BAB III METODE PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data ialah proses mengatur data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar, (Sukiman, 2003: 239). Tujuan melakukan analisi data adalah untuk menyederhanakan data sehingga mudah untuk ditafsirkan.
1. Metode Induktif
Data yang dikumpulkan baik melalui pengedaran angket maupun wawancara serta observasi sebagai hasi; penelitian lapangan, demikian juga data yang dikumpulkan lewat literature yang ada relevansinya dengan pembahasan, selanjutnya di analisi secara induktif, yakni suatu metode yang digunakan penulis mengelola data yang melalui dari kesimpulan kepada hal-hal yang bersifat umum.
2. Metode Deduktif
Data itu dikumpulkan melalui penelitian baik melalui literature maupun penelitian lapangan. Dapat pula di analisis dengan metode deduktif yakni penulis mengelolah data yang bertitik tolak dari pengetahuan yang umum, kemudian menarik kesimpulan yang bersifat khusus.
Maka rumus yang digunakan adalah:
P = F/N X 100 Keterangan:
P = Persentasi (%)s
F = Frekuensi atau kategori jabatan N = Number ( jumlah frekuensi/individu)
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis dan Keadaan Wilayah
Desa Batukaraeng adalah salah satu Desa yang ada di Kecamatan Pa‟jukkang Kabupaten Bantaeng dengan luas wilayah 10 Km dan desa batukaraeng terdiri darI tiga dusun yaitu dusun batukaraeng, dusun bonto te‟ne dan dusun ma‟le‟ro . Adapaun letak geografis Desa Batukaraeng yakni:
a. Di sebelah utara adalah Desa Biangloe b. Di sebelah Selatan adalah Desa Rappoa c. Di sebelah Barat adalah Ulugalung
d. Di sebelah Timur adalah Lumpangan dan Kelurahan Tanah Loe 2. Kedudukan dan fungsi Kepala Desa
Kepala desa berkedudukan sebagai kepala pemerintah didesa yang berada langsung dibawah Bupati dan Bertanggung jawab kepada Bupati melalui camat. Kepala desa mempunyai fungsi memimpin penyelenggaran pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan. Kepala Desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta tugas- tugas lain yang dilimpahkan kepala desa.
38
3. Visi dan Misi Desa Batu karaeng
Dalam pengelolaan dan pengembangan Desa Lonrong sebagai desa yang maju dan berkembang tentunya harus memilki Visi dan Misi yang jelas.
Adapun Visi dan Misi desa Batu karaeng adalah sebagai sebagai berikut.
a. Visi
Terwujudnya Desa Batu karaeng sebagai desa yang mandiri berbasis pertanian, untuk mencapai masyarakat yang sehat, cerdas dan lebih sejahtera.
b. Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi yang dilakukan adalah sebagai berikut.
1) Meningkatkan pembangunan yang infrastruktur yang mendukung perekonomian desa, seperti jalan, jembatan serta infrastruktur strategis lainnya.
2) Meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan untuk mendorong derajat kesehatan masyarakat agar dapat bekerja lebih optimal dan memilki harapan hidup lebih panjang.
3) Meningkatkan pembangunan di bidang pendidikan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar memilki kecerdasan dan daya saing yang lebih baik.
4) Meningkatkan pembangunan ekonomi dengan mendorong semakin tumbuh dan berkembang pembangunan di bidang pertanian dalam arti luas, industri, perdagangan dan pariwisata.
5) Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik berdasarkan demokratisasi, transparansi, penegakan hukum, berkeadilan, kesetaraan jender dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
6) Mengupayakan pelestarian sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dan pemerataan pembangunan guna meningkatkan perekonomian.
Adapun jumlah penduduk Desa Batukaraeng dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1
Data Kepala Keluarga (KK) beserta Penduduk Desa Batukaraeng Kec.
Pajukukang Kab. Bantaeng 2015
NO Nama Dusun Banyaknya KK Penduduk jumlah
Laki-laki perempuan 1.
2.
