• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Swasta

Dalam dokumen Muhammad Yusuf Amir (Halaman 30-36)

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

D. Konsep Swasta

20

Swasta bagi Kamus Webster (2002) swasta dari kata private sesungguhnya mencakup penafsiran seluruh suatu yang berhubungan dengan permasalahan spesial perseorangan ataupun tim bisa di artikan selaku suatu yang bertabiat tidak terbuka buat universal ataupun tidak di awasi secara langsung oleh pemerintah. Dalam melaksanakan pembangunan infrastuktur diperlukan bayaran yang lumayan besar, salah satunya di peroleh dari investasi swasta baik berbentuk Penanaman Modal Asing( PMA) serta Penanaman Modal Dalam Negara( Nuraeni, 2001).

1. Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan salah satu upaya buat tingkatkan jumlah modal buat pembangunan ekonomi yang bersumber dari luar negara. Penanaman Modal Asing (PMA) terdiri atas:

a. Investasi portofolio (portfolio investment), ialah investasi yang mengaitkan hanya aset- aset finansial saja, semacam obligasi serta saham, yang didenominasikan ataupun ternilai dalam mata duit nasional.

b. Investasi asing langsung (Foreign Direct Investment), ialah PMA yang meliputi investasi ke dalam aset- aset secara nyata berbentuk pembangunan pabrik- pabrik, pengadaan bermacam berbagai benda modal, pembelian tanah buat keperluan penciptaan, serta sebagainya.

2. Penanaman Modal Dalam Negara (PMDN) merupakan wujud upaya menaikkan modal buat pembangunan lewat investor dalam negara. Modal dari dalam negara ini dapat didapat baik itu dari pihak swasta maupun dari pemerintah. Rencana PMDN yang disetujui pemerintah merupakan nilai

21

investasi baru, ekspansi serta alih status, yang terdiri atas modal sendiri serta modal pinjaman.

Di Indonesia semenjak dimulainya program swastanisasi pada tahun 1980, menimbulkan jumlah pelayanan publik yang dibuat oleh pemerintah terus menjadi menurun. Kebijakan swastanisasi mengemuka dalam dekade terakhir ini tidak terlepas daripada fenomena good governance sebab disadari kalau jauh saat sebelum teori ini memberi warna literatur Administrasi publik, dominasi serta intervensi negeri (pemerintah) atas rakyat melampaui batasan kekuasaan negeri sehingga nampak terdapatnya penaklukan negeri atas rakyat.

Tetapi cocok pertumbuhan yang terjalin di tengah warga, di samping virus globalisasi ekonomi, hingga ide- ide pembangunan hadapi pergantian dari zona publik ke zona swasta. kalau pergantian sosial ekonomi yang diiringi oleh perkembangan penduduk yang kilat di wilayah perkotaan ialah aspek pendorong untuk pemerintah buat mengganti sedemikian rupa praktek penyelenggaraan pemerintahan, dari kedudukan regulator ke kedudukan baru selaku fasilitator.

Paskarina (2007) mengemukakan kalau pada prinsipnya, kerjasama yang dicoba oleh pemerintah serta swasta merupakan buat tingkatkan pelayanan publik. Perihal itu pula dilatarbelakangi oleh terdapatnya keterbatasan pendanaan maupun rendahnya mutu pelayanan (inefisien serta inefektif) dari pemerintah selaku penyedia pelayanan publik. Pada hakekatnya, Partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur hendak menguntungkan baik pemerintah ataupun swasta. Untuk pihak swasta, keuntungan yang dihasilkan

22

dari mekanisme ini merupakan keuntungan. Khasiat untuk pemerintah merupakan penyederhanaan proses, waktu pengiriman serta pengurangan beban keuangan buat penuhi kebutuhan infrastruktur perkotaan. Khasiat lain untuk pemerintah merupakan terciptanya alih teknologi serta pengelolaan yang efisien dari pihak swasta yang dipadukan dengan rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap area.

