A. Tinjauan Teori
3. Kinerja karyawan
a. Pengertian kinerja karyawan
Kinerja dalam perusahaan merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Para atasan atau manajer sering tidak memperhatikan kecuali sudah amat buruk atau segala sesuatu jadi serba salah. Terlalu sering manajer tidak menegetahui betapa buruknya kinerja telah merosot sehingga perusahaan atau instansi menghadapi krisis yang serius. Kesan buruk perusahaan yang mendalam berakibat dan mengabaikan tanda-tanda peringatan adanya kinerja yang merosot.
Kinerja adalah hasil kerja karyawan dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang ditentukan.Pada hakikatnya kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seseorang yang melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar atau kriteria yang ditetapkan untuk pekerjaan tersebut.
Untuk memantau keberhasilan sebuah usaha dan aktivitas dalam sebuah perusahaan/ perusahaan maka parameter yang dapat dijadikan alat ukur salah satunya adalah kinerja. Dengan memahami dan menganalisa kinerja yang dihasilkan dalam periode tertentu,
maka manajemen dapat mengetahui dengan jelas permasalahan dan keberhasilan apa yang telah terjadi di dalam perusahaan.
Evaluasi dapat sedini mungkin dilakukan untuk mengoreksi, memperbaiki atau meningkatkan strategi dan perencanaan pada tahapan periode selanjutnya.
Kepedulian semua anggota perusahaan akan fungsi dan tanggung jawabnya masing-masing akan lebih mengkoordinir terciptanya kualitas kinerja secara individual maupun secara kelompok (perusahaan). Hal yang demikian mendorong bagi kemudahan dan kelancaran goal perusahaan. Dan yang terpenting dari itu semua adalah peran manajemen mengawal aktivitas kerja yang berlangsung dalam perusahaan tetap berada pada koridor ketentuan yang berlaku yang diimbangi dengan kreativitas motivasi yang menyenangkan bagi semua pihak, yang pada akhirnya akan menjaga tingkat kualitas kinerja semua pihak berada pada level yang maksimal. 30 Kinerja merupakan perilaku perusahaan yang secara langsung berhubungan dengan produktivitas. Informasi tentang kinerja perusahaan merupakan suatu hal yang sangat penting digunakan untuk mengevaluasi apakah proses kinerja yang dilakukan perusahaan selama ini sudah sejalan dengan tujuan yang diharapkan atau belum.
Istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Mangkunegara (2015:67) pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Kinerja adalah hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas–tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam suatu periode tertentu” (Kasmir, 2016:182).
“Kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya” (Mangkunegara, 2017:9).
Dari pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja dalam jangka waktu atau periode tertentu.
Kegunaan penilaian kinerja merupakan sebuah mekanisme yang dapat digunakan untuk memastikan apakah setiap karyawan pada tiap tingkatan telah menyelesaikan tugasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan sebelumnya. merupakan suatu proses yang dilakukan secara sistematis untuk menilai keseluruhan kinerja karyawan.
Sedangkan menurut Wibowo (2016:18) mengemukakan
“Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat strategis perusahaan, kepuasan kenosumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. Sedangkan menurut Ratundo dan Sacket (2012:76) mendefinisikan “Kinerja adalah kegiatan yang mencakup semua tindakan atau perilaku yang dikontrol oleh individu dan memberi kontribusi pada pencapaian tujuan-tujuan perusahaan”.
Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Hariandja (2013:55) yang mengemukakan “Kinerja merupakan hasil kerja yang dihasilkan oleh karyawan atau karyawan atau perilaku nyata yang ditampilkan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Mathis (2014:113) berpendapat “Kinerja adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh karyawan”. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan proses pencapaian tujuan perusahaan dan hasil dari usaha sumber daya manusia itu sendiri dalam sebuah perusahaan.
b. Indikator kinerja karyawan
Robbins (2017) mengemukakan bahwa indicator untuk mengukur kinerja karyawan secara individu yaitu:
1. Kualitas (quality)
Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan. Quality of work (kualitas kerja) menunjukkan sejauh mana mutu seorang karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya meliputi ketepatan, kelengkapan, dan kerapian. Kualitas kerja dapat di ukur melalui ketepatan, kelengkapan, dan kerapian. Yang dimaksud ketepatan adalah dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya, artinya terdapat kesesuaian antara rencana kegiatan kelengkapan ketelitian dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya, artinya terdapat kesesuaian antara rencana kegiatan dengan sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan.
