• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kompetensi Pedagogik Guru PAUD

Dalam dokumen peran himpaudi dalam penguatan kompetensi (Halaman 30-50)

BAB II LANDASAN TEORI

B. Kompetensi Pedagogik Guru PAUD

Kata Kompetensi berasal dari bahasa inggris competency, sebagai kata benda competence yang berarti kecakapan, kompetensi dan kewenangan.

Dalam konteks ini, kompetensi dapat diartikan sebagai suatu kemampuan atau kecakapan yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dimiliki dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan fungsi profesionalnya.

Sedangkan menurut Ditjen Ketenagaan, Dirjen Dikdasmen, Depdiknas, kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Kemudian menurut Undang-undnag Guru dan Dosen, kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, diharapkan, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalnya.13

Kompetensi menurut Usman dalam Kunandar bahwa kompetensi adalah suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan

13Muhammad Fadillah, Desain PembelajaranPAUD: Tinjauan Teoretik & Praktik.

(Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), hlm, 85-86.

seseorang, baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. Pengertian ini mengundang makna bahwa kompetensi itu dapat digunakan dalam dua konteks. Pertama, sebagai indikator kemampuan yang menunjukkan kepada perbuatan yang diamati. Kedua, sebagai konsep yang mencakup aspek-aspek kognitif, afektif dan perbuatan serta tahap-tahap pelaksanaannya secara utuh.

Sedangkan Roestiyah N.K. dalam Kunandar mengartikan kompetensi yang dikutipnya dari pendapat W. Robert Houston sebagai suatu tugas memadai atau pemilikan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan tertentu. Sementara itu, Piet dan Ida Sehartian dalam buku Sudarmawan Danim berpendapat bahwa kompetensi yaitu kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui dan pelatihan yang bersifat kognitif, afektif dan performen. Kompetensi juga dapat diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya sehingga ia dapat melakukan prilaku-prilaku kognitif, afektif, psikomotorik dengan sebaik-baiknya. Sementara itu, menurut Finch dan Crunkilton dalam Sudarmawan Danim kompetensi adalah suatu penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan. Sementara itu, menurut Kepmendiknas 045/U/2002 adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.

Pada Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen disebutkan bahwa guru merupakan pendidik profesional dengan tugas

utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.14

Guru PAUD sebagai sumber belajar merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan program PAUD. Karena, guru terlibat langsung dan bertanggungjawab terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Kualitas pendidik sangat menentukan hasil pembelajaran yang dicapai.15 Kegagalan dan kesuksesan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga pengajar yang menguasai materi, metodologi pengajaran, dan skill yang profesional.

Kompetensi secara sederhana dapat diartikan sebagai kemampuan dalam melakukan suatu pekerjaan. Jadi kompetensi guru PAUD dalam melakukan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh guru PAUD dalam melakukan pekerjaannya sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pelatih, dan pengevaluasi anak usia dini baik pada PAUD jalur formal maupun non formal.16

Adapun Kompetensi guru merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan kewajiban-kewajibannya dengan tanggung jawab dengan tugasnya menjadi guru. Karena guru merupakan suatu profesi atau pekerjaan, maka kompetensi sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Dalam kaitanya dengan pendidikan, kompetensi menunjukan

14 Novan Ardy Wiyani, Konsep Dasar PAUD, (Yogyakarta: Gava Media, 2016), hlm. 65.

15 Jamal Ma‟mur Asmani, Manajemen Stategis Pendidikan Anak Usia Dini, (Jogjakarta:

DIVA Press, 2009), hlm. 97.

16Novan Ardy Wiyani, Konsep Dasar PAUD, (Yogyakarta: Gava Media, 2016), hlm. 85.

perbuatan yang sifatnya rasional untuk mencapai tujuan pendidikan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Kompetensi diperoleh melalui sebuah proses latihan atau pendidikan. Salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar adalah seorang guru., oleh sebab itu menjadi seorang guru harus memiliki kompetensi untuk mengorganisasi ide- ide yang dikembangkan di kalangan peserta didik sehingga dapat menggerakan semangat dan minat belajar anak.17

Kompetensi pedagogik guru merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang pendidikan apapun.

