• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan

Dalam dokumen Inovasi Pendidikan (Halaman 74-79)

Inovasi kurikulum 2013 harus dilakukan pada semua unsur kurikulum seperti; tujuan, materi, metode dan evaluasi. Selain itu berbagai kekuatan- kekuatan yang muncul di masyarakat seperti; Kepramukaan, keterampilan, usaha kesehatan sekolah, pendidikan kependudukan, pendidikan kesejahteraan keluarga, pendidikan lingkungan hidup, pendidikan kesenian, olahraga, dll. harus dimasukkan dalam kurikulum. Nilai-nilai kearifan lokal yang dipegang teguh masyarakat juga harus dakomodir dalam kurikulum muatan lokal. Hal tersebut dapat menjadi keunggulan khusus dan distingsi lembaga pendidikan.

Hal utama yang tidak boleh dilupakan dalam inovasi kurikulum 2013 adalah menciptakan manusia Indonesia yang berkarakter mulia, mampu berpikir kreatif, produktif, inovatif, proaktif, dan afektif, melalui pengembangan sikap spiritual dan sikap sosial, berkembangnya keterampilan dan pengetahuan peserta didik secara integratif dengan mengedepankan pendekatan pembelajaran student centre. Inovasi kurikulum mutlak dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan jaman agar berkontribusi nyata dalam kemajuan peradaban bangsa.

Pengembangan kurikulum PAI sebaiknya perlu dikaji setiap tahunnya oleh seluruh satuan pendidikan madrasah. Pedoman kurikulum madrasah mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab dapat dilihat dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Republik Indonesia Nomor 165 tahun 2014. Untuk melakukan inovasi pada kurikulum PAI di madrasah, ada tiga perspektif yang bisa dijadikan acuan.

Pertama yaitu subject matter design, dimana isi dari kurikulum disusun dalam mata pelajaran yang terpisah. Kedua yaitu diciplines design, model ini adalah bentuk dari pengembangan desain sebelumnya. Mereka sama-sama menekankan pada materi kurikulum, tetapi diciplines design mempunyai kriteria tegas dalam hal tingkat penguasaan.

Ketiga adalah broad filed design berusaha untuk menyatukan sejumlah mata pelajaran menjadi satu bidang studi. Inovasi pengembangan kurikulum PAI di madrasah selama ini sering kita temui menggunakan subject centered design.

Kelemahan pada desain kurikulum adalah kebanyakan pengembang kurikulum setelah melakukan evaluasi kurikulum tetapi tidak melakukan revisi kurikulum

tersebut melainkan membuat kurikulum baru, hal ini membuat kurikulum tidak semakin baik melainkan munculnya permasalahan baru. Solusi yang dapat digunakan ialah konstruksi kurikulum Madrasah‘s Collaborative Curriculum.

Melalui pembelajaran kolaboratif peserta didik dapat memperoleh pengetahuan secara menyeluruh dengan mengkaitkan satu pelajaran dengan pelajaran lain. Beberapa upaya guru yang dapat dilakukan dalam menginovasikan pengembangan kurikulum PAI yaitu visual based learning, flipped classroom, student center learning, learning proses, outcome based, co-working space.

Referensi

Ahmadi, Abu. (2006). Strategi Belajar. Bandung. Pustaka Setia.

Alija Ali Izetbegovic. (1998). Membangun Jalan Tengah: Islam Antara Timur dan Barat. Bandung. Mizan.

Anas. (2022). “Sumber Daya Manusia Indonesia di Era Globalisasi”. Jurnal Promis. 3 (2).

Arifin, Mozzain. (2005). Pengembangan Kurikulum. Jakarta. Pustaka Karya.

Arsyad, Azhar. (2017). Media Pembelajaran Cet. XX. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Aunillah, Nurlah Isna. (2011). Panduan Menerapkan Pendidikan Karakter di Sekolah Cet. I. Yogyakarta. Laksana.

Destriani. (2022). Inovasi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Rejang Lebong. INCARE. International Journal of Educational Resources. 6 (2).

E. Mulyasa. (2011). Manajemen Pendidikan karakter Cet. I. Jakarta. Bumi Aksara.

Endang Susilawati, Getar Rahmi Pratiwi, dan Ilham Abdullah. (2020) . “Program Manajemen Pendidikan Islam”. Jurnal Peran Pendidikan dalam Kemajuan Peradaban Bangsa.

Gunawan, Heri. (2012). Pendidikan Karakter Konsep Dan Implementasi Cet. I.

Bandung. Alfabet.