E. Kerangka Pikir

Kerjasama Antara Pemerintah Dan Swasta Dalam Pembangunan Dan Atau Pengelolaan Infrastruktur (Menckhoff dan Zegras,1999 Zhang, 2001 dalam Riberio dan Dantas,2009:2),, Secara Umum Dapat Meliputi Bentuk- Bentuk Sebagai Berikut:

1. Build own and operate merupakan bentuk perjanjian kerjasama dimana badan usaha swasta membangun proyek infrastruktur termasuk pembiayaannya, mengoprasikan dan memelihara fasilitas infrastruktur serta mendapat pengembalian investasi, operasi dan pemeliharaan termasuk keuntungan yang wajar dengan cara menarik biaya dari pengguna fasilitas dan layanan infrastruktur. Pada akhir perjannjian kerjasama fasilitas tersebut tetap menjadi milik badan usaha swasta.

2. Contract add operate, merupakan bentuk perjanjian kerjasama dimana badan usaha swasta melakukan penambahan fasilitas infrastruktur yang telah ada, kemudian mengoperasikan keseluruhan fasilitas tersebut dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu perjanjian kerjasama dapat dihentikan

23

bila badan usaha swasta tersebut tidak dapat memenuhi standar pelayanan yang disepakati.

Gambar 2.1 Kerangka Pikir F. Fokus Penelitian

Kerjasama Antara Pemerintah Dan Swasta Dalam Pembangunan Dan Atau Pengelolaan Infrastruktur, Secara Umum Dapat Meliputi Bentuk-Bentuk Sebagai Build own and operate, Contract add operate.

G. Deskripsi Fokus Penelitian

Kerjasama Antara Pemerintah Dan Swasta Dalam Pembangunan Dan Atau Pengelolaan Infrastruktur, Secara Umum Dapat Meliputi Bentuk-Bentuk Sebagai Berikut:

1. Build own and operate, Yakni merupakan pemberian konsesi, investor (mitra) mempunyai hak mendapatkan pengembalian investasi, keuntungan

Kerjasama Pemerintah Dan Provider dalam meningkatkan jaringan di Kabupaten Enrekang

1. Build own and operate 2. Contract add operate

Peningkatan Akses Jaringan

24

yang wajar sehingga investor dapat menarik biaya dengan persetujuan Pemerintah/BUMN dan dari pemakai jasa infrastruktur yang di bangun, pada akhir perjanjian kerjasama fasilitas tersebut tetap menjadi milik badan usaha swasta.

2. Contract add operate, merupakan kontrak atau perjanjian kerjasama Pemerintah dan badan usaha swasta dalam hal penambahan fasilitas infrastruktur yang telah di bangun, kemudian mengoperasikan keseluruhan fasilitas tersebut sesuai jangka waktu yang telah di atur dalam kontrak atau perjanjian kerjasama Pemerintah dan badan usaha swasta. Jangka waktu perjanjian kerjasama dapat dihentikan bila badan usaha swasta tersebut tidak dapat memenuhi standar pelayanan yang telah disepakati.

25 BAB III

METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi penelitian

Waktu penelitian dilakukan dari tanggal 22 April – 21 Juni 2022. Lokasi penelitian berada di Kantor Dinas Komunikasi Informatika dan StatistikKabupaten karena peneliti melihat banyak mahasiswa Enrekang yang tinggal di desa yang masih belum ada jaringan telekomunikasi perihal itu membuat mereka kesusahan buat menjajaki perkuliahan online terkait masalah kerjasama Pemerintah dan provider dalam meningkatkan jaringan internet di Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang.

B. Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang menggambarkan kenyataan empiris di balik sesuatu fenomena secara sangat mendalam, rinci serta merata dengan menarangkan sedetail bisa jadi objek serta permasalahan riset berbasis kenyataan. Tata cara kualitatif pula diucap tata cara artistik, sebab proses riset lebih bertabiat semi( kurang terpola) serta diucap selaku tata cara interpretive sebab informasi hasil riset lebih berkenaan dengan interpretasinya terhadap informasi yang ditemui dilapangan( Sugiyono, 2014).

2. Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu pendekatan deskriptif

26

Metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang diteliti secara mendalam, luas dan terperinci. Pusat penelitian dan situs di wilayah penelitian yang melibatkan kerjasama antara pemerintah dan provider jaringan dalam meningkatkan aksesibilitas jaringan di Kabupaten Enrekang.

C. Sumber Data

Menurut Lofland and Lofland (Baswori, 2008), sumber data utama penelitisn kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan. Sumber data merupakan faktor yang penting dalam penelitian karena sumber data akan berhubungan dengan kualitas dari hasil penelitian. Sumber data terdiri dari data primer dan sumber data sekunder.

1. Data Primer

Data primer adalah data yang di dapatkan langsung dari subjek penelitian, dalam hal ini peneliti mendapatkan data informasi langsung dengan menggunakan instrumen-instrumen yang telah ditetapkan. Menurut Indrianto dan Supomo, (Purhantara, 2010), data primer dapat berupa opini subyek, hasil observasi terhadap suatu perilaku atau kejadian dan hasil pengujian.

Penelitian ini menggunakan teknik wawancara untuk mengumpulkan data primer dengan cara mengumpulkan informasi secara langsung.

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data atau informasi yang di peroleh secara tidak langsung dari obyek penelitian yang bersifat publik, yang terdiri atas struktural organisasi dan kearsipan dokumen, laporan-laporan, buku-buku,

27

dan lain sebagainya yang terkait dengan penelitian ini. Sumber data sekunder ini dikumpulkan melalui dokumen yang berkaitan,yaitu gambaran umum Kabupaten Enrekang, gambaran umum Kantor Diskominfo Kabupaten Enrekang.

D. Informan Penelitian

Pemilihan informan dalam hal ini dilakukan baik secara proporsional maupun dengan sengaja karena untuk memperoleh data yang akurat sesuai dengan kebutuhan peneliti, dipilih pihak yang berwenang untuk memberikan informasi dan data yang akurat mengenai kerjasama Pemerintah. Informan penelitian ini berjumlah 5 orang yaitu:

N O

NAMA INISIAL JABATAN JUMLAH

1. Hasbar, S.IP, M.Si HR Kepala Dinas Diskominfo 1 org 2. Aswan Anjas, S.Sos, M.A.P AA Sekretaris Diskominfo 1 org 3. Arif Suherman, S.Pd AS Kepala Seksi Statistik

Sektoral 1 org

4. Iswanto, A.Md IO Kepala Sub Bagian

Perencanaan 1 org

5. Lubis, S.Sos LS Kepala Bidang Humas dan

Komunikasi Publik 1 org TOTAL 5 Org

E. Tehnik Pengumpulan Data

Menurut sugiyono, (2011) tehnik pengumpulan data bisa di kumpulkan dalam bermacam sekting, bermacam sumber, serta bermacam metode. Tehnik pengumpulan data bisa dicoba dengan metode observasi( pengamatan), interview( wawancara), kuisioner( anket), dokumnetasi, serta menggabungan keempat metode tersebut. Arikunto,( 2006) sudah menegaskan kalau peneliti wajib mempunyai kemampuan spesial supaya penelitian yang dilakukan tidak

28

biasa. Penelitian dalam tehnik pengumpulan data memakai tehnik wawancara serta dokumentasi.

1. Wawancara

Satoti dan Komariah, (2014) menjelaskan bahwa wawancara adalah suatu tehnik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang di gali dari sumber data secara langsung, melakukan percakapan tanya jawab.

Wawancara dalam penelitian kualitatif sangat mendalam karena ingin menggali informasi secara holistik dan jelas dengan informan. Dalam penelitian ini dilakukan wawancara terhadap sejumlah informan, wawancara dilakukan untuk mengetahui kerjasama antara pemerintah dengan PT.

Telkomunikasi cabang Enrekang di Kabupaten Enrekang.

2. Dokumentasi

Homby, (Satori dan Komariah, 2014) mengatakan bahwa dokumen yaitu

something written or printed, to be used as arecord or evidence”. Dokumen adalah sesuatu yang tertulis atau tercetak untuk digunakan sebagai suatu catatan atau bukti. Terkait penelitian ini, dokumen yang dibutuhkan yaitu Peraturan Pemerintah Daerah mengenai target dan realisasi pendapatan daerah, dan data mengenai kerjasama Pemerintah dan PT. Telkom di Kabupaten Enrekang. Dokumentasi penelitian berasal dari Kantor Diskominfo Enrekang dan PT. Telkom Cab. Enrekang.

3. Observasi

29

Bungin, (Satori dan Komariah, 2014) menjelaskan bahwa observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian melalui pengamatan dan panca indra. Selain itu Marshall dalam Sugoyono, (2016) menyatakan bahwa “throught observatif, the researcher learn about behavior and the meaning attached to those behavior”. Melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku, dan makna perilkau tersebut.

Observasi penelitian dilakukan dengan mengunjungi lokasi penelitian untuk melakukan pengamatan langsung di Kantor Diskominfo Enrekang.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan langkah penting untuk mendapatkan hasil penelitian. Memang, data akan membawa kita pada penemuan ilmiah, setelah dianalisis. dimana data diperoleh, aktif dan digunakan semaksimal mungkin untuk memecahkan masalah yang ditimbulkan dalam agregasi hasil yang dicari.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian. Analisis data merupakan langkah selanjutnya untuk mengolah data dari hasil penelitian ini. Ini adalah model analisis interaktif "model analisis interaksi", model ini memiliki tiga komponen utama.

Menurut Miles dan Huberman dalam Sugiono (2013) ketiga komponen tersebut yaitu :

30 1. Redaksi Data

Merupakan komponen pertama dalam menganalisis data dalam mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang hal yang tidak penting, dan mengatur data sedemikian rupa sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat dilakukan.

2. Sajian Data

Merupakan suatu rakitan informasi yang memungkinkan kesimpulan. Secara singkat dan dapat berarti cerita sistematis dan logis agar makna peristiwa menjadi lebih mudah di pahami.

3. Penarikan Kesimpulan

Ketika pengumpulan data dimulai, peneliti dapat memahami apa yang dimaksud dengan temuan dengan mencatat aturan, sebab dan akibat, dan rasio yang berbeda bagi para peneliti untuk diturunkan. kesimpulan dapat dianggap bertanggung jawab atas hasil penelitian mereka.

G. Pengabsahan Data

Terdapat empat kriteria yang di gunakan, yaitu derajat kepercayaan (creadibility), keteralihan (transferability), ketergantungan (dependability), kepastian (confirmability). Menurut Moleon, (2013) empat kriteria tersebut dijelaskan sebagai berikut:

1. Derajat kepercayaan (credibility)

Menurut Satori dan Komanriah, (2014) ada beberapa cara meningkatkan kredibilitas yaitu melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan , penikta,

31

kekuatan, triangulasi (pengecekan data dari berbagai sumber dan berbagai cara dan waktu), dan diskusi dengan teman sejawat.

2. Keteralihan (transferability)

Konsep validitas yang dapat dipindahtangankan secara publik adalah bahwa generalisasi suatu hasil dapat diterapkan atau dapat diterapkan pada semua konteks dalam populasi yang sama berdasarkan hasil yang diperoleh dalam sampel yang representatif. Data disajikan selain wawancara tetapi juga sebagai catatan lapangan, peraturan, dll. Data yang diperoleh kemudian disajikan dengan hasil dan pembahasan. menyajikan kumpulan data sehingga pembaca dapat mengidentifikasi masalah yang muncul.

32 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Gambaran Geografis dan Wilayah

Kabupaten nrekang secara geografis terletak antara 3 14’36’’- 3 50’00”

Lintang Selatan dan antara 1 40’53” - 120 6’33” Bujur Timur. Letak geografis Kabupaten Enrekang berada dijantung jasirah Sulawesi Selatan yang dalam peta batas wilayah memang bentuknya seperti jantung.

b. Kondisi Topografi

Topografi Wilayah Kabupaten Enrekang pada umumnya mempunyai wilayah Topografi yang bervariasi berupa perbukitan, pegunungan, lembah dan sungai dengan ketinggian 47 - 3.293 m dari permukaan laut serta tidak mempunyai wilayah pantai. Secara umum keadaan Topografi Wilayah wilayah didominasi oleh bukit-bukit/gunung-gunung yaitu sekitar 84,96% dari luas wilayah Kabupaten Enrekang sedangkan yang datar hanya 15,04%.