Kompetensi ini meliputi pemahaman terhadap anak sebagai peserta didik, kemampuan dalam merancang pembelajaran, kemampuan dalam melaksanakan pembelajaran, kemampuan dalam mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilki oleh peserta didik.

Guru adalah orang yang mempunyai peranan yang penting dalam sebuah pendidikan. Agar proses pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien, pendidik dituntut memiliki kompetensi. Kompetensi itulah yang digunakan untuk menilai apakah seorang pendidik itu berkualitas atau tidak.

Kompetensi guru menjadi gambaran tentang apa yang sekiranya dapat dilakukan seorang pendidik dalam melaksanakan pekerjaannya, baik berupa kegiatan, perilaku maupun hasil yang dapat ditunjukkan.18

17 Sylva Alkornia, Studi Deskriptif Kompetensi Pedagogik dan Profesionalisme Guru PAUD Dharma Wanita Binaan SKB Situbondo, Jurnal Pancaran, 2016, hlm. 144.

18 Ihsana El-Khuluqo, Manajemen PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), (Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2015), hlm. 6.

Penggarisan lebih jauh tentang jenis-jenis kompetensi guru harus pula kita lihat dari segi peranan guru dalam proses belajar mengajar dalam kelas, yakni guru sebagai pengajar, sebagai pemimpin kelas, sebagai pembimbing para siswa, sebagai pengatur lingkungan, sebagai partisipan, sebagai ekspeditur, sebagai perencana, sebagai supervisor, sebagai motivator, sebagai pengajar, sebagai penanya, sebagai evaluator, dan sebagai konselor.

Pengembangan kompetensi guru dilaksanakan melalui kurikulum SPG, program penataran guru dan berbagai usaha yang dapat dilakukan oleh IKIP pengembangan kompetensi guru di SPG terutama dilaksanakan dalam program pendidikan keguruan pengembangan kompetensi melalui penataran dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan pendidikan dan dalam bidang ilmu kependidikan dan latihan simulasi praktek mengajar.19

Guru juga sebagai agen pembelajaran, disebut dalam pasal 28 (ayat 3) bahwa guru sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial20

Berkaitan dengan kompetensi pendidik maupun tenaga kependidikan PAUD secara umum telah diatur dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidik, dan Pemerdiknas No. 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Dari ke semua aturan-aturan

19 Oemar Hamalik, Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009), hlm. 59-60.

20Martinis Yamin, Sertifikasi Profesi Keguruan di Indonesia, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2007), hlm. 96.

tersebut memuat bahwa kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang pendidik (guru) ada empat, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

Kompetensi pedagogik, yaitu kemampuan mengelola pembelajaran siswa yang meliputi pemahaman terhadap siswa, perencangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan siswa untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya. Menurut Munif Chatib, yang termasuk dalam kompetensi pedagogi adalah sebagai berikut:

1. Memahami karakteristik siswa.

2. Memahami karakteristik siswa dengan kelainan fisik, sosial-emosional, dan intelektual yang membutuhkan penanganan khusus.

3. Memahami latar belakang keluarga dan masyarakat untuk menetapkan kebutuhan belajar siswa dalam konteks budaya yang beragam.

4. Memahami cara dan kesulitan belajar siswa.

5. Mampu mengembangkan potensi siswa.

6. Menguasai prinsip-prinsip dasar belajar-mengajar yang mendidik.

7. Mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

8. Merancang aktivitas belajar-mengajar yang mendidik.

9. Melaksanakan aktivitas belajar-mengajar yang mendidik.

10. Menilai proses dan hasil pembelajaran yang mengacu pada tujuan pendidikan.21

Idealnya guru PAUD profesional adalah guru PAUD yang memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik ini terkait dengan kemampuan pendidik PAUD dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Kompetensi pedagogik guru PAUD meliputi:

1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosi, dan intelektual.

