BAB II LANDASAN TEORI
C. Musyarakah
4. Macam-Macam Musyarakah
hal ini dapat dilakukan dengan kesepakatan bersama. Mitra yang ingin tetap menjalankan usaha dapat membeli saham atau bagian dari mitra yang ingin berhenti.
melakukan bisnis, dan hasilnya akan dibagi baik untung maupun rugi.41 Syirkah Ukud dibagi menjadi empat:
1) Syirkah al-‘Inan atau al-amwal
Syirkah Al-Inan merupakan usaha komersial bersama ketika semua mitra usaha ikut andil menyertakan modal dan kerja, yang tidak harus sama porsinya, ke dalam perusahaan.42 Dalam syirkah ini tidak diharuskan modal usaha yang disediakan masinh-masing pelaku usaha harus sama jumlahnya dan tidak tidak pula disyaratkan masing-masing pelaku usaha harus menanggung risiko kerugian maupun mendapatkan keuntungan dengan jumlaj yang sama besarnya.
2) Syirkah Mufawadhah
Syirkah Mufawadhah merupakan usaha komersial bersama dengan syarat adanya kesamaan pada penyertaan modal, pembagian keuntungan, pengelolaan, kerja, dan orang.43 3) Syirkah A’maal atau Syirkah Abdan
Kerja sama usaha (Tanpa modal bersama) dengan modal keterampilan dimana semua mitra usaha ambil bagian dalam memberikan jasa kepada pelanggan. Syirkah ini banyak dilakukan oleh pelaku usaha seperti pengusaha sepatu dan
41 Maulana Hasanudin dan Jaih Mubarok, Perkembangan Akad Musyarakah (Jakarta:
Kencana, 2012), 30
42 Ascarya, Akad dan Produk., 49
43 Ibid. 49
penjahit, juga dilakukan oleh pengusaha kontraktor pembangunan gedung atau jalan raya.
Apabila dalam syirkah ini diperlukan alat kerja, dan salah satu mitra menggunakan alat tersebut dalam bekerja, maka alat tersebut tidak boleh dibebankan kedalam syirkah. Apabila dibebankan, maka yang terjadi adalah ijarah.
Contoh syirkah abdan, sebuah perusahaan memenangkan tender bangunan sebuah perkantoran. Dalam pembangunan kantor tersebut terdapat unsur utama dan unsur penunjang. unsur utamanya pendirian bangunan kantor, sedangkan diantara unsur penunjang adalah pembuatan jaringan instalasi listrik dan air conditional (AC) ruangan. Pembangunan kantor dilakukan perusahaan yang bersangkutan, sedangkan pemasangan jaringan instalasi listrik dan AC dilakukan oleh perusahaan yang lain.
kerja sama antar perusahaan tersebut antara lain dapat dilakukan dengan akad Syirkah abdan.44
4) Syirkah Wujuh
Syirkah Wujuh merupakan kerja sama antara dua orang atau lebih untuk melakukan usaha perdagangan (bisnis) dengan tidak menyertakan harta dan keterampilan sebagai modal usaha melainkan atas dasar nama baik/ kredibilitas.
44 Maulana Hasanudin dan Jaih Mubarok, Perkembangan Akad., 46
Contohnya jika terdapat dua pebisnis melakukan perjalanan dan diperjalanan mereka mendapatkan barang dagangan dan apabila dipasarkan didaerah tertentu maka sangat menguntungkan. pemilik usaha telah mengenal kredibilitas usaha kedua orang tersebut. oleh karena itu, pemilik barang menyerahkan barang daganganya kepada kedua orang tersebut untuk dijual ditempat lain, dengan harga yang telah disepakati yang pembayaranya dilakukan setelah barang dagangan tersebut laku terjual.45
45 Ibid., 43
A. Jenis dan Sifat Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penenlitian lapangan (Field Research) yang dapat dianggap sebagai metode untuk mengumpulkan data kualitatif atau sebagai teknik untuk mengumpulkan informasi, di mana peneliti pergi ke lapangan untuk menyebutkan fakta-fakta yang dapat diamati tentang keadaan alamiah dilapangan.1
Penelitian lapangan yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu dilakukan secara langsung di BTM Surya Metro Selatan sebagai lokasi penelitian. Peneliti akan mempelajari cara BTM Surya Metro Selatan dalam Menekan Tingkat Non Performing Financing (NPF) pada Pembiayaan Musyarakah.
