BAB III METODE PENELITIAN
G. Tahap-tahap Penelitian
Tahap-tahap penelitian kualitatif menurut Bogdan menyajikan tiga tahapan yaitu tahap pralapangan, tahap kegiatan lapangan, dan tahap analisis intensif.
1. Tahap Pra Lapangan
Ada enam kegiatan yang harus dilakukan oleh peneliti dalam tahapan ini ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami, yaitu etika penelitian lapangan. Kegiatan dan pertimbangan tersebut diuraikan berikut ini:
a. Menyusun rancangan penelitian b. Memilih lapangan penelitian c. Mengurus perizinan
d. Menentukan informan
e. Menyiapkan mental diri dan perlengkapan penelitian f. Memahami etika penelitian
2. Tahap Pelaksanaan Penelitian
Uraian tentang tahap pelaksanaan lapangan dibagi atas empat bagian, yaitu:
a. Memahami latar belakang penelitian b. Memasuki lapangan penelitian c. Mengumpulkan data
d. Menyempurnakan data yang belum lengkap 3. Tahap Pasca Penelitian
Pada bagian ini akan dibahas beberapa prinsip pokok, tetapi tidak akan dirinci bagaimana cara analisis data itu dilakukan. Prinsip pokok itu meliputi:
a. Konsep dasar analisis data
b. Menemukan tema dan merumuskan hipotesis c. Menganalisis berdasarkan hipotesis.35
35 Basrowi dan Suwandi,Memahami Penelitian Kualitatif(Jakarta: Rineka Cipta, 2008), 84-92.
46 BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
A. Gambaran Obyek Penelitian
1. Sejarah Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Jember
Keberadaan Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Jember tidak dapat dipisahkan dari latar belakang historisnya, jauh sebelum lembaga ini eksis. Dulu, pada tahun 1960-an di Kabupaten Jember telah ada banyak lembaga pendidikan Islam, seperti : pondok pesantren, PGA, mu’allim dan mu’alimat, selain sekolah menengah umum. Pada masa itu, apabila seorang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama perguruan Islam, maka ia harus keluar daerah yang cukup jauh, misalnya ke Malang, Surabaya, atau Yogyakarta.36
Keadaan seperti itu dari tahun ke tahun semakin mendorong keinginan masyarakat untuk memilih perguruan tinggi Islam di Jember.
keinginan masyarakat untuk memiliki perguruan Islam di Jember. Keinginan masyarakat tersebut akhirnya ditindaklanjuti oleh para tokoh dan alim ulama di Jember. pada tanggal 30 September 1964, diselenggarakan konferensi alim ulama cabang Jember, bertempat di gedung PGAN, Jl. Agus Salim No. 65 yang dipimpin oleh KH. Sholeh Syakir. Di antara keputusan terpenting
36 Tim Penyusun, Pedoman Pendidikan S-1 (Institut Agama Islam Negri IAIN) Jember, 2028, Hal.1
konferensi tersebut ialah akan didirikannya perguruan tinggi Islam di Jember.37
Untuk merealisasikan keputusan tersebut, dibentuk suatu panitia kecil yang terdiri dari : KH. Achmad Shiddiq, H. Shodiq Machmud, SH., Muljadi, Abd. Chalim Muhammad, SH., Drs. Sru Adji Surjadi, dan Muqsun Arr., BA. Setelah beberapa kali mengadakan rapat, panitia menentukan : (1) Perguruan tinggi yang akan didirikan itu adalah Fakultas Tarbiah dan (2) berkonsultasi kepada Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. KH.
Saifuddin Zuhri, tentang kemungkinan di kemudian hari Fakultas Tarbiyah dapat dinegerikan. Konsultasi dilakukan oleh KH. Achmad Shiddiq dan kemudian dilanjutkan oleh H. Shodiq Machmud, SH. Hasil konsultasi pada prinsipnya menyetujui berdirinya Fakultas Tarbiyah di Jember.38
Sebagai tindak lanjut rencana pendirian perguruan tinggi Islam di Jember, maka pada awal tahun 1965, berdirilah Institut Agama Islam Djember (IAID), dengan Fakultas Tarbiyah, dipimpin oleh H. Shodiq Machmud, SH. Kantor IAID pada saat itu berada di Jl. Dr. Wahidin 24, rumah H. Shodiq Machmud, SH. Bersamaan dengan berdirinya IAIN Sunan Ampel di Surabaya pada tanggal 5 Juli 1965, pengurus yayasan IAID dilantik sebagai Panitia Penegerian IAIN oleh Menteri Agama K.A Fatah Yasin.