2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampuhnya.

4. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik.

5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik.

6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mngaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.

7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.

8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.

9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.

21 Muhammad Fadillah, Desain Pembelajaran PAUD Tinjauan Teoretik & Praktik.

(Jogjakarta: Ar-Ruzz Media,2012), hlm. 87-88.

10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.22 Kemampuan guru PAUD dirumuskan ada lima kemampuan dasar guru dan salah satunya adalah mampu menyelenggarakan program kegiatan belajar di lembaga PAUD, meliputi:

1. Memahami dan mampu merinci program kegiatan belajar di lembaga PAUD.

2. Mampu membuat perencanaan kegiatan belajar untuk anak-anak di lembaga PAUD secara menyeluruh baik harian, mingguan, bulanan, semesteran dan tahunan.

3. Mampu menciptakan dan menggunakan alat-alat permainan dan media maupun bahan ajar lainnya.

4. Mampu mengembangkan dan mewujudkan stimulan yang dapat mengembangkan diri anak sesuai dengan tahap atau dimensi perkembangannya.

5. Mampu menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar yang menggunakan prinsip “Belajar Sambil Bermain dan Bermain Sambil Belajar”

6. Mampu menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang lebih menekankan pada pendekatan individual dari pada kelompok/klasikal.

7. Mampu menerapkan prinsip-prinsip motivasi belajar anak usia dini.

8. Memahami prinsip-prinsip pemberian hadiah (pujian) dan penguatan (reinforcement).

22 Novan Ardy Wiyani, Manajemen PAUD Bermutu: Konsep Dan Praktik MMT DI KB, TK/RA, (Yogyakarta: Gava Media, 2015), hlm. 91-92.

9. Menguasai kegiatan penilaian (assessment) hasil belajar anak.

10. Mampu mengaitkan hasil belajar anak dengan upaya pencapaian tugas- tugas perkembangan dalam berbagai dimensi perkembangannya.

11. Melaksanakan peranannya sebagai guru PAUD dalam melakukan layanan bimbingan dan konseling.

12. Melaksanakan perannya sebagai guru PAUD dalam administrasi kelas dan administrasi pendidikan.23

Guru PAUD harus memiliki mental sebagai pribadi yang penyayang kepada anak-anak didiknya, selain itu juga guru harus menguasai pedagogik literatur ilmu pengetahuan seputar ilmu pendidikan, psikologi perkembangan anak, konsep-konsep dasar ilmu bidang studi, dan pembelajaran bagi anak.24

Guru PAUD adalah seseorang yang telah memiliki kualifikasi pendidikan S1/DIV Pendidikan Guru PAUD. Guru tersebut memahami dan menerapkan empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi soasial dan kompetensi profesional.25

Merujuk pada UU sistem pendidikan Nasional 2003, guru yang akan mengajar di lembaga PAUD harus berlatar belakang S1 PG-PAUD atau S1 PG-TK.26 Adapun persyaratan sebagai guru PAUD adalah:

23Suyadi & Maulidya Ulfah, Konsep Dasar PAUD,(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hlm. 167-168.

24Lily Alfiyatul Jannah, Kesalahan-Kesalahan Guru PAUD Yang Sering Dianggap Sepele, (Jogjakarta: DIVA Press, 2013), hlm. 23.

25Luluk Asmawati, Perencanaan Pembelajaran PAUD, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), hlm. 32.

26Suyadi, Manajemen PAUD TPA-KB-TK/RA Mendirikan, Mengelola, dan Mengembangkan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), hlm.

20.

1. Persyaratan Umum

a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b. Warga Negara Indonesia.

c. Berusia sekurang-kurangnya 18 tahun.

d. Sehat jasmani dan rohani.

e. Berkepribadian riang, gembira, mempunyai rasa sayang anak yang tinggi, pandai bergaul dan jujur.

f. Kreatif, inivatif, dan menyenangkan.

g. Memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap perkembangan anak.

h. Peka dan tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Persyaratan Khusus

a. Sebagaimana diatur dalam UU, bahwa syarat Guru PAUD adalah harus berijazah serendah-rendahnya S1-PGTK/S1-PGRA/PGPAUD atau sederajat.

b. Mampu bernyanyi, bercerita dan bermain, termasuk harus mampu memainkan alat musik.

