• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

B. Penyajian Data dan Analisis

Setelah melakukan proses penelitian dan memperoleh data dari lapangan dengan berbagai teknik pengumpulan data yang digunakan, mulai dari yang umum hingga yang spesifik. Selanjutnya data-data tersebut akan dianalisis secara detail dan krisis dengan harapan dapat memperoleh data yang akurat.

Penyajian data dalam penelitian ini, diperoleh melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun data yang disajikan dalam penelitian ini disesuaikan dengan fokus penelitian, yaitu 1) Bagaimana pelaksanaan program One Day One Juz dalam pembiasaan membaca Al- Quran oleh Mahasiswa di Komunitas ODOJ Jember Tahun 2019?. 2) Bagaimana pelaksanaan program One Day One Juz dalam memahami Al- Quran oleh Mahasiswa di Komunitas ODOJ Jember Tahun 2019?

1. Pelaksanaan Program One Day One Juz dalam Pembiasaan Membaca Al-Quran oleh Mahasiswa di Komunitas ODOJ Jember

Dalam pembiasaan ada yang dinamakan pelaksanaan pembiasaan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang agar terjadi perubahan yang maksimal. Proses pelaksanaan pembiasaan yang dilakukan agar tercapai tujuan pembiasaan yang diinginkan yaitu meliputi :

a. Membiasakan dengan kegiatan rutin

Kegiatan rutin sering kali disebut dengan kegiatan pembiasaan karena memang sasaran dari kegiatan ini adalah untuk membiasakan perilaku tertentu yang dianggap mendasar dan penting. Pendekatakan

ini mengikuti suatu pola rutin tertentu, artinya berfungsinya jenis dan pola perilaku tersebut dapat dikembangkan melalui penjadwalan secara terus menerus hingga perilaku yang diharapkan melekat secara kuat dan menjadi bagian dari perilaku positif yang dimiliki.

Di Komunitas One Day One Juz semua anggota dibiasakan untuk membaca Al-Quran satu hari satu juz, satu hari setengah juz, maupun membaca semampunya atau lebih dari satu juz setiap hari yang dikontrol oleh admin dengan mengikuti SOP yang berlaku.

Sebagaimana yang dipaparkan oleh Ibu Yeni Ekawati selaku ketua Komunitas ODOJ Jember.

“Kegiatan rutin yang dilakukan Komunitas One Day One Juz adalah melaksanakan kegiatan membaca Al-Quran satu hari satu juz, atau sesuai dengan program tilawah yang diikuti, dan melaporkan hasil tilawahnya yang dikontrol oleh admin disetiap group. Hal ini sebagai upaya agar selalu istoqomah membaca Al- Quran dan mencintai Al-Quran.”116

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada Ibu Nining selaku Admin untuk memperkuat data di atas, yang hasilnya ialah :

“Setiap anggota melakukan tilawah setiap hari satu juz atau lebih, dengan komitmen awal dan melaporkan hasil tilawahnya dengan batas waktu yang telah disepakati dengan pembagian juz yang telah dirundingkan bersama. Dan saling memotivasi satu dengan yang lain agar tetep selalu istoqomah menyelesaikan tilawahnya.”117

Salah satu Mahasiswa anggota ODOJ juga menyampaikan bahwa ia membiasakan diri membaca Al-Quran melalui Komunitas ODOJ.

116 Yeni Ekawati, Wawancara, Jember, 29 September 2019.

117 Nining, Wawancara, Jember, 29 September 2019.

“Sebelum ikut ODOJ mungkin yang saya baca cuma surat-surat penting seperti Ar-Rahman, al-Mulk, Waqiah, Dhukhon, surat Yasiin dan juz 30, trus nanti dilanjutkan lagi membaca Al-Quran mulai juz 1 cuma 1 sampai 2 lembar aja, dan tilawahnya cuma subuh sama magrib saja, bisa hatam kadang 5 bulan sekali. Tapi semenjak ikut ODOJ bisa hatam satu bulan sekali, mungkin awalnya terpaksa karena sudah menjadi tuntutan dan komitmen di awal jadi tidak boleh bohong sama admin atau PJH kalo kholas ya bilang kholas, kalo belum ya bilang belum. Namun lama-lama hal ini menjadi biasa untuk saya tilawah 1 juz sehari, karena sudah biasa jadi kalo belum tilawah berasa ada yang kurang.”118

Menurut para anggota membiasakan diri membaca Al-Quran satu hari satu juz atau lebih di Komunitas ODOJ ini memberikan banyak manfaat yang diberikan yaitu semua anggota dapat istiqomah membaca Al-Quran dan terpacu semangatnya untuk menyelesaikan tilawahnya setiap hari sesuai dengan target tilawah yang ingin dicapa.

