• Tidak ada hasil yang ditemukan

KICK ANDY SPECIAL

Dalam dokumen ANGKAI - UNIKOM Kuliah Online (Halaman 80-86)

84

h!< K ,\Nf]'/ APf.; ,i'l. ' I' I '

Ketika menjadi ibu, seorong perempuan mengenal cinto yang tak berjeda, tanpa syarat dan tak berbatas.

TEKS OLEH SIKSTA ALIA

Tuhan telah menciptakan ibu dengao berbagai kcmampuan istimewa yang sulit kita pahami. Ketika semua orang menyerah untuk kit.1, at.<lu bahkan ketika kita sendirf menyerah. sosok ibu muncullayaknya seberkas terang yang menyeruak da.-i ujung tcmwongan dan menerangi jiwa kita yang putus asa.

Hanya ibu yang tak pern~h memiliki kata menyerah untuk buah hatinya. Begitu pula Haryantjnah.

I ina Merry Sibarani. Paini dan Tutik Sulityowati yang terus mengusahakan kesembuhan untuk anak-anak rncreka yang menderita penyakit langka. Mereka adalah cahaya terang yang menyinari terowongan gelap yang harus ditempuh putra-putrinya tanpa pernah merasa Ieiah.'!.

HARYANTINAH

P e.VkaJ; /G.- S (.( l!k.b (.(

SETIAP SIANG MENJELANG,

H<lry;w>l•nah (30) datang k.e Rumoh Saki< C.pto Mangul<usumo. Jokarl<l un- tuk meloh;u anak scmata wayangnya.

Kevon Nenobeso (14 b<M.ln) yang scclang terkul<ll lemas di Unrt Petawar.~n lntensit Sctclah melalui berbogo1 pemerikS<~<~n, tim medis mcndaf)<lti oks•qen yang masuk ke ruooh Kevin t•dak sampa1 ke otak sehcngga Kev>n harus tcrus mengena- ka.n ventilator. Oi.agnosis dOklcr menyat.lkan Kevin memiliki ke- lilinan bawaan <lcngan nama $plrml /VIuscu/,?r Acroplly

"Kelika

'"'Y"

tanya <tpakah Kevin bls,; disernbuhkan. dokter hanya beri«1ta, 'Sulit.' Setelal> ltu. say~ dun suami tcrd.ant Dok- ter sudah ongkat Iangan. Kalau begin!. kaml blsa opo?" cerita

liaryanl>nah. Sclelah berobat darl S<llu rumah sakit ke rumah

sJkit lain, Kevin S1lJnf)d.i kc Rurnelh Sakrt Cipto Mangukunsumo.

Perjuangan Haryantinah dan suamlny~ dimui~J. Mcrcka hatus mencarl biaya pengobalan yang hd..lk sedlkil. Penghosilan suomi- nya, Allons Ncnobcsi (33) seb>ga• stal kalering belum mencu·

kupi untuk mcrncnuhi biaya pcngobatan si buah h.at•.

Setelah se-kiiln kali put us as.l. perjw,,~Jdn mcrcka membuah- kan has I. Bcbcrapa ptho~ tcrmasuk Dlnas Kesehal.ln bcrscd;..

membantu. Namun kondisi Kevon yang le<gantung pada ~~entila

"" seumur hidup mcmbebanr ptl<iran Hary.>ntinah. "Ookter juga mertl\IOOis usi.l Kevin mungiUn hany• bi,.. bertahan 1-2 tahun. • ungl<apnya o;ed>h.

Kadang. H<lryantonah merao;.' pulu>

asa.

Beruntung. •• sel.llu bcrada di longkungan yang sel>lu menO.Jiwngnya

..,,lA<

yakon dan

teru> befharop untuk kesernbtoh.ln Kev>n l",n sustet

yang

mera·

wot Kevin ..,nngkar. rnombel•kan baju <bn sep.>tu untuk bayi kecil iru. Walau terkadang. ia rn;llah sedoh mcbhal •o<!p.11u·<ep;~lu kecil yang rnctnb<Jngkus lolki Kevin Terlcbih.

i•ka

•3 tenngat mungl<in Kevin akan lumpuh dan t.>k ol<an bis.l berjiiiJn dengan $Cpalu terse- but. Narnun, lambat laun horafl"n yang dirn1hlu orung lain te<had.lp Kevin juga membatlgun harapan sang ibu. '"lik.J w_c;;tcr saja memi- Jiki harapan pada Kevin, kami juga harus semMgat dan percaya ba/lwa Kevin juga bisa sembuh." ""'P Haryon1in.1h.