Panitia yang hadir antara lain R. Oetomo, KH. Dzofir Salam, H. Sodiq Machmud, SH dan Muljadi. Panitia penegerian IAIN Jember melakukan
37 ibid
38 ibid
48
rapat pada tanggal 7 juli 1965 dan dan telah menetapkan pimpinan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Jember sebagai berikut: Dekan : H Shodiq Machmud, SH. Wakil Dekan I: Abd. Chalim Muhammad, SH. Wakil Dekan II : Drs. Achmad Djazuli.
Berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 21 tahun 1997 tentang pendidikan Sekolah Tinggi Agama Islam Negri (STAIN), maka Fakultas Tarbiah IAIN Sunan Ampel Jember beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember, kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 291 tahun 1997 tentang organisasi dan tata kerja STAIN Jember.39
Dengan peralihan status tersebut, STAIN Jember mempunyai peran yang sangat penting, mantap dan stategis dalam upaya meningkatkan kecerdasan, harkat, dan martabat bangsa dengan menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan yang luas, terbuka, mempunyai kemampuan manajemen dan professional sesuai tuntunan dan kebutuhan masyarakat.
Setelah melalui proses panjang pengajuan peralihan status dari STAIN Jember menjadi IAIN Jember sebagaimana yang dirumuskan oleh tim taskforce yang telah dibantu oleh ketua STAIN Jember (saat itu), akhirnya pada tahun 2014, berdasarkan keputusan Presiden (Keppres) Nomor 142 Tahun 2014 telah terjadi perubahan status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
39 Id. at 5
Jember. Kemudian ditindak lanjuti dengan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2015 tentang organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Seiring terjadinya transformasi menuju IAIN Jember ini, dibuka juga banyak program studi lain, hal ini dimaksudkan agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat luas terhadap kebutuhan pendidikan tinggi islam.
Adapun, Fakultas dan program studi yang ada hingga tahun 2018 ini, adalah sebagai berikut:
a. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi:
1. Pendidikan Agama Islam (PAI) 2. Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 3. Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
4. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 5. Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) 6. Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS) 7. Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 8. Tadris Bahasa Inggris
9. Tadris Matematika 10. Tadris Biologi
b. Fakultas Syariah, Program Studi:
1. Al-Ahwal al-Syakhsiyyah/AS (Hukum Keluarga/Perdata Islam) 2. Mu’amalah ( Hukum Ekonomi Syari’ah)
50
3. Hukum Tata Negara (Siyasah) 4. Hukum Pidana Islam.
c. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 1. Perbankan Syari’ah
2. Ekonomi Syari’ah 3. Akuntansi Syari’ah.
4. Manajemen Zakat dan Wakaf d. Fakultas Dakwah, Program Studi :
1. Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) 2. Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) 3. Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) 4. Manajemen Dakwah
5. Psikologi Islam (PI)
e. Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora 1. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
2. Ilmu Hadis
3. Bahasa dan Sastra Arab
4. Sejarah dan Kebudayaan Islam.
2. Visi dan Misi IAIN Jember
Sebagai upaya memberikan arahan, motivasi dan kepastian cita-cita yang hendak diwujudkan pada waktu tertentu, maka ditetapkan visi dan misi IAIN. Visi dan Misi itu penting untuk menyatukan persepsi, pandangan, cita- cita, harapan- harapan dan impian semua pihak yang terlibat langsung dalam pengembangan IAIN Jember.40
a. Visi IAIN Jember
Menjadi Pusat Kajian dan Pengembangan Islam Nusantara.
b. Misi IAIN Jember
1. Menyelenggarakan Pendidikan ilmu-ilmu ke-Islaman, Sosial dan Humaniora yang unggul dan kompetetif.
2. Menyelenggarakan Penelitian untuk mengembangkan Aspek Keilmuan dan Keislaman Berbasis Pesantren.
3. Menyelenggarakan Pemberdayaan masyarakat dengan bertumpu pada keislaman berbasis pesantren untuk meningkatkan taraf dan kualitas kehidupan masyarakat.