Selama setengah dasawarsa terakhir telah terjadi perubahan wilayah administrasi pemerintahan baik pada tingkat kecamatan maupun level desa/kelurahan. Pada Tahun 1995 di Kabupaten Enrekang hanya terdapat 54 desa/kelurahan yang tersebar pada 5 kecamatan. Dengan adanya perubahan situasi dan kondisi wilayah, maka pemekaran desa/kelurahan sudah menjadi

33

keharusan. Maka pada tahun 1997, jumlah desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Enrekang telah bertambah dari 78 desa/kelurahan kondisi tahun 1996, menjadi 108 desa/kelurahan. Demikian halnya pada tingkat kecamatan, yang semula hanya 5 kecamatan menjadi 9 kecamatan. Pada pertengahan tahun 2003 terjadi pemekaran sehingga bertambah lagi sebanyak 3 desa menjadi 111 desa/kelurahan.Kemudian pada akhir tahun 2006 terjadi pemekaran desa dan kecamatan menjadi 11 kecamatan dan 112 desa/kelurahan. Terakhir pada tahun 2008 mekar kembali menjadi 12 kecamatan dan 129 desa/kelurahan. Dari 12 Kecamatan tersebut, kecamatan terluas adalah Kecamatan Maiwa yaitu 392,87 km2 atau 22 persen dari luas Kabupaten Enrekang , sedangkan kecamatan yang mempunyai luas terkecil adalah Kecamatan Alla yaitu 34,66 km2 atau 1,94 persen dari luas Kabupaten Enrekang.

Pegunungan Latimojong yang memanjang dari arah utara ke Selatan rata-rata ketinggian sekitar 3000 meter di atas permukaan laut, memagari kabupaten enrekang di sebelah timur sedang di sebelah barat membentang sungai Saddang yang berada dalam wilayah Kabupaten Pinrang dengan aliran pengairan sampai Kabupaten Sidrap.. Batas wilayah Kabupaten Enrekang adalah :

Sebelah Utara : Kabupaten Tana Toraja Sebelah Timur : Kabupaten Luwu

Sebelah Selatan : Kabupaten Sidrap Sebelah Barat : Kabupaten Pinrang

34

Peta pembagian wilayah Kab. Enrekang

Sumber, pembagian wilayah Kab. Enrekang

Luas wilayah kabupaten ini adalah 1.786,01 km2 atau sebesar 2,83 persen dari luas Propinsi Sulawesi Selatan. Wilayah ini terbagi menjadi 12 kecamatan dan secara keseluruhan terbagi lagi dalam satuan wilayah yang lebih kecil yaitu terdiri dari 129 wilayah desa/kelurahan. Kabupaten Enrekang terdiri dari 12 Kecamatan dengan 129 desa dan kelurahan. Jumlah Kelurahan dan Desa berdasarkan kecamatan diantaranya yaitu :

1. Maiwa terdiri 22 Kelurahan dan Desa 2. Bungin terdiri 6 Desa

3. Enrekang terdiri 18 Kelurahan dan Desa 4. Cendana terdiri 8 Desa

35 5. Baraka terdiri 15 Kelurahan dan Desa 6. Buntu Batu terdiri 8 Desa

7. Anggeraja terdiri 15 Kelurahan dan Desa 8. Malua terdiri 8 Desa

9. Alla terdiri 8 Kelurahan dan Desa 10. Curio terdiri 11 Desa

11. Masalle terdiri 6 Desa 12. Baroko terdiri 5 Desa

Penduduk Kabupaten Enrekang berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2020 sebanyak 225.172 jiwa yang terdiri atas 114.627 jiwa penduduk laki-laki dan 110.545 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan Sensus Penduduk 2010 jumlah penduduk tahun 2020, penduduk kabupaten Enrekang mengalami pertumbuhan selama sepuluh tahun sebesar 18,36 persen. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2020 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 104,09.

Kepadatan penduduk di Kabupaten Enrekang tahun 2020 mencapai 126,08 jiwa/km2. Kepadatan Penduduk di 12 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di kecamatan Alla dengan kepadatan sebesar 695,79 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Bungin sebesar 23,26 jiwa/Km2. Jumlah pencari kerja terdaftar di Kab Enrekang pada tahun 2020 tercatat 354 pekerja.

36 2. Visi dan Misi Kabupaten Enrekang

Visi : “Kabupaten Enrekang sebagai Daerah Agropolitan yang mandiri, berkelanjutandan berwawasan lingkungan pada Tahun 2028.”

Misi :

1. Meningkatkan kualitas dan ketersediaan infratruktur pelayanan publik 2. Meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing, penguasaan teknologi,

bermoral, dan berimtaq.

3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan disertai dengan jaminan rasa aman dalam berbagai aktivitas kehidupan masyarakat tanpa diskriminasi gender

4. Meningkatkan skala usaha ekonomi kerakyatan dan pendapatan masyarakat berbasis agribisnis dan agroindustri.

5. Meningkatkan perekonomian daerah melalui pengelolaan sumber daya alam secara optimal dan berwawasan lingkungan.

3. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Diskominfo Kabupaten Enrekang

37

Sumber, kantor Dinas Komunikasi Dan InformatikaKab. Enrekang 4. Tugas dan Pokok Fungsi

Tugas Dinas Komunikasi dan Informatika:

Dinas Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan urusan Pemerintahan Daerah dan tugas Pembantuan bidang Komunikasi dan Informatika, Statistik, Persandian dan Telekomunikasi serta LPSE.

Fungsi Dinas Komunikasi dan Informatika:

a. Perumusan kebijakan di bidang pengelolaan informasi, pengembangan TIK, pengembangan e-Government, persandian, statistik sektoral, pos dan telekomunikasi serta LPSE

38

b. Pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan informasi, pengembangan TIK dan pengembangan e-Government, persandian, statistik sektoral, pos dan telekomunikasi, Bina Egovernment serta LPSE

c. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan informasi, pengembangan TIK, pengembangan e-Government, persandian, statistik sektoral, pos dan telekomunikasi serta LPSE

d. Pelaksanaan Administrasi Dinas

e. Pelaksanaan Tugas Lainnya yang diberikan atasan/ pimpinan sesuai dengan peraturan yang berlaku

B. Hasil Penelitian

Pada subsektor komunikasi, terjadi perkembangan yang cukup menggembirakan.

Ini ditandai dengan terjadinya penambahan tower komunikasi sehingga sebagian besar wilayah Kabupaten Enrekang sudah dijangkau sinyal untuk telepon seluler.

Data dari hasil Susenas 2020 menunjukkan bahwa penggunaan telepon seluler dan komputer di Kabupaten Enrekang sudah 83,49 persen, meningkat dari tahun 2019 sebesar 75,22 persen. Hal ini menunjukkan semakin banyaknya pemanfaatan telepon seluler oleh masyarakat sebagai media komunikasi. Penggunaan internet sebagai pendukung komunikasi berbasis internet seperti Whatsapp yang banyak digunakan masyarakat sekarang ini jumlahnya meningkat dibanding tahun lalu, dari 35,06 persen menjadi 43,13 persen di tahun 2020.

39

Persentase Anggota Rumah Tangga Berusia 5 Tahun ke Atas menurut Karakteristik dan Penggunaan Teknologi Informasi Tahun 2020

Karakteristik Menggunakan telfon seluler Menakses intrnet Jenis kelamin

Laki-laki 84.19 43.66

Perempuan 79.59 40.16

Pendidkan tertinggi

Sd kebawah 71.71 21.26

Smp keatas 96.94 68.10

Total

83.49 43.13

Table Data Pengguna Internet

Penggunaan media komunikasi dan internet lebih banyak pada jenis kelamin laki- laki dan pada masyarakat yang berpendidikan SMP keatas.

1. Build own and operate dalam kerjasama Pemerintah dan Provider untuk meningkatkan jaringan internet

Build own and Operate (BOO) merupakan bentuk kerjasama PPP dimana konstraktor swasta membangun dan mengoperasikan fasilitas tanpa harus mengembalikan kepemilikan kepada pemerintah. Dengan masih banyaknya kawasan atau desa yang belum terjangkau sinyal dan jaringan internet tentu sangat berdampak pada terhambatnya pelaksanaan pendidikan.

40

Akan tetapi, hal itu diharapkan tidak menjadi penghalang bagi pemerintah untuk mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Enrekang ini. Pemerintah menargetkan tahun 2023 ini seluruh daerah pelosok di Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang dapat terjangkau oleh jaringan Internet. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur jaringan internet menjadi prioritas bagi saat ini. Saat ini internet merupakan kebutuhan primer yang hampir dimanfaatkan semua pihak. Bukan hanya pengembangan di sektor pemdes dan UMKM saja, sektor lain juga membutuhkan akses internet seperti pelajar dan Mahasiswa.

Sebagaimana hasil wawancara dengan Kepala Bidang Diskominfo Kabupaten Enrekang yang mengatakan bahwa:

“saya berharap mengharapkan pada tahun 2023 telah tersedia jaringan internet di seluruh wilayah pelosok Kecamatan Enrekang di Kabupaten Enrekang guna mengembangkan dan memberdayakan perekonomian daerah dengan di pasangnya jaringan internet di kawasan blankspot”. ( Wawancara AS, 2 April 2022 )

Kepala Bidang Diskominfo sangat mengiginkan jaringan internet meningkat sehingga pembanguna perekonomian dan pendidikan di kabupaten enrekang meningkat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Perubahan sosial dalam masyarakat sudah bisa dipastikan akan terjadi akibat dari pembangunan di suatu wilayah, kesempatan baru dalam meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat setempat berjalan seiring dengan segala akibat positif dan negatif dari pembangunan tersebut. Hal ini berarti pembangunan tidak hanya mampu memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan, tetapi juga menimbulkan perubahan sosial dan budaya terhadap masyarakatnya, baik pola hidup maupun masalah-masalah sosial lainnya. Dapat

41

juga dilihat dari hasil wawancara dengan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Diskominfo Kabupaten Enrekang yang mengatakan bahwa:

“Pemerintah harus merealisasikan bentuk kerja samanya untuk pengadaan jaringan internet di seluruh pelosok Kecamatan Enrekang di Kabupaten Enrekang dikarnakan hal ini penting dalam membantu masyarakat di pelosok terus berkembang.” (Wawancara SM, 2 April 2022)

Terealisasinya bentuk kerjasama pemerintah dan provider dalam meningkatkan dan membangun beberapa fasilitas tentunya agar masyarakat pelosok dapat lebih berkembang dalam hal yang notagbenenya penghasil tanaman sayuran dan lain-lain.

Ketersediaan akses internet gratis tentunya sangat membantu di tengah pandemi virus corona (covid-19) saat ini. Apalagi, pembelajaran anak dilakukan dalam jaringan (daring) yang membutuhkan akses internet memadai.

Masyarakat yang paling terdampak dengan adanya ketimpangan digital adalah masyarakat di wilayah perdesaan yang notabene memilih penghidupan dari pertanian, padahal sektor pertanian dapat memanfaatkan teknologi broadband untuk praktek pertanian presisi dan layanan kesehatan.

Pihak DISKOMINFO Kabupaten Enrekang mengatakan sebanyak 27,1% wilayah saat ini belum mendapatkan akses internet dengan baik, tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap kemajuan desa. Seperti halnya kurikulum sekolah online di masa pandemi Covid-19, tidak semua siswa dapat melaksanakan proses belajar mengajar secara daring karena akses internet yang belum merata. Mudah-mudahan di tahun depan saudara-saudara kita di daerah pelosok Kecamatan Enrekang sudah bisa merasakan internet secara merata.

Dalam dokumen Muhammad Yusuf Amir (Halaman 30-36)

Dokumen terkait