• Tidak ada hasil yang ditemukan

MALPOSISI, MALPRESENTASI, DAN DISPROPORSI KEPALA PANGGUL (CPD)

CATATAN: penjelasan mengenai versi luar, ekstraksi vakum, ekstraksi cunam (forsep), dan seksio sesarea dapat dilihat di LAMPIRAN MALPOSISI

Definisi

Posisi abnormal verteks kepala janin (dengan ubun-ubun kecil sebagai penanda) terhadap panggul ibu

Diagnosis

Posisi abnormal verteks kepala janin (dengan ubun-ubun kecil sebagai penanda) terhadap panggul ibu

Tabel 4.18.1 Jenis-Jenis Malposisi Diagnosis Hasil pemeriksaan

Posisi oksiput Pemeriksaan abdominal: bagian posterior terendah datar, bagian kecil janin

teraba di anterior dan denyut jantung janin terdengar di samping (flank)

Pemeriksaan vaginal: oksiput ke arah sakrum, sinsiput di anterior akan mudah diraba bila kepala defleksi

Posisi oksiput Posisi oksiput janin yang masih lintang lintang terhadap rongga panggul

ibu hingga akhir persalinan kala 1 karena gagal berotasi ke posisi oksiput anterior

KEHAMILAN DAN PERSALINAN DENGAN PENYULIT OBSTETRI

Faktor Predisposisi

Tatalaksana

a. Tatalaksana Umum

<100 pada fase apapun, lakukan seksio sesarea.

lakukan augmentasi persalinan dengan oksitosin.

periksa kemungkinan obstruksi:

forsep bila syarat-syarat dipenuhi tidak dipenuhi, lakukan seksio sesarea b. Tatalaksana Khusus :-

MALPRESENTASI Definisi

Malpresentasi meliputi semua presentasi selain verteks Faktor Predisposisi:

KEHAMILAN DAN PERSALINAN DENGAN PENYULIT OBSTETRI

PRESENTASI DAHI Diagnosis

Pemeriksaan abdominal: kepala janin lebih separuhnya di atas pelvis, denyut jantung janin sepihak dengan bagian kecil Pemeriksaan vaginal: oksiput lebih

tinggi dari sinsiput, teraba fontanella anterior dan orbita, bagian kepala masuk pintu atas panggul (PAP) adalah antara tulang orbita dan daerah ubun-ubun besar.

Ini adalah diameter yang PALING besar, sehingga sulit lahir pervaginam Tatalaksana

a. Tatalaksana Umum

Lakukan seksio sesarea bila janin HIDUP.

bila syarat dan sarana kraniotomi tidak terpenuhi.

b. Tatalaksana Khusus :- PRESENTASI MUKA Diagnosis

Pemeriksaan abdominal: lekukan akan teraba antara daerah oksiput dan punggung (sudut Fabre), denyut jantung janin sepihak dengan bagian kecil janin Pemeriksaan vaginal: muka dengan mudah

teraba, teraba mulut dan bagian rahang mudah diraba, tulang pipi, tulang orbita; kepala janin dalam keadaan defleksi maksimal

Untuk membedakan mulut dan anus:

dengan tuber iskhii prominen molar

KEHAMILAN DAN PERSALINAN DENGAN PENYULIT OBSTETRI

Tatalaksana a. Tatalaksana Umum

Posisi dagu anterior:

o Lahirkan dengan persalinan spontan pervaginam o Bila penurunan kurang lancar, lakukan ekstraksi forsep o Bila tidak ada kemajuan pembukaan dan penurunan, lakukan

seksio sesarea Posisi dagu posterior:

o Lahirkan dengan seksio sesarea

o Bila tidak ada kemajuan pembukaan dan penurunan, lakukan seksio sesarea

b. Tatalaksana Khusus :-

Jangan lakukan ektraksi vakum pada presentasi muka!

PRESENTASI MAJEMUK Diagnosis

Prolaps ekstremitas bersamaan dengan bagian terendah janin (kepala/bokong)

Tatalaksana a. Tatalaksana Umum

Persalinan spontan hanya bisa terjadi jika janin sangat kecil/mati dan maserasi.

b. Tatalaksana Khusus

(knee-chest position).

KEHAMILAN DAN PERSALINAN DENGAN PENYULIT OBSTETRI

pubis dan pertahankan di sana sampai timbul kontraksi sehingga kepala turun ke rongga panggul.

persalinan normal.

prolapsus tali pusat, lakukan seksio sesarea.

PRESENTASI BOKONG (SUNGSANG) Diagnosis

Gerakan janin teraba di bagian bawah abdomen.

Pemeriksaan abdominal: kepala terletak di bagian atas, bokong pada daerah pelvis, auskultasi menunjukkan denyut jantung janin lokasinya lebih tinggi.

Pemeriksaan vaginal: teraba bokong atau kaki, sering disertai adanya mekonium.

Pada gambar (berturut-turut): presentasi bokong sempurna, presentasi bokong murni, dan presentasi kaki (footling).

Komplikasi presentasi bokong o Kematian perinatal o Prolaps tali pusat

o Trauma pada bayi akibat: tangan dan kepala yang menjuntai, o Asfiksia karena prolaps tali pusat, kompresi tali pusat, pelepasan

plasenta dan kepala macet

o Perlukaan / trauma pada organ abdominal atau pada leher o Pelepasan plasenta

o Perlukaan vagina atau serviks o Endometritis

KEHAMILAN DAN PERSALINAN DENGAN PENYULIT OBSTETRI

Tatalaksana a. Tatalaksana Umum

Persalinan lama pada presentasi sungsang adalah indikasi seksio sesarea.

Seksio sesarea lebih aman dan direkomendasikan pada:

Persalinan pada presentasi kaki sebaiknya dilahirkan dengan seksio sesarea. Persalinan pervaginam hanya bila:

Setiap persalinan sungsang sebaiknya ditolong pada fasilitas kesehatan yang dapat melakukan seksio sesarea

b. Tatalaksana Khusus

Pada upaya persalinan pervaginam, lakukan langkah berikut:

Tentukan apakah persalinan pervaginam mungkin dilakukan. Persalinan pervaginam oleh tenaga penolong yang terlatih akan cenderung aman bila:

KEHAMILAN DAN PERSALINAN DENGAN PENYULIT OBSTETRI

Sebelum in partu, usahakan melakukan versi luar apabila syarat dipenuhi, yaitu:

37 minggu

seksio, kelainan janin, kehamilan kembar, hipertensi)

HATI-HATI! VERSI LUAR DAPAT MENYEBABKAN SOLUSIO PLASENTA

atau seksio sesarea.

Ikuti kemajuan persalinan dengan seksama menggunakan partograf.

periksa apakah ada prolaps tali pusat.

Beritahu ibu untuk tidak mengedan sebelum pembukaan lengkap.

Kepala janin harus lahir dalam waktu pusat.

Apabila terjadi prolaps tali pusat dan kelahiran pervaginam tidak memungkinkan, maka lakukan seksio sesarea.

sesarea. Catatan: Mekonium biasa

terdapat pada persalinan sungsang dan tidak berbahaya selama denyut jantung janinnormal.

KEHAMILAN DAN PERSALINAN DENGAN PENYULIT OBSTETRI

Sediakan cunam piper sebagai antisipasi bila terdapat kesulitan melahirkan kepala (after coming head).

LETAK LINTANG Diagnosis

Pemeriksaan abdominal: sumbu panjang janin teraba melintang, TIDAK teraba bagian pada pelvis inlet sehingga terasa kosong.

Pemeriksaan vaginal: sebelum in partu TIDAK ada bagian terendah yang teraba di pelvis, sedangkan saat in partu yang teraba adalah bahu, siku atau tangan.

Tatalaksana

a. Tatalaksana Umum : - b. Tatalaksana Khusus

Lakukan versi luar bila permulaan in partu dan ketuban intak.

Bila ada kontraindikasi versi luar, lakukan seksio sesarea.

Lakukan pengawasan adanya prolaps tali pusat.

Dapat terjadi ruptura uteri bila ibu tidak diawasi.

Dalam obstetri modern, pada letak lintang in partu, dilakukan seksio sesarea walau janin hidup/mati

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL (CEPHALOPELVIC DYSPROPORTION/CPD) Definisi

Hambatan lahir yang diakibatkan oleh disparitas ukuran kepala janin dan pelvis maternal

Diagnosis

Terhentinya kemajuan pembukaan serviks dan penurunan kepala panggul ibu kecil.

0

KEHAMILAN DAN PERSALINAN DENGAN PENYULIT OBSTETRI

pada usia > 36 minggu Tatalaksana

a. Tatalaksana Umum

Pada kasus bayi mati, embriotomi atau kraniotomi dapat menjadi pilihan tindakan bila syarat terpenuhi dan petugas memiliki kompetensi. Syarat melakukan embriotomi:

b. Tatalaksana Khusus : -

KEHAMILAN DAN PERSALINAN DENGAN PENYULIT OBSTETRI

Dokumen terkait