3
Bonto Te‟ne Batukaraeng Ma‟le‟ro
119 88 77
212 198 130
225 208 132
438 406 262
jumlah 540 566 1106
Sumber Data: Kantor Desa Batukaraeng 2014/2015
B. Hubungan Kerja sama Orang Tua dan Tokoh masyarakat dalam Membina Perilaku Remaja di Desa Batu karaeng Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng
Dilihat dari segi pendidikan, keluarga merupakan satu kesatuan hidup (sistem sosial), sangat wajar dan logis jika tanggung jawab pendidikan ditangan kedua orang tua dan tidak bisa dipikulkan kepada orang lain karena ialah darah dagingnya. Tugas utama keluarga adalah sebagai dasar peletakan ahklak dan pandangan hidup keagamaan.
Adapun hubungan kerjasama orang tua dan tokoh masyarakat dalam membina perilaku remaja didesa Batukaraeng adalah sebagai berikut:
1. Melakukan sosialisasi antara orang tua dan tokoh masyarakat tentang pembinaan perilaku remaja.
Menurut dg, Sila selaku orang tua mengatakan bahwa:
Tujuan melakukan sosialisasi ini adalah supaya para remaja di Desa Batukaraeng ini dapat terhindar dari perilaku-perilaku menyimpang dan membantu orang tua dalam mendidik para remaja, selain itu tokoh masyarakat lebih muda bekerja sama dengan orang tua remaja sehingga dalam pembinaan perilaku remaja dapat terorganisir dengan baik (wawancara tanggal 20 juli 2015)
2. Melakukan berbagai kegiatan positif yang mengarahkan remaja kepada perilaku yang lebih baik.
Menurut dg, Haruna sebagai tokoh masyarakat mengatakan bahwa:
Dalam hal ini sangat penting kegiatan positif yang dilakukan oleh para remaja karena dengan adanya kegiatan tersebut bisa memberikan kesibukan tersendiri tetapi kearah yang positif dan membuat remaja itu sendiri lebih aktif sehingga melakukan kenakalan-kenakalan remaja dapat dilupakan. Alangkah baiknya
jika orang tua dan tokoh masyarakat dapat bekerja sama dengan baik (wawancara tanggal 20 juli 2015)
3. Mengikuti kegiatan masjid.
Adapun kegiatan yang dilakukan oleh remaja adalah mengaktifkan majelis ta‟lim dan membentuk kembali remaja masjid sehingga lebih aktif dan dapat memberikan contoh yang baik dimasyarakat karena merupakan pusat kegiatan keislaman dalam mengasah wawasan dan menambah pengetahuan dibidang keagamaan sebagai pedoman hidup.
4. Pendidikan keluarga. Dalam mengisi waktu luang, peran pendidikan keluarga sangat penting pengaruhnya dalam menentukan model dan metode kegiatan yang terbaik dalam mengoptimalkan pemanfaatan waktu luang bagi remaja muslim untuk memperluas wawasanya dalam ruang lingkup kegiatan keluarga.
5. Mengikuti kegiatan kemasyarakatan. Dalam membentuk remaja muslim sebagai generasi muda yang berkualitas, sangat
diharapkan untuk dapat ikut berpartisipasi aktif dalam mengikuti segala kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dengan niat dan semangat yang positif. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama dan menumbuhkan rasa solidaritas.
6. Olahraga. Kegiatan olah raga termasuk dalam salah satu kegiatan yang positif dan terarah. Karena dengan berolah raga, remaja
dapat menjaga kondisi tubuhnya agar selalu sehat dan dapat melakukan segala aktifitasnya.
Strategi lain yang dilakukan oleh orang tua adalah pembinaan moral dengan pendekatan keteladanan sehari-hari, tetapi alangkah baiknya jika orang tua medidik anaknya sejak dini.
Menurut Dg, Ahmad selaku Orang Tua menyatakan bahwa:
Pembinaan moral bagi siswa atau remaja sangat penting dan yang paling baik pembinaan moral adalah berlandaskan nilai-nilai Islam, karena nilai moral yang dapat dipatuhi dengan sukarela, tanpa ada paksaan, hanya dari kesadaran diri, datangnya dari keyakinan Islam.
(wawancara tanggal 20 Juli 2015)
Berangkat dari perspektif diatas dapat dipahami bahwa pembinaan moral terutama terhadap remaja tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai ajaran islam. Penanaman dan pembinaan moral bagi remaja pada dasarnya bermula dari lingkungan keluarga terutama orang tua, sehingga lembaga pendidikan hanya melanjutkan dasar-dasar moral yang telah ditanam oleh ibu-bapak, sehingga keluarga hanya membina dan mengarahkan remaja kepada moral islam, yaitu suatu moral yang berlandaskan dalam Al-Qur‟an dan Hadis Rasulullah saw.
Untuk menghindarkan atau menjauhkan remaja dari berbagai perilaku menyimpang, keluarga selaku pembina utama bagi perilaku anaknya, maka dari itu yang sangat diperlukan adalah suatu strategi pembinaan remaja sehingga dapat memilki kepribadian yang mulia, yakni kepribadian yang islamai.
Adapun strategi lain yang dilakukan dalam pembinaan remaja kerap diimplementasikan oleh keluarga antara lain
Menurut Sahabuddin selaku tokoh masyarakat mengatkan bahwa:
Strategi pembinaan mental dan penekanan iman dan takwa, dan menanamkan nilai-nilai kemandirian melalui peningkatan ilmu dan keterampilan, menanamkan nilai-nilai kreatifitas dan produktifitas remaja, sehingga kelak mereka dapat menentukan arah serta kemajuan yang dicita-citakan.(wawancara 20 Juli 2015)
Bertitik tolak dari keterangan responden diatas, menunjukan bahwa aspek-aspek yang terpenting dan harus mendapat perhatian yang serius adalah membiasakan para remaja untuk menjalankan syariat agama dan menjauhkan remaja dan menjauhkan dari berbagai hal yang dilarang agama. Karena itu, paradigma mengindikasikan bahwa yang patut diterapakan untuk membina remaja adalah strategi pembiasaan, sesuai dengan pepatah „‟ ala bisa karena biasa‟‟.
Masa remaja adalah masa yang sangat yang sangat potensial ke arah positif dan negatif. Maka intervensi edukatif dalam bentuk pendidikan diperlukan, bimbingan maupun pendampingan sangat diperlukan remaja itu ke arah yang positif. Kerja sama orang tua dan tokoh msyarakat sangat diperlukan agar tercapai perkembangan remaja yang positif dan produktif.
C. Kendala Orang Tua dan Tokoh Masyarakat Dalam Membina Perilaku Remaja di Desa Batu Karaeng Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng
Adapun kendala-kendala yang dihadapai orang tua dan tokoh masyarakat dalam membina perilaku remaja.
1. Kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak/remaja
Komunikasi adalah sebuah proses dimana pesan disampaikan oleh sumber pada penerimanya bisa berupa lambang-lambang (simbol).
Pada umumnya orang berkomunikasi mempunyai tujuan antara lain: untuk memberikan informasi yang dimilki orang lain, untuk membujuk atau mempengaruhi orang untuk mengerti satu sama lain untuk menyampaikan sesuatu yang dirasakan untuk mendapatkan informasi tentang keadaan diri sendiri.
Permasalahan komunikasi ternyata tidak oleh anak yang terpisah jarak dengan orang tuanya, tetapi orang tua dan anak yang tinggal serumah. Padahal minimnya komunikasi membuat hubungan orang tua dan anak kurang dekat secara psikologis.
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Gaprawi sebagai tokoh masyarakat adalah sebagai berikut:
Kedekatan secara fisik dengan anak seharusnya menjadi keistimewaan yang patut disyukuri karena orang tua bisa melihat secara langsung perkembangan anak. Dengan menerapakan komunaksi yang efektif, baik keluarga yang terpisah jarak maupun keluarga yang satu atap, bisa mencegah pengaruh negatif terhadap perkembangan remaja.(wawancara 20 Juli 2015).
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi sangatlah penting dalam keluarga, karena keluarga merupakan pendidikan utama bagi seseorang karena disanalah sesorang memulai segalah sesuatunya hingga mereka menjadi tau dan mengerti. Dimana semua ini akan terlepas dari tanggung jawab keluarga terutama orang tua yang memegang peran penting bagi kehidupan anakanya, oleh karena itu orang tua bertanggung jawab atas pembentukan perilaku anak. Sehingga diharapakan selalu memberikan arahan, memantau, mengawasi dan membimbing perkembangan anak melalui interaksi antara orang tua anak dalam lingkungan keluarga.
2. Maraknya balapan liar yang terjadi di desa Batukaraeng
Balapan liar adalah kegiatan yang beradu cepat kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, yang dilakukan diatas lintasan umum.
