• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi Penelitian, Responden dan Waktu Pengumpulan Data

Dalam dokumen Selamat Datang - Digital Library (Halaman 55-60)

III. METODE PENELITIAN

3.2 Lokasi Penelitian, Responden dan Waktu Pengumpulan Data

33

Sumberdaya manusia (people) adalah orang yang bekerja di dalam agroindustri, dimana yang berhadapan dengan pelanggan menjadi faktor produksi utama dalam menghantarkan keunggulan layanan dan keunggulan bersaing. Sumberdaya manusia akan dianalisis dengan melihat bagaimana pemilik usaha menjaga kualitas layanan terhadap konsumen dan memuaskan konsumen.

Bukti fisik (physical evidence) adalah keadaan atau kondisi yang di dalamnya juga termasuk suasana pada agroindustri. Karakteristik bukti fisik merupakan segi paling nampak dalam kaitannya dengan situasi agroindustri, seperti kondisi geografi, lingkungan, dekorasi, ruangan, suara, aroma, cahaya, cuaca dan pelatakan yang nampak atau lingkungan yang penting sebagai obyek stimuli. Bukti fisik akan dianalisis dengan melihat kondisi lingkungan agrondustri dalam memberikan kenyamanan terhadap konsumen.

34

konsumen pada analisis bauran pemasaran adalah accidental sampling.

Menurut Sugiyono (2010), accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu konsumen yang secara kebetulan bertemu dengan penulis dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.

Supranto (2000) menyatakan bahwa sampel yang tepat untuk kebanyakan penelitian meliputi persyaratan sejumlah responden yang lebih besar dari 30 dan kurang dari 500. Oleh karena itu, pada penelitian ini banyaknya sampel yang digunakan adalah 30 orang konsumen rumah tangga yang

mengkonsumsi kopi bubuk dari Agroindustri Kopi Bubuk Klangenan Pringsewu. Waktu yang dibutuhkan untuk pengumpulan data yaitu selama tiga bulan yang dimulai pada Bulan Januari 2021 - Maret 2021.

Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara langsung dengan tujuan, agar mendapatkan data sesuai dengan fakta yang sebenarnya serta pertanyaan yang diajukan lebih terstruktur dan mencakup berbagai hal yang dapat menunjang penelitian. Kuesioner tersebut dapat menjadi alat ukur yang baik dalam penelitian bila dilakukan uji

validitas dan reliabilitas. Uji validitas dan reliabilitas perlu dilakukan dalam penelitian agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Uji validitas dan reliabilitas kuesioner tersebut dilakukan terhadap 20 responden dari total 30 responden konsumen kopi bubuk Agroindustri Kopi Bubuk Klangenan Pringsewu.

1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner.

Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur untuk kuesioner tersebut.

Sedangkan uji reliabilitas adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2018).

35

Metode yang akan digunakan untuk melakukan uji validitas adalah dengan melakukan korelasi antar skor butir pernyataan dengan total skor variabel.

Pengujian instrument penelitian ini meliputi uji validitas dan reliabilitas 40 pernyataan di dalam kuesioner (Lampiran ) terdiri atas 7 pernyataan

variabel product, 5 pernyataan variabel price, 6 pernyataan variabel place, 5 pernyataan variabel promotion, 5 pernyataan variabel people, 5

pernyataan variabel process, dan 7 pernyataan variabel physical evidence.

Uji signifikansi dilakukan dengan cara membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk alpha 0,05 , dengan menggunakan program SPSS 25.

Jika nilai Correlated Item-Total Correlation > nilai r tabel, artinya butir pernyataan dalam variabel tersebut dapat dikatakan valid. Nilai r tabel yang diperoleh dari 20 sampel adalah 0,444. Uji validitas terhadap atribut bauran pemasaran dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Uji validitas terhadap atribut bauran pemasaran

Pernyataan Corrected Item-Total Correlation Keterangan

Item1 0,889 Valid

Item2 0,981 Valid

Item3 0,570 Valid

Item4 0,766 Valid

Item5 0,942 Valid

Item6 0,910 Valid

Item7 0,835 Valid

Item8 0,942 Valid

Item9 0,919 Valid

Item10 0,942 Valid

Item11 0,910 Valid

Item12 0,672 Valid

Item13 0,910 Valid

Item14 0,942 Valid

Item15 0,862 Valid

Item16 0,766 Valid

Item17 0,885 Valid

Item18 0,942 Valid

Item19 0,889 Valid

Item20 0,942 Valid

36

Tabel 4. Lanjutan

Pernyataan Corrected Item-Total Correlation Keterangan

Item21 0,942 Valid

Item22 0,801 Valid

Item23 0,733 Valid

Item24 0,942 Valid

Item25 0,832 Valid

Item26 0,770 Valid

Item27 0,662 Valid

Item28 0,942 Valid

Item29 0,910 Valid

Item30 0,942 Valid

Item31 0,889 Valid

Item32 0,910 Valid

Item33 0,942 Valid

Item34 0,889 Valid

Item35 0,910 Valid

Item36 0,942 Valid

Item37 0,889 Valid

Item38 0,910 Valid

Item39 0,942 Valid

Item40 0,910 Valid

Sumber: Data diolah, 2021.

Berdasarkan data pada Tabel 4, didapatkan hasil uji validitas untuk masing-masing variabel pernyataan dengan nilai Correlated Item-Total Correlation-nya lebih besar dari pada nilai r tabel (0,444), artinya butir pernyataan dalam variabel tersebut dinyatakan valid.

2. Uji Reliabilitas Data

Uji reliabilitas dimaksudkan untuk menguji konsistensi kuesioner dalam mengukur suatu konstruk yang sama atau stabilitas kuesioner jika

digunakan dari waktu ke waktu. Statistical Product and Service Solution (SPSS) 25.0 memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistic Cronbach Alpha (α) dengan kriteria, jika nilai koefisien alpha lebih besar dari 0,60 maka, disimpulkan bahwa instrumen penelitian

37

tersebut handal atau reliabel. Reliabilitas instrumen adalah kejituan atau ketepatan instrument pengukur. Uji reliabilitas dilakukan untuk

mengetahui konsistensi dan ketepatan pengukuran, bila pengukuran dilakukan pada objek yang sama berulang kali dengan instrumen yang sama (Ghozali, 2018).

Uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach Alpha dengan skala pengukuran 0 sampai 1. Apabila nilai hasil perhitungan (α)

dikelompokkan ke dalam lima kelas dengan skala yang sama (0 sampai 1), maka ukuran kemantapan alpha dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

a. Nilai koefisien alpha 0,00-0,20 berarti kurang reliable.

b. Nilai koefisien alpha 0,21-0,40 berarti agak reliable.

c. Nilai koefisien alpha 0,41-0,60 berarti cukup reliable.

d. Nilai koefisien alpha 0,61-0,80 berarti reliable.

e. Nilai koefisien alpha 0,81-1,00 berarti sangat reliable.

Uji reliabilitas pada penelitian ini dilakukan untuk instrument penelitian, yaitu product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Hasil uji realibilitas terhadap atribut bauran pemasaran dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Hasil uji realibilitas terhadap atribut bauran pemasaran Cronbach’s Alpha N of Items

0,993 40

Sumber: Data diolah, 2021.

Berdasarkan data pada Tabel 5, didapatkan hasil uji realibilitas sebesar 0,993. Hal ini berarti nilai reliabilitas menunjukkan angka lebih dari 0,60, sehingga atribut pertanyaan dinyatakan sangat reliabel yakni jawaban responden yang diperoleh dari uji kuesioner cenderung stabil atau konsisten. Jadi, berdasarkan uji validitas dan reliabilitas kuesioner bauran pemasaran perspektif konsumen dapat dinyatakan bahwa kuesioner valid dan reliabel, sehingga kuesioner dapat dipergunakan untuk

penelitian.

38

Dalam dokumen Selamat Datang - Digital Library (Halaman 55-60)

Dokumen terkait