• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

2.2. Limbah Plastik

2.2.1. Pengertian Limbah Plastik

Limbah plastik adalah barang buangan yang berupa plastik yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.

Limbah plastik merupakan salah satu jenis sampah rumah tangga yang punya peran besar dalam kerusakan lingkungan. Plastik yang di buang lama kelamaan akan menumpuk dan terkubur dalam tanah sehingga dapat mengganggu struktur dan kesuburan tanah bahkan dapat mencemari aliran sungai (Uno, Mien R dkk: 2011)

Berdasarkan bahannya, sampah rumah tangga dan limbah industri terbagi kepada tiga jenis, yaitu:

1. Sampah organik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yangmudah terurai seperti limbah makanan serta daun-daun kering.

2. Sampah anorganik yaitu sampah berasal dari bahan-bahan yang sulit terurai seperti plastik, kaleng dan styrofom.

3. Sampah berbahaya/beracun yaitu smapah berasal dari bahan-bahan berbahaya/beracun seperti limbah yang berasal dari rumah sakit atau limbah yang berasal dari pabrik (Hikmah, 2009)

2.2.2. Pengertian Plastik

Plastik merupakan salah satu makromolekul yang dibentuk dengan teknik polimerisasi, yaitu proses penggabungan beberapa molekul sederhana (monomer) melalui proses kimia menjadi molekul besar (makromolekul atau polimer). Plastik merupakan senyawa polimer yang unsure penyueun utamanya adalah karbon dan hydrogen. Untuk membuat plastik, salah satu bahn baku yang sering digunakan adalah Naptha, yaitu bahan yang dihasilkan dari penyulingan minyak bumi atau gas alam. Sebagai gambaran, untuk membuat 1 kg plastik memerlukan 1,75 kg minyak bumi, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya maupun kebutuhan energy prosesnya (Kumar dkk., 2011).

2.2.3. Sifat dan Karakteristik Plastik

Berikut gambaran sifat dan karakteristik dari beberapa jenis plastik.

1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) dengan berlabel angka 01 dalam segitiga biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/ tranfaran/ tembus pandang seperti botol air mineral.

2. HDPE (high density polyethylene) berlabel angka 02 dalamsegitiga biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Direkomendasikan hanya untuk sekali pakai.

3. Vatau PVC (polyethylene chloride) berlabel angka 03 dalamsegitiga adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk kemakanan berminyak bila dipanaskan.

4. LDPE (low density polyethylene) berlabel angka 04 dalam segitiga biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan berkode ini dapat didaur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang ini bisa dibilang tidak dapat dihancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

5. PP (polypropylene) berlabel angka 05 dalamsegitiga adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat penyimpanan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik botol ini tranfaran yang tidak jernih atau berawan.

6. PS (polyslyrene) berlabel angka 06 dalam segitiga biasa dipakai sebagai bahan tempat makan Styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan polyslyrene bisa membocorkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.

7. Other (biasanya polycarbonate) berlabel angka 07 dalam segitiga bisa didapatkan ditempat makanan dan minuman seperti botolminum olahraga.

2.2.4. Manfaat Limbah Plastik

Pemanfaatan Limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle) (Anonim, 2009). Daur ulang plastik adalah melakukan proses dasar daur ulang untuk mengolah sampah plastik menjadi pellet atau biji plastik yang merupakan bahan dasar pembentuk plastik menurut produk yang diinginkan. Dalam proses ini, jenis bahan baku yang digunakan menentikan jenis biji plastik yang dihasilkan. Bahan bakudaur ulang dengan kualitas satu merupakan plastik yang belum pernah didaur ulang sebelumnnya atau hanya pernah sekali saj didaur ulang.

Pemanfaatan Limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar sutau Limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain Limbah harus dalam bentuk tertentu (biji, pellet, serbuk, pecahan) sesuai kebutuhan, Limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksudasi. Untuk mengatasi masalh tersebut, sebelum digunakan Limbah plastik diproses melalui beberapa tahapan, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Anonim, 2009).

Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis Limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi berbagai jenis barang walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas.

Terdapat empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietylena (PE), high density polyethylene (HDPE), poliprophylena (PP) dan asoi (Anonim, 2009).

Plastik merupakan material yang baru secara luas dikembangkan dan digunakan sejak abad ke-20 yangberkembang secara luar biasa penggunaannya dari hanya beberapa ratus ton pada tahun 1930-an, menjadi 150 juta ton/tahun pada tahun 1990-an dan 220 juta ton/tahun pada tahun 2005. Berdasarkan sifat fisiknya, plastik dapat di golongkan berdasarkan : (1) Termoplastik, merupakan jenis plastik yang bisa didaur ulang/dicetak lagi dengan proses pemansan ulang. Contohnya seperti polietilena (PE), polistiren (PS), ABS, polikrbonat (PC); (2) Termoset, merupakan jenis plasti yang tidak bisa didaur ulang/dicetak lagi. Pemanasan ulang dapat menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya,. Contoh: resin epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida (Ahvenainen, 2003).

Di industry daur ulang plastik juga dikenal istilah popcorn, merupakan biji plastik yang diproduksi berbentuk seperi biji jagung bakar. Selain itu juga ada yang berbentuk jagung pipih, yang dinamakan flake. PET places berasal dari botol kemasan air mineral yang sudah digiling.

Dokumen terkait