PNS yang berugas di Kecamatan Tobadak tersebut masih didominasi oleh PNS laki-laki yaitu sekitar 62% jumlahnya dari PNS perempuan. Sedangkan dari segi golongan PNS di Kecamatan Tobadak golongan II masih mendominasi 50% dari totas PNS sedangkan golongan III berkisar 48% selisihnya ada digolongan I dan VI.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah PNS akhir tahun 2014 mengalami penurunan sekitar 15% hal ini disebabkan karena adanya mutasi pegawai ke Kabupaten Mamuju Tengah.

Tabel 4.3: Jumlah Dusun dan RT Se-Kecamatan Tobadak

DESA DUSUN RT

2013 2014 2013 2014

Tobadak 11 11 41 41

Mahahe 5 5 18 18

Polongaan 4 4 20 20

Batuparigi 11 11 45 45

Sulobaja 7 7 27 27

Bambadaru 5 5 16 16

Saloadak 5 5 20 20

Sejati 5 5 14 14

Jumlah 53 53 201 201

Sumber : Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Gambar 4.3: Jumlah PNS Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Sumber : Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

b. Penduduk dan Kepercayaan (agama)

Pada akhir tahun 2014 penduduk di Kecamatan Tobadak tercatat sebanyak 26.263 jiwa, dengan 6.163 KK dan 5.813 rumah tangga.

Pertumbuhan yang begitu tidak signifikan dari tahun sebelumnya, hal ini disebabkan mutasi keluar penduduk tergolong tinggi meskipun penduduk yang masuk ke Kecamatan Tobadak tidak bisa dibilang rendah.

Desa yang paling padat penduduknya adalah Desa Mahahe karena disbanding 7 desa lain hanya memiliki 7 km2 dengan penduduk yang mencapai 2.535 jiwa berarti kepadatan penduduk di desa tersebut adalah 365jiwa/km2dalam arti bahwa setiap km2dihuni oleh 365 jiwa.

Di tahun 2014 sex ratio untuk penduduk di Kecamataan Tobadak adalah 109, fenomena ini sama dengan tahun sebelumnya dimana jumlah penduduk laki-laki masih lebih banyak dibandingkan dengan penduduk perempuan.

Untuk tahun 2014 sendiri dari 100 penduduk perempuan terdapat 109 penduduk laki-laki.

0 5 10 15 20

SD SMP SMA DIPOLMA DI/SI S2

LkPr

Tabel 4.4: Jumlah Penduduk Kecamaan Tbadak Akhir Tahun 2014 Desa Laki-laki Perempuan Sex ratio

Tobadak 3713 3332 111

Mahahe 1337 1198 111

Polongaan 1333 1123 118

Batuparigi 3142 2770 113

Sulobaja 1097 1041 105

Bambadaru 958 687 139

Saloadak 960 945 101

Sejati 1157 1470 79

Jumlah 13697 12566 109

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Gambar 4.4: Presentasi Penduduk Muslim di Kecamatan Tobadak Tahun 2014

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Penduduk atau masyarakat Tobadak adalah masyarakat majemuk yang berasad dari berbagai daerah, budaya, ras, suku, dan agamanya. Meskipun demikian, perbedaan ini bukanlah suatu halangan bagi masyarakat Tobadak untuk tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya. Justru adanya perbedaan ini dijadikan suatu hal yang sangat istimewa dan menjadi kebanggaan masyarakat

Tabel 4.4: Jumlah Penduduk Kecamaan Tbadak Akhir Tahun 2014 Desa Laki-laki Perempuan Sex ratio

Tobadak 3713 3332 111

Mahahe 1337 1198 111

Polongaan 1333 1123 118

Batuparigi 3142 2770 113

Sulobaja 1097 1041 105

Bambadaru 958 687 139

Saloadak 960 945 101

Sejati 1157 1470 79

Jumlah 13697 12566 109

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Gambar 4.4: Presentasi Penduduk Muslim di Kecamatan Tobadak Tahun 2014

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Penduduk atau masyarakat Tobadak adalah masyarakat majemuk yang berasad dari berbagai daerah, budaya, ras, suku, dan agamanya. Meskipun demikian, perbedaan ini bukanlah suatu halangan bagi masyarakat Tobadak untuk tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya. Justru adanya perbedaan ini dijadikan suatu hal yang sangat istimewa dan menjadi kebanggaan masyarakat

