BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN
B. Lokasi Penelitian
A. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini dilihat dari objeknya termasuk penelitian lapangan atau file research, yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan dilingkungan masyarakat tertentu baik. Penelitian ini juga menggunakan prosedur-prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Jadi penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan.
1. Sumber data manusia
Sumber data manusia adalah data yang diambil dari kisah nyata atau suatu permasalahan yang ada dalam masyarakat.seperti adanya beberapa pasangan suami istri dan orangtua juga mertua yang terlibat dalam permaslahan yang terjadi karena adanya kesalahpahaman antara anak, suami istri dan menantu dan mertua yang mengakibatkan permasalahan dalam rumah tangga.
2. Sumber Data Bukan Manusia
Sumber data ini berasal dari buku-buku, internet, sarana dan prasarana serta bahan-bahan lain yang mendukung penelitian ini.
Selanjutnya untuk penentuan informan atau sumber data dapat bekembang sesuai dengan kebutuhan penelitian dalam pengumpulan data, demi lengkapnya sebuah data dalam penelitian.
D. Teknik pengumpulan data
Dalam setiap penelitian ilmiah diperlukan adanya data yang relevan dengan persoalan yang dihadapi, karena kualitas data juga ditentukan oleh kualitas alat pengembalian/pengukurannya. Oleh karena itu, adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Observasi
Observasi yang digunakan untuk menggali data dari sumber data yang berupa peristiwa, tempat atau lokasi dan benda serta rekaman gambaran.50
50 Ibid…Hlm 53
Merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa observasi suatu cara untuk memperoleh kegiatan penelitian yang dilakukan secara langsung terhadap fenomena-fenomena yang berada pada obyek penelitian dengan mengadakan pencatatan secara sistematis terhadap kejadian yang dibutuhkan.
a. Pertimbangan yang ada dalam penggunaan metode observasi Ini adalah sebagai berikut :51
1.) Dapat memudahkan terhadap pengumpulan data cukup banyak dengan pelaksanaannya yang cukup teratur.
2.) Dapat melaksanakan pengamatan secara bebas dan tidak terikat dengan waktu.
3.) Banyak keinginan penting yang tidak bisa diperoleh dengan metode kecuali dengan observasi.
b. Sedangkan prosedur pelaksanaan dalam metode observasi ini adalah:
1.) Mengajukan peninjauan lokasi yang akan digunakan sebagai tempat observasi.
2.) Menyusun pedoman observasi yang sesuai dengan masalah yang akan dijadikan scop penelitian.
3.) Mengadakan observasi secara tidak langsung terhadap peristiwa objek penelitian serta mencatat hasil yang diperoleh.
51 Jurnal At-Taqaddum, Vol.8 No.1 Juli 2016
4.) Mengklasifikasi hasil observasi sesuai dengan jenisnya.
c. Data yang ingin diraih dari metode observasi ini sebagai berikut : 1.) Letak lokasi desa mayang kecamatan mayang kabupaten jember 2.) Situasi dan kondisi di desa mayang kecamatan mayang kabupaten
jember
3.) Mengetahui latar belakang suatu peristiwa
4.) Mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu peristiwa.
2. Wawancara
Merupakan percakapan dengan maksud untuk mencari data dalam masyarakat mayang dengan adanya intervensi orang tua dalam rumah tangga anak. Dan wawancara adalah suatu proses tanya jawab lisan dimana dua orang atau lebih bertatap muka secarra fisik untuk mengetahui tanggapan, pendapat, dan motivasi seseorang terhadap suatu obyek.
Dengan bertujuan agar pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.52
Adapun teknik wawancara (interview) yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semistruktur (semistructure interview).
Cara pelaksanaan wawancara dalam wawancara semistruktur ini sifatnya lebih bebas, terbuka, dan pihak yang diajak wawancara dimintai sebuah pendapat serta ide-idenya.53
Data yang ingin diraih dari metode interview ini sebagai berikut :
52 Lexi J.Moleong, metodelogi penelitian kualitatif (Bandung: Pt. Remaja Rosdakarya, 2004) Hlm 135
53 Sugiono, metode penelitian pendidikan pendekatan kualitatif kuantitatif, R & D( Bandung:
Falkabeta, 2010) Hlm 317.
a. Mengetahui alasan Intervensi Orangtua yang terjadi di desa mayang b. Mengetahui penyebab pertengkaran yang terjadi dalam rumah tangga
anak di desa mayang.
