SEGITIGA
F. LAYANG-LAYANG
Layang-layang adalah segiempat yang memiliki dua pasang sisi yang sama panjang dan dua diagonalnya saling tegak lurus.
Sebuah layang-layang dengan panjang sisis dan1 s , maka luas dan keliling2 belahketupat adalah:
1 2
2 d d L= ×
1 2
2 2
K = s + s
d : diagonal terpanjang1
d : diagonal terpendek2
ormula
F
A
B
C D
d1
d2
P
S oal dan Pembahasan
1. Misalkan KLMN adalah sebuah persegi yang memiliki panjang sisi r cm dan ABCD adalah sebuah persegipanjang dengan panjang sisi AB = p cm dan panjang sisi CD adalah l cm. Buktikan jika keliling persegi adalah 2 kali keliling persegipanjang maka
Luas ABCD l l 2
Luas KLMN r r
= −
Jawab:
Luas persegipanjang ABCD = p×l Luas persegi KLMN = r×r = r2
Keliling persegipanjang ABCD = 2p + 2l Keliling persegi KLMN = 4r
Diketahui keliling persegi ABCD = 2 kali keliling persegipanjang ABCD, maka:
2(2p + 2l) = 4r 4p + 4l = 4r p + l = r p = r–l
2 2
2 2 2
Luas ABCD p l r l rl l l l
Luas KLMN r r r r r
× − −
= = = = − Luas ABCD l l 2
Luas KLMN r r
= − (terbukti)
2.
Jawab:
Misal
Tiga persegi masing-masing panjang sisinya 6 cm, 10 cm dan 8 cm ditempatkan seperti pada gambar di samping.
Tentukan luas daerah yang diarsir.
Persergi adalah bidang dengan batas ungu berukuran 6 cm×6 cm Persergipanjang adalah bidang dengan batas merah 18 cm×10 cm
Segitiga I adalah bidang warna kuning dengan alas = 16 cm dan tinggi 6 cm.
Segitiga II adalah bidang warna biru dengan alas = 18 cm dan tinggi 10 cm.
Sehingga:
L. arsiran = L. Persegi + L. Persegipanjang–(L. Segitiga I + L. Segitiga II)
= 62+ 18⋅10–(1
2 ⋅16⋅6 + 1
2 ⋅18⋅10)
= 36 + 180–(48 + 90)
= 216–138
= 78
Jadi, luas daerah yang diarsir adalah 78 cm2.
3. Diketahui jajargenjang ABCD. Titik P dan Q terletak pada AC sehingga DP dan BQ tegak lurus AC. Jika panjang AD = 13 cm, AC = 25 cm dan luas jajargenjang tersebut adalah 125 cm2. Maka panjang BQ adalah ... cm
Jawab:
Diketahui:
AD = BC = 13 cm
A B
D C
P Q
AC = 25 cm
Luas jajargenjang = 125 cm2 Perhatikan segitiga ACD:
Luas segitiga ACD = 1
2 ×Luas jajargenjang 1
2 ×AC×DP = 1
2 ×125 25×DP = 125
DP = 125 5 = 5
∆APD merupakan segitiga siku-siku (siku-siku di P):
BE = AD2−DP2
= 132−52
= 169 25−
= 144 = 12 Sehingga:
PQ = AC–(AP + CQ)
= 25–(12 + 12)
= 25–24 = 1
Jadi, panjang PQ adalah 1 cm.
4. Persegipanjang besar berukuran 9 cm × 5 cm. Daerah yang diarsir adalah satu-satunya bangun di dalam persegipanjang yang bukan persegi. Berapakah luas daerah yang diarsir.
Jawab:
Diketahui ukuran persegipanjang besar: panjang = 9 cm dan lebar = 5 cm Karena hanya daerah arsiran yang bukan merupakan persegi, berarti bidang datar lainnya merupakan persegi (bidang yang berwarna).
Misal:
Persegi A bidang berwarna merah: panjang sisi persegi A = 5 cm Persegi B bidang berwarna kuning: panjang sisi persegi B = 4 cm Persegi C bidang berwarna biru: panjang sisi persegi C = 1 cm
Panjang persegipanjang = panjang sisi persegi B–panjang sisi persegi C
= 4–1 = 3
Lebar persegi panjang = panjang sisi persegi A–panjang sisi persegi B
= 5–4 = 1
Sehingga, luas persegipanjang arsiran = 3×1
= 3 cm2. 5.
Jawab:
Persegi pada gambar disamping memiliki luas satu satuan luas. Pecahan yang menyatakan luas dari daerah yang tidak diarsir adalah ...
dengan menggunakan gambar (berdasar gambar pada soal):
• ada dua buah segitiga siku-siku yang kongruen dan sebuah segitiga siku- siku samakaki.
• satu dari dua buah segitiga siku-siku yang kongruen digeser sehingga gabungan keduanya mebentuk sebuah persegi panjang (lihat gambar).