Tobadak 28%

Mahahe 9%

Polongaan 6%

Batuparigi 20%

Sulobaja 10%

Bambadaru 7%

Tabel 4.4: Jumlah Penduduk Kecamaan Tbadak Akhir Tahun 2014 Desa Laki-laki Perempuan Sex ratio

Tobadak 3713 3332 111

Mahahe 1337 1198 111

Polongaan 1333 1123 118

Batuparigi 3142 2770 113

Sulobaja 1097 1041 105

Bambadaru 958 687 139

Saloadak 960 945 101

Sejati 1157 1470 79

Jumlah 13697 12566 109

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Gambar 4.4: Presentasi Penduduk Muslim di Kecamatan Tobadak Tahun 2014

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Penduduk atau masyarakat Tobadak adalah masyarakat majemuk yang berasad dari berbagai daerah, budaya, ras, suku, dan agamanya. Meskipun demikian, perbedaan ini bukanlah suatu halangan bagi masyarakat Tobadak untuk tidak saling mengenal satu dengan yang lainnya. Justru adanya perbedaan ini dijadikan suatu hal yang sangat istimewa dan menjadi kebanggaan masyarakat

Tobadak 28%

Mahahe 9%

Polongaan 6%

Batuparigi 20%

Sulobaja 10%

Bambadaru 7%

tersendiri, oleh karena itu maka Mamuju Sulawesi Barat dijuluki sebagai Indonesia Mini.

Tabel 4.5: Data Penduduk Menurut Agama Se-Kecamatan Tobadak

Desa Jumlah

Kk

Agama

Islam Kristen

Hindu Protestan Katolik

Tobadak 1575 4789 2121 - 135

Mahahe 630 1582 593 67 293

Polongaan 548 1022 603 325 506

Batuparigi 1465 3404 1669 839 -

Sulobaja 562 1706 192 39 201

Bambadaru 368 1113 252 36 244

Saloadak 453 817 264 754 70

Sejati 535 2627 - - -

Jumlah 6136 17060 5478 2276 1149

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

c. Pendidikan

Pendidikan merupakan faktor yang mempengaruhi kehidupan manusia.

Melalui pendidikan, kecerdasan dan keterampilan manusia terasah dan teruji dalam menghadapi dinamika kehidupan yang semakin komleks dalam skala makro, pendidikan juga merupakan indikator kualitas sumber daya manusia.

Semakin baik pendidikan maka semakin baik pula sumber daya manusia.

Dalam tiga tahun terakhir jumlah sarana pendidikan belum mengalami peningkatan yang signifikan, fenomena ini terjadi dikarenakan jumlah peserta didik selama tiga tahun terakhir juga tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan, tercatat hanya tingkat SLTA sederaja yang mengalami peningkatan jumlah siswanya yaitu sekitar 19% sejak tiga tahun

terakhir. Sedangkan untuk jumlah siswa SD dan SMP sederajat sedikit mengalami penurunan yaitu sekitar 7% untuk SD sederajat dan sekitar 2%

untuk SMP sederajat.

Dari data yang tersedia tercatat jumlah guru di Kecamatan Tobadak untuk semua jenis tingkatan sekolah pada akhir tahun 2014 adalah 511 guru dan dari jumlah tersebut 26%nya adalah guru yang berstatus PNS. Rasio murid terhadap guru adalah sekitar 13 murid.

Tabel 4.6: Jumlah Sekolah, Murid dan Guru di Kecamatan Tobadak

Tingkatan Sekolah 2012 2013 2014

PAUD 14 14 11

Murid 341 307 285

Guru 28 26 24

TK 14 14 14

Murid 380 366 416

Guru 42 44 43

SD/MI 23 23 22

Murid 3904 3609 3609

Guru 237 232 234

SMP/MTS 8 8 7

Murid 1311 1281 13285

Guru 106 122 110

SMA/MA 2 3 3

Murid 577 633 840

Guru 40 78 82

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Gambar 4.5: Grafik Peserta Ujian di Kecamatan Tobadak Akhir Tahun 2014

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

d. Mata Pencaharian 1) Pertanian

Sekor tanaman pangan yang paling dominan diusahakan masyarakat di Kecamatan Tobadak adalah tanaman padi dan jagung, meskipun ada sebagian kecil yang mengusahakan tanaman ubi kayu, ubi jalar, dan kacang tanah. Berdasarkan data dari BP3K Kecamatan Tobadak, desa yang memiliki areal sawah terluas adalah Desa Tobadak yaitu sekitar 500 ha, sedangkan desa yang memiliki luas sawah tersempit adalah Desa Sulobaja dengan luas hanya sekitar 30 ha.