Hamalik, Oemar. (1999). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta. Bumi Aksara.

Hamalik, Oemar. (2015). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta. Bumi Aksara.

Hamid, Hamdan. dan Beni Ahmad Saebani. (2013). Pendidikan Karakter Perspektif Islam Cet.I. Bandung. Pustaka Setia.

Hasbullah. (1996). Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Hujair AH Sanaky. (2013). “Studi Pemikiran Pendidikan Islam Modern”. Jurnal Pendidikan Islam.

Iqbal, Abu Muhammad. (2015). Pemikiran Pendidikan Islam: Gagasan Besar Para Ilmuan Muslim Cet. I. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Lockhona, Thomas. (2013). Educating for Character diterjemahkan oleh Lita, S.

dengan judul Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Peserta didik menjadi Pintar dan Baik Cet. I. Bandung. Nusamedia.

Madjid, Abdul. dan Dian Andayani. (2012). Pendidikan Karakter Perspektif Islam Cet. II. Bandung. Remaja Rosdakarya.

Mastur. (2017). “Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pelaksanaan Pembelajaran di SMP”. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan. 4 (1).

Mu’in, Fatchul. (2011). Pendidikan Karakter Konstruksi Teoritik dan Praktis Cet. I.

Yogyakarta. Arruz-Media.

Mugiyono. (2013). “Perkembangan Pemikiran dan Peradaban Islam dalam Perspektif Sejarah”. Jurnal JIA. 14 (1).

Muhaimin. (2003). Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam, Pemberdayaan Pengembangan Kurikulum hingga Redefinisi Islamisasi Pengetahuan. Bandung.

Nuansa.

Muslich, Masnur. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab tantangan Krisis Multi Dimensional. Cet. II. Jakarta. Bumi Aksara.

Musthafa, Syaikh Fuhaim. (2010). Kurikulum Pendidikan Anak Muslim, diterjemahkan oleh Wafi Marzuqi Ammar dengan judul Minhaj al-Thifl al-Muslim Cet. I. Surabaya. Pustaka Elba.

Nata, Abuddin. (2009). Perspektif Islam tentang Startegi Pembelajaran. Cet. I. Jakarta.

Kencana.

Ramayulis. (2005). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta. Kalam Mulia.

Riyanto, Yatim. (2010). Paradigma Baru Pembelajaran: sebagai Refleksi bagi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas. Cet. II. Jakarta.

Kencana.

Samani, Muchlas. (2012). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Cet. II. Bandung.

Rosdakarya.

Sanjaya, Wina. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan Cet. VII. Jakarta. Kencana.

Siti Zubaidah. (2016). Sejarah Peradaban Islam. Cet. I. Medan. Perdana Publishing.

Sujdana, Nana. (2002). Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah.

Bandung. Sinar Baru Algesindo.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2019). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik.

Cet. XXII. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suprijono, Agus. (2015). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM Cet.

XIV. Yogyakarta. Pustaka Pelajar

Syah, Muhibbin. (2001). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Cet. VI.

Bandung. Remaja Rosdakarya.

Tafsir, Ahmad. (2004). Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Bandung. Remaja Rosda Karya.

---. (1996). Pendidikan Agama Dalam Keluarga. Bandung. Remaja Rosda Karya.

Al-Thaariq, Zahid Zufar Muhamad Fahmi Yulianto, Reno Nurdiyanto. (2023).

Construction of an Adaptive Blended Curriculum (ABC) Model in Implementing Local Content Curriculum”. Jurnal UPI. Inovasi Kurikulum. 20 (2).

Thaib, Razali M. & Irman Siswanto. (2015). “Inovasi Kurikulum dalam Pengembangan Pendidikan (Suatu Analisis Implementatif)‖. Jurnal Edukasi. 1 (2)

Tim Penyusun. (2012). Himpunan Perundang-undangan Republik Indonesia tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Cet. VII. Bandung. Nuansa Aulia.

Tim Penyusun. (2011). Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) UU RI No. 20 Th. 2003. Cet. IV. Jakarta. Sinar Grafika.

Wibowo, Agus. (2012). Menjadi Guru Berkarakter: Startegi Membangun Kompetensi dan karakter Guru. Cet. I. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

---. (2017). Pendidikan Karakter Usia Dini, (Strategi Membangun karakter di Usia Emas), Cet. III. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Zamroni. (2000). Paradigma Pendidikan Masa Depan, Yogyakarta. Bigraf.

Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsep dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Cet. I. Jakarta. Kencana.

BAB 7

INOVASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

Dalam dokumen Inovasi Pendidikan (Halaman 74-79)