Selain kedua persyaratan di atas, dalam UU No.14 Tahun 2015 seorang guru termasuk guru PAUD juga dituntut untuk mempunyai empat kompetensi dasar, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Pekerjaan sebagai seorang guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Ini adalah sesuatu yang wajar karena guru merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap masa depan peserta didik. Bahkan Nabi

Muhammad saw menegaskan bahwa ilmu pengetahuan yang telah diberikan oleh guru terhadap peserta didik menjadi salah satu dari tiga pahala yang tidak akan pernah berhenti mengalir meskipun si guru sudah meninggal selama peserta didiknya mengamalkan ilmu pengetahuan tersebut.27

Tugas guru yang utama adalah mengajar dan mendidik murid di kelas dan di luar kelas. Guru selalu berhadapan dengan murid yang memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap utama untuk menghadapi hidupnya di masa depan. Menurut Badan Standar pedagogik adalah:

Kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi (a) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan; (b) pemahaman tentangpeserta didik; (c) pengembangan kurikulum/silabus; (d) perancangan pembelajaran; (e) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; (f) evaluasi hasil belajar; dan (g) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.28

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang mencangkup; wawasan landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik, mengembangkan kurikulum, merencanakan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pemanfaatan teknologi pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik.29

Kompetensi pedogogik guru PAUD merupakan seperangkat kemampuan yang dimiliki oleh guru PAUD dalam menyelenggarakan program pembelajaran untuk menumbuh kembangkan aspek fisik maupun

27 Novan Ardy Wiyani, Etika Profesi Keguruan, (Yogyakarta: Gava Media, 2015), hlm.

33-34.

28 Jejen Musfah, Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik, (Jakarta: Kencana, 2011).

29Ibid, hlm.137-138.

psikis anak usia dini.30 Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi:

1. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan.

2. Pemahaman terhadap peserta didik.

3. Pengembangan kurikulum dan silabus.

4. Perencangan pembelajaran.

5. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis.

6. Pemanfaatan teknologi pembelajaran.

7. Evaluasi hasil belajar.

8. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.31

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang terkait dengan merencanakan kegiatan program pendidikan, pengasuhan dan perlindungan, melaksanakan proses dan melaksanakan penilaian terhadap proses dan hasil pendidikan, pengasuhan dan perlindungan. Kemampuan ini ditunjukkan dalam bentuk kemampuan pendidik dalam menyusun rencana kegiatan tahunan, semesteran, mingguan dan harian; menetapkan kegiatan bermain yang mendukung tingkat pencapaian perkembangan anak; merencanakan kegiatan yang disusun berdasarkan kelompok usia; mengelola kegiatan sesuai dengan rencana yang disusun berdasarkan kelompok usia; menggunakan

30Novan Ardy Wiyani, Kapita Selekta PAUD: Alternatif-Solusi Problematika Penyelenggaraan PAUD, (Yogyakarta: Gava Media, 2016), hlm. 183.

31 Novan Ardy Wiyani, Ilmu Pendidikan Islam Rancang Bangun Konsep Pendidikan Monokotomik-Holistik, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), hlm. 103.

metode pembelajaran melalui bermain sesuai dengan karakteristik anak;

memilih dan menggunakan media yang sesuai dengan kegiatan dan kondisi anak; memberi motivasi untuk meningkatkan keterlibatan anak dalam kegiatan; dan memberikan bimbingan sesuai dengan dengan kebutuhan anak;

memilih cara-cara penilaian yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai;

melakukan kegiatan penilaian sesuai dengan cara-cara yang telah ditetapkan;

mengelola hasil penilaian untuk berbagai kepentingan pendidikan;

mendokumentasikan hasil-hasil penilaian.