Produksi tanaman padi dari tahun sebelumnya mengalami peningkatan sekitar 0,90% dari 7.074,6 ton/tahun menjadi 7.138 on/tahun, begitu juga untuk tanaman jagung, pada tahun 2013 menurut data yang tersedia

SD/MI 55%

SMP/MTS 32%

SMA/MA 13%

produksinya adalah 8.586 ton/tahun atau mengalami peningkatan sekitar 11,56% dari tahun 2012 yang produksinya sekitar 7.695,8 ton/tahun.

Menurut data yang ada menunjukkan bahwa desa dengan produksi tanaman jagung terbanyak adalah Desa Tobaak sekitar 5.224 ton/tahun dan berbanding terbalik dengan Desa Bambadaru yang hanya berkisar 64 on/tahun. Sedangkan untuk jenis tanaman ubi kayu desa yang mempunyai produksi terbanyak adalah Desa Batuparigi dengan jumlah produksi 242 ton/tahun.

Tabel 4.7: Luas Tanam dan Luas Panen Tanaman pangan Kec.

Tobadak Tahun 2014 Jenis

Tanaman

Luas Tanaman

Luas

Panen Produksi Rata-Rata Produksi

Padi sawah 1705 1703 7138 41

Padi lading 58 58 116 20

Jagung 2923 1989 8586 43

Ubi jalar 61 13 105 87

Ubi kayu 127 57 724 127

Kacang tanah 42 37 53 14

Kedelai - - - -

Kacang hijau 17 11 9 8

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Tabel 4.8: Luas Tanam Dan Luas Panen Perkebunan Kec. Tobadaak Tahun 2014

Jenis Tanaman Luas (Ha)

Produksi (Ton)

Pwtani (Orang)

Kelapa 7 4,2 887

Coklat 3905 1171 3038

Cengkeh 15 - 62

Kemiri 4 2 25

K.Robusta 3 0,7 67

K.Arabika 2 0,6 67

Lada 1,2 0,8 16

Enau/Aren 0,2 0,14 74

Kelapa Sawit 4490 167 451 2167

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

2) Industri Pengolahan

Jika melihat data akhir tahun 2014, jumlah industry pengolahan di Kecamatan Tobadak sedikit mengalami penurunan, selaras dengan jumlah tenaga kerjanya yang tidak mengalami kenaikan. Selain industri pinggilngan padi tercata ada sekitar 131 industri pengolahan dengan memakai tenaga kerja sekitar 198 orang.

Industri yang juga ada di Kecamatan Tobadak adalah industri pinggilingan padi. Pada akhir tahun 2014 tercatat ada 38 industri penggilingan dengan 54 orang tenaga kerja. Desa yang memiliki industri pengolahan adalah Desa Tobadak dengan jumlah kurang lebih 30 usaha

industri pengolahan. Dari semua industri yang ada di Kecamatan Tobadak semua adalah industri rumah tangga.

Tabel 4.9: Jumlah Industri Di Kecamatan Tobadak Akhir Tahun 2014

Desa Jenis industri

RT Kecil Sedang Besar

Tobadak 19 - - -

Mahahe 7 - - -

Polongaan 30 - - -

Batuparigi 7 - - -

Sulobaja 22 - - -

Bambadaru 37 - - -

Saloadak 5 - - -

Sejati 4 - - -

Jumlah 131 - - -

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Gambar 4.6: Grafik Penggilingan Padi di Kecamatan Tobadak

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

industri pengolahan. Dari semua industri yang ada di Kecamatan Tobadak semua adalah industri rumah tangga.