Gambar 4.1

Dokumentasi Rekapitulasi List Laporan Tilawah

Selain membaca Al-Quran (Tilawah) setiap hari, ada juga kegiatan rutin lainnya yang dilakukan setiap bulannya, seperti kegiatan Ngaji on The Street (Ngaos). Dari hasil pengamatan yang dilakukan

118 Silvi Anidha, Wawancara, Jember, 30 September 2019.

peneliti, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin bulanan yang diselenggarakan oleh Komunitas ODOJ Jember sebagai ajang silaturrahmi antar anggota ODOJ dan Kopdar anggota.

Kegiatan Ngaos ini berlangsung diawali dengan acara sharing- sharing antar anggota, mulai dari berbagi pengalaman awal mengikuti Komunitas ODOJ, saling berbagi tips agar tidak futur dalam membersamai Al-Quran, dan lainnya. Lalu, di lanjutkan dengan laporan Dewan Pengurus Area (DPA) ODOJ Jember, penguman informasi, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu Ngaos (ngaji) dan diakhiri dengan ramah tamah.

Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti pada hari minggu, 29 September 2019 bahwasanya :

“Kegiatan ngaos hari ini bertempat di rumah salah satu anggota ODOJ yaitu rumah Ibu Dwi Ciptati di Jl Sriwijaya No 41 A. Pada kegiatan ini anggota yang hadir masing-masing berpasangan membaca 1 juz Al-Quran dimana satu bertugas membaca, dan satunya bertugas menyimak bacaan rekannya secara bergantian.”119

Bekenaan dengan kegiatan Ngaos ini, peneliti mewawancarai penanggung jawab kegiatan Ngaos, Ibu Wulandari. Beliau memeparkan

“ Ngaos merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Komunitas ODOJ Jember yang dilakukan disetiap akhir atau awal bulan.

Kegiatan Ngaos ini merupakan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan peraturan pusat. Awalnya kegiatan Ngaos ini dilakukan di jalan-jalan sesuai dengan namanya yakni ngaji on the street yang dulu biasa dilakukan di depan masjid Baitul Amin atau double way UNEJ. Seiring berjalannya waktu, banyak permintaan anggota ODOJ untuk rumahnya ditempati kegiatan ODOJ, akhirnya kami setelah meminta izin kepada pengurus pusat, dan

119 Peneliti, Observasi, Jember, 29 September 2019.

kami diberikan izin untuk melakukan kegiatan ODOJ di rumah anggota ODOJ yang dicover dengan kegiatan Ngoas.”120

Menurut pengamatan peneliti di lapangan, bahwa Komunitas ODOJ Jember menerapkan pembiasaan dengan kegiatan rutin membaca Al-Quran setiap hari dan Ngaos dalam penanaman cinta Al-Quran adalah pembiasaan yang diterapkan secara terjadwal. Dengan adanya kegiatan pembiasaan tersebut, para anggota ODOJ dapat istiqomah membaca Al-Quran dan selalu terpacu semangatnya untuk membaca Al-Quran.

Gambar 4.2

Dokumentasi Kegiatan Ngaos121

b. Membiasakan dengan kegiatan spontan

Membiasakan dengan kegiatan spontan merupakan membiaskan dengan kegiatan yang secara spontan saat itu juga, dimana membiasakan dengan kegiatan ini dilakukan saat mengetahui anggota yang mulai futur (iman sedang turun). Contoh ada anggota yang tidak

120 Wulandari, Wawancara, Jember, 29 September 2019.

121 Peneliti, Dokumentasi Kegiatan Ngaos di Rumah Ibu Dwi Ciptati Jln Sriwijaya No 41 A. 29 September 2019.

laporan tentang hasil tilawahnya, maka saat itu juga admin memberi peringatan dan teguran serta memotivasi anggotanya tersebut untuk menyelesaikan tilawahnya, hal ini diterapkan sebagai proses penanaman cinta Al-Quran, dan agar para anggota ODOJ tetap semangat membaca Al-Quran. Seperti halnya yang disampaikan Ibu Nining selaku admin, beliau menjelaskan :

“ Membiasakan dengan kegiatan spontan disini dilakukan disaat melihat anggota mulai futur, atau tidak melaporkan hasil tilawahnya, agar mereka semangat kembali untuk membaca Al-Quran, admin memberinya motivasi dan menengurnya serta menanyakan alasan kenapa ia tidak melaporkan hasil tilawahnya. Maka secara spontan admin akan menyuruh anggotanya untuk melanjutkan tilawah dengan memberikan perpanjang waktu. Hal dilakukan agar para anggota tetep bisa istiqomah tilawah setiap hari.”122

