BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
C. Keterkaitan Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian pada indikator peran pemerintah sebagai regulator pemerintah memiliki peran yang sangat besar terhadap kualitas kehidupan para lansia, lansia sebagai salah satu indikator kesejateraan masyarakat harus diberikan perhatian secara khusus oleh pemerintah, berdasarkan data DTKS dari tahhun 2019 sampai tahun 2021 yang dimiliki oleh dinas sosial Kota Makassar keberadaan lansia di Kota Makassar mengalami kenaikan di beberapa
60
kecamatan sehingga kecamatan dengan kondisi lansia yang cukup banyak di kecamatan tamalate.
Berdasarkan hasil observasi lapangan pada penelitian ini kondisi lapangan terkait dengan peran pemerintah sebagai fasilitator dari fakta lapangan program pemerintah ada, beberapa ada stimulan dan kunjungan langsung dan juga bagi lansia terlantar di beri pelayanan untuk di bawa ke panti jompo.
Jadi kesimpulan pada indikator peranan pemerintah sebagai fasilitator terhadap kehidupan kesejahteraan lansia di Kota Makassar data DTKS sudah ditangani secara lansung oleh pihak dinas sosial namun sehubungan tingkat partisipasi masyarakat dalam mendukung pemerintah memberikan perhatian kepada para lansia.
Pada indikator peranan pemerintah sebagai fasilitator berdasarkan data yang diberikan, data tersebut memberikan informasi terkait dengan seluruh fasilitas yang telah diberikan pemerintah kepada lansia dalam proses peningkatan kesejahteraan lansia baik secara ekonomi, kesehatan baik secara mental dan psikis.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dari ke tiga indikator tersebut maka dapat disimpulkan hasil penelitian yakni
1. Peran pemerintah sebagai regulator dapat disimpulkan terkait dengan regulasi yang dibuat oleh pemerintah terkait dengan masyarakat usia lanjut yang terlantar di kota makassar peran regulasi yang diberikan pemerintah cukup besar baik dari program home care sampai rehabilitasi pada pusat pelayanan lanjut usia yang dimiliki pemerintah. Dan mengenai penerapan regulasi terkait dengan lansia di Kota Makassar, bentuk komitemen pemerintah dengan mengadakan program-program untuk memperhatikan lansia yang mana lansia merupakan bagian cita-cita negara dalam pembangunan nasional dan kesadaran semua pihak untuk mewujudkannya. Serta padadampak regulasi kepada lansia sangat banyak salah satunya perhatian khusus dari pemerintah sehubungan dengan kebutuhan dan pendampingan bagi para lansia.
2. Peran pemerintah sebagai dinamisator dapat disimpulkan sebagai berikut untuk menggerakkan masyarakat berpartisipasi memperhatikan lanjut usia terlantar menggunakan media sosialisasi, namun dengan tingginya kepedulian masyarakat kota
62
makassar pemerintah tidak perlu berupaya sangat keras dikarenkan tanpa arahan pemerintah sekalipun masyarakat akan memberikan tindakan terhadap masyarakat usia lanjut yang membutuhkan pertolongan. Adapun kendala-kendala pada proses peningkatan kesejahteraan lansia dikota makassar sebagai berikut penolakan dari mereka yang tidak ingin direhabilitasi, tidak adanya persuratan administrasi yang dimiliki oleh lansia.
Dan keterbatasan data yang dimiliki oleh dinas sosial. Serta arahan dan pembimbingan pemerintah tidak hanya kepada lansia saja melainkan masyarakat yang memiliki lansia dirumahnya agar perawatan kepada lansia tetap sesuai dengan selayaknya yang diperlakukan, kemudian juga pemerintah dengan layanan home care memberikan pembimbingan kepada lansia sesuai dengan kebutuhannya.
