• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Metode analisis data

Dalam menganalisis data di penelitian ini terdapat beberapa kali pengujian data yaitu pengujian statistik deskriptif dan mengolah data menggunakan alat SPPS untuk menguji hipotesis. Adapun tahapan yang dilakukan guna menganalisis data pada penelitian ini adalah sebagai berikut;

1. Uji Asumsi Dasar a. Uji Normalitas

Sebelum melakukan pengujian beda langkah awal yang harus dilakukan adalah melihat distribusi data dengan uji normalitas. Pengujian ini

37

mempunyai tujuan untuk mengetahui distribusi dari suatu data apakah data tersebut berdistribusi normal atau abnormal yang nantinya akan mempengaruhi pengambilan keputusan dalam pengujian selanjutnya.

Dalam penelitian ini menggunakan tes Komogrov-Sminorv yang ada pada output SPSS pada tabel Test of Normality pada nilai Sig. baik pada tabel.

Pada uji ini data akan dikatakan normal apabila mempunyai nilai Signifikasi lebih dari 0,05 (Rahmawati, 2020). Untuk melihat nilai Signifikasinya melihat pada tabel Berikut dasar pengambilan keputusan untuk pengujian ini;

1) Jika data objek yang diteliti nilai Signifikasinya > 0,05, maka data tersebut berdistribusi normal

2) Jika data objek yang diteliti nilai Signifikasinya < 0,05, maka data tersebut berdistribusi tidak normal/ abnormal.

Jika hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dan lulus uji homogenitas maka akan dilakukan uji beda dengan paired sample T test, sedangkan jika data berdistribusi tidak normal atau tidak lulus homogenitas maka akan menggunakan sign-wilxocon

b. Uji t (uji parsial)

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan alat uji yang disebut uji t. Uji t ini digunakan untuk mengetahui variabel rasio kredit, permodalan dan likuiditas terhadap variabel Kinerja perbankan.

Adapun dasar pengambilan keputusannya adalah:

a. Jika t-hitung < t-tabel, maka variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis ditolak).

berpengaruh terhadap variabel dependen (hipotesis diterima).

Uji t juga dapat dilakukan dengan melihat nilai signifikansi t masing- masing variabel pada hasil regresi menggunakan SPSS dengan significance/eve/ (a = 5%). Jika nilai signifikansi lebih besar dari a maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan) yang berarti secara individual variabel independen tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikan lebih kecil dari a maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan), yang berarti secara individual variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Jika hasil terdapat perbedaan atau nilai signifikasinya lebih kecil dari 0,05 maka dapat diketahui bahwa ada dampak Covid-19 terhadap kinerja keuangan pada Bank yang ada di Indonesia. Sedangkan, jika hasilnya menunjukkan tidak terdapat perbedaan atau nilai signifikasinya lebih besar dari 0,05, maka dapat diketahui bahwa tidak ada dampak Covid-19 terhadap kinerja keuangan pada Bank yang ada di Indonesia.

Y-a+b1x1+b2x2+b3x3+e

Keterangan:

Y = Kinerja perbankan

A = konstanta

B1 b2 b3 = koefisien regresi

X1 = Rasio kredit

X2 = Permodalan

39

X3 = Likuiditas

e = kesalahan residual (error)

40

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Sejarah singkat objek penelitian

1. Sejarah singkat Bank Rakyat Indonesi

Pada akhir abad XIX tepatnya tanggal 16 Desember 1895, Raden Aria Wiriatmadja beserta kawan-kawannya mendirikan suatu Bank yang pernama „ De Poerwokertosche Hulp-en Sparbank der Islandsche Hoofden ( Bank Penolong dan Tabungan dari Priyayi Poerwokerto )‟.

Pada tahun 1898, Asisten Residen Purwakerto diganti oleh W.P.D. de Wolff van Westerrode. Ia bernama A.L. Schiff mendirikan de Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Hoofden, dimana Raden Wiriatmadja waktu itu juga duduk dalam pengurusan.

Pada Tahun 1898, dengan bantuan Pemerintah Hindia Belanda didirikan Volksbanken atau Bank Rakyat di kota-kota dalam wilayah Nusantara atau Hindia Belanda pada waktu itu.