2. Sifat penelitian
Menurut masalah yang ada dalam ulasan ini, pemeriksaan ini bersifat deskriptif kualitatif. deskriptif adalah penelitian yang mendesrkipsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian, yang terjadi saat sekarang.2 Penelitian kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang
1 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014), 26
2 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skrips, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), 34.
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.3
Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud adalah peneliti mengumpulkan data-data yang terkumpul dalam bentuk deskriptif atau gambaran bukan dalam bentuk angka-angka. Dimana peneliti memberikan gambaran dan keterangan-keterangan tentang Strategi Baitul Tamwil Muhammadiyah dalam Menekan tingkat Non Performing Financing (NPF) pada pembiayaan Musyarakah
B. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Sumber Data Primer
Sumber data primer adalah sumber informasi yang secara lugas memberikan informasi kepada pengumpul informasi.4 Data primer berasal dari sumber atau responden, khususnya individu yang digunakan sebagai bahan kajian atau fokus untuk memperoleh data atau informasi.
Adapun data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan Manager, Account Officer, dan 5 anggota pembiayaan musyarakah di BTM Surya Metro Selatan pada tahun 2020.
2. Sumber Data Skunder
Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan informasi kepada pengumpul informasi, misalnya melalui
3 Moh. Kasiram, Metode Penelitian Kualitatif-Kuantitatif (Malang: UIN MALIKI Press, 2010), 175
4 Sugiyono, Metode Peneitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2014), Cet, 225
orang lain atau melalui arsip.5 Sumber data sekunder adalah sumber informasi yang menjadi pelengkap dari sumber data primer. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder adalah semua buku- buku penunjang dan data-data dokumen dari obyek penelitian. Adapun buku-buku yang peneliti gunakan antara lain buku karangan Mia Lasmi Wardiyah yang berjudul Bank Komersial Syariah, Dr. A. Wangsawidjaja Z., S.H., M.H. yang berjudul Pembiayaan Bank Syariah.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan teknik yang dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian.6 Dalam penelitin ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data antara lain:
1. Teknik Wawancara (Interview)
Wawancara adalah suatu proses kerjasama yang dilakukan oleh tidak kurang dari dua orang, khususnya penanya yang mengajukan pertanyaan dan orang yang diwawancarai yang memberikan tanggapan atas pertanyaan tersebut.7 Dapat disimpulkan bahwa wawancara sebagai proses komunikasi tanya jawab yang bertujuan memperoleh informasi atau keterengan akan suatu hal.
Wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara bebas terpimpin, yakni teknik wawancara yang dilakukan dengan membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan
5 Ibid., 137
6 W. Gulo, Metodelogi Penelitian (Jakart: PT Gramedia, 2004), 110
7 Lexy J, Moleong, Metodologi Penelitian., 186.
ditanyakan, selanjutnya dalam proses wawancara berlangsung peneliti mengikuti situasi dengan mengarahkan yang diwawancarai agar tidak menyimpang.8 Narasumber dalam wawancara penelitian ini dilakukan dengan Bapak Ibni Dahari selaku Manager, Bapak Yogi Setiadi Selaku Account Officer dan 5 Anggota Pembiayaan Musyarakah yaitu Ibu Marsiah, Ibu Sri, Ibu Ningsih, Bapak Imron, dan Ibu Nuraini. Teknik wawancara ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang dibutuhkan untuk penelitian.
2. Teknik Dokumentasi
Dokumentasi ini digunakan untuk merekam, menggandakan, mengambil gambar, menyalin informasi atau dokumentasi tersusun lainnya.9 Dalam dokumentasi ini saya membaca buku literatur yang relevan dengan topik permasalahan, dan mempelajari dokumen dan arsip koperasi syariah tentang pembiayaan bermasalah, serta data-data yang diperoleh melalui BTM Surya Metro Selatan.
D. Teknik Analisis Data
Analisa data yang akan digunakan dalam pemeriksaan ini adalah penyelidikan informasi kualitatif melalui penalaran induktif. Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan bekerja mengumpulkan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskanya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang akan