Tabel 4.9: Jumlah Industri Di Kecamatan Tobadak Akhir Tahun 2014

Desa Jenis industri

RT Kecil Sedang Besar

Tobadak 19 - - -

Mahahe 7 - - -

Polongaan 30 - - -

Batuparigi 7 - - -

Sulobaja 22 - - -

Bambadaru 37 - - -

Saloadak 5 - - -

Sejati 4 - - -

Jumlah 131 - - -

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Gambar 4.6: Grafik Penggilingan Padi di Kecamatan Tobadak

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

tobadak 16%

Mahahe 3%

Polongaan 10%

Batuparigi 34%

Bambadaru 5%

sulobaja 3%

industri pengolahan. Dari semua industri yang ada di Kecamatan Tobadak semua adalah industri rumah tangga.

Tabel 4.9: Jumlah Industri Di Kecamatan Tobadak Akhir Tahun 2014

Desa Jenis industri

RT Kecil Sedang Besar

Tobadak 19 - - -

Mahahe 7 - - -

Polongaan 30 - - -

Batuparigi 7 - - -

Sulobaja 22 - - -

Bambadaru 37 - - -

Saloadak 5 - - -

Sejati 4 - - -

Jumlah 131 - - -

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Gambar 4.6: Grafik Penggilingan Padi di Kecamatan Tobadak

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

tobadak 16%

Mahahe 3%

Polongaan 10%

Batuparigi 34%

Bambadaru 5%

sulobaja 3%

3) Perdagangan

Jumlah usaha perdagangan di Kecamaan Tobadak jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya selalu mengalami peningkatan.

Peningkatan yang cukup signifikan terjadi sejak tahun 2014. Fenomena ini terjadi di Kecamatan Tobadak dikarenakan Tobadak merupakan Ibu Kota Kabupaten Mamuju Tengah. Tercatat pada akhir tahun 2014 masyarakat yang bergerak disektor perdagangan adalah 629 usaha dengan menggunakan tenaga kerja 1.106 orang. Jumlah pasar di Kecamatan Tobadak hingga akhir tahun 2014 belum mengalami perubahan yang terdapat 5 unit.

Tabel 4.10: Jumlah Usaha Perdagangan Dan Tenaga Kerja Di Kecamatan Tobadak Akhir Tahun 2014

Desa Usaha

Perdagangan Tenaga Kerja

Tobadak 224 448

Mahahe 107 186

Polongaan 58 93

Batuparigi 93 153

Sulobaja 63 104

Bambadaru 37 55

Saloadak 29 47

Sejati 18 20

Jumlah 629 1106

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Peningkatan juga untuk sektor jasa perbengkelan, hal ini selaras dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Kecamatan Tobadak. Untuk usaha ini tercatat di tahun 2014 terdapat sekitar 59 usaha dengan memakai tenaga kerja sekitar 98 orang. Koperasi di Kecamatan Tobadak yang Nampak aktif hingga akhir tahun 2014 ada 3 unit dan itu berada di Desa Tobadak dan Polongaan.

Gambar 4.7: Grafik Jumlah Usaha Jasa Bengkel Motor Dan Tenaga Kerjanya Akhir Tahun 2014

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

e. Prasarana dan Sarana Perekonomian

Sarana perekonomian yang telah tersedia di Kawasan ini antara lain koperasi, pasar dan perbankan (BNI, BRI, BPD) telah beroperasi, sedangkan sarana lainnya adalah :

0 10 20 30 40

Tobadak Mahahe Polongaan Batuparigi Sulobaja

Bambad…

Saloadak Sejati

Tenga kerja Jumlah Usaha

a) Bandara Udara (Tampang pandang ) berjarak 27 Km dari kota Mamuju

b) Pelabuhan samudera Belang–belang bakengkeng di Kab.Mamju

c) Pelabuhan Ferry Simboro di Mamuju yang menghubungkan Mamuju – Balikpapan (Kaltim) – Batulicin (Kalsel) – dan Surabaya (Jawa Timur ).

d) Pelabuhan Ujung Polewi di Polewali Mandar

e) Pelabuhan rakyat Palili di Majene

f) Pelabuhan ikan Manakarra di Mamuju

g) Pelabuhan laut yang dikelola oleh swasta nasional di kab. Mamuju dan Mamuju Utara.