3. Dokumentasi
Mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa transkip, catatan buku dsb.54kegiatan khusus berupa pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penemuan kembali dan penyebaran dokumen. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Hasil penelitian dari observasi dan wawancara akan lebih kredibel atau dapat dipercaya apabila didukung oleh dokumentasi-dokumentasi yang berkaitan. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, dan rekaman.
E. Analisis data
Merupakan proses untuk mencari dan menyusun data secara sistematis, data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian peneliti melakukan analisis atau pengolahan data, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif.
Adanya kaidah dan teknik untuk memuaskan keingintahuan peneliti pada suatu gejala yuridis atau cara untuk menemukan kebenaran dalam memeroleh pengetahuan.55
Teknik analisis yang dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data yang dikemukakan oleh miles & huberman mencakup tiga kegiatan yang bersamaan:
54 Suharsini Arikunto, Metodelogi Risearch (Yogyakarta: UGM, 1986) Hlm 317
55 Lexi, J.Moeloeng, Metodelogi penelitian Lua;itatif ( Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, 2004) Hlm 27
1. Reduksi data
Diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data “kasar” yang muncul dari càtatan-catatan tertulis di lapangan. Setelah data secara keseluruhan maka peneliti segera melakukan pemilihan data dari catatan tertulis yang diperoleh dari lapangan, dan pemilihan data tersebut harus berlangsung secara terus menerus selama penelitian kualitatif berlangsung.
2. Penyajian data
Yakni alur penting yang kedua. Miles dan huberman membatasi suatu “penyajian” sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
Setelah mereduksi data kemudian peneliti sajikan data-data yang telah terkumpul tentang perceraian yang terjadi di desa mayang akibat campur tangan orang tua.
3. Verifikasi (penarikan kesimpulan)
Yaitu pembuktian kembali. Kesimpulan awal hanya bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung pada pengumpulan data berikutnya, tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka merupakan kesimpulan yang kredibel. Verifikasi dilakukan untuk mencari pembenaran dan data yang didapat menjadi data yang valid.
Penarikan kesimpulan sementara masih dapat diuji kembali dengan data dilapangan dengan cara merefleksikan kembali, peneliti atau dapat menukar pikiran dengan teman sejawat sehingga kebenaran ilmiah dapat di capai.56
F. Keabsahan data
Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap suatu data.57
Lebih jauh lagi, untuk memeriksa keabsahan data, maka peneliti memakai validitas data trianggulasi. Trianggulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Adapun tehnik trianggulasi yang banyak digunakan adalah pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik, dan teori.
Adapun penelitian ini menggunakan trianggulasi sumber yang berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang diperoleh dalam penelitian kualitatif.
56 Iskandar, Metodelogi Penelitian Pendidikan dan Sosial Kuantitatif dan Kualitatif, Hlm 222-224
57 Lexi J.Meoloeng, Metodelogi Penelitian Kualitatif ( Bandung : Remaja Rosdakaryam 2004) HLm 330
G. Tahap-tahap penelitian
Yang dimaksud dalam peneliti ini yaitu berkaitan dengan proses pelaksanaan penelitian. Tahap-tahap penelitian yang peneliti lakukan terdiri dari :
1. Tahap persiapan
a. Menyusun rencana penelitian b. Menentukan objek penelitian c. Mengajukan judul kepada jurusan d. Konsultasi proposal kepada pembimbing
e. Melakukan kajian pustaka yang sesui dengan judul penelitian f. Menyusun metode penelitian
g. Menyiapkan bahan perlengkapan penelitian 2. Tahap pelaksanaan
a. Mengumpulkan data b. Menganalisis data
c. Konsultasi kepada dosen pembimbing 3. Tahap penyelesaian
a. Menyusun kerangka laporan hasil penelitian b. Konsultasi kepada dosen pembimbing.
4. Tahap terakhir
a. Tahap pra lapangan b. Tahap kegiatan lapangan c. Tahap analisis data
d. Tahap penulisan laporan
e. Langkah terakhir adalah melakukan pengurusan kelengkapan persyaratan untuk mengadakan ujian tesis.58
58 Lexi J.Meoloeng, Metodelogi Penelitian Kualitatif ( Bandung : Remaja Rosdakaryam 2004) HLm 85-103
BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
A. Gambaran obyek penelitian
Dalam gambaran objek penelitian ini akan dijelaskan tentang bagaimana kondisi diri lokasi tempat dilakukannya penelitian ini, yang diperoleh peneliti dari data-data dilapangan maupun dari hasil wawancara dengan informan, ataupun gambaran objek penelitian yang di peroleh oleh peneliti adalah sebagai berikut;
1. Sejarah singkat keadaan geografis desa mayang kecamatan mayang kabupaten jember.59
Secara geografis desa mayang berada di wilayah administrasi kabupaten jember yang berada di wilayah kecamatan mayang tepatnya 12 km dari pusat ibukota kabupaten yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam dan 250 m dari pusat ibukota kecamatan yang dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 3 menit. Luas wilayah desa mayang yaitu 55.414 hektar yang terdiri dari permukiman penduduk, tanah tegalan ( kebun), tanah hutan dan lahan persawahan. Dilihat dari batas wilayah administrasi, desa mayang berbatasan dengan :
a. Barat : berbatasan dengan desa mrawan dan peringtali b. Utara : berbatasan dengan desa sungai mayang dan pakusari c. timur : berbatasan dengan desa tegal rejo dan tegal waru
59 Wawancara, Nilianto, Aparat Desa(Kepala seksi pemerintah), Desa Mayang, kamis, 24 Oktober 2019, 08.12 WIB.
d. Selatan : berbatasan dengan desa sungai mrawan dan seputih
Desa mayang terbagi menjadi 3 dusun yaitu 7.710 jumlah penduduk desa mayang keseluruhan adalah 2.395 jiwa.
Table 2
Jumlah masyarakat desa mayang
No. Dusun Laki-laki Wanita Jumlah
1 Dusun klayu 1.443 1.447 2.890
2 Dusun krajan 1.224 1.291 2.515
3 Dusun tegal gusi 1.132 1.173 2.305
4 Kepala keluarga 2.395 143 2.538
Gambar 1 : STRUKTUR DESA
Adapun susunannya adalah sebagai berikut:
Kepala desa : langgeng ibawanto s.e Sekretaris desa: sudi pinangsih sos
Kepala urusan tata usaha dan umum: rhozalia m.
Kepala urusan keuangan : farida sos Kepala urusan perencanaan : herwanto
Kepala seksi pemerintah : nilianto Kepala seksi kesejahteraan:- Kepala seksi pelayanan : abd qodir
Kasun tegal gusi : mashuri Kasun krajan : herdianto
Kasun klayu : dafir Unsur staf : sholeh
Gambar 2 Peta Mayang
2. Tingkat pendidikan
Dalam tingkat pendidikan di desa mayang semakin mengalami peningkatan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal.lebih meningkat dari masyarakat desa mayang yang saat ini telah menempuh pendidikan baik mulai jenjang taman kanak-kanak (tk) sampai dengan jenjang perguruan tinggi.”60 hal tersebut juga di dukung dengna banyaknya lembaga pendidikan yang mulai berkembang pesat di daerah tersebut, selain itu kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya menjadi
60 Wawancara, Sudi Pinangsih Sos, sekretaris Desa, Rabu, 30 Oktober 2019, 10.30 WIB
factor utama meningkatnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya mengenyam pendidikan.
Lembaga- lembaga yayasan pesantren seperti yayasan pondok al- ishlah yang juga menyediakan pendidikan formal di dalamnya merupakan beberapa lembaga pendidikan terbesar di desa mayang. Hal tersebut dapat menigkatkan minat sekolah untuk warga sekitar bahkan juga banyak murid dari luar desa mayang yang menempuh di ponpes yang berada di desa mayang.
Table 3
Data tingkat pendidikan di desa mayang No Tingkat pendidikan Laki-laki Perempuan Jumlah
1 0-16 tahun 1489
2 17 tahun –keatas 6.201
3 Lansia 71 72 143
Laporan 7.833
3. Kondisi Alam Dan Ekonomi
Kondisi alam, baik pedesaan, perkotaan, dataran tinggi, dan dataran rendah pegunungan sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat.
Kondisi alam berpengaruh pada kegiatan ekonomi bentuk alam beserta sumber daya alam yang terdapat di dalamnya berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat.
a. Luas Desa Mayang 1.) 437 h sawah 2.) 27 h tegal
3.) 86.314 h pemukiman 4.) 1, 1 h pertokoan 5.) 3 h kuburan
Hal tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai lahan pekerjaan mereka. Sebagian besar masyarakat desa mayang berprofesi sebagai buruh tani.
4. Kesehatan
Pada saat sekarang ini sudah menjadi perbincangan oleh para ahli kesehatan masyarakat bahwa unsur yang paling berpengaruh di dalam perubahan status kesehatan adalah faktor lingkungan. Seain faktor lingkungan status kesehatan juga sangat ditentukan oleh pelayanan kesehatan.
Kondisi lingkungan di daerah desa mayang tergolong bersih hal tersebut bisa dilihat dari mata air yang masih bisa digunakan dan beberapa aliran sungai yang masih bersih. Selain itu, desa mayang yang kebanyakan merupakan daerah persawahan dan perkebunan memberikan kondisi udara yang segar, meskipun mulai banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang dan mengakibatkan pencemara udara di daerah sekitar jalan raya.
Tersedianya 2 bidan telah memenuhi sekitarnya jiwa yang membutuhkan tenaga medis. Selain itu masyarakat juga biasa
memeriksakan kondisi kesehatannya di puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) yang terdapat di kecamatan mayang.
5. Sosial Budaya
Masyarakat desa mayang memiliki kegiatan rutinan di masing- masing RW (rukun warga) yaitu kegiatan yasinan yang diadakan setiap malam jum’at untuk laki-laki dan malam sabtu pengajian untuk perempuan. Dan juga ketika bulan ramadhan masyarakat desa mayang memiliki agenda kegiatan safari ramadhan.
Dalam kegiatan sosial lain, masyarakat desa mayang juga secara aktif bergotongroyong untuk membantu kegiatan yang merupakan agenda perangkat desa mayang yaitu kegiatan kerja bakti.
6. Agama
Mayoritas masyarakat desa mayang adalah pemeluk agama islam, selain itu juga terdapat beberapa masyarakat beragama kristen yang masih kental menjaga tradisinya. Masyarakat desa mayang memiliki toleransi yang tinggi atas perbedaan keyakinan tersebut, hal ini dibuktikan dengan tingkat toleransi masyarakat yang tinngi dan tidak adanya konflik yang terjadi antar golongan yang dipicu dengan adanya perbedaan ajaran agama yang dianut.
7. Pekerjaan
Pada umumnya mata pencaharian penduduk pedesaan merupakan bertani dan berdagang, begitu pula masyarakat desa mayang yang sebagian besar bekerja sebagai buruh tani maupun petani. Rata-rata
masyarakat desa mayang memilih bekerja sebagai pekerja berdagang dan bertani dengan alasan terbanyak yakni untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Hal ini telah dikatakan oleh bapak Nilianto (Kaur Desa Mayang):
“Begitu Juga untuk emak-emaknya rata-rata bekerja di pabrik tembakau atau sebutan disini yaitu gudengan yaitu pekerja pabrik tembakau yang hanya terdiri dari pekerja wanita saja dan pekerjaannya tidak nentu, masuk bekerja ketika lagi panen tembakau saja.”61
Tabel 4.
Mata pencaharian masyarakat mayang
No Mata pencaharian Laki-laki Perempuan Jumlah
1 Buruh tani 773 792 1.565
2 Petani 997 769 1.766
3 Pns 500
5 Bidan 2
6 Gudangan Rata-rata
61 Nilianto, Wawancara, Jember, 24 Oktober 2019, 08.20 WIB.
B. Penyajian Data Dan Analisis 1. Penyajian data
a. Adapun beberapa Kategori informan dalam penelitian ini:
Tabel 5 Kategori Informan No. Nama Informan Faktor keterlibatan
Orangtua
Implikasi Intervensi Orangtua 1. 1) Wahyuni
2) Febrian 3) Bapak Budi 4) Ibu Rahmawati
1) Motivasi
Peningkatan Kerja 2) Intervensi Karir
sesuai keinginan Orangtua
1) Bertambahnya Semangat bagi Menantu untuk lebih giat lagi dalam bekerja 2) Kurangnya Konfirmasi
dengan baik antara mertua dan menantu sehingga permasalahan dalam keluarga anak dilibatkan dengan adanya orangtua.
2. 1) Lisa 2) Hermawan 3) Ibu Mila
1) Intervensi Ekonomi 2) Intervensi
pengambilan keputusan dalam Rumah tangga
1) kurangnya
Keseimbangan antara kebutuhan jasmani dengan cara bekerja mencari nafkah dan kebutuhan rohani dalam beribadah.
2) keluarga anak tidak bergantung kepada orangtua nya dalam hal ekonomi atau
dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga
3. 1) Khoiriyah 2) Sobri Abdillah
3) Bapak
Khodijon 4) Ibu Ida
1) Memberi tekanan batin kepada menantu
2) berlaku tidak adil kepada menantu
1) Anak menjadi tidak mandiri karena selalu diatur oleh orangtua mertuanya.
2) tidak melatih
kedewasaan anaknya dan menganggapnya masih anak-anak sedangkan anaknya sudah menikah.
3) Menantu menjadi tidak maksimal dalam melakukan pekerjaan rumah tangga yang selalu dipaksa.
Tabel 6
Data Informan Di Desa Mayang
No Nama Dusun Faktor Dampak Menurut hukum
islam 1. Wahyuni
dan febrian (suami istri) bapak budi dan ibu rahmawati (orangtua
Dusun klayu
Kekurangan ekonomi
Disharmonis keluarga anak
Tidak di perbolehkan karena bersifat negatif
dari wahyuni) 2. Lisa dan
hermawan (pasangan suami istri) ibu mila (ibu dari lisa)
Dusun tegal waru
Kekurangan ekonomi
Disharmonis keluarga anak dan mertua terhadap menantu
Tidak
diperbolehkan karena adanya mis komunikasi dan hilangnya silaturahmi kekeluargaan 3. Khoiriyah
dan sobri abdillah (pasangan suami istri) bapak khodijon dan ibu ida (orangtua dari sobri abdillah)
Dusun krajan
Pengalihan hak istri terhadap mertua
Menantu merassa tertekan dan hilangnya hak istri
Islam hanya memperbolehkan mertua untuk ikut campur dengan hal positif saja dan tidak merusak rumah tangga anak
Dampak dalam hal ini menunjukkan bahwa campur tangan orangtua mempunyai pengaruh terhadap pernikahan anak yang membuat rumah tangga anak lebih banyak permasalahan. Dengan mempengaruhi perkembangan pernikahan anak yang semakin hari bukan semakin membaik dan bahagia sebaliknya pernikahan anak lebih mengikat kepada orangtua atau mertua sehingga kurangnya kemandirian anak dan selalu tergantung kepada orangtua atau mertua, tidak bisa menyelesaikan sendiri permasalahan rumah tangganya.
Namun, tidak sampai disitu permasalahan bisa teratasi karena para pasangan suami istri meminta tolong kepada orangtuanya yang menimbulkan permasalahan lebih besar dari sebelumnya.
2. Analisis
a. Bentuk Intervensi Orangtua Dalam Pernikahan Anak
Pertama, Pernikahan merupakan salah satu kewajiban orang tua kepada anaknya ketika si anak sudah dewasa dan sudah saatnya untuk menikah, peran dan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak pada hari kiamat akan meminta pertanggung jawaban setiap orang tua tentang apa yang sudah mereka lakukan terhadap anaknya. Begitupun sebaliknya anak juga memiliki hak atas oramg tuanya. Orang tua adalah pendidik sejati, pendidik karna kodratnya. Oleh karna itu, kasih sayang orang tua terhadap anak-anak hendaklah kasih sayang yang sejati pula.62
Intervensi yang terjadi dalam rumah tangga anak yang baru menikah juga rata-rata untuk anak yang menikah diusia muda yang membuat orang tua masing-masing berat untuk melepas anaknya dengan kehidupan barunya yang belum pernah dialami sebelumnya. Sehingga terjadinya ikut campur orang tua dalam rumah tangga anak.dengan segala caranya untuk membuat anaknya tidak sengsara setelah menikah.
Namun, disitulah anak merasa tidak nyaman dengan keadaan orang tua yang selalu ikut campur dalam rumah tangganya meskipun dengan niat baik.yaitu membantu anaknya dalam kesusahan yang baru akan alami
62 M Ngalim Purwanto, ilmu pendidikan teoritis dan praktis, (bandung: PT remaja Rosdakarya,2009) Hlm.80.
anaknya kedepannya. . Mertua adalah orangtua kedua yang dimana kta harus menghormatinya sama dengan orang tua sendiri, mertua juga diartikan sebutan dalam hubungan atau system kekerabatan yang merujuk pada orangtua istri atau suami.63
Berkeluarga haruslah siap untuk menanggung apa yang terjadi dalam permaslahan rumah tangga. Dalam keluarga ini, yang menikah pada tanggal 08 agustus 2017. Hampir setiap hari ada pertengkaran dalam rumah tangganya dikarenakan ibu mertua yang selalu mempermasalahkan hal yang menurutnya salah sedangkan menurut ibu wahyuni permasalahan yang kecil tidak perlu dipermasalahakan dengan besar. Rumah tangga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik dan biasanya tinggal serta makan dari satu dapur.64
Dalam permasalahan ini bapak febrian sangatlah kebingungan untuk mencari jalan keluar yaitu dengan bekerja diluar desa, karena pendidikan terakhirnya adalah sekolah dasar(sd). Pada zaman yang semakin maju seperti ini, pendidikan sd sangat susah untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya dengan sesuai permintaan ibu mertua. Sehingga itulah alasan bapak febrian tidak mengikuti permintaan mertuanya..
63 KKBI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Online) Available at: http://kbbi.web.id/pusat. (Diakses 29 oktober 2019).
64 Badan Pusat Statistik jakarta Pusat,Informasi tentang keadaan geografi dan iklim di indonesia, Jakarta pusat:badan pusat statistic,2013
Memang dalam rumah tangga tidak akan semulus yang dibayangkan, selalu ada lika-liku yang harus dilewati. Karena jika sudah berbicara tentang pernikahan, maka tuhan akan selalu memberikan cobaan dan melihat hamba-nya yang sabar untuk melewati segala cobaan. Dalam intervensi seperti inilah yang harus kita kaji dan di cari jalan keluarnya agar tidak akan terjadi lagi dalam kalangan mayarakat mayang yang menjadi suatu kebiasaan oleh orang tuanya untuk selalu ikut campur dalam rumah tangga anaknya.
Kedua, Pernikahan yang sukses adalah pernikahan yang sama- sama mampu mempertahankan rumah tangganya meski banyak ujian yang tidak akan terhenti sampai maut akan datang bukan saling menyalahkan dengan banyaknya kekurangan. Namun saling terima atas segala kekurangan yang ada dalam rumah tangga ataupun yang ada dalam masing-masing pasangan.pernikahan yang sukses juga merupakan kebahagiaan.65
Awal mula pernikahan mereka sangat membaik, meski pernikahan ini adalah hasil dari perjodohan yang kemungkinan tidak akan harmonis seperti rumah tangga yang semestinya. Tetapi ternyata rumah tangga mereka bisa lebih romantic dari pernikahan yang ada. Karena dengan kasih sayang dari sesama pasangan suami istri juga dari ibu mertua hermawan. Namun dengan menjelang kehamilan lisa ke 4 bulan, ada beberapa permasalahan yang ada dalam rumah tangga mereka
65 Bastaman, H.D., Meraih Hidup bermakna kisah pribadi dengan pengalaman tragis, (Jakarta:Paramadina,1996), Hlm 12
dikarenakan adanya perbedaan pendapat dari hermawan dengan ibu mila selaku mertuanya.
Dalam pemikiran hermawan, bagaimana cara dia mendapatkan uang halal untuk menabung sampai nanti saatnya istrinya melahirkan, lebih jelasnya mencari uang untuk persalinan istrinya. Namun dari semua rencana baik hermawan tidak disepakati oleh ibu mertuanya karena beberapa alasan yang ada. Memang uang bukanlah segalanya yang harus dipuja, yang terpenting adalah adanya kasih sayang dari keluarga dan selalu mensyukuri apa yang telah diberikan oleh allah swt..setidaknya sudah ada niat terlebih dahulu,niat adalah digambarkan sebagai kehendak untuk melakukan suatu tindakan.66niat baik juga usaha yang terbaik untuk sang istri dan calon debay nya,dari niat baik tersebut pasti ada jalan yang di ridho-i oleh allah swt. Karena allah akan membalas semua kebaikan hambanya begitupula sebaliknya, allah akan memabalas mereka yang sudah melakukan keburukan di dunia.
Ketiga, Berpasangan yang halal adalah sunnah bagi yang sudah mampu untuk melakukannya. Laki-laki dengan mengucapkan ijab qobul (perjanjian yang berlangsung antara dua pihak yang melangsungkan perkawinan)67 , untuk para laki-laki yang berani untuk mengucupkan ijab qobul harap dengan kesungguhan hati tidak ada paksaan atau harus dengan kemauan sendiri.juga berartikan kedua belah pihak sepakat
66 Muhammad Ibn Umar Nawawi al-Jawi, Khasifat al-syaja: Syarh safinat al-naja (Surabaya:
maktabah Ahmad ibn Said ibn Nabhan,tt), hlm 18
67 Amir Syarifuddin, Hukum perkawinan islam di Indonesia, (jakarta:Prenada media, cet-2) Hlm 61