BAB II PUBLIKASI ILMIAH NASIONAL
B. Kriteria Publikasi Ilmiah
33
suatu bentuk laporan tertulis sesuai dengan sistematika, metode, dan kaidah tertentu. Kaidah yang digunakan dalam artikel ilmiah berupa kaidah yang telah disepakati, sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan dapat diuji kebenarannya untuk selanjutnya dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional ataupun internasional. Selain untuk publikasi pada jurnal, artikel ilmiah juga dapat disusun untuk dipresentasikan pada forum atau konferensi nasional maupun internasional yang dihadiri para ilmuwan yang kompeten di bidangnya masing-masing.18
Dengan demikian, karya ilmiah yang berbentuk artikel ilmiah dapat diterbitkan dalam publikasi ilmiah baik nasional maupun internasional sehingga mampunyai manfaat baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun manfaat-manfaat lain yang dapat dirasakan oleh para peneliti, dosen, dan mahasiswa, perguruan tinggi, negara, dan masyarakat pada umumnya.
34
maupun keberlanjutannya dalam penyebaran ide dan hasil-hasil kajiannya.
Pertama, kriteria objektifitas dapat didefinisikan bahwa suatu studi harus bebas dari bias peneliti. Ini merupakan kriteria utama dari pekerjaan ilmiah, sehingga pelanggaran terhadap kriteria ini harus mendapatkan perhatian yang serius dari peneliti. Bias ini dapat meliputi bias terhadap peneliti dan bias terhadap bukti-bukti yang tidak dapat dikonfirmasi. Untuk mendapatkan objektivitas, dapat dilakukan dengan mensubmit jurnal dengan blind reviewer serta menggunakan hipotesis ganda.19
Objektifitas dapat diartikan pula ketika memilih artikel yang akan diterbitkan, suatu jurnal ilmiah harus mendasarkan diri pada mutu karya ilmiah bukan berdasarkan keberadaan penulis misalnya teman dekat, saudara, atau orang yang disukainya. Pemilihan artikel yang akan dipublikasikan betul- betul berdasar kriteria-kriteria yang telah ditentukan dalam kebijakan publikasi jurnal tersebut. Jika kriteria ini tidak diacuhkan, kemungkinan kualitas dan indeksasi jurnal itu turun atau bahkan dicabut ijin peredarannya.
Kedua, kriteria replikabilitas berarti bahwa peneliti lain dapat melakukan reproduksi elemen kunci dari penelitian ilmiah yang berarti pula duplikasi beberapa elemen kunci dengan variasi elemen lain. Tujuan replikasi adalah untuk menentukan bahwa hasil yang sama dapat dihasilkan oleh peneliti lain.
Dalam hal ini, peneliti harus menyediakan keterbukaan penuh tentang metode dan data dalam artikel dan dokumen pendukung lainnya.20
19Eko Didik Widianto, “Penelitian ilmiah dan publikasi jurnal”, http://edwidianto.word-press.com/2009/ 06/23/penelitian-ilmiah-dan- publikasi-jurnal/. diakses pada tanggal 08 Maret 2021.
20Ibid.
35
Publikasi ilmiah tidak dimaksudkan untuk menyuguhkan arogansi ilmiah yang menyatakan bahwa suatu hasil penelitian ilmiah yang dilakukan oleh seorang peneliti hanya miliknya sendiri dan orang lain tidak boleh melakukan hal yang sama pada objek yang sama. Sebaliknya, suatu t opik atau objek yang sama dapat diteliti dengan menggunakan sudut pandang (objek forma) yang berbeda sehingga menghasilkan kesimpulan atau hasil penelitian yang berbeda. Dengan kriteria ini, publikasi ilmiah di samping dapat berfungsi sebagai media developmentasi penemuan dan teori terdahulu yang pernah dipublikasikan, juga sebagai media yang memberikan peluang kepada para peneliti untuk melakukan inovasi, implementasi, dan koreksi yang membawa pada pengembangan yang berkelanjutan.
Selayaknya tulisan ilmiah mengangkat tema seputar hal- hal yang baru dan belum pernah ditulis orang lain. Walaupun tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema yang sebelumnya dan bisa juga disebut dengan penelitian lanjutan.
Untuk pengembangan keilmuan, dalam upaya menemukan fenomena baru, teori baru, prototype, uji diagnosis, atau mengoreksi atau merevisi fenomena yang sudah ada dan uji dignestikl yang sudah dilakukan.21
Ketiga, kriteria mempunyai nilai penting (importance) dalam jurnal berkenaan dengan apakah masalahnya penting, hasilnya menambah signifikansi bagi pengetahuan yang telah ada, dan artikel akan mempunyai pengaruh terhadap pengambilan keputusan ata u riset berikutnya.22
Nilai penting (signifikansi) sebuah jurnal dapat dilihat pada ada tidaknya manfaat yang terkandung di dalamnya baik manfaat secara teoretis maupun secara praktis. Manfaat teoretis
21Agus Pratomo Andi Widodo, Penulisan Karya Tulis, 4
22Eko Didik Widianto, “Penelitian ilmiah…” diakses pada tanggal 08 Juli 2021.
36
terlihat pada sumbangsihnya terhadap pengembangan, pengujian, atau penguatan teori yang ada. Sedangkan manfaat praktis diketahui melalui kegunaan yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Keempat, kompetensi (competence) dalam jurnal berkenaan dengan kompetensi yang meliputi apakah metode riset telah mencukupi, artikel telah benar dalam menggunakan riset sebelumnya, dan analisis yang dilakukan bebas dari error.23 Dengan kata lain, kompetensi berkenaan dengan kemampuan peneliti atau penulis artikel dalam jurnal dalam menggunakan teknik dan metode penelitian serta penulisan artikel ilmiah yang dihasilkannya. Teknik penelitian mencakup teknik pengumpulan dan pengolahan data baik data kuantitatif maupun data kualitatif. Sedangkan metode penelitian berkenaan dengan metode dan pendekatan dalam menganalisis data.
Kelima, intelligibility yang berarti bahwa jurnal ditulis dan didefinisikan dalam kalimat yang jelas, atau disebut juga readibility, karena fungsinya sebagai alat komunikasi pengetahuan. Kejelasan dapat dilihat pada kata-kata yang digunakan ataupun susunan kalimat yang tidak ambigu, yang menimbulkan banyak penafsiran. Kata dan kalimat yang jelas dengan mudah dipahami oleh pembaca tanpa harus menafsirkan atau menakwilkannya.
Keenam, efisiensi berarti bahwa penggunaan kalimat dalam jurnal sesingkat mungkin. 24 To the point! Langsung pada poin yang dituju dan dimaksud, tidak bertele-tele dengan ungkapan yang melantur ke sana ke mari. Karena itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa ilmiah bukan bahasa harian, cerita, atau lelucon. Penggunaan kalimat yang efisien di samping dapat memadatkan isi juga mengurangi jumlah karakter (kata) dan halaman karena terdapat batasan minimal dan maksimal
23 Ibid.
24Ibid.
37
jumlah halaman terbit sebuah jurnal. Tidak mungkin satu jurnal hanya berisi satu atau dua artikel dengan halaman yang sangat tebal.
Sedangkan karya ilmiah yang baik harus memenuhi karakteristik sebagai berikut. Pertama, dalam pembahasan masalah merujuk pada teori sebagai landasan berfikir. Kedua, lugas, tidak emosional, bermakna tunggal, tidak menimbulkan interprestasi lain. Ktiga, logis, disusun berdasarkan urutan yang konsisten Keempat, efektif, ringkas dan padat. Kelima, efisien, yaitu hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami. Kelima, objektif berdasarkan fakta di mana setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa adanya, sebenarnya, dan konkret. Keenam, sistemati s, yaitu baik penulisan dan pembahasan sesuai dengan prosedur dan sitem yang berlaku.25