f. Fasilitas Umum

a) Sarana Kesehatan : Sarana kesehatan di kawasan Tobadak terdiri dari 29 puskesmas, dan 51 unit posyandu serta tenaga medis yang terdiri dari : Dokter, Perawat, Bidan dan Dukun Bayi, dengan sebaran sebagai berikut:

b) Sarana Peribadatan : Fasilitas peribadatan yang berada di kawasan Tobadak, antara lain Masjid 14 unit, Musholla 11 unit, gereja dan vihara 1 unit.

c) Sarana perdagangan : Fasilitas perdagangan dan jasa di kawasan Tobadak meliputi Pasar, Pertokoan, Warung/kelontong, dengan sebaran sebagai berikut: Kec. Topoyo 4 unit pasar, Tobadak 4 unit, dan kec. Budong-budong 6 unit.

g. Sarana Transportasi dan Komunikasi

Sarana transportasi yang dominan digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Tobadak adalah sepeda motor walaupun untuk jenis kendaraan bermotor jenis roda 4 juga mengalami peningkatan meskipun belum signifikan. Tercatat hingga akhir tahun 2014 jumlah kendaraan di Kecamatan Tobadak mengalami peningkatan ±9% untuk kendaraan jenis mobil dan ±10% untuk jenis kendaraam motor.

Untuk sarana komunikasi di Kecamatan Tobadak sampai akhir tahun 2014 masih didominasi oleh telepon seluler dan bahkan tidak ada rumah tangga yang menggunakan telepon rumah. Dari delapan desa di Kecamatan Tobadak dua desa yang tergolong susah jaringan komukasinya adalah Desa Saloadak dan Sejati. Hal ini disebabkan karena selain dua desa tersebut jangkauannya dari Ibu Kota Kecamatan cukup jauh kedua desa tersebut juga memiliki wilayah yang berbukit-bukit.

Tabel 4.11: Jumlah Kendaraan Bermotoe di Kecamatan Tobadak Akhir Tahun 2014

Desa Mobil Motor Sepeda Jumlah

Tobadak 98 1297 1014 24098

Mahahe 83 588 84 755

Polongaan 21 479 521 1021

Batuparigi 25 779 1005 1809

Sulobaja 18 416 497 931

Bambadaru 3 324 304 631

Saloadak 3 167 439 609

Sejati 4 111 171 286

Jumlah 4 4161 4035 8451

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Gambar 4.8: Presentasi Sarana Komunikasi Akhir Tahun 2014

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

h. Sarana Listrik

Hingga akhir tahun 2014 di Kecamatan Tobadak masih terdapat 3 desa yang masyarakatnya belum bisa menikmati listrik yang dihasilkan oleh PLN. Desa tersebut adalah Desa Batuparigi, Saloadak dan Sejati. Jika dilihat dari letak geografisnya ketiga desa tersebut memang tergolong cukup jauh dari Ibu Kota Kecamatan. Pada akhir tahun 2014 tercata ada sekitar 2.634 rumah tangga menggunakan listrik yang berasal dari PLN, sedangkan untuk listrik yang non PLN ada sekitar 1.552 rumah tangga.

Disekor pertambangan, di Kecamatan Tobadak ada 2 desa yang memiliki potensi galian C YAITU DI Desa Batuparigi dan Tobadak, namun saat akhir tahun 2014 tidak tersedia produksi dari hasil pertambangan yang dimiliki oleh kedua desa tersebut.

Parabola 44%

Radio 11%

Televisi 45%

Gambar 4.9: Presentasi Rumah Tangga Pengguna Listrik d Keceamatan Tobadak Tahun 2014

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

Tabel 4.12: Rumah Tangga Pengguna Listrik di Kecamatan Tobadak Akhir Tahun 2014

Desa Banyaknya Rumah Tangga

PLN NON PLN

Tobadak 1153 232

Mahahe 331 -

Polongaan 363 68

Batuparigi - 879

Sulobaja 492 43

Bambadaru 295 27

Saloadak - 219

Sejati - 84

Jumlah 2634 1552

Sumber: Kec. Tobadak Dalam Angka 2015

NON PLN 37%

PLN 63%

i. Sarana Jaringan Air Bersih

Kebutuhan air bersih untuk rumah tangga diakwasan ini belum terlayani oleh PDAM, dan warga masih memanfaatkan air berasal dari sumur gali dan mata air sungai.

Dokumen terkait