• dibuat garis horizontal (datar) dan garis vertikal (tegak) yang membagi persegi menjadi 4 bagian persegi kecil yang kongruen.
• dibuat garis diagonal persegi-persegi kecil (garis warna merah) yang membagi sebuah persegi kecil menjadi 2 bagian (segitiga) yang sama besar.
• dari langkah-langkah di atas, dalam persegi besar diperoleh 8 bagian berbentuk segitiga siku-siku samakaki yang kongruen dengan 3 bagian yang tidak terarsir.
• sehingga, luasan yang tidak diarsir adalah 3 per 8 bagian.
Jadi, pecahan untuk luas dari daerah yang tidak diarsir adalah 3 8. Alternatif penyelesaian:
Perhatikan gambar
L. arsiran = L.ABCD–(2×L. Segitiga I + L. Segitiga II
= 1–(1 2 + 1
8)
= 3 8
Jadi, luas dari daerah yang tidak diarsir adalah 3 8
Terdapat dua segitiga siku-siku yang saling kongruen dengan panjang sisi-sisinya yang saling tegak lurus adalah 1 dan 1
2. Sebuah segitiga siku- siku sama kaki dengan panjang sisi yang sama yaitu 12 . Sehingga:
6. Diketahui ABCD adalah persegi. Titik E merupakan perpotongan AC dan BD pada persegi ABCD yang membentuk persegi baru EFGH. EF berpotongan dengan CD di I dan EH berpotongan dengan AD di J. Panjang sisi ABCD adalah 4 cm dan panjang sisi EFGH adalah 8 cm. Jika ∠EID = 60°, maka luas segiempat EIDJ adalah ... cm2.
Jawab:
Cara I
Perhatikan gambar berikut.
Perhatikan segitiga EJD kongruen dengan segitiga EIC, maka luas segitiga EJD = luas segitiga EIC. (mengapa?)
Sehingga:
Luas segiempat EIDJ = Luas segitiga DEI + Luas segitiga EJD
= Luas segitiga DEI + Luas segitiga EIC
= luas segitiga CDE Dengan demikian:
A B
C D
F
H
E
F
J
I
Luas segitiga CDE = 1
4 ×Luas persegi ABCD
= 1 4 × 42
= 4 cm2
Jadi, luas segiempat EIDJ adalah 4 cm2. Alternatif penyelesaian:
Dengan rotasi bidang segiempat EIDJ dengan pusat E dan persegi ABCD tetap, dengan arah berlawanan arah jarum jam (arah positif) sedemikian sehingga EF tegak lurus CD. Seperti pada gambar berikut:
Maka:
Luas segiempat EIDJ = Luas segiempat EIDJ
= 22= 4 cm2 Jadi, luas segiempat EIDJ adalah 4 cm2.
A B
C D
F
H
E
F
J
I
7. Diketahui persegi panjang PQRS. Panjang PV = QT = PS = 6. Titik U adalah perpotongan antara garis SV dan RT (seperti gambar di samping). Jika PQ = 10 maka, luas segiempat PTUS adalah ...
Jawab:
Diketahui:
PV = QT = PS = 6 PQ = SR = 10 TV = 6 + 6–10 = 2 Misal:
Tinggi segitiga TUV = t Tinggi segitiga SUR = 6–t
Perhatikan segitiga TUV dan segitiga SUR:
Tinggi Tinggi
TUV SUR
∆
∆ = TV SR
6 t
−t = 2 10 P
S R
Q
T V
U
S R
U
Q
P T U
10t = 12–2t ⇒ 12t = 12 ⇒ t = 1 Sehingga:
Luas PTUS = Luas∆PVS–Luas∆TUV
= 1
2 ×PV×PS– 1
2 ×TV×t
= 1
2 ×6×6– 1
2 ×2×1 = 17 Jadi, segiempat PTUS adalah 17.
8.
Jawab:
Perhatikan ∆ACD dan ∆CED yang keduanya memiliki alas berhimpit yaitu CD. Karena AB//CD maka ∆ACD dan ∆CED memiliki tinggi yang sama panjang. Oleh karena itu, luas ∆ACD = luas∆CED = setengah luas ABCD = 10 satuan luas.
Perhatikan ∆CED dan ∆EDG yang keduanya memiliki alas berhimpit yaitu DE. Karena DE//GF maka ∆CED dan ∆EDG memiliki tinggi yang sama panjang. Oleh karena itu, luas∆EDG = luas∆CED = 10 satuan luas.
Dengan demikian, luas DEFG = 2×luas EDG = 20 satuan luas. Padahal luas DEFG = DG×EH = 5EH. Jadi, diperoleh EH = 4 satuan panjang.
D G A
E
B F
C
H Diketahui ABCD dan DEFG adalah
dua jajargenjang. Titik E terletak pada AB dan titik C terletak pada FG. Luas ABCD adalah 20 satuan. H adalah titik pada DG sehingga EH tegak lurus DG. Jika panjnag DG adalah 5 satuan, tentukan panjang EH.