Untuk perencanaan sebelum mengajar adalah memahami program kegiatan PAUD, menyusun suatu kegiatan mingguan, menyusun suatu kegiatan harian, kegiatan harian memiliki urutan yang luwes. Untuk melaksanakan proses belajar mengajar adalah pengorganisasian kelas, penggunaan sarana belajar mengajar, melakukan kegiatan belajar mengajar dengan suasana bermain yang mendukung. Stelah proses belajar mengajar adalah penilain. Penilaian anak usia dini lebih banyak ditekankan pada kemampuan pendidik untuk mengamati kemajuan anak sehari-hari, karena itu pendidik hendaknya mengiuasai ciri-ciri setiap tahap perkembangan anak dan keberbakatan anak.32

Guru anak usia dini harus mampu memimpin timnya (dengan pendidik lain dan orang tua) dan berusaha untuk menunjukkan tanggung jawab. Guru bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi selama anak berada dalam proses pembelajaran, memotivasi dan secara langsung memberikan

32Agus F. Tangyong dkk, Pengembangan Anak Usia Dini, (Jakarta: Gramedia, 2009), hlm. 5-8.

bimbingan pada pendidik atau karyawan yang ada di sekolah. Selain itu, guru juga harus memiliki kemampuan untuk mengevaluasi proses dan rencana kegiatan dalam tim tersebut. Kepemimpinan juga terlihat dalam bentuk dapat dipercaya, mampu menjelaskan, memberi dukungan, merespon, menilai, mendengarkan, mengkoordinasi, mampu bekerja sama dan mampu berdiskusi.

Guru harus memiliki kemampuan untuk bermain penuh dan mampu menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Guru anak usia dini harus mampu menciptakan kegiatan bermain untuk anak dan mengusahakan kegiatan di dapat dari situasi kehidupan yang nyata (kontekstual). Guru harus menciptakan lingkungan belajar yang konteksnya bermain baik dalam ruangan atau di luar ruangan. Untuk menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan, pendidik harus berusaha membayangkan dirinya seperti anak-anak, bahkan menjadi anak-anak, serta ikut bermain bersama dengan anak.33

Guru harus memiliki imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Untuk menjadi guru anak usia dini yang berhasil dan mampu meningkatkan kegiatan bermain yang menarik dan menyenangkan tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak. Guru diharapkan dapat menggunakan, memanfaatkan, memaksimalkan material yang ada untuk menciptakan lingkungan yang kaya pada anak. Untuk dapat melakukan hal tersebut guru harus memiliki imajinasi dan kreativitas yang tinggi sehingga menghasilkan anak yang kreatif.

33 Martha Christianti, Profesionalisme Pendidik Anak Usia Dini, Jurnal Pendidikan Anak, 2012, hlm. 118.

Keterbukaan guru dalam melihat hasil karya dan cara anak memecahkan masalah ketika bermain tanpa tekanan membebaskan anak untuk berimajinasi dan berkreasi. Hal ini berarti bahwa pendidik harus fleksibel dan memandang hasil tersebut sebagai bentuk imajinasi dan kreatifitas anak.

Guru harus mampu merancang program dan melaksanakan pembelajaran yang mengacu pada analisis kebutuhan anak. Untuk mengembangkan karakteristik ini guru harus memahami tahapan setiap aspek perkembangan anak secara utuh, melakukan pengamatan pada anak dan berlatih memahami setiap kebutuhan anak. Program yang dirancang guru harus cocok dengan tahapan tersebut. Hal ini berarti program yang direncanakan tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu rendah dari kemampuan anak. Tema yang dipilih guru juga harus sesuai dengan minat anak.

Kompetensi pedagogik guru PAUD merupakan seperangkat kemampuan yang dimiliki oleh guru PAUD dalam menyelenggarakan program pembelajaran untuk menumbuh-kembangkan aspek fisik maupun psikis anak usia dini. Kompetensi pedagogik guru PAUD antara lain:

1. Mengorganisasikan aspek perkembangan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Indikator dari kepemilikan kemampuan tersebut yaitu guru PAUD mampu:

a. Menelaah aspek perkembangan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

b. Mengelompokkan anak usia dini sesuai dengan kebutuhan pada berbagai aspek perkembangan.

c. Mengidentifikasi kemampuan awal anak usia dini dalam berbagai bidang pengembangan.

d. Mengidentifikasikan kesulitan anak usia dini dalam berbagai bidang pengembangan.

2. Menganalisis teori bermain sesuai aspek dan tahapan perkembangan, kebutuhan, potensi, bakat, dan minat anak usia dini. Indikator dari dimilikinya kemampuan tersebut yaitu guru PAUD mampu:

a. Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip bermain sambil belajar yang mendidik yang terkait dengan berbagai bidang perkembangan di PAUD.

b. Menelaah teori pembelajaran dalam konteks bermain dan belajar yang sesuai dengan kebutuhan aspek perkembangan anak usia dini.

c. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik bermain sambil belajar yang bersifat holistik, sesuai kebutuhan anak usia dini dan bermakna yang terkait dengan berbagai bidang perkembangan di PAUD.

d. Merancang kegiatan bermain sebagai bentuk pembelajaran yang mendidik pada anak usia dini.

3. Merancang kegiatan pengembangan anak usia dini berdasarkan kurikulum. Indikator dari kemampuan tersebut yaitu guru PAUD mampu:

a. Menyusun isi program pengembangan anak sesuai dengan tema dan kebutuhan anak usia dini pada berbagai aspek perkembangan.

b. Membuat rancangan kegiatan bermain dalam bentuk program tahunan, semester, mingguan dan harian.

4. Menyelenggrakan kegiatan pembangan yang mendidik. Indikator dari kepemilikan kemampuan tersebut adalah guru PAUD mampu:

a. Memilih prinsip-prinsip pengembangan yang mendidik dan menyenangkan.

b. Merancang kegiatan pengembangan yang mendidik dan lengkap baik untuk kegiatan didalam kelas maupuin diluar kelas.

c. Menerapkan kegaitan belajar bermain yang bersifat holistik, autentik dan bermakna.

5. Memanfaatkan teknologi, informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik. Indikator dari kemampuan tersebut yaitu guru PAUD mampu:

a. Memilih teknologi informasi dan komunikasi serta bahan ajar yang sesuai dengan kegiatan perkembangan anak usia dini.

b. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan perkembangan yang mendidik.

6. Mengembangkan potensi anak usia dini untuk pengaktualisasian diri.

Indikator dari kepemilikan kemampuan tersebut yaitu guru PAUD mampu:

a. Memilih sarana kegiatan dan sumber belajar pengembangan anak usia dini.

b. Membuat media kegiatan pengembangan anak usia dini.

c. Mengembangkan potensi dan kreatifitas anak usia dini melalui kegiatan bermain sambil belajar.

7. Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun. Indikator dari kepemilikan kemampuan tersebut yaitu guru PAUD mampu:

a. Memilih berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empati dan santun dengan anak usia dini.

b. Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan anak usia dini.

8. Menyelenggarakan dan membuat laporan penilaian, evaluasi proses dan hasil belajar anak usia dini. Indikator dari dimilikinya kemampuan tersebut ialah guru PAUD mampu memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar anak usia dini.

9. Menentukan lingkup sasaran asesmen proses dan hasil pembelajaran pada anak usia dini. Indikator dari kepemilikan kemampuan tersebut adalah guru PAUD mampu:

a. Memilih pendekatan prinsip dan prosedur asesmen proses dan hasil kegiatan pengembangan pada anaka usia dini.

b. Menggunakan prinsip dan prosedur asesmen proses dan hasil kegiatan pengembangan anak usia dini.

Dalam dokumen peran himpaudi dalam penguatan kompetensi (Halaman 30-50)

Dokumen terkait