8 Cholid Narbuko dan Abu Achamadi, Metodologi Penelitian (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), 85.
9 Lexy J. Moleong, Metode Penelitian., 74
diceritakan kepada orang lain.10 Dapat dipahami bahwa analisis data merupakan proses, menjelaskan tentang komponen-komponen yang perlu ada dalam analisis data. Berfikir induktif yaitu suatu cara yang dipakai untuk mendapatkan ilmu pengetahuan ilmiah yang bertolak dari pengamatan atas hal-hal atau masalah yang bersifat khusus, kemudian menarik kesimpulan yang bersifat umum.11
Teknis analisis data kualitatif dengan cara berfikir induktif dapat diuraikan sebagai metode untuk memecah informasi dan data yang diperoleh oleh analis dari pertemuan dan dokumentasi, seperti menggambarkan dalam bahasa logis yang dimulai dengan realitas eksplisit dan diakhiri dengan tujuan. Dalam tinjauan ini, peneliti akan membongkar realitas yang diidentifikasi dengan Strategi BTM dalam Menekan Tingkat Non Performing Financing (NPF) Pada Pembiayaan Musyarakah (Studi Pada Baitul Tamwil Muhammadiyah Surya Metro Selatan)
10 Ibid., 248
11 Moh. Kasiram, Metode Penelitian., 176
A. Profil Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM) Surya Metro Selatan 1. Sejarah BTM Surya Metro Selatan1
Baitul tamwil muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan tertua di Indonesia yang kini sudah memasuki satu abad. Dalam perjalanan yang demikian panjang muhammadi yah telah tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan yang sangat besar.
Dalam rangka berpartisipasi dalam mengembangkan bangsa, muhammadiyah telah mendirikan dan mengelola belasan ribu amal usaha dibidang pendidikan, kesehatan, dan amal usaha panti asuhan. Semua jenis usaha tersebut merupakan jenis amal usaha gerakan persyarikatan muhammadiyah dalam rangka memerangi kebodohan dan mengurangi kemiskinan.
Salah satu lembaga yang masih beroperasi dan berperan langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat adalam Baitul tamwil Muhammadiyah yang berada di Metro Selatan. BTM Surya Metro Selatan yang terletak di Jl. Mayjen S. Parman Kec. Metro Selatan Kota Metro didirikan pada tanggal 14 Juli 2014 oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Metro Selatan dengan modal awal sebesar Rp 19.000.000, -.
1 Dokumentasi BTM Surya Metro Selatan, 17 Februari 2022
BTM Surya Metro Selatan adalah lembaga keuangan mikro syariah yang membantu permasalahan yang telah dihadapi para pelaku usaha kecil dan menengah di Kecamatan Metro Selatan. BTM Surya Metro Selatan mengajak semua masyarakat untuk berhijrah dari sistem ekonomi konvensional (riba) sehingga usaha masyarakat Metro Selatan menjadi berkah dan mendapat keuntungan serta rezeki yang halal.
2. Visi dan Misi BTM Surya Metro Selatan2 a. Visi
“Meraih Berkah Bersama Syariah”
b. Misi
1) Memberikan layanan simpanan dengan prinsip syariah dan menguntungkan.
2) Memberikan bantuan modal usaha kepada anggota melalui pembiayaan yang sesuai dengan syariat Islam.
3) Menggapai keberkahan rezeki dari Allah SWT dengan meninggalkan segala bentuk riba.
4) Melakukan penguatan kelembagaan, modal, dan akses layanan koperasi
5) Mengurangi penduduk miskin dan pengangguran.
2 Ibid.,
3. Struktur Organisasi BTM Surya Metro Selatan Gambar 4.1
Struktur Organisasi BTM Surya Metro Selatan3
Tugas pokok dan wewenang dalam struktur organisasi BTM Surya Metro Selatan sebagai berikut:
a. Dewan Pengawas
1) Dewan Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap kebijaksanaan pengawasan BTM dan membuat laporan tertulis tentang hasil-hasil laporannya.
3 Ibid.,
Pengawas: H. Agus Purwono Anggota: H. Sumartono M.H
: Paniyo S.Pd
Pengawas Syariah Drs. H. Siswanto, M.Pd H. Mushoni Soceh, SP Ust. Ramadhan habibi, Lc.
MA
Pengurus Ketua : H. Slamet, SP Sekretaris: Ibni Dahari Bendahara: H. Djamali Spd
Pengelola Manajer: Ibni Dahari
Accounting Arum Widiastuti
Teller Mega Nurul
Iza
AO/Marketing Yogi Setiadi Nurul Isnani Eri Kusnadi
2) Wewenang Dewan Pengawas adalah meneliti catatan yang ada pada BTM dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
b. Dewan Pengawas Syariah
1) Dewan Pengawas Syariah menilai dan memastikan pemenuhan prinsip syariah atas pedoman operasional dan produk yang dikeluarkan BTM Surya Metro Selatan.