4. Pengembangan dan penguatan kelembagaan dengan memperkuat kerjasama dalam dan luar negeri.
40 Id. at 7
52
3. Asas, Dasar dan Tujan
Dalam menyusun dan mengembangkan program, IAIN Jember berasaskan Pancasila. Sedangkan dasar operasionalnya adalah:
1. UU Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
2. UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 3. UU RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi
5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
6. Peraturan Pemerintah RI Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi
7. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Adapun tujuan penyelenggaraan pendidikan di IAIN Jember adalah:
1) Terwujudnya lulusan yang akan menjadi anggota masyarakat dan warga Negara yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia memiliki pemahaman yang teradu antara ilmu dan agama, akademik dan profesional yang dapat diharapkan, mengembangkan atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, baik dibidang ilmu agama, maupun ilmu agama yang diintegrasikan dengan agama lainnya.
2) Pendidikan tinggi agama Islam diarahkan untuk mengembangkan sikap
dan kepribadian muslim, penguasaan ilmu yang dilandasi pemahaman dan penghayatan agama Islam yang kokoh, keterampilan bermasyarakat dalam masyarakat modern dan majemuk.
3) Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan agama Islam dan teknologi serta seni yang bernafaskan Islam.
4) Mengembangkan serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan agama Islam dan teknologi serta seni yang bernafaskan Islam dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Untuk mencapai tujuan dimaksud, IAIN Jember mengoptimalkan pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi:
a) Penyelenggaraan pengembangan pendidikan dan pengajaran.
b) Penyelenggaraan penelitian dalam rangka pembangunan kebudayaan dan khususnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang
bernafaskan Islam.
c) Penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat.41
41 Id. at 8
54
B. Penyajian Data dan Analisis
Dalam bagian ini akan disajikan data-data sebenarnya yang diperoleh dari lapangan dengan menggunakan metode interview, observasi dan dokumentasi. Berikut ini adalah data mentah yang diperoleh peneliti dari lapangan yang nantinya akan dianalisis dan dikategorikan sesuai dengan fokus penelitian. yang kemudia mengkerucut dan pada akhirnya akan samapai pada pemberhentian dalam data yang diperoleh, maka peneliti akan menyajikan sesuai dengan perumusan sebagai berikut:
1. Konsepsi Beragama Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAIN Jember Untuk Mencari Konten ceramah Ustad Abdus Somad Sebagai Pengetahuan Agama
Konsepsi beragama atau cara pandang beragama mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember untuk mencari konten ustad Abdus Somad sebagai pengetahuan agama tidak terlepas dari keberadaan media youtube yang menyediakan beragam informasi dengan beragam konten yang ada dan kemudahan dalam mengaksesnya di era digital seperti sekarang. Seperti halnya kemunculan situs youtube yang kemudian dibuat dalam bentuk aplikasi yang bisa di instal diponsel pribadi berbasis android dan IOS seperti halnya media sosial seperti facebook, twitter dan whatsapp yang kini menjadi sebuah kebutuhan baru bagi kalangan mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN jember baik untuk berkomunikasi, dan mencari informasi. Dengan keadaan industri
media massa yang mengalami perubahan bentuk dan cara dalam menggunakannya, dimana para mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember mau tidak mau mereka harus menggunakan teknologi tersebut dan mengikuti trend yang diciptakan oleh media massa dan produk yang ditawarkan oleh perusahaan media untuk dikonsumsi.
Fenomena kehadiran youtube sebagai salah satu bentuk new media atau media baru merupakan sebuah gambaran bahwa perusahaan media massa memiliki peran dalam membuat kebutuhan baru dan menciptakan sebuah trend-trend baru. Youtube sebagai salah satu bentuk new media bagi kalangan mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember sudah menjadi tempat dalam mencari informasi dan hiburan yang bisa diakses 24 jam dengan hanya menggunakan ponsel pribadi dengan menggunakan koneksi internet. Menurut McLuhan dalam Jalaluddin (2013:228) menyatakan bahwa bentuk media saja sudah mempengaruhi kita.
Oleh karena itu untuk lebih memahami konsepsi beragama mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember sebagai pengguna youtube, maka peneliti menanyakan kepada informan terkait mengapa menggunakan youtube untuk mencari konten-konten bernuansa agama.