Pada tahun 1912 Pemerintah Hindia Belanda mendirikan suatu lembaga bebadan Hukum dengan nama Centrale kas yang berfungsi sebagai Bank Sentral bagi Volksbanken, yang pada umumnya termasuk Bank Desa.

Pada Tahun 1934 didirikan AVB (Algemene Volkscredietbank) yang berstatus badan Hukum Eropa. Modal pertama berasal dari Likuidasi Centrale Kas, ditambah denga kekayaan bersih dari Volksbanken tersebut. Dengan demikian AVB sebagai kelanjutan Centrale Kas.

Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.

1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah

41

pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat.

Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang- undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk

resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.

Khusus untuk PT Bank Rakyat Indonesia ( PERSERO) Tbk. Unit SINGA adalah suatu lembaga keuangan BRI cabang Takalar. Lembaga tersebut didirikan pada tanggal 1 September 2016.

2. Visi Dan Misi Organisasi 1. Visi

Menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclution.

2. Misi

a. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.

b. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringaan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek good corporate governance, c. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihakpihak

yang berkepentingan.

3. Struktur Organisasi dan Job Description

1. Struktur Organisasi PT Bank Rakyat Indonesia ( PERSERO ) Tbk. Unit Singa

Struktur Organisasi adalah kerangka yang menunjukkan pekerjaan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi serta wewengan dan tanggung jawab tiap-tiap anggota organisasi pada setiap pekerjaan. Dalam

43

melaksanakan tugas-tugannya dan tanggung jawab yang berbeda-beda dan setiap bagian harus menjalin hubungan kerja sama yang harmonis, sehingga semua kebijaksanaan perusahaan dapat dilaksanakan dengan baik, dan tujuan dapat segera tercapai.

Struktur Organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (persero)Tbk. Unit Singa memperlihatkan adanya hubungan kerja sama antara bagian yang satu dengan bagian yang lain yang digambar dalam struktur organisasi pada skema berikut

A. Kaunit

Tugas dan tanggung Jawab Kepala unit PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Unit Malausma adalah :

a. Melaksanakan misi Kantor Unit secara keseluruhan, yaitu membantu Cabang untuk memperoleh laba yang besar melalui penyediaan produk dan jasa perbankan yang dibutuhkan masyarakat di daerah kerja unit tersebut, mendorong pemberdayaan ekonomi serta berfungsi sebagai pengelola keuangan daerah dalam rangka mewujudkan visi misi bank.

b. Mengelola pelaksanaan sistem dan prosedur bank

c. Merencanakan, mengembangkan, melaksanakan serta mengelola bisnis di wilayah kerja unit.

d. Merencanakan, mengembangkan, melaksanakan serta mengelola layanan unggul kepada nasabah.

e. Melaksanakan kepatuhan terhadap sistem dan prosedur, peraturan Bank Indonesia serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

f. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok, fungsi serta kegiatan.

g. Melakukan verifikasi terhadap transaksi keuangan setiap harinya

i. Mengelola kas kantor

j. Mengelola pelayana transaksi kas, pemindahbukuan dan kliring B. Teller

Adapun tugas dan tanggung jawab teller Bank Rakyat Indonesia Unit Malausma adalah:

a. Memberikan pelayanan transaksi kas ataupun over booking, serta memberikan pelayanan pembayaran dari dan ke nasabah untuk kepentingan bisnis BRI sesuai dengan sistem yang jelas dan prosedur operasional BRI.

b. Memberikan pelayanan transaksi kas baik penerimaan setoran, pengambilan maupun pembayaran dari dan ke nasabah atau calon nasabah.

c. Melakukan pengurusan kas BRI Unit bersama Kepala Unit untuk mengamankan asset bank.

d. Melakukan kegiatan pemeriksaan fisik uang untuk memastikan keaslian uang yang diterima.

