• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

C. Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di Gampong Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Alasan peneliti memilih lokasi tersebut, karena Gampong Ujong Baroh memiliki jumlah penduduk paling banyak diantara 20 (Dua Puluh) gampong lainnya di Kecamatan Johan Pahlawan mencapai 7.359 jiwa penduduk terdiri dari 3.692 jiwa laki-laki dan 3.667 jiwa perempuan, ditemukan kurangnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti proses penganggaran ADG melalui musyawarah pembangunan Gampong berakibat pada tidak efektifnya Rencana Penggunaan Dana (RPD) Alokasi Dana Gampong ADG selama satu tahun berjalan, sehingga penggunaan dana ADG untuk pemberdayaan masyarakat Gampong Ujong Baroh menjadi tidak maksimal, sehingga hal tersebut perlu diketahui lebih mendalam permasalahan- permasalahan yang muncul berkaitan dengan strategi penggunaan alokasi dana

gampong untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di Gampong Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat.

D. Jenis Data dan Sumber Data

Data yang diperlukan peneliti selama penelitian ini dilakukan adalah data primer dan data sekunder.

1. Data primer; yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan penulis secara langsung terhadap objek yang diteliti. Data primer disebut dengan data asli yang diperoleh penulis melalui wawancara penelitian terhadap objek yang diteliti sebagai sumber informasi utama yang akan dipaparkan secara lebih mendalam dalam hasil dan pembahasan penelitian.

2. Data Sekunder; yaitu data yang diperoleh baik yang telah diolah maupun belum diolah, baik dalam bentuk angka maupun uraian data yang penulis peroleh dari instansi tempat penulis melakukan penelitian berupa dokumen instanti atau penulis peroleh dari sumber lain seperti jurnal penelitian, artikel, makalah dan sebagainya.

E. Informan Penelitian

Penentuan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu suatu teknik menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dianggap cocok untuk penelitian kualitatif (Sugiono, 2014: 96).

Teknik purposive sampling yaitu suatu penarikan sampel yang digunakan dengan cara sengaja atau menunjukkan langsung kepada orang yang dianggap dapat mewakili karakteristik-karakteristik populasi dengan pertimbangan- pertimbangan tertentu di mana peneliti harus terlebih dahulu memiliki

pengetahuan tentang ciri-ciri tertentu yang telah didapat dari populasi sebelumnya (Pasolong, 2014: 107). Dengan demikian, maka sesuai dengan permasalahan yang diteliti peneliti menentukan informan atas pertimbangan yaitu informan memiliki pengetahuan tentang masalah yang diteliti dan terlibat langsung dalam masalah penelitian. Adapun informan pada penelitian ini tercantum pada tabel 3.3. berikut ini:

Tabel 3.4.

Informan Penelitian

No Informan Penelitian Jumlah

1 Keuchik Gampong Ujong Baroh 1 Orang

2 Sekretaris Gampong Ujong Baroh 1 Orang

3 Kepala Dusun Manggis, Jambu, Mangga, Kuini dan Anggur

5 Orang

4 Tokoh Masyarakat 3 Orang

Total 10 Orang

Sumber: Hasil Penelitian, 2021

Jumlah keseluruhan informan pada penelitian berjumlah 10 orang.

Jumlah tersebut menurut penulis dapat memberikan jawaban yang sama atas masalah penelitian atau telah mencapai jenuh, sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan terhadap permasalahan yang penulis teliti.

F. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan sangat penting dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi. Dalam melakukan penelitian kualitatif, seorang peneliti harus mengambil data dari apa yang akan diteliti. Untuk mendapatkan data-data ini maka dikenal teknik pengumpulan data kualitatif.

Adapun teknik pengumpulan data kualitatif yang digunakan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Wawancara

Wawancara dalam pelaksanaan penelitian ini merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan cara bertanya langsung kepada informan. Pendapat Bungin (2011 : 108) yang menyatakan bahwa “karakter utama dari wawancara ini adalah dilakukan secara bertahap dan pewawancara tidak harus terlibat dalam kehidupan sosial informan”.

Kehadiran wawancara sebagai peneliti yang sedang mempelajari objek penelitian yang dapat dilakukan peneliti secara tersembunyi dan terbuka.

Penggunaan pedoman wawancara di dalam penelitian merupakan teknik pengumpulan data dari informan penelitian sebagai sumber data primer dengan cara mengajukan daftar materi wawancara. Menurut Moleong (2012: 297) “terdapat bermacam-macam cara pembagian wawancara dalam kepustakaan”.

Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 2 (dua) model wawancara yaitu:

a. Pendekatan menggunakan petunjuk umum wawancara, yaitu jenis wawancara yang mempunyai karakeristik sebagai berikut:

1) Pewawancara membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok yang akan ditanyakan dalam proses wawancara penelitian.

2) Penyusunan petunjuk wawancara pokok tersebut dilakukan sebelum wawancara penelitian ini dilakukan.

3) Pokok-pokok yang telah dirumuskan tidak perlu untuk ditanyakan secara berurutan.

4) Penggunaan dan pemilihan kata-kata untuk wawancara dalam hal tertentu tidak perlu dilakukan sebelumnya.

5) petunjuk wawancara berisi petunjuk garis besar tentang proses dan isi wawancara untuk menjaga agar pokok-pokok yang direncanakan dapat tercakup seluruhnya.

b. Wawancara baku terbuka, yaitu jenis wawancara yang menggunakan seperangkat pertanyaan baku dimana Urutan pertanyaan, kata-kata dan cara penyajian memiliki kesamaan untuk setiap informan penelitian yang akan diwawancarai.

2. Observasi

Menurut Ridwan (2014:104) observasi adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Sementara menurut Margono (2017:159), pada dasarnya metode observasi digunakan untuk melihat dan mengamati perubahan fenomena-fenomena sosial yang tumbuh dan berkembang yang kemudian dapat dilakukan perubahan atas penilaian tersebut, bagi pelaksana observaser untuk melihat objek moment tertentu, sehingga mampu memisahkan antara yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan

3. Dokumentasi

Dokunentasi adalah pencatatan berbagai arsip dan dokumentasi yang ada hubungannya dengan penelitian. Dokumentasi bertujuan untuk mempelajari dan menelusuri data yang bersumber pada informasi yang bersumber dari dokumen; buku, jurnal, surat kabar, majalah, laporan kegiatan, notulen rapat, daftar nilai, kartu hasil studi, transkrip, prasasti dan yang sejenisnya. Menurut Moleong (2012: 231) “teknik dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data melalui peninggalan tertulis, seperti

arsip-arsip dan termasuk buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian”.

Pada dasarnya proses studi dokumentasi bukan merupakan kegiatan yang berdiri sendiri, akan tetapi seringkali bersamaan dengan penggunaan teknik pengumpulan data lainnya. Hal ini dikarenakan, pada saat peneliti mempelajari dokumentasi, pasti akan diawali oleh wawancara terutama menyangkut dengan pembicaraan yang ada kaitannya dengan dokumen yang dipelajari. Dengan demikian, teknik dokumentasi dalam penelitian ini merupakan pelengkap dari teknik pengumpulan lainnya.

Data-data yang akan diambil dengan teknik ini yaitu gambaran umum lokasi penelitian yang diperoleh dari daerah penelitian dan lain-lain yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian ini.

G. Teknik Analisis Data

Analisis data kualitatif dapat didefinisikan dengan penelitian dengan analisis data yang lebih mengandalkan aspek semantik dan kata-kata yang berasal dari sumber informasi utama (key informan). Analisis data kualitatif biasanya digunakan untuk penelitian pada domain keilmuan yang belum atau tidak ada. Milles dan Hubermas dalam Silalahi (2015: 339) menyatakan bahwa “kegiatan analisis terdiri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/

verifikasi”.

1. Reduksi data

Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian peneliti pada penyederhanaan, pengabstraksian, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Kegiatan melakukan reduksi data berlangsung secara terus menerus, terutama selama proyek yang berorientasi kualititatif berlangsung selama melakukan pengumpulan data. Selama pengumpulan data berlangsung, terjadi tahapan reduksi dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara seperti membuat ringkasan, mengkode, menelusuri tema, membuat gugus-gugus, membuat partisi dan menulis memo.

2. Penyajian data

Penyajian data merupakan mengumpulkan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Melalui data yang disajikan, kita melihat akan dapat memahami apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan lebih jauh menganalisis atau mengambil tindakan berdasarkan atas pemahaman yang didapat dari penyajian-penyajian data tersebut.