Yang dimaksud dengan kelengkapan adalah ketelitian dalam melaksanakan tugasnya. Yang dimaksud dengan kerapian adalah kerapian dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.
Kualitas kerja mengacu pada kualitas sumber daya manusia,kualitas sumber daya menusia mengacu pada:
a. Pengetahuan (knowledge) yaitu kemampuan yang dimiliki karyawan yang lebih berorientasi pada intelejensi dan daya fikir serta penguasa ilmu yang luas yang dimiliki karyawan.
b. Keterampilan (skill), kemapuan dan penguasa teknis operasional dibidang tertentu yang dimiliki karyawan.
c. Abilities yaitu kemampuan yang terbentuk dari sejumlah kompetensi yang dimilki seorang karyawan yang mencakup loyalitas, kedisiplinan, Kerjasama dan tanggung jawab.
2. Kuantitas
Kuantitas (quality) adalah segala bentuk satuan ukuran yang terkait dengan jumlah hasil kerja dan dinyatakan dalam ukuran angka atau yang dapat dipadankan dengan angka, kuantitas merupakan jumlah yang dihasilkan, dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, siklus aktivitas yang diselesaikan.
Kuantitas kerja (quantity of work) adalah jumlah kerja yang dilaksanakan oleh seorang karyawan dalam suatu periode tertentu. Hal ini dapat dilihat dari hasil kerja karyawan dalam penggunaan waktu tertentu dan kecepatan dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab.
3. Ketepatan waktu (Timelimes)
Merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Merupakan dimana kegiatan tersebut dapat diselesaikan atau suatu hasil produksi dapat dicapai, pada permulaan waktu yang ditetapkan bersamaan koordinasi dengan hasil produk yang lain dan memaksimalkan waktu yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan lain.
c. Tujuan kinerja karyawan
Salah satu fungsi evaluasi yang sangat penting dilakukan adalah dengan melakukan penilaian kinerja karyawan. Kegiatan penilaian kinerja karyawan ini sudah menjadi hal umum khususnya di perusahaan besar.
Sadariah (2016:98) bahwa penilaian prestasi kerja atau kinerja mempunyai tujuan yang berindikator luas, yaitu:
1) Tujuan umum:
a) Penilaian karya atau prestasi bertujuan untuk memperbaiki pekerjaan para pekerja, dengan memberikan bantuan agar setiap pekerja mewujudkan dan menggunakan potensi yang dimilikinya secara maksimal dalam melaksanakan misi perusahaan-perusahaan melalui pelaksanaan pekerjaan masing–masing.
b) Penilaian karyawan bertujuan untuk menghimpun dan mempersiapkan informasi bagi pekerja dan para manajer
dalam membuat keputusan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan bisnis perusahaan/perusahaan ditempatnya bekerja.
c) Penilaian karyawan secara umum bertujuan untuk menyusun inventarisasi SDM di lingkungan perusahaan atau perusahaan yang dapat digunakan dalam mendesain hubungan antara atasan dan bawahan, guna mewujudkan saling pengertian dan penghargaan dalam rangka mengembangkan keseimbangan antara keinginan pekerja secara individual dengan sasaran perusahaan/perusahaan, dan dari hasil tersebut dapat pula diketahui tentang kepuasan kerja atau sebaliknya. Disamping itu dapat pula digunakan untuk menyusun program pengembangan pribadi, pengembangan karier, program pelatihan, dan lain-lain bagi setiap pekerja.
d) Penilaian karyawan bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja yang berpengaruh pada prestasi para pekerja dalam melaksanakan tugas–tugasnya. Untuk itu hasil penilaian perlu diketahui oleh para pekerja. Dari satu sisi pengetahuan tentang keberhasilannya akan menjadi motivasi untuk mempertahankannya dan bahkan untuk meningkatkannya di masa depan. Sebaliknya informasi kegagalan dapat digunakan oleh perusahaan atau perusahaan dalam usaha mendorong para pekerja memperbaiki kekurangan atau kelemahannya agar di masa depan kinerjanya lebih meningkat.
