• Tidak ada hasil yang ditemukan

Langkah Guru Untuk Mendapatkan Feedback dari Proses Komunikasi Verbal dan Non Verbal

BAB III PAPARAN DATA

D. Langkah Guru Untuk Mendapatkan Feedback dari Proses Komunikasi Verbal dan Non Verbal

Gambar 3.9 proses komunikasi dengan bahasa tubuh (menunjuk suatu barang)

D. Langkah Guru Untuk Mendapatkan Feedback dari Proses Komunikasi

bagaimana langkah yang diambil guru untuk mendapatkan feedback dari siswa selama proses komunikasi antara guru dan siswa berlangsung.

Sesuai dengan data yang di kumpulkan peneliti di lapangan, berikut wawancara dengan narasumber terkait apa saja feedback yang di dapatkannya selama proses komunikasi verbal dan non verbal

1. Memancing Apersepsi Siswa

Setiap siswa tunarungu pasti memiliki kepribadian masing-masing sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhannya. Kepribadian siswa biasanya dilatar belakangi oleh keluarga, pergaulan, serta lingkungan mereka. Dengan mengetahui latar belakang siswa guru bisa lebih mudah untuk menarik perhatian siswa, dengan demikian guru bisa menentukan bagaimana cara proses komunikasi yang tepat yang akan dilakukan pada siswa tunarungu.

Dari hasil wawancara pada Ibu Harni dapat diambil gambaran sebagai berikut,

Saya pribadi kadang bertanya kepada anak-anak bagaimana kalau di rumah ada temen cerita gak, ada yang suka perhatiin gak begitu.

Karna kadang itu orang tuanya ada yang kurang peduli mbak jadi kalau bukan kita (guru SLB) ya siapa lagi, kasian mereka.69

Berbeda dengan ibu Harni, Ibu Emy menerapkan prinsip kepada anak-anak dimana prinsip tersebut bisa untuk membantu anak-anak agar

69 Wawancara dengan Ibu Harni, selaku narasumber, pada Selasa 12 April 2022.

lebih terbuka kepada guru terutama kepada diri sendiri, berikut penuturan beliau,

Saya dari dulu sudah menerapkan prinsip ke mereka kalau ada apa- apa, ada yang susah, ada yang ganggu bilang jangan diam saja, kalau diam saja nanti tidak selesai-selesai masalahnya. Dan saya suka mbak kalau mereka itu cerita kesehariannya di rumah, cerita random banyak itu saya suka banget kayak dalam diri saya itu wah gak sia- sia saya ngajarin mereka ini itu, nerapin prinsip ini itu dan alhamdulillahnya mereka menerapkan dengan cukup baik.70

2. Memberikan Motivasi

Supaya siswa semakin bersemangat guru SLB B-C Dharma Wanita Kota Madiun berusaha menyediakan lingkungan belajar yang kondusif, dan nyaman. Selain itu faktor motivasi yang berperan penting dalam suasana kelas juga diperlukan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ibu Harni selaku narasumber berikut penuturan beliau,

Kita itu ya mbak harus sering kasih motivasi sama anak-anak. Ya motivasinya itu gak usah susah-susah, gak usah ribet contohnya

“Ayo harus semangat belajarnya, nanti kalau kalian semangat bisa lulus dengan nilai terbaik” itu salah satu contohnya. Kenapa saya kasih contoh seprti itu? Karena anak-anak tunarungu itu lebih mudah diatur mbak, dan mereka itu hatinya tulus gak main-main, semangat mereka itu membara, mereka gak mau kalah sama orang normal lainnya. Mereka itu bisa membuktikan kalau mereka juga bisa seprti banyak orang yang bisa banyak keterampilan, bisa bekerja, dan masih banyak lagi.71

70 Wawancara dengan Ibu Emy, selaku narasumber, pada Rabu 13 April 2022.

71 Wawancara dengan Ibu Harni, selaku narasumber, pada Selasa 12 April 2022

Tidak sama dengan ibu Harni, Ibu Emy malah tidak menerapkan motivasi apapun,berikut penuturan beliau,

Motivasi ya? Jujur saya gak terlalu ngasih motivasi sih mbak ke anak-anak, ya kalau saya gimana aja mereka nyamannya saya ngikutin yang penting mereka bisa paham gitu aja.72

3. Menggunakan Metode Mengajar Bervariasi

Di SLB B-C Dharma Wanita Kota Madiun guru dituntut untuk memiliki keterampilan mengajar yang bervariasi. Karena dengan keterampilan yang bervariasi tersebut bisa meningkatkan kemampuan siswa, proses belajar akan semakin lebih efekti, serta terstruktur. Berikut penuturan dari Ibu Harni,

Sangat betul mbak kita harus punya metode yang bervariasi seperti contohnya waktu pelajaran seni budaya para siswa kami ajak untuk benar-benar melakukan seni salah satunya seni membatik, nah disitu mereka kita ajarkan bagaimana caranya membatik dari awal pengecatan sampai menjadi kain yang siap jual. Jadi selama kelas seni budaya anak-anak itu tidak pernah di ruang kelas mbak kita selalu ajak mereka ke ruang kesenian.73

Begitu juga dengan apa yang diutarakan Ibu Emy selaku, berikut penuturan beliau,

Kalau saya ya mbak biasanya kalau anak-anak sudah mulaibosen, sudah terlihat gak mau lagi belajar itu biasanya saja jeda sebentar nah jeda itu saya gunakan untuk sesi tanya jawap atau biasanya cerdas cermat ala-ala gitu lo mbak hehe nah topik yang saya ambil itu bener- bener keluar dari materi alias random kayak topik keseharian, hobi,

72 Wawancara dengan Ibu Emy, selaku narasumber, pada Rabu 13 April 2022

73 Wawancara dengan Ibu Harni, selaku narasumber, pada Selasa 12 April 2022.

dan ingatan mereka kira-kira apakah mereka masih ingat atau ndak sama pelajaran yang kemaren gitu.74

4. Berdiskusi

Bisa dikatakan dengan berdiskusi adalah metode paling sederhana yang bisa dilakuakan guru untuk memberikan dan mendapatkan umpan balik dari siswa. Dalam hal ini guru tidak harus berdiskusi secara langsung kepada siswa melainkan memberi kesempatan pada siswa untuk berdiskusi tentang materi. Setelah diskusi selesai guru bisa memberikan kesimpulan dan umpan balik pada mereka.

Hal tersebut juga didukung oleh informasi narasumber berikut penuturan Ibu Harni,

Biasanya kalau berdiskusi itu waktu saya suruh memahami materi dulu mbak seprti waktu pelajaran matematika setelah saya menjelaskan materi anak-anak saya kasih kesempatan untuk berdiskusi entah itu bertanya atau hanya membahas soal pada teman mereka yang sudah paham. Saya kasih waktu itu mbak biasanya lima belas menit setelah itu saya tanya kembali sudah bisa atau belum kalau ada yang belum bisa ditanyakan lagi pada saya.75

Informasi serupa juga diutarakan oleh Ibu Emy berikut penuturan beliau,

Kalau saya itu saya suka diskusi sama anak-anak, kita diskusi bareng- bareng gitu nanti kalau ada yang ingin ditanyakan bisa tanya ke saya atau ke temennya yang tau.76

74 Wawancara dengan Ibu Emy, selaku narasumber, pada Rabu 13 April 2022.

75 Wawancara dengan Ibu Harni, selaku narasumber, pada Selasa 12 April 2022.

76 Wawancara dengan Ibu Emy, selaku narasumber, pada Rabu 13 April 2022.

5. Memberikan Reward

Yang terakhir biasanya guru memberikan reward kepada siswa.

Dengan adanya reward guru bisa melihat seberapa jauh kemampuan siswa tunarungu dalam kelas. Selain itu motivasi mereka untuk mendapatkan hal baru akan semakin meningkat.

Berikut hasil observasi yang dilakukan terkait data yang dimaksud dan berakhirlah diproleh gambaran sebagai berikut,

Waktu pondok ramadhan di SLB B-C Dharma Wanita Kota Madiun pada hari Selasa 12 April Ibu Harni selaku guru yang mengajar memberikan tantangan kepada para siswa tunarungu barang siapa dia bisa menghafal al-fatihah maka akan diberi uang Rp. 10.000 oleh Ibu Harni. Dan semua anak beruaha menghafal surat al-fatihah tersebut tapi yang berhasil hanya ada 4 anak saja. Tapi itu tidak jadi masalah bagi Ibu Harni sendiri yang penting para siswa sudah berusaha semaksimal mungkin.77

Hal tersebut didukung oleh Ibu Harni selaku narasumber berikut penuturan beliau,

Iya yang seprti mbak lihat ini mereka saya kasih tantangan buat menghaal surat al-fatihah dan mereka langsung berlomba buat menghafalkannya to. Saya suka sekali lihat semangat mereka buat menghafal saya sebagai gurunya bangga sendiri mbak lihat prkembangan mereka yang semakin ke sini semakin meningkat bahagianya itu sudah gak bisa diungkapkan sama kata-kata lagi sampekan.78

77 Hasil Observasi pada, Selasa 12 April 2022.

78 Wawancara dengan Ibu Harni, selaku narasumber, pada Selasa 12 April 2022.

Demikian penjelasan yang dapat peneliti jabarkan terkait langkah- langkah untuk mendapat umpan balik dalam proses belajar mengajar dan berkomunikasi. Untuk mendapatkan umpan balik tentu saja sebagai guru harus merancang kegiatan dengan baik agar bisa tahu kapan sebaiknya umpan balik tersebut diberikan.

Dan dari gambaran tersebut, dapat diketahu bahwa langkah-langkah yang diambil untuk mendapatkan umpan balik cukup eisien entah itu bagi guru maupun siswa. Dan kebanyakan dari langkah tersebut berhasil mendapatkan umpan balik sesuai porsi dan tempatnya.

BAB IV

ANALISIS KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL GURU PADA ANAK TUNARUNGU DI SEKOLAH LUAR BIASA B-C DHARMA WANITA

KOTA MADIUN