C. Costumer Service

Adapun tugas dan tanggung jawab Customer Service Bank Rakyat Indonesia Unit Malausma adalah :

a. Bertanggung jawab sebagai petugas front office untuk menangani segala sesuatu yang berhubungan dengan pelayan nasabah dalam pembukaan rekening tabungan, deposito, giro, dan bertanggung jawab atas terselenggaranya kelancaraan pelayanan

b. Menerina berkas pengajuan kredit dari calon nasacah, serta memeriksa kelengkapan dokumen

c. Sebagai petugas administrasi dalam rangka pencairan pinjaman

45

d. Sebagai petugas dalam kegiatan monitoring ATM D. Mantri

Tugas dan Tanggung Jawab Mantri Bank Rakyat Indonesia Unit Malausma adalah

a. Mengelola pelaksanakan sistem dan prosedur kredit dan penyelamatan dan penyelesaian kredit bermasalah.

b. Mengelola pengendalian kredit dan mengelola kolektabilitas kredit c. Melakukan pembinaan terhadap kredit debitur bermasalah

d. Bertanggung jawab dalam memasarkan produk dan jasa kepada nasabah/calon nasabah pemohon kredit

e. Melakukan proses kredit, monitoring dan administrasi sesuai dengan ketentuan

f. Melakukan analisis kredit terhadap para calon nasabah g. Melakukan penagihan terbadap nasabah yang menunggak h. Turut menjaga menciptakan mutu pelayanan nasabah

i. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan. Sepanjang masih dalam lingkup tugas dan fungsi Mantri.

E. Security

a. Menjaga keamanan kantor bank baik diluar atau di dalam b. Mengatur kerapihan wilayah parkir perbankan

c. Memberikan pelayanan pengawalan parkir kepada nasabah

d. Menjadi navigator di bank seperti mengarahkan nasabah pada saat transaksi.

e. Membantu nasabah mengarahkan pengisian form transaksi

f. Membantu nasabah yang kesulitan dalam pengisian formulir transaksi g. Memantau ketersediaan form yang ada di bank

h. Mengatur antian di cabang

Cleaning Service Kantor adalah seseorang yang memiliki tugas untuk membersihkan seluruh area kantor. Dalam bahasa Inggris cleaning artinya pembersihan dan service artinya pelayanan, jadi cleaning service dapat diartikan sebagai seorang petugas yang memberikan pelayanan kebersihan. Tujuan Cleaning Service adalah untuk menciptakan 5k yaitu kebersihan, kerapian, keindahan, keamanan dan kenyamanan dalam kantor

47 B. Hasil Penelitian

1.Uji Asumsi dasar a.

Uji Normalitas

Uji normalitas berguna untuk menentukan data yang dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal. Uji normalitas digunakan menguji apakah data yang digunakan berdistribusi normal atau tdk, data yang baik adalah data yang berdistribusi normal. Pengujian dilakukan dengan menggunakan kurva normal propability plot dengan ketentuan jika titik-titik pada grafik menyebar dan berimpit sekitar garis diagonal maka data yang digunakan berdistribusi normal.

Gambar 4.1

Hasil Pengujian Uji Normalitas

Berdasarkan gambar grafik normal probability plot dapat diketahui bahwa sebaran titik-titik sekitar garis diagonal yang berarti data tersebut berdistribusi normal sehingga model regresi dapat dipakai untuk prediksi probability berdasarkan masukan variabel independen.

Berikut ini juga uji normalitas dengan kolmogorof-smirnov untuk menguatkan jika uji data nomalitas tersebut berdistribusi normal.

Tabel 2.2

Hasil Pengujia Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

Berdasarkan uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorof-smimov berdistribusi normal karena nilai signifikannya 0,989 > 0,50. Dimana apabila penerapan pada uji Kolmogorof-smimov apabila nilai signifikan dibawah 0,05 maka

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 20

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 4.04764819

Most Extreme Differences Absolute .100

Positive .100

Negative -.071

Kolmogorov-Smirnov Z .446

Asymp. Sig. (2-tailed) .989

a. Test distribution is Normal.

49

data tersebut tidak normal dan apabila nilai signifikan > 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal

.

b.Uji t

Uji T merupakan suatu pengujian yang dimaksudkan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas (independen) secara parsial dapat berpengaruh positif terhadap variabel terikat (dependen). Hasil uji signifikan parsial (uji statistik t) yang diolah oleh peneliti ditunjukkan pada table sebagai berikut:

Tabel 4,2

Hasil uji signifikan parsial (Uji statistik T)

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) -91.478 49.305 -1.855 .082

NPL 3.973 8.726 .109 .455 .655 .514 1.946

CAR 2.166 .918 .459 2.359 .031 .781 1.280

LDR .517 .252 .485 2.049 .057 .526 1.899

a. Dependent Variable: KINERJA KEUANGAN

Berdasarkan hasil SPSS 26 tabel 4.3 di atas menunjukkan uraian sebagai berikut:

a.Variabel rasio kredit (NPL) terhadap kinerja perbankan nilai T hitung sebesar 0,455<t table dengan nilai 2,119 dengan nilai 0,655 > 0,05 dengan demikian rasio kredit berpengaruh positif terhadap kinerja perbankan namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perbankan

b.Variabel permodalan (CAR) terhadap kinerja perbankan nilai T hitung sebesar 2,359>t table dengan nilai 2,119 dengan nilai 0,031< 0,05 dengan demikian permodalan berpengaruh positif terhadap kinerja perbankan dan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perbankan

c.Variabel likuiditas (LDR) terhadap kinerja perbankan nilai T hiting sebesar 2,049<t table nilai 2,119 dengan nilai 0,057> 0,05 dengan demikian likuiditas berpengaruh positif terhadap kinerja perbankan dan berpengaruh namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perbankan.

c.Regresi linear berganda

Analisis regresi linear berganda yang dilakukan untuk melihat hubungan variabel independen (NPL,CAR dan LDR) secara bersama-sama dengan variabel dependen Kinerja perbankan. Uji Analisis regresi linear berganda dilihat dari tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1

hasil Analisis linear berganda coefficients°

Modal Unstandardized Coefficients Standardized coefficients

B Std Error Bets

1 (constant) -91.478 49.305

NPL 3.973 8.726 .109

CAR 2.166 .918 .459

LDR .517 .252 .485

Dependent Variable: KINERJA KEUANGAN

Berdasarkan tabel 4.1 peneliti memperoleh persamaan Analisis Linear Berganda sebagai berikut :

51

Y = a+b1x1+b2x2+b3x3+c

Y = -91.478 + 3.973 X1 +2.166 X2+517 X3 + 49,305

Keterangan:

A = constant

Y = Kinerja perbankan

X1 = Rasio kredit

X2 = Permodalan

X3 = Likuiditas

Ei = kesalahan residual (error)

Dari persamaan regresi liniear berganda di atas dapat disimpulkan bahwa:

a. Nilai komstanta diperoleh sebesar -91.478 menyatakan bahwa jika variabel bebas yaitu rasio kredit, permodalan dan likuiditas bernilai 0 atau beta, maka kinerja perbankan yang terjadi sebesar -91.478.

b. K o e f i s i e n r e g e s i X 1 b e r p e n g a r u h p o s i t i f s e b e s a r 0 ,397 menyatakan bahwa jika setiap terjadi 1% kenaikan dari rasio kredit maka total kinerja perbankan mengalami kenaikan sebesar 0,397

c.Koefisien regresi X2 berpengaruh positif sebesar 0,216 menyatakan bahwa jika setiap terjadi 1% kenaikan dari permodalan maka kinerja perbankan mengalami peningkatan sebesar 0,216

d.Koefisien regresi X3 berpengaruh positif sebesar 0,517 menyatakan bahwa jika setiap terjadi 1% kenaikan dari likuiditas maka kinerja perbankan mengalami kenaikan sebesar 0,517

d.Koefisien Determinasi (R)

Hasil koefisien determiner (R) yang di olah oleh peneliti ditujukan pada table 4.3 sebagai berikut

.

Tabel 4.3

Hasil Koefisien Determinasi (R)

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .726a .527 .439 4.41082

a. Predictors: (Constant), LDR, CAR, NPL b. Dependent Variable: KINERJA KEUANGAN

Berdasarkan table 4.3 diatas menunjukkan bahwa nilai (R) Sebesar 0,726 hal ini berarti 72,6% yang menunjukan bahwa variabel rasio kredit,permodalan, dan likuiditas dapat mempengaruhi kinerja perbankan. Sisanya sebesar 27,4%

dipengaruhi oleh variabel lain yang belum atau tidak diteliti dalam penelitian ini e. Uji Heteroskedastisitas

Uji ini bertujuan untuk melakukan uji apakah pada sebuah model regresi terjadi ketidaknyamanan varian dari residual dalam satu pengamatan lainnya.

Apabila varian berbeda, disebut heteroskedastisitas. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas pada suatu model regresi linier

53

berganda, yaitu dengan melihat grafik scatterplot atau dari nilai prediksi variabel terikat yaitu SRESID dengan residual eror yaitu ZPRED. Apabila tidak terdapat pola tertentu dan tidak menyebar diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk model penelitian yang baik adalah yang tidak terdapat heteroskedastisitas (Ghozali, 2016).

1) Titik-titik diatas penyebar diatas dan dibawah atau disekitar angka 0.

2) Titik-titik tidak mengumpul hanya di atas dan di bawah.

3) Penyebaran titik-titik tidak berpolah.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, sehingga model regresi yang baik dan ideal dapat terpenuhi.

f. Uji Multikolineritas

Uji multikolineritas dilakukan untuk menguji apakah terdapat korelasi antar variabel bebas dalam model regresi. Multikolineritas berarti adanya hubungan linier yang sempurna antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan model regresi (Ajija, 2011). Ada atau tidaknya multikolineritas dapat diketahui dari koefisien korelasi dari masing-masing variabel independen.

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)

NPL .514 1.946

CAR .781 1.280

LDR .526 1.899

a. Dependent Variable: KINERJA KEUANGAN

Berdasarkan ouput diatas diketahui bahwa :

55

1. Nilai tolerance variabel Rasio kredit (X1) yakni 0,514 lebih besar dari 0,10 sementara itu nilai VIF variabel Rasio kredit (X1) yakni 1,946 lebih kecil dari 10,00 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolineritas.

2. Nilai tolerance variabel Permodalan (X2) yakni 0,781 lebih besar dari 0,10 sementara itu nilai VIF variabel Permodalan (X2) yakni 1,280 lebih kecil dari 10,00 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolineritas.

3. Nilai tolerance Likuiditas (X3) yakni 0,526 lebih besar dari 0,10 sementara iyu nilai VIF variabel teknologi (X3) yakni 1,899 lebih kecil dari 10,00 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi multikolineritas.

C. Pembahasan

1. Pengaruh rasio kredit terhadap kinerja perbankan

Berdasarkan table 4.3 menunjukkan bahwa bahwa rasio kredit (X1) dalam nilai t hitung 0,455< t tabel 2,119 serta memiliki nilai signifikan 0,655 yang lebih besar dari 0,05.Hal ini berarti bahwa rasio kredit (X1) mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja perbankan namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perbankan di era pandemi covid 19.

Meningkatnya Rasio kredit menunjukan adanya peluang bahwa kredit yang bermasalah akan meningkat, dan kondisi ini tentunya isyarat kurang baik bagi bank.manajemen harus mengantisipasi peningkatan ini dengan meningkatkan kualitas kredit melalui seleksi yang lebih ketat terhadap nasabah yang akan diberi kredit. jika, kualitas kredit dapat ditingktkan, maka akan mengurangi jumlah kredit bermasalah NPL akan turun dan dampaknya terhadap peningkatan kinerja

perbankan.NPL yang tinggi akan meningkatkan biaya percadangan aktiva produktif dan biaya-biaya lainnya,sehingga akan berdampak pada penurunan kinerja perbankan.

Namun berbeda dengan hasil penelitian Pandu mahardian (2013) Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja bank yang menunjukkan bahwa Npl berpengaruh negative dan signifikan terhadap kinerja bank. Kondisi ini menuntut manajemen untuk melakukan analisis yang lebih baik lagi ketika pihak manajemen untuk menyalurkan kredit ke nasabah sehingga meminimalisir terjadinya kredit bermasalah.

2. Pengaruh permodalan terhadap kinerja perbankan

Berdasarkan tabel 4.3 menunjukan bahwa permodalan (X2) dalam nilai t hitung2,359>t tabel 2,119 dengan nilai 0,031<0,05. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permodalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perbankan.

CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perbankan.permodalan bank dalam menjaga kemungkinan timbulnya resiko kerugian kegiatan usahanya dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perbankan.

Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Farid Hermawan (2018) Faktor yang berpengaruh terhadap kinerja perbankan Indonesia bahwa CAR berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perbankan.hasil ini berarti bahwa semakin besar CAR akan meningkatkan kinerja perbankan.

57

3. Pengaruh likuiditas terhadap kinerja perbankan

Berdasarkan table 4.3 menunjukkan bahwa bahwa Likuiditas (X3) dalam nilai t hitung 2,049< t tabel 2,119 serta memiliki nilai signifikan 0,057 yang lebih besar dari 0,05.Hal ini berarti bahwa Likuiditas (X3) mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja perbankan namun tidak signifikan terhadap kinerja perbankan di era pandemi covid 19.