2) Tujuan khusus
a) Penilaian karya bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar melakukan promosi, menghentikan pelaksanaan pekerjaan yang keliru atau tindakan memperbaiki (melaksanakan konseling), menegakkan disiplin sebagai kepentingan bersama, menetapkan pemberian penghargaan/balas jasa, dan merupakan ukuran dalam mengurangi atau menambah pekerja melalui perencanaan sumber daya manusia.
b) Penilaian karya bertujuan untuk menghasilkan informasi yang dapat dipergunakan sebagai kriteria dalam membuat tes yang validitasnya tinggi. Dengan kata lain informasi penilaian karya dapat digunakan untuk keperluan rekrutmen dan seleksi, karena dengan tes yang valid akan diperoleh hasil berupa skor (nilai) yang dapat digunakan untuk memprediksi kemampuan calon pekerja dalam mengisi kekosongan, sehingga dapat diperoleh pekerja yang berkualitas.
c) Penilaian karya menghasilkan informasi sebagai umpan balik (feedback) bagi pekerja dalam meningkatkan efisiensi kerjanya, dengan memperbaiki kekurangan atau kekeliruannya dalam melaksanakan pekerjaan. Pekerja yang berstatus bawahan dapat mempergunakan informasi hasil penilaian karya untuk mengembangkan diri masing-masing secara individual.
d) Penilaian karya bertujuan untuk menghasilkan informasi yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pekerja dalam meningkatkan kinerjanya, baik yang berkenaan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam bekerja maupun yang menyentuh sikap terhadap pekerjaannya. Dengan demikian informasi penilaian karya dapat dipergunakan untuk menetapkan tujuan dan materi di dalam kurikulum pelatihan tenaga kerja.
e) Penilaian karya bertujuan untuk memberikan informasi tentang spesifikasi jabatan, baik untuk pembidangannya maupun perjenjangannya dalam struktur perusahaan/perusahaan.
Spesifikasi ini dapat membantu dalam memecahkan masalah- masalah yang terjadi dalam perusahaan atau perusahaan dan meminimalisir masalah yang ada.
f) Penilaian karya bertujuan untuk meningkatkan komunikasi sebagai usaha mewujudkan hubungan manusiawi yang harmonis antara atasan dan bawahan, terutama jika penilaian dilakukan dengan metode interview.
d. Manfaat kinerja karyawan
Bagi pihak manajemen perusahaan ada banyak manfaat dengan dilakukannya penilaian kinerja. Manfaat yang diperoleh dari penilaian kinerja ini terutama menjadi pedoman dalam melakakukan evaluasi bagi pembentukan perusahaan sesuai dengan pengharapan dari berbagai pihak, yaitu baik pihak manajemen serta komisaris perusahaan. Berikut beberapa manfaat penilaian kinerja menurut ahli.
Menurut Fahmi (2017:66) “ada banyak manfaat dengan dilakukannya penilaian kinerja. Penilaian kinerja dimanfaatkan oleh manajemen dan menjadi pedoman dalam melakukan tindakan evaluasi bagi pihak manajemen atas kinerja kerja dan produktivitas karyawannya”, yaitu:
Mengelola operasi perusahaan secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimun.
1) Mengelola operasi perusahaan secara efektif melalui pemotivasian karyawan secara maksimun.
2) Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan, seperti: promosi, transfer, dan pemberhentian.
3) Mengindentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan.
4) Menyediakan umpan balik karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka.
5) Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.
e. Faktor-faktor kinerja
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja menurut (Hasibuan, 2012) mengungkapkan bahwa “Kinerja merupakan gabungan tiga faktor penting, yaitu kemampuan dan seorang pekerja, kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi tugas dan peran serta tingkat motivasi pekerja”. Apabila kinerja tiap individua tau karyawan baik, maka diharapkan kinerja perusahaan akan baik pula.