3. Peran pemerintah sebagai fasilitator pada peningkatan kesejahteraan lansia di Kota Makassar dapat disimpulkan pembangunan daerah bidang kesejahteraan masyarakat lansia sudah sepenuhnya kondusif dikarenakan besarnya keinginan pemerintah kota makassar untuk memperbaiki peningkatan kesejahteraan lansia di Kota Makassar. Namun untuk pengadaan pelatihan pendidikan dan pemberdayaan serta pemodalan hanya diberikan kepada lansia yang memang dianggap masih mampu dan bisa melaksanakan aktivitas
B. Saran
1. Diharapkan Dinas Sosial Kota Makassar mampu mendata seluruh lansia di Kota Makassar
2. Diharapkan Dinas Sossial Kota Makasssar Memberikan pelatihan khusus kepada lansia pada pembinaan lansia potensial untuk mampu berpenghasilan.
3. Diharapkan Dinas Sosial Kota Makassar memberikan pelayanan rehabilitasi kepada seluruh lansia di Kota Makassar yang membutuhkan.
4. Diharapkan Dinas Sosial memberikan fasilitas yang baik bagi pelayanan rehabilitasi lansia di Kota Makassar
64
DAFTAR PUSTAKA
Anggara, S. (2012). Ilmu Administrasi Negara: Kajian Konsep, Teori, dan Fakta Dalam Upaya Menciptakan Good Governance (Vol. 1). CV Pustaka Setia.
Fahrudin, Adi. (2012). Pengantar Kesejahteraan Sosial. Bandung: Refika Aditama Hermansyah. 2005. Peran pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan
kecamatan Tana lia kabupaten tana tidung. Jurnal pemerintahan. Volume 3 nomor 2, halaman 353
Keban, Y. T. (2004). Enam dimensi strategis administrasi publik: konsep, teori dan isu. Penerbit: Gava Media.
Kencana, I. (2003). Kepemimpinan Pemerintahan Indonesia. PT Refika Aditama, Bandung.
Miles, Mathew B dan A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif.
Terjemahan Tjetjep Rohendi Rosidi. Jakarta: UI – Press.
Ngutra, T. (2017). Pemenuhan Hak Kesejahteraan Sosial Bagi Masyarakat Miskin Di Kota Makassar (Thesis, Pascasarjana, Universitas Negeri Makassar.
Pasolong, H. (2011). Teori Administrasi Publik; Cetakkan Ketiga. Bandung: CV Alfabeta.
Poerwardarminta.2003. kamus besar bahasa indonesia. Jakarta:balai pustaka Sedarmayanti. (2009). Reformasi Administrasi Publik, Reformasi Birokrasi, dan
Kepemimpinan Masa Depan (Mewujudkan Pelayanan Prima dan Kepemerintahan yang Baik). Bandung: Refika Aditama.
Sudarsana, I. K. (2018). Pemberdayaan Usaha Kesejahteraan Sosial Berbasis Pendidikan Agama Hindu Bagi Anak Panti Asuhan. JCES| FKIP UMMat, 1(1), 41-51.
Suharto, E. (2009). Kemiskinan & perlindungan sosial di indonesia. Bandung:
CV. Alfabeta.
Suharto, Edi. 2014. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat Kajian Srategi Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial.
Bandung: Refika Aditama.
Sukanto, soerjono.2006.sosiologi suatu pengantar. Jakarta:CV.Rajawali Syafei. (2003). Ilmu Administrasi Publik. Yogyakarta.
Drawing/V 65
Display erifying
Syafri, Wirman. 2012. Studi Tentang Administrasi Publik. Jakarta: Penerbit.
Erlangga.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial
Widyakusuma, N. (2013). Peran Pendamping Dalam Program Pendampingan Dan Perawatan Sosial Lanjut Usia Di Lingkungan Keluarga (HomeCare): Studi Tentang Pendamping Di Yayasan Pitrah Sejahtera, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Sosio Informa, 18(3).
Foto Kantor Dinas Sosial
Kantor Dinas Sosial Kota Makassar
Foto bersama Staf Dinas Sosial
Foto bersama Plt Kepala Dinas Sosial
Foto bersama lansia