3. Menarik Kesimpulan

Menarik kesimpulan merupakan kegiatan pengumpulan data yang dilakukan, seorang penganalisis kualitatif mulai mencari arti benda-benda, mencatat keteraturan, pola-pola penjelasan, konfigurasi-konfigursi yang mungkin, alur sebab akibat dan proposisi. Mula-mula kesimpulan belum jelas, tetapi kemudian kian meningkat menjadi lebih terperinci.

H. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Pemeriksanan keabsahan data sering disebut dengan istilah uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan. Pengujian kredibilitas data bertujuan untuk menilai kebenaran temuan penelitian kualitatif. Kredibilitas data ditunjukkan ketika partisipan mengungkapkan bahwa transkrip penelitian memang benar-benar pengalaman dirinya sendiri, yang dalam hal ini peneliti akan memberikan data yang telah ditranskripkan untuk dibaca ulang oleh partisipan. Dalam penelitian kualitatif terdapat banyak cara yang dapat dilakukan seorang peneliti untuk menguji keabsahan data penelitian yang diperoleh.

Adapun penjelasan mengenai pengujian kredibilitas data ini, menurut Sugiyono (2014: 265) adalah sebagai berikut:

1. Perpanjangan Pengamatan

Perpanjangan pengamatan perlu dilakukan berdasarkan pengamatan yang dilakukan, dirasakan data yang telah diperoleh masih kurang memadai.

Perpanjangan pengamatan berarti peneliti tinggal di lapangan penelitian sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai. Dalam pengumpulan data pengamatan yang dilakukan tidak hanya dilakukan dalam waktu yang singkat melainkan butuh perpanjangan pengamatan dengan keikutsertaan pada data penelitian. Perpanjangan pengamatan yang dilakukan peneliti adalah melakukan wawancara berkaitan penelitian yang penulis lakukan.

2. Peningkatan Ketekunan

Peningkatan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih mendalam untuk memperoleh kepastian data. Meningkatkan ketekuan dilakukan dengan membaca berbagai referensi baik buku maupun dokumen yang terkait dengan temuan yang diteliti sehingga berguna untuk memeriksa data apakah benar dan bisa dipercaya atau tidak. Dalam hal ini peneliti berperan untuk melihat dan mengamati lebih mendalam tentang fenomena yang terjadi pada masyarakat sesuai dengan penelitian yang dilakukan.

Selain itu, peneliti juga juga dituntut untuk lebih banyak membaca dan mencari referensi lainnya yang terkait dengan temuan yang ditemui pada

lokasi penelitian sehingga peneliti dapat mengambil suatu kesimpulan yang benar dan terpercaya.

3. Triangulasi

Analisa triangulasi adalah suatu metode analisis untuk mengatasi masalah akibat dari kajian mengandalkan satu teori saja, satu macam data atau satu metode penelitian saja. Triangulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara. Menurut Sugiyono (2014:

273) terdapat tiga macam triangulasi, yaitu:

a. Triangulasi Sumber Data

Pada triangulasi sumber data, data dicek kredibilitasnya dari berbagai aspek sumber data yang berbeda dengan teknik yang sama misalnya, mengecek sumber data antara bawahan, atasan dan teman.

b. Triangulasi Teknik Pengumpulan Data

Pada triangulasi teknik pengumpulan data, data dicek kredibilitasnya dengan waktu yang berbeda-beda dengan sumber daya yang sama.

c. Triangulasi Waktu Pengumpulan Data

Pada triangulasi waktu pengumpulan data, data dicek kredibilitasnya dengan waktu yang berbeda-beda namun dengan sumber data dan teknik yang sama.Triangulasi menjadikan data yang diperoleh dalam penelitian menjadi konsisten, tuntas serta meningkatkan kekuatan data.

70 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

a. Kondisi Geografis Gampong Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat

Gampong Ujong Baroh terletak pada wilayah bagian pesisir barat dari dan merupakan gampong yang berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Secara geografis Gampong Ujong Baroh ini terletak pada garis koordinat 110’

48’ 55,12’’BT dan 7 02’27,52’’ LS. Secara topogrofi menunjukkan Gampong Ujong Baroh termasuk dalam katagori dataran rendah yang berada di tepi pantai Samudra Hindia dengan ketinggian 25 meter dari permukaan laut (mdpl). Kondisi fisik Gampong Ujong Baroh sebagian besar terdiri dari daerah dataran dengan sudut kemiringan tanah 0-3%

skala Maberry. Secara geologi Gampong Ujong Baroh memiliki tanah berupa tanah keras dan sebagian lagi rawa bergambut. Adapun batas- batas wilayah Gampong Ujong Baroh yaitu di sebelah utara berbatasan dengan Gampong Drien Rampak, sebelah timur berbatasan dengan Gampong Seuneubok, sebelah barat berbatasan dengan Gampong Ujong Kalak dan sebelah selatan berbatasan dengan Gampong Panggong Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat.

b. Kondisi Demografi Gampong Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat

Jumlah penduduk Gampong Ujong Baroh yang tersebar di Dusun Manggis, Jambu, Mangga, Kuino dan Anggur adalah sebesar 6.529 jiwa, yang terdiri atas penduduk laki-laki berjumlah 2.953 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 3.576 jiwa. Adapun rincian jumlah penduduk di Gampong Ujong Baroh menurut masing-masing dusun, dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1.

Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Menurut Dusun di Gampong Ujong Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat No Nama Dusun Penduduk (Jiwa)

Jumlah Penduduk Laki-Laki Perempuan

1 Manggis 462 587 1.049

2 Jambu 579 683 1.262

3 Mangga 786 848 1.634

4 Kuini 524 721 1.245

5 Anggur 602 737 1.339

Jumlah 2.953 3.576 6.529

Sumber: Kantor Keuchik Gampong Ujong Baroh, 2021

Berdasarkan Tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa dari 6.529 jiwa penduduk terdiri dari penduduk laki-laki berjumlah 2.953 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 3.576 jiwa diketahui penduduk paling banyak terdapat di Dusun Mangga yaitu berjumlah 1.634 jiwa terdiri dari penduduk laki-laki berjumlah 786 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 848 jiwa. Sedangkan penduduk paling sedikit terdapat di Dusun Manggis berjumlah 1.049 jiwa terdiri dari penduduk laki-laki berjumlah 462 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 587 jiwa.

c. Matapencaharian Penduduk di Gampong Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat

Berkaitan dengan matapencaharian penduduk di Gampong Ujong Baroh, menunjukkan mayoritas penduduk bekerja dibidang Gampong Ujong Baroh bekerja sebagai pedagang dan hanya sebagian kecil yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil dan profesi lainnya, sebagaimana jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 4.2.

Matapencaharian Penduduk Gampong Ujong Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat

No Matapencaharian Jumlah

1 Petani 265 Jiwa

2 Pedagang 1.386 Jiwa

3 Wiraswasta 413 Jiwa

4 Pegawai Negeri Sipil 190 Jiwa

5 Nelayan 615 Jiwa

6 TNI/Polri 42 Jiwa

7 Angkatan Kerja Belum Bekerja 1.693 Jiwa Belum Masuk Angkatan Kerja 1.925 Jiwa

Jumlah Penduduk 6.529 Jiwa

Sumber: Kantor Keuchik Gampong Ujong Baroh, 2021

Berdasarkan Tabel 4.2 di atas menunjukkan mayoritas penduduk Gampong Ujong Baroh bermatapencarian sebagai pedagang berjumlah 1.386 jiwa. Sedangkan minoritas penduduk memiliki matapencaharian atau bekerja PNS berjumlah 190 jiwa dan TNI/Polri berjumlah 42 jiwa.

Berikutnya di Gampong Ujong Baroh juga diketahui terdapat penduduk yang memasuki angkatan kerja, namun masih belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan berjumlah 1.693 jiwa dan terdapat penduduk yang belum memasuki angkatan kerja berjumlah 1.925 jiwa.

d. Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Gampong Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat

Untuk membantu masyarakat Gampong Ujong Baroh terutama bagi masyarakat yang tergolong dalam angkatan kerja, namum belum bekerja karena terhambat dengan kemampuannya untuk mendapatkan pekerjaan atau terbatasnya lapangan pekerjaan serta masyarakat yang memiliki pekerjaan melalui usahanya sendiri, namun terkendala dengan modal usaha yang menyebabkan usahanya tersebut sulit berkembang, Pemerintah Gampong Ujong Baroh, telah banyak menyelenggarakan berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang kegiatannya tersebut setiap tahunnya didanai sebesar 30 % dari anggaran Alokasi Dana Gampong (ADG) untuk kegiatan-kegiatan pemberdayaan yang tercantum pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.3.

Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Gampong Ujong Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat

No Kegiatan Pemberdaayaan Pelaksana Sasaran 1 Pelatihan Wirausaha Aparatur Gampong 155 2 Pendirian Kios Usaha Pengurus BUMG 10

3 Bantuan Ternak Pengurus BUMG 37

4 Bantuan Simpan Pinjam Pengurus BUMG 95

Sumber: Kantor Keuchik Gampong Ujong Baroh, 2021

Berdasarkan Tabel 4.3 di atas menunjukkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pada tahun 2020 melalui penggunaan Alokasi Dana Gampong (ADG) diharapkan mampu untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat khususunya terhadap masyarakat yang menjadi sasaran program pemberdayaan ekonomi.

Kegiatan tersebut diantaranya pelatihan wirausaha yang dilaksanakan oleh aparatur Pemerintah Gampong Ujong Baroh kepada masyarakat sebanyak 155 sasaran. Kegiatan pemberdayaan usaha kios dengan jumlah sasaran sebanyak 10 orang masyarakat, dan bantuan ternak itik dengan jumlah sasaran sebanyak 37 orang masyarakat serta bantuan simpan pinjam untuk tambahan modal usaha dengan jumlah sasaran sebanyak 95 orang masyarkat.

2. Strategi Penggunaan Alokasi Dana Gampong Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia di Gampong Ujong Baroh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat

a. Pelatihan Usaha

1) Pemahaman Berwirausaha

Pelatihan usaha akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi para pesertanya tentang berwirausaha. Karena itu pula, suatu pelatihan yang diadakan hendaknya menyertakan seorang pemberi pelatihan yang mampu menerangkan dengan baik konsep wirausaha agar masyarakat yang mengikuti pelatihan wirausaha benar-benar mudah memahami terkait pentingnya berwirausaha dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Hasil wawancara yang telah peneliti lakukan dengan Keuchik Gampong Ujong Baroh pada tanggal 27 September 2021, mengenai pemahaman berwirausaha sebagai strategi penggunaan alokasi dana gampong untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan

pengembangan sumber daya manusia, diperoleh informasi sebagai berikut:

Selama ini pelatihan-pelatihan usaha yang diberikan kepada masyarakat yang menerima program pemberdayaan yang sumber dananya dialokasi sebesar 30 persen dari alokasi dana gampong, belum sepenuhnya memberikan pemahaman yang maksimal kepada masyarakat dalam berwirausaha. Hal ini karena terbatasnya sumber dana dari ADG, sehingga setiap diadakannya pelatihan, masyarakat tidak memperoleh modul bahkan uang saku. Hal ini menyebabkan masyarakat kurang memahami tentang wirasusaha dengan baik.

Tanggapan senada dalam wawancara yang peneliti lakukan dengan Kaur Pemerintahan Gampong Ujong Baroh pada tanggal 27 September 2021, mengenai pemahaman berwirausaha sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia dengan mengatakan bahwa:

Hampir secara keseluruhan dari pelatihan yang diberikan aparatur dari pemerintahan Gampong Ujong Baroh kepada masyarakat yang memperoleh pemberdayaan masyarakat, masyarakat bersangkutan belum cukup memahami dengan baik mengenai pemahaman berwirausaha. Hal ini terbukti dari banyak masyarakat yang menerima pemberdayaan dan ketika mendapatkan bantuan modal usaha, usahanya tersebut tidak bertahan lama.

Kemudian dalam wawancara selanjutnya yang telah peneliti lakukan dengan Kepala Dusun Manggis pada tanggal 28 September 2021, berkaitan dengan pemahaman berwirausaha sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia, mengatakan bahwa:

Umumnya, masyarakat yang mendapatkan pemberdayaan ekonomi dari aparatur pemerintahan Gampong Ujong Baroh sebagai pelaksana pelatihan-pelatihan pemberdayaan untuk mengembangkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi belum sepenuhnya paham dalam berwirausaha. Hal ini dapat diketahui dari masih rendahnya pemahaman masyarakat, yang belum bisa membedakan antara sumber pendapatan dan penerimaan dari usaha yang dikelolanya, sehingga banyak masyarakat dengan modal kecil, tidak bertahan lama dalam menjalankan usahanya, meskipun sudah mendapat pelatihan wirausaha dari Pemerintahan Gampong Ujong Baroh.

Senada dengan wawancara di atas, wawancara lebih lanjut yang peneliti lakukan dengan Kepala Dusun Jambu pada tanggal 29 September 2021 terkait dengan pemahaman berwirausaha sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia, diperoleh informasi sebagai berikut:

Terbatasnya alokasi dana desa sebagai sumber pendapatan bagi Gampong Ujong Baroh, menyebabkan pelatihan yang diadakan selama ini pemerintah gampong melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat, menjadi tidak maksimal. Sebab pelatihan wirausaha yang diikuti masyarakat, lebih kepada saat diberi bantuan saja, sehingga alokasi dananya pun lebih banyak terserap untuk memberikan bantuan, bukan untuk memaksimalkan pelatihan, sehingga dengan tidak maksimalnya pelatihan tersebut, menjadikan masyarakat tidak memahami dengan baik tentang wirausaha.

Hasil wawancara lainnya yang telah peneliti lakukan dengan Kepada Dusun Mangga pada tanggal 29 September 2021 terkait dengan pemahaman berwirausaha sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia, mengatakan bahwa:

Didapati masih ada sebagian masyarakat yang mendapat pelatihan berwirausaha dari Pemerintahan Gampong Ujong Baroh yang tidak memahami dengan baik terkait dengan wirausaha, namum tidak semuanya, karena terdapat juga masyarakat yang ikut pelatihan berwirausaha, memahami dengan baik kewirausahaan, sehingga usaha yang dijalankan terus bertahan hingga sekarang ini, disebabkan masyarakat bersangkutan mau belajar dari pelatihan yang diikutinya.

Kemudian dalam wawancara selanjutnya yang telah peneliti lakukan dengan Kepala Dusun Kuini pada tanggal 30 September 2021, berkaitan dengan pemahaman berwirausaha sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia, mengatakan bahwa:

Seharusnya dengan adanya pelatihan kewirausahaan yang diadakan oleh Pemerintah Gampong Ujong Baroh selaku pelaksana kegiatan pemberdayaan masyarakat, masyarakat yang mengikuti pelatihan tersebut, dapat memahami dengan baik tentang wirausaha. Namun ini sebaliknya, banyak dari masyarakat yang ikut tidak memahami dengan baik, sehingga banyak dari mereka yang ketika diberikan bantuan modal usaha, usahanya tersebut hanya berjalan sebentar.

Tanggapan senada juga disampaikan informan selanjutnya dalam wawancara peneliti lakukan dengan Kepala Dusun Anggur pada tanggal 30 September 2021, berkaitan dengan pemahaman berwirausaha sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia, mengatakan bahwa:

Pelatihan yang dilaksanakan Pemerintahan Gampong Ujong Baroh belum sepenuhnya maksmimal, sehingga masyarakat yang ikut sebagai peserta pemberdayaan ekonomi pun tidak memahami dengan baik atas pelatihan kewirausahaan yang dikutinya. Apalagi kalau pelatihan tersebut disertai dengan

pemberian modal usaha, tentu saja masyarakat lebih fokus kepada bantuannya bukan pelatihannya.

Hasil observasi yang peneliti lakukan di Gampong Ujong Baroh, pada tanggal 01 Oktober 2021 terkait dengan pemahaman berwirausaha pada masyarakat yang sedang mengikuti pelatihan pemberdayaan ekonomi, ditemukan bahwa:

Masyarakat lebih banyak diam ketika mengikuti pelatihan dan tidak banyak menanyakan atau berdiskusi dengan pihak penyelenggara pelatihan di Gampong Ujong Baroh. Ketika pihak penyelenggara bertanya kepada masyarakat, di mana masyarakat bersangkutan pun tidak menjawab dengan baik atas pertanyaan yang diajukan, dikarenakan masyarakat tidak memahami dengan baik atas penyampaian materi dari pihak penyelenggaran pelatihan pemberdayaan.

Studi dokumentasi yang peneliti lakukan pada tanggal 02 Oktober 2021 mengenai pemahaman berwirausaha pada masyarakat yang diikutsertakan dalam pelatihan pemberdayaan ekonomi yaitu seharusnya pemahaman masyarakat tentang berwirausaha menjadi lebih meningkat dibandingkan sebelum mengikuti pelatihan. Sebab tujuan diadakannya suatu pelatihan adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sesuatu yang diikutinya tersebut.

Adapun berkaitan dengan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Gampong Ujong Baroh, dalam rangka pelaksaan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, berdasarkan hasil studi dokumentasi penelitian dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut:

Dokumen terkait