• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketercapaian pelaksanaan dampak program kampanye Polsek Kecamatan

B. Hasil Penelitian

2. Ketercapaian pelaksanaan dampak program kampanye Polsek Kecamatan

56

Dari temuan tersebut terlihat bahwa pesan yang disampaikan melalui media sosial khususnya facebook dan media cetak (koran) ini kurang di pahami oleh target sasaran. Secara keseluruhan pengguna media sosial facebook dapat menuju ketarget sasaran. Namun, masih ada keterbatasan target sasaran. Dengan beberapa faktor seperti tidak semuanya kalangan masyarakat dan remaja itu aktif menggunakan media sosial facebook dan tidak semuanya kalangan masyarakat dan remaja itu juga masih membaca koran dijaman milenial sekarang, sehingga penyampaian pesan tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

2. Ketercapaian pelaksanaan dampak program kampanye Polsek

57

menawarka beberapa tehnik yang dapat digunakan, salah satunya yaitu tehnik wawancara, peneliti memilih Kepala Sentra Pelayanan kepolisian Terpadu dan Penyidik pembantu sebagai Narasumber, untuk dapat mengerti bagaimana penilaian atas perubahan perilaku dan pengetahuan dari masyarakat setelah dilaksanakannya program kampanye anti narkoba tersebut yang dijalankan oleh Polsek Kecamatan Mangarabombang.

Sejalan dengan tujuan program kampanye anti narkoba Polsek Kecamatan Mangarabombang yang memiliki tujuan mengajak dan menekan peredaran gelap narkotika dan meningkatkan pengetahuan tentang penyalahgunaan narkoba di berbagai kalangan masyarakat serta menjaring individu untuk berkomitmen terhadap hidup sehat dengan menjauhi Narkoba, tujuan ini tentunya membutuhkan jangka waktu yang panjang untuk dapat melihat dampak yang dihasilkan dari program kampanye anti narkoba tersebut di masyarakat. Tujuan program ini menyangkut perubahan sikap dan pengetahuan masyarakat kearah yang diharapkan dari pihak penyelenggara kampanye.

Dalam hal ini peneliti melihat bahwa tujuan kampanye anti narkoba Polsek Kecamatan Mangarabombang untuk mengajak dan menekan peredaran gelap narkotika dan meningkatkan pengetahuan tentang penyalahgunaan narkoba serta menjaring masyarakat untuk berkomitmen hidup sehat dengan menjauhi narkoba dijadikan gaya hidup belum cukup berhasil, karena masih banyak masyarakat yang belum sadar dan memahami mengenai makna dari program kampanye anti narkoba yang di selenggarakan oleh polsek Kecamatan Mangarabombang sehingga masih memerlukan edukasi mengenai larangan menggunakan narkoba.

58

Peneliti melihat antusias masyarakat terhadap kampanye anti narkoba polsek kecamatan Mangarabombang cukup tinggi. Terlihat dari antusiasnya masyarakat berdatangan ketika melakukan kampanye anti narkoba tersebut yang terlihat di potret-potret foto yang beredar di koran. Dari data yang peneliti temukan saat penelitian masyarakat menghadiri kampanye tersebut tentu setuju dengan program kampanye anti narkoba yang dilaksanakan oleh polsek Kecamatan Mangarabombang, dengan pernyataan bahwa kegiatan kampanye tersebut untuk mengajak masyarakat hidup sehat dengan menjauhi narkoba, akan tetapi masyarakat blum sepenuhnya memahami maksud dari aksi kampanye yang dilakukan.

Secara keseluruhan, dilihat dari garis besar tujuan yang ingin dicapai oleh Polsek Kecamatan Mangarabombang mengajak dan menekan peredaran gelap narkotika dan meningkatkan pengetahuan tentang penyalahgunaan narkoba serta menjaring dan mengedukasi masyarakat untuk berkomitmen terhadap aksi kampanye anti narkoba untuk hidupp sehat dengan menjauhi narkoba sebagai pola hidup yang sehat belum tercapai. Masyarakat belum semuanya sadar terhadap bijak hidup sehat.

3. Audit Komunikasi program Kampaye Anti Narkoba Polsek Kecamatan Mangarabombang.

3.1. Diperiksa

Audit Komunikasi dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Polsek Kecamatan Mangarabombang yaitu dalam bentuk pelaksanaan kegiatan berpatroli rutin setiap malam, yang dikemukakan Kepala Sentra pelayanan

59

kepolisian terpadu Bripka Multi Sukarmanto,S.H, diruang instansi Polsek Kecamatan Mangarabombang.

“Bentuk pemeriksaan yang dilakukan yaitu melakukan patroli rutin setiap malam, melakukan pengawasan dan pencegahan dengan terjun langsung ke masyarakat”.

Dan diperjelas Briptu Kamal Chuandi, bahwa “Bentuk pemeriksaan yang dilakukan yaitu mengumpulkan orang-orang yang diduga pecandu Narkoba kemudian memberikan penyuluhan”.

Bentuk pemeriksaan yang dilakukan diatas oleh Polsek Kecamatan Mangarabombang sebenarnya sudah berhasil disampaikan dan dilaksanakan oleh pihak Polsek Kecamatan Mangarabombang akan tetapi masyarakat yang menerima bentuk pemeriksaan tersebut masih ada yang tidak memahaminya karena bentuk pemeriksaan yang dilakukan itu banyak.

3.2. Dievaluasi

Audit Komunikasi dalam mengevaluasiyang dilakukan Polsek Kecamatan Mangarabombang yaitu dengan melakukan kampanye atau sosialisasi, melakukan penyuluhan-penyuluhan terhadap masyarakat tentang dampak penyalahgunaan Narkoba yang dikemukakan oleh Kepala pelayanan kepolisian Terpadu Bripka Multi Sukarmanto,S.H.

“Melaksanakan program Kampanye atau sosialisasi yang dilakukan yaknipenyuluhan-penyuluhan dimasyarakat yang ada diwilayah hukum Polsek Kecamatan Mangarabombang dengan bekerjasama dengan dinas kesehatan dan pemuka agama”.

Evaluasi yang dilakuakan diatas oleh polsek kecamatan Mangarabombang yakni melakukan kampanye/sosialisasi, penyuluhan-penyuluhan terhadap masyarakat untuk menekan pengetahuan masyarakat terhadap dampak penyalahgunaan narkoba namun feedback dari masyarakat masih banyak yang

60

kurang memahaminya karena fokus tema yang dibawakan itu tidak berfokus pada tema yang dibawakan itu tidak berfokus pada tema dampak penyalahguna narkoba sesungguhnya melainkan menggunakan tema seperti gerak jalan sehat, akan tetapi pada saat berkampanye/sosialisasi yang disampaikan kemasyarakat itu dampak penyalahguna narkoba jadi fokus komunikasinya terhadap masyarakat terbagi- bagi.

3.3. Diukur

Audit Komunikasi dalam mengukur jumlah penyalahguna Narkoba Oleh Polsek Kecamtan Mangarabombang bahwa dari data yang didapatkan oleh peneliti bahwa dari bulan Oktober-Desember 2018 pengguna yang diringkus sebanyak 20 kasus dan 34 tersangka, pada Januari-Desember 2019 jumlah pengguna yang diringkus sebanyak 40 kasus dan 40 tersangka dan pada Januari-Juli 2020 jumlah pengguna Narkoba yang ringkus sebanyak 37 Kasus dan 46 tersangka. Jumlah total setiap tahunnya terus menerus bertambah.

Dan diperjelas Kepala Dusun Bontomanai, Bapak Muhammad Tahir mengatakan Bahwa “iya, penyalahguna narkoba masih ada dan banyak”.

Audit komunikasi dalam mengukur yang dilakukan oleh Polsek Kecamatan Mangarabombang diatas secara garis besar tidak berhasil karena

kampanye/sosialisasi yang dilakukan oleh Polsek Kecamatan Mangarabombang tidak sepenuhnya menekan pengetahuan masyarakat tentang dampak

penyalahgunaan.

61