Beberapa informan berikut yang mengungkapkan bahwa mereka mencari konten –konten agama melalui youtube karena kemudahan dalam
56
mengakses youtube, seperti yang diungkapkan oleh Ersan yang mengungkapkan mudah dalam mengakses dengan handphone:42
“Dapat menyaksikan lewat hp dan cukup jelas kalo dari video daripada membaca di facebook”.
Hal ini juga diungkapkan oleh Riska :43
“Apa ya mas ya,,, eeem. Lebih mudah saja, soalnya kan dari hp juga bisa dan banyak juga kan musik sholawat dan kayak pengajian-pengajian itu”.
Namun keberadaan handphone tidak lantas membuat informan yang lain beralasan sama, seperti beberapa informan yang mengungkapkan bahwa karena mengakses youtube lebih mudah, seperti yang diungkapkan oleh Fajar, Hilya, Destiana, Rizal dan Fajri berikut ini:44
“Karena youtube mudah diakses dan kebutuhan informasi juga sih,,, bukan Cuma ilmu agama”. (Fajar)
“Lebih mudah diakses dalam mencari dan menggunakannya”.(Hilyatul)
“Lebih mudah ya kalo lewat youtube ya...”.(Rizal)
“Yag pertama itu kita hidup ini kan sudah tidak bisa dipisahkan dengan media sosial gitu, kan mudah juga biayanya murah gitu”. (Destiana)
“Karena mudah untuk diakses, informasinya luas banyak ustad-ustadnya tinggal pilih yg mana yg cocok”.(Fajri)
Dari ungkapan informan diatas, dapat disimupulkan bahwa informan diatas menggunkan youtube untuk mencari konten bernuansa agama karena faktor kemudahan untuk mengaksesnya melalui ponsel
42 Ersan, wawancara, Jember, 28 Mei 2018
43 Riska Halimatus S, wawancara, Jember, 20 Mei 2018
44 Fajar Cahyono, Hilyatul Qoriah, Destiana Dwi, M Fajri Aziz, wawancara, Jember, 20-28 Mei 2018
pribadi dan juga bisa memilih berbagai macam konten ceramah yang ada di situs youtube. Hal ini sesuai dengan karakteristik new media menurut
Setelah peneliti menanyakan terkait mengapa menggunakan youtube untuk mencari konten konten bernuansa agama, selanjutnya peneliti menanyakan mengapa mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember sebagai pengguna youtube mencari konten ustad Abdus Somad sebagai pengetahuan agama, hal ini penting bagi peneliti guna menjawab fokus penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsepsi beragama mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember sebagai pengguna youtube untuk mencari konten ustad Abdus Somad sebagai pengetahuan agama.
Menurut teori konstruktivisme fungsi media massa bukan hanya berperan sebagai penyampai pesan, melainkan sebagai subjek dalam konstruksi sosial, yang memiliki pandangan sendiri dan keberpihakan.
Media massa merupakan aktor konstruksi sosial yang mendefinisikan realitas. Berita yang dibaca dari media massa tidak hanya memberikan realitas sosial, melainkan juga menunjukan konstruksi realitas sosial dari media tersebut. Media massa membentuk realitas sosial lewat pemberitaan yang dilakukannya.
Dengan menjadikan perspektif teori konstruktivisme tentang fungsi media massa sebagai aktor yang mendefinisikan sebuah realitas objektif kedalam realitas subyektif, maka dapat peniliti simpulkan bahwa
58
konsepsi atau pandangan bergama mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember sebagai pengguna youtube untuk mencari konten ceramah ustad Abdus Somad sebagai pengetahuan agama adalah merupakan hasil konstruksi realitas yang terbentuk dari pesan-pesan agama dalam konten ceramah ustad Abdus Somad yang diunggah ke situs youtube.
Seperti yang diungkapkan oleh beberapa informan berikut ini dimana mereka mencari konten ustad abdus somad karena mengikuti trend viral ustad Abdus Somad di media sosial:45
“ya terkadang itu karena ngetrend itu ya, tertarik juga sih”.(Fajri)
“penasaran kan kayak biasanya viral gitu lho..”.(Hilyatul)
“ya kadang kan sering denger temen-temen apa namanya menonton youtubenya ustad abdus somad kan timbul penasaran gitu”.(Aba)
“sekarang kan boming ustad somad jadi pengen tau lah.”(Rizal)
Dari ungkapan informan diatas menunjukkan bahwa sebagai pengguna youtube mereka mencari konten ceramah ustad Abdus Somad dikarenakan mengikuti trend viral yang diproduksi oleh youtube sebagai media massa. Trend viral inilah yang kemudian disebut realitas subyektif yang terbentuk dari proses konstruksi realitas oleh media massa, dimana awal mulanya konten ceramah ustad Abdus Somad berasal dari situs youtube yang kemudian konten cermah ustad Abdus Somad terus menerus diproduksi dan disebarkan oleh para uploader youtube hingga menyebar dan menjadi trending di situs youtube dan kemudian menjadi viral di
45 M Fajri Aziz, Hilyatul Qoriah, Aba Fahmi, M Rizal F, wawancara, Jember, 20-28 Mei 2018
media sosial lainnya seperti facebook, twitter, group whatsapp dan instagram.
Selain karena mengikuti trend viral media sosial, mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember sebagai pengguna youtube untuk mencari konten ceramah ustad Abdus Somad sebagai pengetahuan agama adalah karena tema dan isu dalam pesan-pesan yang terkandung dalam konten ceramah ustad Abdus Somad. Beberapa informan yang sebelumnya menungkapkan bahwa mencari konten ceramah ustad Abdus Somad karena trend viral, juga berpandangan bahwa mereka mencari ceramah ustad Abdus Somad karena cara penyampaian dakwah ustad Abdus Somad menghibur, jenaka dan mudah dipahami. Seperti yang diungkapkan oleh Rizal dan Hilyatul:46
“Ceramahnya lugas itu saya tertarik dan cara penyampaiannya juga masuk menurut saya logis gitu”. (Rizal)
“Jelas dalam menyampaikan dan lucu... maksudnya dia mudah dicerna dan juga jenaka”. (Hilya)
Dan juga beberapa informan lainnya yang mengungkapkan bahwa memang mereka tertarik dengan cara penyampaian ustad Abdus Somad yang logis, menghibur, dan jenaka, seperti jawaban informan berikut:47
“Ceramahnya itu ada sisi humorisnya jadi tidak terlalu serius jadi ya sering nyari ceramah yg terbaru”. (Adi)
46 M Rizal F, Hilyatul Qoriah, wawancara, 20 & 26 Mei 2018
47 Adi Purwanto, Ahmad Tata, Riska Halimatus, Muinatul M, wawancara, Jember, 20-28 Mei 2018
60
“Beliau kan juga alumni al-azhar mesir dan juga tidak diragukan lagi ilmunya, juga cara penyampaiannya juga tidak terlalu serius-serius menurut saya”. (Tata)
“Sering memberi motivasi, pencerahan dan juga lucu”. (Riska)
“Enak sih ceramahnya mudah faham, cepet nyantol itu ilmunya. Dan lucu juga”. (Ina)
Dari pemaparan informan diatas, bahwa citra jenaka dan cara penyampaian pesan ustad Abdus Somad menjadi nilai tersendiri bagi mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember Jember sebagai pengguna youtube dalam mencari konten ustad Abdus Somad secara terus menerus. Dimana pada awalnya mereka mengenal ustad Abdus Somad karena trend viral yang ada di media sosial yang kemudian berkelanjutan mencari karena mereka berpandangan bahwa pesan-pesan dalam ceramah ustad Abdus Somad ini mudah dipahami karena cara komunikator menyampaikan pesannya dinilai bukan hanya memberikan nasihat tapi juga memberikan hiburan bagi informan.
Selain karena faktor cara penyampaian komunikator yang jenaka dan menghibur, peneliti juga mendapatkan pandangan yang berbeda namun masih bersinggungan terkait dengan alasan informan dalam mencari konten ustad Abdus Somad di youtube, dimana mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember sebagai pengguna youtube juga mencari konten ceramah ustad Abdus Somad karena terkait dengan tema
dan isu yang diangkat oleh ustad Abdus Somad, sebagaimana diungkapkan oleh beberapa informan berikut:48
“Alvin, ceramahnya itu kekinian, yang saya ketahui kan biasanya ustad- ustad yg lainnya itu masalah ibadah-ibadah, kalo ustad somad itu lebih kekinian. Cermahnya menarik dan lebih update masa sekarang”.
“Adi, beliau itu menyampaikan apa adanya gitu sesuai dengan konteks yang sekarang dan juga followernya juga banyak”.
“Destiana, kalo menurut saya cermahnya ustad somad kan bagus ya, setiap kali menjawab pertanyaan kan mesti diselingi ayat-ayat al-qur’an. Dan dakwahnya itu gak membosankan dan sesuai dengan apa yg terjadi saat ini”.
Dari beberapa ungkapan informan diatas, dapat digaris bawahi bahwa mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember Jember mencari konten ustad Abdus Somad kaitannya dengan tema atau isu yang diangkat dalam ceramahnya. Dimana dalam proses penyiapan konstruksi realias oleh media ada tahapan yang menyatakan bahwa dalam proses penyiapan materi konstruksi media massa selalu menggunakan aspek keberpihakan terkait dengan hal-hal yang menjadi perhatian khalayak, seperti keberpihakan kepada kepentingan umum, penderitaan rakyat dan lain sebagainya. Namun dalam konteks penelitian ini sebetulnya keberpihakan materi konstruksi terfokus pada kondisi realitas permasalahan kehidupan yang dialami oleh mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember Jember sebagai komunikan, yang pada akhirnya keberpihakan itulah yang membuat mahasiswa fakultas ekonomi dan
48 Alvin Riawan, Adi Purwanto, Destiana Dwi, wawancara, Jember 20-28 Mei 2018
62
bisnis IAIN Jember Jember sebagai komunikan bersedia untuk selalu menonton dan mencari konten-konten cermah ustad Abdus Somad.
Berdasarkan pemaparan dan hasil keseluruhan wawancara diatas, peneliti mencoba untuk mengkerucutkan data-data hasil wawancara dimana data-data wawancara yang telah didapatkan diatas sebagai acuan dasar peneliti dalam menghubungkan kecenderungan dan faktor-faktor pendorong terkait dengan konsepsi beragama mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember Jember sebagai pengguna youtube untuk mencari konten ceramah ustad Abdus Somad sebagai pengetahuan agama yang peneliti uraikan berikut ini.
Menurut Berger, realitas itu tidak dibentuk secara ilmiah, tidak juga sesuatu yang diturunkan oleh Tuhan. Tetapi sebaliknya, ia terbentuk dan dikonstruksi. Dengan pemahaman semacam ini, realitas berwajah ganda, setiap orang mempunyai konstruksi yang berbeda-beda atas suatu realitas. Setiap orang yang mempunyai pengalaman, prefensi, pendidikan tertentu dan lingkungan pergaulan atau sosial tertentu akan menafsirkan realitas sosial itu dengan konstruksinya masing-masing.
Dari bebrapa pertanyaan yang sudah peneliti tanyakan terkait dengan penggunaan youtube untuk mencari ceramah ustad Abdus Somad dan pandangan mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember Jember dalam mencari ceramah ustad Abdus Somad. Maka peneliti juga menanyakan kepada informan tersebut terkait dengan konsepsi beragama mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember Jember sebagai
pengguna youtube untuk mencari konten ceramah ustad Abdus Somad sebagai pengetahuan agama, dimana konsepsi beragama mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember Jember ialah meruapakan pendapat dalam menjalankan agama yang lahir dari proses konstruksi realitas sosial yang terjadi.
Cara pandang mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis IAIN Jember Jember dalam mencari konten ceramah ustad Abdus Somad di situs youtube dan digunakan sebagai pengetahuan agama merupakan realitas yang terbentuk dan terkonstruk dari youtube, dimana fungsi media massa dalam konsep konstruktivisme adalah merupakan aktor konstruksi sosial yang mendefinisikan realitas.
Dimana ada beberapa tahap konstruksi realitas yang dilakukan oleh media massa, yang pertama adalah tahap penyiapan materi konstruksi, dimana dalam penyiapan materi tersebut mengandung keberpihakan kepada hal-hal yang ada pada khalayak, seperti keberpihakan kepada rakyat, keberpihakan kepada kepentingan umum, dan juga dalam konteks materi agama islam tentu keberpihakan terhadap madzhab yang dianut.
Seperti dua orang informan yang mengatakan dirinya mencari konten ustad Abdus Somad sebagai pengetahuan agama karena berpandangan bahwa silsilah ilmu dan madzhab yang dianut