LDR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja perbankan.LDR yaitu rasio yang menunjukan likuiditas yang mengukur besarnya dana dalam bentuk kredit yang berasal dari dana yang dipinjam oleh bank, Semakin tinggi LDR likuiditas bank semakin berisiko.

Hasil ini berarti LDR yang semakin tinggi tidak mempengaruhi signifikan terhadap kinerja perbankan.LDR yang terlalu tinggi ataupun yang rendah akan memunculkan resiko likuiditas. LDR yang tinggi tanpa di imbangi dengan pemasukan dana dari pihak ketiga akan meningkatkan resiko likuiditas bank khususnya dalam pendanaan.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurul Maulidyah (2013) Pengaruh Rasio CAR,NPL, Likuiditas yang menemukan bahwa LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perbankan.

.

58 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data Pengaruh Kurs, Suku Sunga SI dan lnflasi terhadap lndeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Rasio kredit (NPL) berpengaruh positif secara signifikan terhadap Kinerja perbankan . Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung yang diperoleh yaitu sebesar 0 , 4 5 5 < t tabel dengan nilai 2 , 1 1 9 sedangkan nilai signifikan sebesar 0,655, lebih besar dari tingkat signifikansi yang diharapkan yaitu lebih dari 0,05.

2. Variabel permodalan (CAR) terhadap kinerja perbankan nilai T hitung sebesar 2,359>t table dengan nilai 2,119 dengan nilai 0,031< 0,05 dengan demikian permodalan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja perbankan dan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perbankan.

3. Variabel likuiditas (LDR) terhadap kinerja perbankan nilai T hiting sebesar 2,049<t table nilai 2,119 dengan nilai 0,057> 0,05 dengan demikian likuiditas berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja perbankan

59

B. Saran

Adapun saran yang dapat diberikan peneliti dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Bagi peneliti dengan topik sejenis disarankan untuk melakukan kajian lebih lanjut dengan memasukkan variabel bebas lainnya.

2. Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya memperpanjang periode penelitian, sehingga akan diperoleh gambaran yang lebih baik tentang kondisi Perbankan di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Alibadi, Sara, Dorestani, Aliereza, Baizara, & Nauzer. (2013). The most value relevant accounting performance measure by industri . journal of Accounting and Finance.

Andrianto, Didin Fatihuddin, & Anang Firmansyah. (2019). Manajemen Baank.

Andrianto, Fatihuddin, D., & Firmansyah, A. (2019). Manajemen Bank. Qiara Media.

Ardimas W, E. F., & Gunadarma, U. (2014). Pengaruh kinerja keuangan dan corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan pada bank . Benefit jurnal Manajemen.

Asif. (2020). The Impact of pandemic Covid -19 on the Indian Banking.

Barua, B. &. (2021). Covid -19 implication for banks: evidence from an emerging economy.SN Business & Ekonomics.

Cakranegara, & Pandu Adi. (2020). Effect of pandemi Covid -19 on Indonesia banking . Ijomate internal journal of manaagement.

Dangnga, M. T., & M ikhwan Maulana Haeruddin. (2018). Kinerja keuangan perbankan : Upaya untuk menciptakan sistem perbankan . cv NUR LINA.

Devi, Sunitha, Warasniash, Ni made Sindy, Masdiantiny, Putu Riesty, . . . Luci sry. (2020). The impact of covid -19 pandemi on the financial performance of firms on the Indonesia stock exchange. Journal of economics,Business & Accountancy Venture.

Fahrial. (2017). Peranan Rakyat Syariah Indonesia.

Ghost, Ratan, Saima, & Farjana nur. (2021). Resilience of commersial banks of bangladesh to the shocks cause by covid -19 pandemic:an application of MCDM based appreach.

Asian Journal Of Accounting Research.

Hadiwardoyo, & Wibowo. (2020). Kerugian ekonomi nasional akibat pandemi covid -19.

Baskara :Journal Business and Enterpentursip.

Hanafi, Mumduh, & M,Halim. (2018). Analisis laporan keuangan . Edisi kelima. Yogyakarta :UPP STIM YKPN.

Hasbidin. (2017). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai bank syariah mandiri di kota Medan.

Dokumen terkait