• Tidak ada hasil yang ditemukan

Landasan Pengembangan Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Dagangan

ذٱٱ امرِثَك

B. DATA KHUSUS

1. Landasan Pengembangan Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Dagangan

3. Hadroh 4. Muhadoroh 5. Sepak Bola 6. Bola Volly 7. Teater 8. Paduan Suara

9. Palang Merah Remaja 10. Seni Tari

guru dalam kegiatan tersebut, ada 2 kelas yang berbeda dari umumnya siswa yang melaksanakan baca al-Qu a , yakni kelas hafalan Qu a khusus yang diikuti 140 siswa.69

Untuk memperkuat hasil observasi di atas peneliti melakukan observasi di dalam kelas hafalan sebagaimana berikut:

Adapun proses kegiatan menghafal Al-Qu a diikuti asi g-masing kelas 70 peserta didik baik laki-laki maupun perempuan. Kelas ini dikatakan kelas u ggula ya g sudah e ghkhata ka Juz A a da menghafalkannya. Pada hari itu anak-anak memulai kegiatan dengan membaca Asmaul Husna dan Al-fatihah. Kemudian ustadh membacakan Surah Az-Zalzalah dan ditirukan anak-anak secara berulang-ulang untuk menanamkan dan memperkuat hafalan mereka. Sehingga mereka terbiasa mendengarkan bacaan yang sudah benar dari ustadhnya. Tidak sekedar menghafal saja tetapi mereka dituntut untuk membenarkan bacaannya. 70 Adapun peneliti melakukan wawancara dengan guru tahfiz di SMPN 1 Dagangan setelah selesai pembelajaran sebagai berikut:

Kelas tahfiz ini sudah berjalan kurang lebih 2 tahun. Awalnya saya diminta langsung dari waka kesiswaan untuk menangani kegiatan pembelajaran al-Qu a di “MPN 1 Daga ga de ga e ulai program hafala Juz A a da e pe aiki a aa pese ta didik. “etelah e eka hafal Juz A a ke udia saya la jutka memberi materi hafalan Juz 29.71

69Lihat transkrip observasi nomor 03/O/12-IV/2016.

70Lihat transkrip observasi nomor 04/O/12-IV/2016.

71Lihat transkip wawancara nomor 16/W/12-04/2016.

Setelah mengetahui bagaimana kegiatan awal kelas tahfiz dilaksanakan, peneliti juga akan memaparkan hasil wawancara dengan guru PAI yang sekaligus Waka Kesiswaan dengan Bapak Rosihan Anwar tentang pengajuan kerja sama yang diberikan kepada guru tidak tetap selaku pengajar tahfiz di SMPN 1 Dagangan sebagai berikut:

SMPN 1 Dagangan sudah melakukan pembiasaan a a Qu a pagi sudah lama, pertama target kami peserta didik dapat hafal juz 30. Dari tujuan itulah kami mengelompokkan siswa-siswi yang sudah baik bacaannya untuk dibina oleh guru yang khusus mengampu hafalan. Kemudian seiring berjalannya waktu, tepatnya pada tanggal 01 Maret 2016 kami GPAI mendapat lembaran atau edaran surat dari KEMENAG yang berisi himbauan untuk mengadakan tuntas baca al-Qu a di “D, “MP aupu “MA/“MK se- Kabupaten Madiun dengan target anak mampu menghafal 1 juz yakni juz 30. Berdasarkan datangnya surat tersebut kami GPAI SMPN 1 Dagangan berinisiatif untuk mengembangkan pendidikan Agama Islam di sekolah kami agar semakin baik dan mempunyai tujuan yang lebih dari pada itu yaitu yang tadinya hafal juz 30 kami mempunyai target tidak hanya 1 juz. Dengan banyak pertimbangan kamipun melakukan musyawarah dengan GPAI dan guru-guru yang lain, kemudian usulan tersebut kami haturkan kepada kepala sekolah dan hal tersebut dapat diterima, bahkan program tersebut didukung dan disetujui. 72

72Lihat transkrip observasi nomor05/O/12-IV/2016.

Dari kutipan wawancara maupun observasi yang dilakukan oleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa proses kegiatan tahfidz ini telah dilaksanakan sebelum datangnya surat dari Kemenag. GPAI di SMPN 1 Dagngan pun semakin memantabkan diri dengan dukungan dari kepala sekolah serta semakin yakin dalam program pengembangan kemampuan peserta didik dan membentuk watak mereka, sesuai peraturan pemerintah yang diatur dalam yuridis formal dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, agama, juga untuk menjadi manusia bermartabat, berilmu, cakap, kraetif, mandiri, bertaqwa di dalam agama Islam.

Berikut ini adalah landasan yang dijadikan dasar dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Dagangan secara Yuridis.73

a. (UU No. 20 Thn 2003 Bab II pasal 3)74dan

b. Keputusan Menteri Agama Nomor 211 Tahun 2011 Tentang Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Agama Islam pada sekolah.

Dalam keputusan Menteri Agama berisi tentang:

 Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama Islam, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jenjang pendidikan.

73Lihat transkrip dokumentasi nomor08/D/14-IV/2016.

74 Pendidikan nasional berfungsi mengembang-kan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, ber- tujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ber-akhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 Pengembangan standar nasional pendidikan agama Islam adalah upaya memperluas dan memperdalam standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan.

 Sekolah adalah satuan pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

 Kurikulum Pendidikan Agama Islam adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam yang mengacu pada pengembangan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan.

 Evaluasi adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan agama Islam terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jenjang pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan agama Islam.

 Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan melalui tatap muka di dalam kelas dan kegiatan mandiri di luar kelas sesuai dengan Standar Isi.

 Kegiatan ekstrakurikuler adalah upaya pemantapan dan pengayaan nilai-nilai dan norma serta pengembangan kepribadian, bakat dan minat peserta didik pendidikan agama Islam yang dilaksanakan di luar jam intrakurikuler dalam bentuk tatap muka atau non tatap muka.

 Guru Pendidikan Agama Islam adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memberi teladan, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

 Pengawas Pendidikan Agama Islam adalah guru agama Islam berstatus Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengawasan penyelenggaraan pendidikan agama Islam di sekolah.

2. Model Pengembangan Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Dagangan