Menurut Kasmir (2016:189) faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja baik hasil maupun perilaku, yaitu sebagai berikut:
1.) Kemampuan merupakan kemampuan atau skill yang dimiliki seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan. Semakin memiliki kemampuan dan keahlian maka akan dapat menyelesaikan pekerjaannya secara benar, sesuai dengan yang telah ditetapkan.
2.) Pengetahuan maksudnya adalah pengetahuan tentang pekerjaan.
Seseorang yang memiliki pengetahuan tentang pekerjaan secara baik akan memberikan hasil pekerjaan yang baik demikian pula sebaliknya.
3.) Rancangan kerja merupakan rancangan pekerjaan yang akan memudahkan karyawan dalam mencapai tujuannya. Artinya jika sesuatu pekerjaan memiliki rancangan yang baik, maka akan memudahkan untuk menjalankan pekerjaan tersebut secara tepat dan benar, dan sebaliknya pun begitu.
4.) Kepribadian yaitu kepribadian seseorang atau karakter yang dimiliki seseorang. Setiap orang memiliki kepribadian atau karakter yang berbeda satu sama lainnya. Seseorang yang memiliki kepribadian atau karakter yang baik akan dapat melakukan pekerjaan secara sungguh-sungguh penuh tanggung jawab sehingga hasil pekerjaannya juga baik, demikina pula sebaliknya.
5.) Motivasi kerja, motivasi kerja merupakan dorongan bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan. Jika karyawan memiliki dorongan yang kuat dari dalam dirinya atau dorongan dari luar
dirinya (misalnya dari pihak perusahaan), maka karyawan akan terangsang atau terdorong untuk melakukan sesuatu dengan baik.
Tetapi bila karyawan itu sendiri tidak memiliki motivasi apapun, dipastikan kinerjanya hanya begitu saja dan cenderung menurun.
6.) Kepemimpinan merupakan perilaku seseorang pemimpin dalam mengatur, mengelola, dan memerintah bawahannya untuk mengerjakan sesuatu tugas dan tanggung jawab yang diberikannya. Sebagai contoh perilaku pemimpin yang menyenangkan, mengayomi, mendidik, dan membimbing tantu akan membuat karyawan senang dengan mengikuti apa yang diperintahkan oleh atasannya.
7.) Gaya kepemimpinan merupakan gaya atau sikap seorang pemimpin dalam mengahadapi atau memerintahkan bawahannya.
Sebagai contoh gaya atau sikap seorang pemimpin yang demokratis tentu berbeda dengan gaya kepemimpinan yang otoriter. Dalam praktiknya gaya kepemimpinan ini dapat diterapkan sesuai dengan kondisi perusahaan.
8.) Budaya perusahaan merupakan kebiasaan-kebiasaan atau norma-norma yang berlaku dan dimiliki oleh suatu perusahaan atau perusahaan. Kebiasaan-kebiasaan atau norma-norma ini mengatur hal-hal yang berlaku dan diterima secara umum serta harus dipatuhi oleh segenap anggota suatu perusahaan atau perusahaan. Kepatuhan anggota perusahaan untuk menuruti atau mengikuti kebiasan atau norma ini akan memengaruhi kinerja seseorang atau perusahaan.
Dari penjelasan beberapa faktor diatas faktor gaya kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kinerja. Faktor lain juga yang memengaruhi kinerja menurut Mangkunegara (2013:67). Faktor kemampuan secara psikologis, kemampuan (ability) karyawan terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowledge+skill). Artinya jika karyawan yang memiliki IQ di atas rata-rata dengan Pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Maka ia akan mudah dalam mencapai kinerja yang diharapkan. Faktor motivasi yang terbentuk dari sikap (attitude) seorang karyawan dalam menghadapi situasi kerja guna menggerakkan diri pegawai yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi.
f. Karakteristik kinerja
Karakteristik orang yang mempunyai kinerja tinggi adalah sebaagai berikut:
1) Memiliki tanggung jawab pribadi yang tinggi.
2) Berani mengambil dan mengambil dan menanggung resiko yang dihadapi.
3) Memiliki tujuan yang realistis.
4) Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang rencana yang telah di programkan.
5) Memanfaatkan umpan balik (feed back) yang konkrit dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukan.