BAB V ISU PERENCANAAN APSEK PENDIDIKAN
5.2 Landasan Teori
pembelajaran daring?
4. Faktor-faktor apa saja yang menjadi tantangan dari penerapan sistem pembelajaran daring?
penetuan secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian yang telah ditentukan.
Pendapat dari para ahli lainnya seperti Terry (1975), perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan- kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu. Sedangkan Hadari Nawawi (1983) menyatakan bahwa perencanaan merupakan langkah menyusun penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu. Garth N. Jone menyatakan bahwa perencanaan merupakan suatu proses. Proses pemilihan dan pengembangan dari suatu tindakan yang paling baik atau menguntungkan untuk mencapai tujuan tertentu.
Mc. Farland menyatakan bahwa perencanaan sebagai suatu fungsi manajemen. Seorang pimpinan dapat mempengaruhi bawahannya untuk melakukan perubahan terhadap tujuan yang harus dicapai dalam waktu tertentu. Terakhir pendapat dari W.H. Newman bahwa perencanaan adalah keputusan yang akan dikerjakan untuk waktu yang akan datang atau rencana yang diproyeksikan dalam suatu tindakan.
Beberapa pendapat di atas telah memberikan definisi perencanaan menurut sudut pandang yang berbeda. Hal tersebut dapat membuat suatu kesimpulan bahwa perencanaan tidak terlepas dari suatu tujuan tertentu yang ingin dicapai, sehingga perencanaan merupakan suatu proses penentuan tujuan yang diharapkan dengan cara-cara konkrit untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan tersebut.
5.2.2 Definisi Pendidikan
Beberapa definisi pendidikan menurut beberapa ahli yang dimasukkan dalam makalah ini diantaranya oleh John Dewey, yang mengemukakan bahwa pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman. Hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan sosial. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup.
Edgar Dalle menyatakan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang. Sementara Ki Hajar Dewantara menyatakan ―Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.‖
M.J. Longeveled berpendapat bahwa pendidikan merupakan usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak agar tertuju kepada kedewasaannya, atau lebih tepatnya membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Sementara Richey dalam bukunya ‗Planning for teaching, an Introduction to Education‘ menjelaskan Istilah ‗Pendidikan‘ berkenaan
dengan fungsi yang luas dari pemeliharaan dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat terutama membawa warga masyarakat yang baru (generasi baru) bagi penuaian kewajiban dan tanggung jawabnya di dalam masyarakat.
Ibnu Muqaffa (salah seorang tokoh bangsa Arab yang hidup tahun 106 H-143 H, pengarang Kitab Kalilah dan Daminah) mengatakan bahwa : ―Pendidikan itu ialah yang kita butuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita seperti makanan dan minuman, dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal dan rohani.‖ Sedangkan Soekidjo Notoatmodjo (2003) berpendapat, pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Adapun Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2002) menyatakan bahwa pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik. UU RI No. 20 Tahun 2003 (tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1), Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan Elisa dkk (2001) menyatakan bahwa pendidikan luas dikenal di masyarakat adalah pendidikan dalam arti formal, yaitu pendidikan yang diterima
oleh peserta didik melalui pendidik dan biasanya dilakukan pada suatu lembaga atau institusi.
Secara keseluruhan pengertian pendidikan yang diberikan oleh para ahli mengacu pada sebuah usaha sadar yang dilakukan oleh individu untuk dapat mengetahui dan memperoleh ilmu pengetahuan, baik dari pendidikan formal, nonformal maupun pendidikan informal.
5.2.3 Definisi Perencanaan Pendidikan
Definisi Perencanaan Pendidikan menurut beberapa ahli sebagai berikut:
a. Depdiknas (2006) mendefinisikan perencanaan pendidikan sebagai suatu proses penyusunan gambaran kegiatan pendidikan di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pada definisi tersebut dinyatakan bahwa perencanaan ditujukan untuk merubah masa depan. Masa depan pendidikan yang diinginkan adalah pendidikan berkualitas yang disiasati secara terstruktur dan terprogram melalui perencanaan sejak awal sehingga masa depan bukanlah hasil dari kebetulan semata.
b. Coombs (1982), perencanaan pendidikan merupakan kegiatan rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien.
c. Albert Waterston (1975), perencanaan pendidikan merupakan suatu bentuk investasi pendidikan yang dapat dijalankan dan kegiatan- kegiatan pembangunan yang didasarkan kepada pertimbangan ekonomi dan biaya serta keuntungan sosial.
d. Guruge (1972) perencanaan pendidikan adalah proses mempersiapkan kegiatan di masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan.
e. Beeby, C.E., perencanaan pendidikan adalah suatu usaha melihat ke masa depan ke masa depan dalam hal menentukan kebijaksanaan prioritas, dan biaya pendidikan yang mempertimbangkan kenyataan kegiatan yang ada dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik untuk mengembangkan potensi system pendidikan nasioanal memenuhi kebutuhan bangsa dan anak didik yang dilayani oleh system tersebut.
f. Y. Dror (1975), perencanaan pendidikan adalah suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan-kegiatan di masa depan yang di arahkan untuk mencapai tujuan-tujuan dengan cara-cara optimal untuk pembangunan ekonomi dan social secara menyeluruh dari suatu negara.
g. Yusuf Enoch, perencanaan pendidikan adalah suatu proses yang yang mempersiapkan seperangkat alternatif keputusan bagi kegiatan masa depan yang diarahkan pada pencapaian tujuan dengan usaha yang optimal dan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada di bidang ekonomi, sosial budaya serta menyeluruh suatu Negara.
h. Endang Sunarya, (2000) perencanaan pendidikan merupakan proses perumusan kebijakan dan instrumen sekaligus juga teknik penentuan prioritas, dan merupakan bagian yang terintegrasi dengan pembangunan secara nasional sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan secara nasional.
i. Engkoswaran dan Komariah (2010) perencanaan pendidikan ialah proses menetapkan keputusan yang berkaitan dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai, sumber-sumber yang akan diberdayakan, teknik/metode yang dipilih secara tepat untuk melaksanakan
tindakan yang telah disusun sehingga pelaksanaannya dapat secara efektif dan efisien.
j. Don Adam (1975), merupakan suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan di masa depan yang diarahkan untuk mencapai tujuan dengan cara optimal untuk pembangunan ekonomi dan sosial secara menyeluruh dari suatu negara.
Pengertian yang diberikan oleh ahli memang memiliki redaksi yang berbeda, akan tetapi substansi dari pengertian tersebut memiliki kesamaan yaitu perencanaan pendidikan merupakan sebuah proses untuk menentukan tujuan yang hendak dicapai, dan cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
5.3 Penelitian Terdahulu