Bagan 2.1: Kerangka Pikir
D. Kewajiban Berdakwah
Kewajiban berdakwah mengarah kepada setiap orang yang memiliki kriteria tertentu. Seperti yang diungkapkan oleh S, bahwa:
“Setiap orang diarahkan untuk mengajak orang lain untuk berdakwah makanya pada saat diajak mereka langsung diarahkan untuk sama-sam turun berdakwah meskipun belum terlalu mendalami Islam akan tetapi kader atau orang diajaknya diikut sertakan berdakwah.”(hasil wawancara, 23 Juli 2016)
Hal senada juga disampaikan oleh MAA, bahwa:
“Kewajiban berdakwah untuk semua umat manusia dalam al-Quran bahwa kita umat yang menyeru terhadap kebaikan dan kemungkaran untuk itu kita harus membantu orang-orang yang menyiarkan agama Allah.” (hasil wawancara, 6 Juli 2016)
Dari berbagai wawancara dan observasi maka dapat disimpulkan alasan seseorang mengajak dan terjun langsung untuk berdakwah karena itu adalah ajaran untuk mangarahkan seseorang sesuai dengan pedoman dalam al-Quran.
beberapa ayat al-qur’an yang dijadikan landasan dakwah Jamaah tabligh sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan dakwahnya dapat kita temukan dalam al- Qur’ansebagaimana firman Allah:
Terjemahannya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (Q.S Ali Imran 3:110).
BAB VI
PRESPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP GERAKAN DAKWAH JAMA’AH TABLIGH DI KOTA MAKASSAR
1. Gerakan Dakwah Jama’ah Tabligh di Kota Makassar
Aktivitas dakwah yang paling signifikasi dari Jamaah Tabligh adalah aktivitas dakwah yang mereka sebut dengan khuruj, khuruj terbagi ke beberapa tahapan, yaitu 3 hari, 40 hari, dan 4 bulan. 3 hari dilakukan dalam setiap bulan, 40 hari dilakukan dalam setiap tahun, dan 4 bulan dilakukan minimal dalam seumur hidup. Adapaun jumlah anggota mereka yang melaksanakan khuruj adalah berjumlah maksimal 14 orang sedangkan jumlah idealnya 12 orang dan apabila timnya merupakan sepasang suami istri, maka maksimalnya 7 pasang dan minimalnya 4 pasang. Biasanya mereka berdakwah dengan berkelompok seperti yang diungkapkan oleh MT, bahwa:
“Berkelompoknya mereka pada saat berdakwah agar seseorang saling mendukung. Sesuai dengan pengalaman sewaktu mereka datang ke rumah untuk izin bahwa ada jamaah di luar Makassar. apabila yang satu orang bercerita sekaligus menyampaikan kebaikan dan habis bahan yang diceritakan maka teman yang lain akan ikut bercerita agar dakwah mereka sampai pada saya dan suasana tidak sunyi. Mereka juga tidak memandang dari golongan namun siapa saja yang bertemu maka akan diajak untuk bergabung dikelompoknya.” (hasil wawancara, 23 Juli 2016)
Hal senada juga diungkapkan oleh A, yang menyatakan bahwa:
“Berdakwah dengan berkelompok karena ada pembagian tugas diantara kami yaitu, ada yang memimpin, mengajarkan tentang hadits, menasihati, penunjuk jalan dan, berdzikir di mesjid serta untuk memudahkan dan65
menguatkan dalam berdakwah. Pada berdakwah tidak ada status yang harus dibanggakan namun hanya semata-mata kami hamba Allah.” (hasil wawancara, 26 Juli 2016)
Berdasarkan hasil wawancara dari informan di atas dapat disimpulkan bahwa Berkelompoknya mereka dalam berdakwah untuk memberikan kemudahan diantara mereka pada saat mendakwai orang-orang dan memberikan rasa keterikatan diantara mereka. Manajemen dakwah yang baik inilah yang memperluas kelompok aliran ini disetiap daerah.
2. Prespektif Masyarakat terhadap Gerakan Dakwah Jama’ah Tabligh Perkembangan dalam menebarkan dakwah untuk kemaslahatan agama ini selalu menyisahkan sebuah sudut pandang dari berbagai kalangan terutama masyarakat yang belum memahami akan sebuah ajaran. Jama’ah Tabligh berperan untuk menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat untuk dapat memahami tentang tuntunan hidup di dunia. Namun respon seseorang akan berlainan dengan orang lain. Seperti yang diungkapkan oleh IS, bahwa:
“Kehadiran Jama’ah Tabligh di mesjid ini ikut meramaikan dan memakmurkan mesjid. Mereka berdakwah dan mengajak saudara-saudara sesama Islam adalah sebuah kebaikan yang harus kita ikuti. Ini juga sebagai rasa kesadaran untuk menjalankan syariat meskipun tidak terlalu banyak yang hadir saya kagum dengan keteguhan dakwahnya.namun mereka juga harus memperhatikan keadaan keluarga yang ditinggalkan.”
(hasil wawancara, 16 Juli 2016)
Dari pernyataan informan IS senada disampaikan oleh D, bahwa:
“Dakwah mereka sangat khas berbeda dengan yang lain. Tanpa ada rasa malu mendatangi rumah-rumah untuk mengajak orang mendengarkan ceramah dan mengajak sholat di mesjid. Meskipun yang ikut 1 atau 2 orang tetapi mereka tetap datang lagi berdakwah.” (hasil wawancara, 20 Juli 2016)
Dari pernyataan di atas bisa disimpulkan bahwa keberadaan Jama’ah Tabligh di lingkugan masyarakat menjadi suatu hal yang menarik untuk dicermati.
Apalagi dakwahnya memiliki ciri khas tersendiri. Strategi mendatangi rumah untuk untuk melaksanakan sholat dan memakmurkan mesjid. Meskipun yang mendengarkan hanya beberapa orang tapi semangat patang menyerah untuk menyampaikan ajaran Islam.
3. Pengaruh Gerakan Dakwah Jama’ah Tabligh terhadap Masyarakat di Kota Makassar
Biasanya sebuah keberhasilan akan diukur dan diamati dengan pencapaian pada pribadi dalam perubahan. Seperti yang diungkapkan oleh D, bahwa:
“Ada perubahan ketika jamaah ini berkunjung di daerah kami. Mesjid mulai bertambah jamaahnya dan adanya berbagai kegiatan yang dilakukan di mesjid”. (hasil wawancara, Juli 2016)
Hal senada juga disampaikan oleh NA, mengatakan bahwa:
“Kami merasakan sebuah perbedaan dengan kedatangan jamaah ini.
Awalnya hanya beberapa saja namun beberapa hari jamaah mesjid bertambah dan orang-orang yang dulu malas pergi sholat kemesjid dan ada
juga yang langsung berupah penampilannya mengikuti para Jama’ah Tabligh.” (hasil wawancara, 29 Juni 2016)
Dari hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa adanaya sebuah perubahan dalam masyarakat mengalami sebuah proses meskipun yang hanya beberapa orang namun dengan kemunculan jamaah ini memberikan suatu perubahan yaitu bertambahnya jamaah mesjid bahkan pribadi yang dipandang jarang ke mesjid mengalami kesadaran untuk memakmurkan mesjid.
BAB VII
GERAKAN DAKWAH KOMUNITAS JAMA’AH TABLIGH
DALAM SEBUAH PEMBAHASAN TEORETIS
A. Sinergitas Interaksional Simbolis terhadap Gerakan Dakwah