Untuk menguotkan h,.i, io ju!Ja b~rusaha bcrbagl deogan keluarga pasien lain. Ia mjrn rnengunjung• ruang perawatM dan bcr-

86 •

•.Alit " I ''

terru dengan or-angttJa lain

yang

merTVkki masalah samo, bahi<M lebOh bcra~ "Keadaan saya lebih bai< karena bl<a mendap;lt..., bantuan dan banyak pih.1k. Kaclang di ruang pem..a:an saya meremul<an cerita. bosa tertawa dan memkmati suosona. J ka lola

ter\JS bersedih keadaan terasa Seblh herat." cerita ibu satu arok '"'·

Suaminya Y"'"9 tegar. Alfons Nenobes. selalu men1ad ~um­

ber keyalunan dan kekuatan utamanya. "Sebelum mendapat jaminan t.Jtang saja. dia reb jika harus dipenjar() k.arcna utang.

Y~J penting, kami terap harus b~rusaha untuk Kev1n," ujnr Hariyantinah optimi.s. '

<

TINA MERRY SIBARANI

TINA MERRY SIBARANI (55), tidal< per- nan bermompl bllhwa pwa yang tclah i.l nantikan selama 9 tahun ;:&kan bergantung pada kursi rod~ seiJma ha.mpir 6 t(lhun.

Cllristian Aguwysato Tamboen atau T .an {IS) sejak tahun 2005 mengalami Ducllcnnc M,..scvtar Oysrropy yang merPbuat 0\0t-<>tOifly.) menyusut secora progresif. "Kebka saya mcndcngar wrtlS dokter. rasanya dunoa sudah kiamat.

Dua

mlnggu saya bda~ mau keluaf kamar. Tapo saya befpilar semua past• SUdah diatur oleh Tuhan. Sebag .. orangtua.l<arni haNs tC<U$

berusaha memberikan yang terbaik unruk ami<." ungkap Tiro.

Mulai

saar

itu, Tina mencoba beragam cata a!)ar keadaan

lian

membalk. Menul\ll dokter, penyakit yang diderita Tian belunt ada Obartlya. Namun. Tina tak berhenb bcrusaltd dan tMJS mcncoba

se-

mu> 1enls pengobatan koovensional hingg> pengobatan altemabf.

Ia dan soamonya. Sagom Tamboen

yang

ktni be<prolesi sebagai stat khusus Menl<opolkam berusaha selalu mempermudah l<ehidupan

r.,

Ketlka Tian masu1<

SMP.

Tina sadal 1

ot<a

ana1<nya menempab

l<elas do 1antao

•tas

pasiJ akan

sangot

menyuld<an

r..,.la

tidak ragu

""'mohon kepada Kepota Sekol.:lh agar Tian bisa mendapatkan kelas di lanlai bawah hingga pun·anya ktni duduk di kelas IX.

Menurut dokter. Tian lebth baik mcndapatkan pendidikan di rumah dcng.;m me:todc home!ichoolmg. Namun, T&ar\ yang ~~·pel

tl!:rny.lUl ingin h1dup di teng3h kecen.11n c;ua"iana sekotah biasa aqar bo<;a bergaul dengan teman-temannya. "TI:>n bdak pemah mind<>r dan odak ~ sal<it hali. ~ sampai selcarang

r...,

setalu

rncn<lapa"<an tem.m-teman yang ~IIJ """"J3Y'Jf'"'YY." ujar Tina.

Kw11, Tl'la tel<lh memasukt USia kepala Lma. ia be<syukur rna.<ih memi iki kekuatan uncuk mCflgangkm tubuh Tian dan memandt·

kannya seb.1p hari. "Namun. bagaim<JIIa 1ika saya semakin tua dan harus mcnrnngalkan Tian Sti<Jtu sa.:1r nanti. S1apa yang akan mera~

wat nan?" ungkap Trna sambil menyeka atr mata.

Meskl dokte< belum menemukan jalon keluar untuk menyem- buhkan putranya. Tona tetap merasa benuntung

dianugerarn

soSOk

Toan yang

kuat dalam hidupnya Kadang. justru Chrisban yang m¢r1<ldi penyemang.1lt kami sehan-harl. '

~ k ( 1<."1

"' '· 87

TUTIK SULISTYOWATI DAN PAIN I

Oa_c~

,(; cn."LfiV

.Pe!Jqa~IV

,....__,"\.:::: '""\

-.S/, .

I

·

' I \ " -. . ,') 'J,

~

·~,

RIZKI RAMADHAN ( 19 bulan) sangat bcruntung karena memiliki dva ibu yang selalu berusaha mengusahakan kesembuhan untuk diriny<:~. Rizk, kcc1l terlah!r kurang sempurna. Di usi;) tujuh han, dokter menemu·

kan :.aluran pcrnapasan dan pencernaaooya tidak sempuma.

Untuk mak.>n d.ln bemapas, Rizki harus dibanlu dengan alat yang drtanA>

<II

leher dan perutnya.

Sebenamya,lbu kandung Rrzlu adalah TutlkSuist)OW<ltl (34).

0. m.asa awal kehamilan T utlk. suaminya pergi dan tidak kembah.

Melih.>t ~e..daa11 Tutik. Painr (41) ter..:ntuh. Ia akhimya mera- wat T ut!k

yong

kebka rtu bekerja di rumahnya. Apalagi kctika mehhat Rizki lahir dengan kekurangan. maka Paini dan

T

utik

ber~epak:~.t akon merawatnya bersama.sama. W<:Jiau berat, Tutik dar! Palnl tldak menyerah karena melihat semangat hidup Rl:kl untuk bert.>han hidup sangat besar dcngan kekurangnn yang l:l m1hki. Di usia 3 bulan, Rizki yang kesu·

htan bemap:ls pemah mengalami gizi buruk hingga sempat kritis. Namun. ternyata Rizki tctap bertahan.

P~ ni berju~ng mendapatkan dana untuk pengobaW> Rr:tlo y>ng l1d3k sedrkrt ~ment~ra T\llik ben.l~ha me.-awat

R•zki

dengan beri>og01 a""'ny• yang bisa memudahkan dirinya dan Paini. Setelah satu tahun lebih mendamptngi Rlzki Tubk lebrh krealif dalam kondrsr darurat agar tidak perlu setiap saat berkunjung kc rumah sakit Untuk makan, Rizkr hanya bosa mengonsumsi susu. bahkan puyer saja tldak bts.a. k.lrena

sa.

luran unttJk mokannya sangat keciL Tcrkadang saluran makan

88

111./lllll'l'AI-"HI XII<•·'

Muk~ tul01h'r ta.k empuro.,, Rizk rumbiJh men1itd an k 1'1"9 cenoa

"TUHAN TlDAK Jl.KAN MEMBERIKAN COBAAN YANG LEBIH BERAT DARI KEMAMPUAN MAN USIA. BAGAJMANAPUN CARANY . IJ.., KAMI AKAN TERUS BERUSJI_H/1./I.GII.R RIZKI EISA SEPER11 ANAK N0Rlv1ALLAINNYA."

rAtNt

Rizki mampat namun T utik sudah bisa membersihkan sendiri berat bagi Tutik karena setiap mal am Rizki tidak bisa tidur sehingga Ri:zki tida.k pethJ dibawa ke rumah s..1kit. Begitu pula dengan tenang. Setiap tiga jam sekali ia pasti terbangun dan untuk hal lain, seperti meminumkan susu yang butuh kecer- Tutik harus siaga. Tutik tak pernah berusaha membangunk.an matan tersendiri. orang lain jika situasinya tidak darurat. "Tidak ada yang sulit.

Paini mengakui kagum dengan kegigihan Tuti yang kuat Saya hanya kasihan jika melihat Ritki kesakitan katena tidak menghadapi cobaan ini. Se.benarnya, Tutik masih memiliki bisa mengetuafkan dahaknya," kisah Tutik.

tanggungan lain-dua anak dan orangtuanya yang berusia Kini k.ondisi R\zki sudah mernbaik. Meski dcmikiao, ia masih lanjut tlnggal di PurwodJ.di. Untungtah, ada Paini yang rela harus menjJ.Iani sekitar sembilan kali operasi untuk membe- membantunya. Sebagai ibv kedoa Rizki. Paini berusaha mel"'- nahi saluran pernapasannya. Hanya Tuhan yal"'g tahu hingga

<:ari dana ke segala tempat. "Biaya pengobatan Rizki sangat tingl)i sejak lahir. Adakalanya, kami kcsulitan membeli pcr- lengkapan dan obat obatan. seperti tisu dan popok," ujar Paini yang membuka usaha makanan kecil dan jasa me,,jahit p<3kaian bersama teman-temannya sesama penderita difabel.

Meski beban biaya tetap menghantui, "'amun tidak ada yang mengalahkon pemandangan ketika Rizki kesakitan. Leb•h

kapan Rizki mampu bertahan dengan kondisi terse but. Namun Paini dan Tutik tetap berusaha untuk membuat Ri-.:kt bisa mcn- jalani kehidup<H\ yang normal di ma.s<J. dcp~n. "'Tuho.n tidak akan mcmbcrik~n coba<ln y<::ang lebih berat dari kemampuan manusia. Bagaimanapun caranya, kami akan terus berusaha agar Rizki bisa scpcrti anak normal lainnya. Rizki harus tum- buh sehat. besar dan sekolah dengan baik," harap Pain!. \

KILk AN!W AffiiUXII/lO'

89

Dalam dokumen ANGKAI - UNIKOM Kuliah Online (Halaman 80-86)

Dokumen terkait