Artinya kegiatan ini sama sekali tidak digelar dilintasan balap resmi, melainkan dijalan raya. Penyebab remaja mengikuti balapan liar pasti berbeda, namun ada hal yang sama yaitu rasa ingin mencoba hal yang baru. Namun setelah mereka mencobanya, kebanyakan mereka jadi kecanduan sehingga melakukannya terus menerus.
Sebagaimana yang diungkapakan oleh Tajuddin sebagai tokoh masyarakat adalah sebagai berikut:
Balapan liar itu adalah masalah yang sering terjadi di Desa Batukaraeng. Aksi kebutan-kebutan sepeda motor ini dilakukan oleh para remaja pada saat sore bahkan hingga tengah malam yang tentunya sangat meresahkan para warga. Pelaku balapan liar ini
disebabkan oleh faktor yang biasanya karena keadaan dalam keluarga yang kurang kasih sayang ataupun tidak harmonis, bahkan dipengaruhi oleh teman-teman sepermainan yang mengajak kemudian mereka mengikutinya.
Dari uraian diatas hal yang sangat penting adalah upaya preventif yang harus dimulai dari lingkungan keluarga, dimana para orang tua harus memberikan waktu yang lebih untuk memantau dan memberi perhatian kepada anak remajanya agar anak mendapat kasih sayang yang cukup.
Juga memberikan nasehat dan sanksi apabila anak melakukan kesalahan.
Selain itu orang tua harus menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif dan harmonis agar anak dapat betah dirumah, sebagai tokoh masyarakat sebaiknya memberikan motivasi bagi remaja sehingga para remaja dapat berperan aktif dan positif.
3. Minum keras atau minuman beralkohol
Minuman keras atau minuman yang beralkohol merupakan minuman yang yang dilarang baik oleh agama maupun pemerintah. Tapi dikalangan masyarakat apa lagi remaja sudah bukan rahasia lagi karena sudah banyak yang orang yang mengkonsumsi miras. minuman ini apabila dikonsumsi secara berlebihan akan mengakibatkan berbagai dampak negatif salah satunya adalah merusak oragan tubuh.
Sebagaimana yang diungkapkan Hanapi sebagai tokoh masyarakat adalah sebagai berikut:
Awalnya, mungkin seseorang hanya mecoba-coba, tetapi lama kelamaan akan menjadi ketagihan, karena minuman ini menpunyai banyak dampak negatif. Sehingga diperlukan penanganan yang serius dari semua pihak agar para remaja didesa batukaraeng ini tidak masuk kedalam lingkaran yang menyesatkan ini. Oleh karena
yang paling berperan penting dalam hal ini adalah keluarga atau orang tua, dan alangkah lebih baik jika kerja sama para tokoh masyarakat.
Untuk itulah sebaiknya seorang remaja menghindari minuman tersebut dan sikap yang bisa dilakukan adalah misalnya menolak ajakan teman untuk mengikuti minuman-minuman keras. Karena pada prinsipnya seorang reamaja harus melaksanakan kehidupan secara seimbang, yaitu memenuhi berbagai kegiatan fisik, sosial,mental maupun spiritual. Untuk itu yang dapat dilakukan kegiatan sehari-hari adalah memegang teguh norma-norma agama dan sosial kemasyarakatan.
D. Usaha-usaha yang dilakukan orang tua dan tokoh masyarakat dalam membina perilaku remaja di Desa Batukaraeng kec.
Pa’jukukang kab. Bantaeng
Kehidupan yang serba modern dan arus globalisasi sekarang ini memang tidak sekedar menawarkan kenyamanan hidup semata. Tetapi kenyamanan ternyata muncul ekses-ekses negatif yang sangat mengganggu keselarasan kehidpan bermasyarakat. Jikalah mau jujur, sebenarnya untuk sebagian besar perilaku remaja yang menyimpang disebabkan karena kurangnya perhatian keluarga, terutama orang tua.
Anak remaja merasa kurang mendapatkan perhatian orang tua, akhirnya anak remaja menunjukan sikap-sikap yang melanggar norma- norma agama dan kemasyarakatan. Suatu kondisi yang ada sekarang merupakan tanggung jawab bersama untuk mencari jalan keluar, baik
melalui dialog, diskusi, tukar pikiran akan dapat menemukan benang merah sebagai dasar untuk mengambil langkah mengantisipasi setiap problem yang ada, termasuk problem delikuensi atau kenakalan remaja.
Suatu problema yang sering muncul di masyarakat adalah berkisar pada permasalahan remaja, pendidikan dan pergaulan masyarakat.
Keprihatinan akan situasi kehidupan remaja saat ini memang cukup beralasan, karena perilaku remaja telah banyak menimbulkan keresahan lingkungan.
Kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh anak remaja diupayakan penanggulangan secara sungguh-sungguh dalam arti penanggulangan yang setuntas-tuntasnya. Baik dalam curatif atau penyembuhan, perbaikan atau improvement dan hukuman yuridis dan pengaruh lingkungan. Adapun upaya yang dilakukan agar remaja terhindar dari kenakalan remaja.
1. Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.
2. Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang.
Contohnya orang tua boleh saja membiarkan anaknya melakukan apa saja yang masih sewajarnya dan apabila melewati batas-batasnya sebagai orang tua perlu memberitahukan tentang dampak yang dilakukannya.
3. Perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan kepercayaannya.
4. Sebagai orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak sehingga dapat membimbing dia ketika sedang menghadapi masalah.
5. Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis
6. Adanya motivasi dari keluarga, guru maupun, maupun dilingkungan masyarakat
7. Para remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik 8. Mengisi waktu luang dengan berbagai kegiatan positif.
9. Para remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh
10. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figure orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik.
Untuk itu perlu adanya perhatian khusus serta pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja yang merupakan faktor penting bagi kebesaran remaja di kehidupan selanjutnya, selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri,orang tua, dan pihak-pihak yang terkait agar perkembangan remaja dibidang pendididkan atau dibidang lainya dapat dilalui secara terarah.
Tabel 1
apakah orang tua selau berdialog dengan tokoh masyarakat tentang kenakalan remaja?
d
No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase 1
1.
2.
3.
Ya Tidak Kadang-kadang
10 7 12
34%
24%
41%
Jumlah 29 100%
Sumber data : Tabulasi angket nomor 1
Dari hasil olahan angket diatas terindikasi adanya curatif atau penyembuhan yang dilakukan orang tua dan tokoh masyarakat terhadap anaknya yang mengalami kenakalan remaja di desa batukaraeng. dalam pengakuan mereka ternyata terdapat 34% atau 10 orang responden yang menjawab „‟Ya‟‟ selalu berdialog dengan tokoh masyarakat tentang dampak negatif kenakalan remaja, 24% atau 7 orang responden yang mejawab “Tidak”, dan 41% atau 12 responden yang menjawab „‟kadang- kadang‟‟ berdialog dengan tokoh masyarakat, dan kategori jawaban
„‟tidak‟‟ yaitu tidak mendapat tanggapan.
Adapun hasil wawancara dengan tokoh masyarakat adalah sebagai berikut:
Menurut Syamsuk Mubarak sebagai tokoh masyarakat mengemukakan bahwa:
Penanggulangan kenakalan remaja didesa batukaraeng ini dapat dilakukan dengan cara mendekati para remaja dengan cara kekeluargaan, untuk kemudian dinasehati (berdialog) dan dilibatkan kedalam setiap kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, sehingga mereka sibuk dan terbatas waktunya untuk melakukan tindakan-tindakan negatif. (wawancara 21 Juli 2015)
Sebagai orang tua, kita perlu mendidik anak secara baik agar tumbuh menjadi aktif, cerdas, dan memiliki masa depan cemerlang. Dalam mengembangkan pada diri anak orang tua hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk membantu atau membiarkan dia melakukan hal yang dianggapnya benar. Kemudian sebagai tokoh masyarakat dapat memberikan contoh yang positif, kerena pada umumnya remaja suka menilai dan meniru. Tetapi tidak bisa dipungkiri orang tualah yang sangat berperan penting dalam kehidpan remajanya karena pada dasarnya orang tua yang menjadi pendidik pertama bagi anak-anaknya.
Untuk melihat bagaimana efektifitas pembinaan remaja secara curatif melalui nasehat atau wejangan orang tua dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 2
apakah orang tua dan tokoh masyarakat selau memberikan nasehat kepada remaja agar tidak melakukan perilaku menyimpang
d
No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase 1
1.
2.