Begitupun ungkapan yang disampaikan oleh Maulidiah, selaku Penangung Jawab Harian (PJH), ia menyampaikan :

“ Apabila ada anggota yang tidak melaporkan hasil tilawahnya, secara spontan saya menjaprinya dan menyakan alasan kenapa tidak menyelesaikan tilawahnya, dengan memberi motivasi kepada anggota yang tidak melaporkan hasil tilawahnya agar segera menyelesaikan tilawahnya.”123

Sebagaimana yang diakui oleh salah satu anggota ODOJ yaitu Niwati, berikut paparannya :

“Yang sering ditegur oleh admin itu ketika, saat ada anggota tidak melaporkan hasil tilawah ke group. Admin atau PJH memberi penringatan dan teguran secara halus, tanpa menyinggung perasaan yang bersangkutan agar serta selalu memberi motivasi untuk selalu terpacu semangatnya dalam tilawah.”124

122 Nining, Wawancara, Jember 22 September 2019.

123 Maulidiah Nur H, Wawancarai, Jember 22 September 2019.

124 Niwati, Wawancara, Jemmber, 22 September 2019.

Dari hasil pengamatan peneliti bahwasanya :

“Untuk menjaga semangat para anggota untuk terbiasa menyelesaikan tilawahnya setiap hari, admin memberi peringatan, teguran dan motivasi, untuk memotivasi anggota yang mulai futur atau yang tidak melaporkan hasil tilawahnya ke group. Anggota yang mendapat teguran secara tiba-tiba melaporkan hasil tilawahnya setelah mendapat motivasi dari admin dan mendapat perpanjang waktu untuk menyelesaikan tilawahnya.”125

Menurut penjelasan di atas membiasakan dengan kegiatan spontan yang dilakukan di Komunitas ODOJ Jember dalam pembiasaan membaca Al-Quran bisa sebagai peringatan dan motivasi bagi mereka yang mulai futur atau tidak ada kabar tilawahnya. Dan juga pembiasaan dengan menggunakan kegiatan spontan ini sebagai salah satu upaya agar anggota ODOJ tetep terpacu dan semanagat membaca al-Quran setiap hari.

125 Peneliti, Observasi, Jember, 21 September 2019.

Gambar 4.3 Dokumentasi Motivasi

c. Membiasakan dengan kegiatan teladan

Membiasakan dengan kegiatan teladan merupakan membiasakan dengan kegiatan pemberian contoh oleh admin, PJH atau anggota lainnya. Ibu Nining selaku admin menyampaikan :

“ Sebagai seorang admin, kita sepatutnya memberi contoh pada anggota ODOJ yang menjadi amanah kita, untuk semangat membaca al-Quran dan terlebih untuk kholas (selesai membaca Al-Quran) terlebih dahulu, dengan harapan para anggota ikut terpacu semangatnya dalam menyelsaikan tilawahnya.”126 Begitupun ungkapan yang disampaikan oleh Maulidiah selaku PJH, ai menyamapaikan :

“Dalam hal ini, admin dan juga PJH mempunyai tugas penting sebagai teladan, karena jika PJH tidak kholas terlebih dahulu, maka anggota yang lainpun tidak akan terpacu semangatnya untuk menyelesaikan tilawahnya. Disinilah kami merasakan berlomba-lomba dalam kebaikan.”127

126 Nining, Wawancara, Jember, 29 September 2019.

127 Maulidiah Nur H, Wawancara, Jember 22 Septemebr 2019.

Dengan penjelasan di atas, membiasakan dengan kegiatan teladan merupakan suatu kegiatan yag berpusat pada admin atau PJH sebagai contoh para anggotanya. Admin dan PJH yang kholas terlebih dahulu memungkinkan menjadi pemacu para anggotanya untuk selelu kholas tepat waktu.

Senada dengan penuturan di atas, Niwati menyampaikan bahwa;

“Ketika admin, PJH ataupun anggota lainnya sudah kholas dan saya belum, dan bahkan ketika mereka bisa membaca Al- Quran lebih dari satu juz, seperti menjadi cambuk bagi saya sendiri untuk lebih semangat, dan menguatkan diri saya bahwa saya juga bisa seperti mereka.”128

Sebagaimana yang peneliti amati di Komunitas ODOJ Jember, para admin dan pengurus sangat bersabar merangkul para anggotanya dan bersama-sama saling memotivasi untuk tetap terbiasa membaca al- Quran terlebih mencintai al-Quran.

Tabel 4.3 Temuan Penelitian

128 Niwati, Wawancara, Jember, 22 September 2019.

No Fokus Penelitian Sub Fokus Temuan

1 2 3 4

1. 1. Bagaimana Pelaksanaan Program One Day One Juz dalam Pembiasaan Membaca Al- Quran oleh Mahasiswa di Komunitas ODOJ Jember tahun 2019

1. Membiasak an dengan kegiatan rutin

1. Anggota membaca satu hari satu juz atau lebih sesuai dengan target tilawah yang diikuti.

1 2 3 4 2. Setiap

Anggota melaporkan hasiln

tilawahnya ke gruop laporan yang di kontrol oleh admin dan PJH 3. Setiap bulan

sekali

diadakan acara ngaos

4. Pada acara ngaos anggota yang hadir berpasang- pasangan untuk bergantian menyimak bacaan temannya.

2.Membiasakan dengan kegiatan spontan

1. Admin atau PJH memberi motivasi, teguran maupun peringatan kepada anggota yang mulai futur atau tidak melaporkan hasil

tilawahnya ke gruop

2. Pelaksanaan Program One Day One Juz dalam Memahami Al-Quran oleh Mahasiswa di Komunitas ODOJ Jember

Memahami Al-Quran merupakan suatu aktifitas yang melibatkan proses kognitif, dikatakan memahami Al-Quran apabila ia dapat mengkontruksikan makna-makna dari Al-Quran. Kunci memahami Al- Quran yakni dengan cara membacanya dan juga mempelajarinya.

a. Membaca Al-Quran

Membaca Al-Quran berbeda dengan membaca buku atau kitab suci lainnya. Al-Quran memiliki tata cara sendiri yang disebut dengan ilmu tawid, yaitu ilmu yang mempunyai kaidah-kaidah tertentu sebagai pedoman dalam pelafalan huruf-huruf dari makhrojnya disamping harus memperhatikan hubungan setiap huruf dengan sebelum dan sesudahnya cara pelafalannya.

2 3

3.Membiasakan dengan kegiatan teladan

4 1. Admin dan

PJH memberi contoh untuk kholas terlebih dahulu

2. Anggota merasa terpacu jika ada

anggota yang lain kholas terlebih dahulu atau kholas melebihi target tilawah.

1

Peneliti melakukan wawancara kepada beberapa Mahasiswa anggota ODOJ Jember, salah satunya adalah Ulfa, ia mengatakan :

“Sebelum mengikuti Komunitas ODOJ, saya membaca Al- Quran jika ada waktu luang, namun setelah saya mengikuti Komunitas ini saya meluangkan waktu untuk rutin membaca Al-Quran.”129

Senada dengan yang disammpaikan oleh Lutvi, ia mengatakan bahwa :

“Awalnya saya membaca Al-Quran bisa dikatakan jarang.

Setelah saya mengikuti Komunitas ODOJ ini saya berkomitmen untuk membaca Al-Quran setiap hari secara rutin.”130

Hal ini juga disampaikan oleh rekannya, yaitu silvi Anidha. Ia menyampaikan :

“Semenjak masuk kuliah, saya merasa ada yang hilang dari saya, saya kehilangan waktu saya bersama Al-Quran, dan kebetulan teman saya mengajak saya untuk bergabung di Komunitas ODOJ ini, dari sinilah saya kembali menemukan waktu saya bersama al-Quran.”131

Dari pernyataan di atas, beberapa mahasiswa mempunyai problem tersendiri dalam membaca Al-Quran, namun setelah bergabung di Komunitas ODOJ mereka merasakan manfaat tersendiri di dalamnya.

b. Mempelajari Al-Quran

Hukum mempelajari Al-Quran adalah wajib, dan mengajarkan Al-Quran itu hukummnya sunnah muakad. Belajar Al-Quran mencakup upaya mempelajari cara membacanya, terjemah, dan

129 Maria Ulfa Samilah, Wawancara, Jember, 25 September 2019.

130 Lutviatu Robbani, Wawancara, Jember, 25 Septemebr 2019.

131 Silvi Anidha, Wawancara, Jember,30 September 2019.

memahami hukum-hukum, pembelajaran-pembelajaran, petunjuk- petunjuk yang ada di dalamnya.

Para anggota ODOJ Jember dapat mempelajari sendiri Al- Quran secara mandiri. Namun, Komunitas ODOJ memiliki sebuah kegiatan tersendiri dalam membantu para anggotanya untuk belajar Al-Quran terlebih untuk memahaminya. Kegiatan tersebut yaitu kegiatan Kalqulus (Kajian Al-Quran ala ustad). Kegiatan ini merupakan agenda rutin Komunitas ODOJ Jember untuk bersama- sama belajar Al-Quran.

Berkaitan dengan kegiatan ini, peneliti mewawancarai ketua DPA ODOJ Jember, Ibu Yeni Ekawati, beliau memaparkan :

“Kegiatan Kalqulus ini merupakan kegiatan dari pengurus pusat, kegiatan ini kami lakukan setiap bulannya setiap ahad pertama yang bertempat di Aula Ibnu Kasir Putra Patrang, dengan pemateri Ustad Neman Agustono, S. Pd.I pengajar Ma’had Ibnu Kasir.”132

Peneliti juga mewawancarai penangung jawab kegiatan Kalqulus yaitu Ibu Wulandari, beliau menuturkan :

“Kegiatan Kalqulus ini merupakan suatu kegiatan yang sangat membantu anggota ODOJ Jember dalam mempelajari Al- Quran. Apalagi bagi anggota yang masih pemula belajar Al- Quran. Dan juga sebagai wadah komunitasi para Anggota ODOJ Jember untuk saling berbagi ilmu. Dan untuk memudahkan mempelajari al-Quran yang berbahasa arab ini, kami menyisipkan pembelajaran bahasa arab sebelum kegiatan Kalqulus dimulai”133

132 Yeni Ekawati, Wawancara, Jember, 7 Juli 2019.

133 Wulandari, Wawancara, Jember, 7 Juli 2019.

Hal ini juga disampaikan oleh Mahasiswa UNEJ, Maulidaiah, ia menyamapaikan :

“Kegiatan ini sangat membantu saya untuk lebih memahami Al-Quran, terlebih saya merupakan lulusan dari sekolah umum, dan juga sekarang sebagai mahasiswi di salah satu Universitas Negeri Jember. Dengan kegiatan ini saya bisa sedikit demi sedikit belajar tentang Al-Quran.”134

Menurut pengamatan peneliti di lapangan bahwasanya :

“Para anggota Komunitas ODOJ Jember dalam memahami Al- Quran yakni dilakukannya secara mandiri. Namun, Komunitas ODOJ Jember mefasiltasi para anggotanya dalam mempelajari Al-Quran dengan melakukan kegiatan Kalqulus yang menjadi kegiatan rutin yang dilakukan disetiap ahad pertama, dengan adanya kegiatan tersebut para anggota ODOJ Jember dapat mempelajari Al-Quran dan terus semangat untuk mempelajari Al-Quran.”135

Dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, kegiatan Kalqulus ini di awali dengan belajar bahasa arab yang dipandu oleh pemateri, mulai dari mengenalkan macam-macam huruf dalam bahasa arab, susunan kalimatnya, dan arti perkata. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Kalqulus.

Pada kegiatan Kalqulus, para anggota membaca bersama-sama tentang sebuah ayat sesuai dengan tema yang diangkat, lalu menerjemahkan perkata, kemudian, pemateri menerangkan asbabul nuzul ayat tersebut, dan membuka sesi tanya jawab di akhiri dengan kesimpulan dari beberapa anggota dan klarifikasi dari pemateri.

134 Maulidiah Nur H, Wawancara, Jember, 7 Juli 2019.

135 Peneliti, Observasi, Jember, 7 Juli 2019.

Gambar 4.4

Dokumentasi Kegiatan Kalqulus

Tabel 4.4 Temuan Penelitian

No Fokus Penelitian Sub Fokus Temuan

1 2 3 4

1. 1. Bagaimana pelaksanaan program One Day One Juz dalam memahami Al- Quran oleh Mahasiswa di Komunitas ODOJ Jember Tahun 2019

1. Membaca Al- Quran

1. Anggota ODOJ dari Kalangan Mahasiswa membaca Al- Quran secara individu baik di rumah, masjid atau lainnya.

2. Sebelum mengikuti

Komunitas ODOJ Anggota ODOJ dari kalangan Mahasiswa memliki problem tersendiri dalam membaca Al- Quran

3. Anggota ODOJ dari kalangan Mahasiswa

merasakan manfaat yang baik dari Komunitas ODOJ yaitu dengan rutin tilawah

1 2 3 2. Mempelajari

Al-Quran

4 1. Anggota ODOJ

dari kalangan mahasiswa

mempelajari secara mandiri Al-Quran 2. Komunitas ODOJ

memfasilitasi anggotanya untuk belajar Al-Quran melalui kegiatan Kalqulus

3. Anggota ODOJ dari kalangan Mahasiswa merasa terbantu dengan adanya kegiatan Kalqulus terlebih bagi pemula.

Dokumen terkait