2) Wewenang Dewan Pengawas Syariah yaitu meminta data dan informasi terkait dengan aspek syariah dari BTM Surya Metro Selatan dalam rangka pelaksanaan tugasnya.
c. Pengurus
1) Pengurus mempunyai tugas bertanggung jawab atas pelaksanaan dan pengawas pengelolaan BTM, dan menyelenggarakan Rapat Anggota, pengajuan Rencana Kerja (RK)
2) Wewenang Pengurus adalah menunjuk pengelola BTM yang professional dan melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama BTM Surya Metro Selatan.
d. Manajer
1) Manajer mempunyai tugas memimpin organisasi dan keungan di BTM Surya Metro Selatan, dan melakukan evaluasi dan memutuskan permohonan pembiayaan melalui mekanisme atau forum komite pembiayaan.
2) Wewenang Manajer adalah melakukan pengendalian atau pembinaan terhadap pengembalian pembiayaan dan
menandatangani berbagai berkas ataudokumen transaksi keuangan BTM Surya Metro Selatan.
e. Acounnting
1) Tugas Acounnting adalah Bertanggung jawab atas pengelolaan dan keselamatan asset BTM.
2) Bersama ketua/manajer melakukan pembinaan dan pengawasan tugas-tugas pengelola, terutama dibidang penerimaandan pengeluaran uang, pembukuan atau akuntansi dan membuat laporan keuangan harian, bulanan, triwulan, dan tahunan BTM Surya Metro Selatan.
f. Teller
1) Tugasnya memberikan pelayanan kepada nasabah baik penarikan maupun penyetoran (simpanan maupun pembiayaan), dan menghitung keadaan keuangan atau transaksi setiap hari.
2) Wewenang Teller adalah mengatur dan menyiapkan pengeluaran uang tunai baik pembiayaan ataupun simpanan yang telah disetujui oleh manajer, dan menghitung uang tunai dari staf pemasaran lending, maupun staf pemasaran funding.
g. Marketing
1) Tugas marketing yaitu: membuat atau mengevaluasi produk- produk BTM agar sesuai dengan kebutuhan pasar, serta menyusun strategi sosialisasi, promosi, untuk meningkatkan penjualan produk.
2) Melakukan survey terhadap calon penerima pembiayaan dan menagih angsuran yang terlambat membayar.
4. Jenis Produk BTM Surya Metro Selatan
Produk yang ditawarkan oleh BTM Surya Metro Selatan yaitu produk simpanan dan produk pembiayaan, secara lebih rinci dijelaskan sebagai berikut: 4
a. Produk simpanan BTM Surya Metro 1) Simpanan Walimah/Nikah (Si WALI)
Adalah simpanan dengan akad wadiah yang kegunaannya membantu merencanakan kebutuhan pernikahan anggota BTM Surya Metro Selatan.
2) Simpanan MULIA (Si MULI)
Adalah produk simpanan yang dapat digunakan oleh anggota BTM Surya Metro Selatan dalam bentuk LOGAM MULIA (EMAS 24karat) 5 gram, 10 gram, 20 gram hingga 100 gram, merupakan simpanan yang merencanakan kebutuhan dengan tidak termakan inflasi.
3) Simpanan PENDIDIKAN (Si DIK)
Adalah produk simpanan dengan akad wadiah yang ditujukan untuk orang tua yang ingin mempersiapkan biaya pendidikan bagi anak.
4 Ibid.,
4) Simpanan WADIAH (Si DIAH)
Adalah simpanan dengan akad wadiah yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan apa saja karena simpanan ini tidak ada jangka waktunya.
5) Simpanan BERJANGKA (Si JAKA)
Adalah simpanan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan apasaja, bagi masyarakat umum baik petani, pegawai, nelayan dll, yang dapat ditarik pada saat jatuh tempo sesuai dengan akad atau permohonan dengan sistem bagi hasil.
6) Simpanan QURBAN (Si BAN)
Simpanan bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah qurban. Penarikan pada saat akan melaksanakan ibadah qurban (Idul Adha) atau bulan lainnya dengan keterangan permohon penarikan 1 Minggu sebelum pelaksanaan.
Bekerjasama dengan panitia qurban 43 mushola atau masjid juga dapat digunakan untuk perorangan.
7) Simpanan IDUL FITRI (Si FITRI)
Adalah simpanan yang disediakan oleh BTM Surya Metro Selatan untuk memberikan kemudahan bagi anggota dalam hal menyimpan uangnya guna menghadapi segala kebutuhan dihari raya idul fitri.
8) Simpanan UMROH (Si ROH)
Adalah simpanan yang disediakan oleh BTM Surya Metro Selatan untuk umat Islam yang berkeinginan untuk melaksanakan umroh dengan jangka waktu 5-7 tahun.
b. Produk Pembiayaan BTM Surya Metro Selatan 1) Mudhorobah (Bagi Hasil)
Pembiayaan mudharabah adalah pembiayaan dimana pihak BTM Surya Metro Selatan menyediakan modal (shahibul maal) sedangkan anggota menyediakan usaha atau sebagai pengelola (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha bersama, dengan dengan hasil keuntungan dibagi sesuai dengan kesepakatan bersama.
2) Musyarakah
Musyarakah adalah akad pembiayaan antara pihak BTM Surya Metro Selatan dengan anggota, dan masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.
3) Murabahah (Jual Beli)
Murabahah berarti suatu penjualan barang seharga barangtersebut ditambah keuntungan yang disepakati kedua pihak, harus menyepakati harga jual dan waktu pembayaran.
BTM bertindak sebagai penjual tetapi dilakukan tidak secara
langsung. BTM hanya menalangi (menyediakan dana) untuk pembelian barang modal yang diajukan oleh anggota untuk kemudian anggota/nasabah tersebut membeli sendiri barang modal yang dikehendaki. Jumlah kewajiban yang harus dibayar kepada BTM oleh anggota ialah jumlah modal barang dan margin keuntungan yang telah disepakati.
4) Ijaroh (Jasa)
Ijaroh adalah bentuk pembiayaan di BTM Surya Metro Selatan dimana BTM memberikan fasilitas pinjaman kepada anggota/nasabah sebagai penyewa, dan memberi kepadanya kesempatan untuk mengambil kemanfaatan dari barang sewaan untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan yang besarnya telah disepakati bersama. Transaksi Ijarah dilandasi adanya perpindahan manfaat jadi pada dasarnya prinsip ijarah sama dengan prinsip jual beli, namun perbedaannya terletak pada obyek transaksinya.
B. Strategi BTM Surya Metro Selatan Dalam Menekan Tingkat Non Performing Financing (NPF) Pada Pembiayaan Musyarakah
Dalam kegiatan BTM salah satu pendapatan yang diperoleh yaitu dalam bentuk pembiayaan. Pembiayaan sendiri bukan hanya menjadi penghasilan utama dari pihak BTM, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan sektor mikro yang produktif bagi anggota BTM, salah satunya pembiayaan musyarakah.
Pembiayaan musyarakah merupakan akad kerja sama antara dua orang atau lebih untuk melakukan usaha bersama dengan masing-masing pihak memiliki modal serta keuntungan dan kerugian ditanggung bersama sesuai kesepakatan. Dalam pengajuan pembiayaan musyarakah, calon anggota pembiayaan harus mengikuti Standar Operating Procedure (SOP) permohonan pengajuan pembiayaan. Prosedur yang biasanya dilalui oleh calon anggota untuk mendapatkan pembiayaan musyarakah yaitu:5
1. Mengajukan permohonan pembiayaan dengan melengkapi berkas dan syarat-syarat sebagai berikut:
a. Mengisi formulir pengajuan pembiayaan musyarakah b. Fotocopy KTP suami istri
c. Fotocopy KK d. Fotocopy jaminan
e. Memiliki usaha yang dijalankan dengan baik 2. Dilakukan survei ketempat calon anggota pembiayaan
3. Diajukan ke Manager untuk di lakukan rapat apakah pembiayaan tersebut layak untuk diberikan
4. Proses pencairan dana dengan membayar simpanan pokok Rp 20.000, - dan simpanan wajib Rp 2.000,- per bulan serta melengkapi berkas seperti membawa jaminan yang asli.
Di BTM surya Metro Selatan sendiri kebanyakan anggota pembiayaan musyarakah memiliki usaha sebagai pedagang. Rata-rata tujuan anggota
5 Hasil wawancara dengan Bapak Ibni Dahari Manager di BTM Surya Metro Selatan, Kamis 17 Februari 2022
melakukan pembiayaan musyarakah yaitu digunakan untuk menambah modal usahanya.
Dalam pembiayaan musyarakah plafon yang diberikan oleh BTM sebesar Rp10.000.000,- namun dikarenakan adanya pandemi covid-19 maka pada pertengahan tahun 2019 diturunkan menjadi Rp4.000.000,-, dengan jangka waktu pembiayaan maksimal 3 tahun.6 Rata-rata anggota pembiayaan musyarakah mengajukan pembiayaan sebesar Rp1.000.000,- biasanya dalam jangka waktu 10 bulan dengan margin sebesar 2%.7
Pada saat penandatanganan akad pembiayaan musyarakah, calon anggota telah diberikan penjelasan hak dan kewajiban dengan tujuan agar kelak pembiayaan yang diberikan oleh BTM tidak bermasalah, namun dalam pelaksanaannya tidak semua nasabah bertanggung jawab atas pembiayaan yang telah diberikan.
Anggota yang akan mengalami pembiayaan bermasalah, dapat dilihat dari pembayaran angsuran yang awalnya lancar menjadi terlambat dalam membayar yang akhirnya menjadi macet. Saat pembiayaan sudah dianggap macet, mengartikan bahwa anggota mengingkari janjinya untuk membayar angsuran yang sudah jatuh tempo, sehingga menyebabkan terjadinya pembiayaan bermasalah.
6 Hasil wawancara dengan Bapak Ibni Dahari Manager di BTM Surya Metro Selatan, Kamis 17 Februari 2022
7 Hasil wawancara dengan Bapak Yogi Setiadi Account Officer di BTM Surya Metro Selatan, Kamis 17 Februari 2022
Untuk mencegah pembiayaan bermasalah, BTM surya Metro Selatan melakukan analisis kelayakan pemberian pembiayaan untuk mengetahui kualitas calon anggota yang akan melakukan pembiayaan, seperti:
1. Character (Watak)
BTM Surya Metro Selatan dalam melihat Character calon nasabah selain melihat usaha calon anggota pembiayaan juga melihat track record calon anggota pembiayaan serta melakukan cek lingkungan.8 Dengan melakukan pengecekan track record dari calon anggota pembiayaan, BTM akan mengetahui apakah calon anggota tersebut pernah mengalami pembiayaan bermasalah sebelumnya atau tidak.
BTM juga melakukan cek lingkungan seperti bertanya kepada tokoh masyarakat setempat, kepada para tetangga, ataupun kepada saudara dari calon penerima pembiayaan. Dengan melakukan cek lingkungan, selain dapat mengetahui Character anggota pembiayaan juga dapat memeriksa apakah calon anggota memiliki tanggungan pinjaman ditempat lain atau tidak.
Meskipun pihak BTM sudah melakukan cek lingkungan dari calon anggota pembiayaan, terkadang masih ada calon anggota pembiayaan yang melakukan kecurangan, seperti calon anggota melakukan pembiayaan untuk modal usaha namun kenyataanya
8 Hasil wawancara dengan Bapak Yogi Setiadi Account Officer di BTM Surya Metro Selatan, Kamis 17 Februari 2022
digunakan untuk keperluan lain. Hal ini baru diketahui pihak BTM ketika anggota pembiayaan mengalami pembiayaan bermasalah.9
2. Capacity (Kapasitas)
Untuk mengukur kemampuan Capacity calon anggota, BTM Surya Metro Selatan melihat kemampuan menabung dari calon anggota pembiayaan serta melihat kemampuan dari calon anggota dalam menjalankan usahanya.
Anggota pembiayaan musyarakah di BTM kebanyakan merupakan pedagang yang biasanya menabung harian atau mingguan.
apabila calon nasabah setiap hari menabung Rp10.000,- maka BTM dapat memberikan pinjaman sebesar Rp1.000.000,-. Untuk calon anggota yang seorang pegawai maka dibutuhkan slip gaji selama 3 bulan terakhir.10
3. Capital (Modal)
Untuk menilai Capital, biasanya pihak BTM akan mendatangi usaha calon anggota pembiayaan dan melihat keadaan usaha serta melihat rincian keuangan dari calon anggota pembiayaan.11
Dengan mendatangi secara langsung usaha calon nasabah, BTM dapat juga melihat persediaan barang atau stok barang yang tersedian ditempat usaha calon anggota pembiayaan. Persediaan barang juga
9 Hasil wawancara dengan Bapak Ibni Dahari Manager di BTM Surya Metro Selatan, Kamis 17 Februari 2022
10 Hasil wawancara dengan Bapak Ibni Dahari Manager di BTM Surya Metro Selatan, Kamis 17 Februari 2022
11 Hasil wawancara dengan Bapak Yogi Setiadi Account Officer di BTM Surya Metro Selatan, Kamis 17 Februari 2022