3.
Ya Tidak Kadang-kadang
21 - 8
71%
- 27%
Jumlah 29 100%
Sumber data : Tabulasi angket nomor 2
Dari hasil olahan angket diatas mengindikasikan bahwa dalam kerangka penaggulangan kenakalan remaja didesa batukaraeng dilakukan orang tua dengan cara menasehati para remaja. Hal tersebut 71% atau 27 responden yang menyatakan „‟Ya‟‟ orang tua dan tokoh masyarakat dalam memberikan nasehat kepada remaja, dan 27% atau 8 reponden yang menyatakan „‟Kadang-kadang‟‟ memberikan nasehat kepada remaja. Dan kategori jawaban „‟tidak‟‟ tidak mendapat tanggapan.
Adapun hasil wawancara Menurut Abd Rahim selaku tokoh masyarakat mengatkan bahwa:
Yang dilakukan sebagai tokoh masyarakat terhadap kenakalan remaja adalah tindakan preventif oleh setiap lingkungan keluarga dengan cara mendidik anak-anak mereka sejak dini dengan didikan agama, iman, ketakwaan dan akhlak, serta memperkenalkan tindakan-tindakan yang membahayakan diri remaja dan orang lain.
Dan yang paling penting memberikan kegiatan-kegiatan yang positif sekira para remaja dapat bisa aktif dalam kegiatan itu.(wawancara 21 Juli 2015)
Oleh karena karena itu, upaya orang tua menanggulangi kenakalan remaja disamping pendekatan iman,ketakwaan, dan akhlak sebagaimana dikemukakan diatas, sebagai orang tua mengingatkan agar tidak melakukan kenakalan remaja misalnya balapan liar,minuman keras dan kejahatan lainnya.
Tabel 3
Apakah orang tua dan tokoh masyarakat menghindarkan remajanya pada kenakalan seperti balapan liar,minuman keras dll.
d
No Kategori Jawaban Frekuensi Persentase 1
1.
2 3.
Ya Tidak Kadang-kadang
23 2 4
79%
6%
13%
Jumlah 29 100%
Sumber data : Tabulasi angket nomor 3
Dari hasil olahan angket diatas menunjukkan bahwa penanggulangan kenakalan remaja didesa batukaraeng yang dilakukan orang tua dengan cara curatif atau penyembuhan melalui orang tua dan tokoh masyarakat tentang perbuatan remaja. Hal ini terdapat 79% atau 23 responden yang menyatakan “Ya‟‟ selalu menghindarkan para remaja,
sedangkan „‟Tidak‟‟ sebnyak 6% atau hanya 2 responden yang mengatakan hal tersebut, dan kategori jawaban „‟Kadang-kadang‟‟
sebnyak 13% atau 4 responden. Hal ini menujukkan bahwa upaya penyembuhan yang dilakukan orang tua dan tokoh masyarakat dalam menanggulangi kenakalan remaja pada umumnya melalui nasehat,peringatan dan sebaginya.
Adapun hasil wawancara menurut H.Jodding sebagai tokoh masyarakat mengatakan bahwa:
Dalam hal ini yang dilakukan sebagai tokoh masyarakat untuk menghindarkan para remaja tentang kenakalan remaja seperti balapan liar, atau minum keras atau kejahatan yang lain, sebenarnya disini yang sangat berperan penting adalah didikan orang tua, karena pencegahan kenakalan remaja sejak dini sangat besar manfaatnya dan yang paling penting kerja sama dengan tokoh masyarakat, atau melaui pendekatan dan memberikan pengertian yang baik, dan hendaknya melakukan sosialisi tentang bahaya tersebut dan mnghindarkan para remaja.(wawancara 22 Juli 2015)
Sesuai hasil wawancara di atas orang tua dan tokoh masyarakat dapat membujuk remaja yang nakal, merangkul remaja - remaja yang nakal dan memberikan mereka kegiatan positif, memberikan kesadaran atau arahan tentang budaya dan norma-norma yang berlaku di masyarakat kemudian menjadikan remaja – remaja sebagai manusia yang harus di akui keberadaan mereka di lingkungannya.
Disamping itu, terdapat juga upaya penyembuhan yang dilakukan orang tua melaluli pembinaan nilai-nilai ajaran islam. akan ditampilkan berdasarkan tabel berikut: