Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara │Volume 2│Nomor 1│Juli 2016│
PENERAPAN TEORI PIAGET UNTUK MENINGKATKAN
masih berpusat pada dosen. Selain itu Dosen matematika saat ini cenderung mengajar kurang bervariasi, sedangkan mahasiswa hanya mendengar, mencatat dan mengerjakan soal. Hal ini akan mengakibatkan mahasiswa menjadi tidak aktif, malas berfikir, dan bergantung pada dosen. Padahal dalam dunia pendidikan sudah berubah, bahwasanya ilmu pengetahuan ditemukan, dibentuk, dan dikembangkan oleh mahasiswa sendiri secara aktif. Sebagai salah satu cara untuk mengaktifkan mahasiswa adalah dengan menggunakan salah satu metode pembelajaran aktif yaitu dengan menerapkan Teori Piaget dimana metode ini mengajak mahasiswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan berfikirnya. Untuk itu peneliti menggunakan metode dengan menerapkan Teori Piaget sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada materi kubus dan balok.
Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar mahasiswa pada materi Kubus dan Balok melalui Penerapan Teori Piaget Pada Mahasiswa PGSD UNP Kediri. Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut: (1) dosen meminta mahasiswa untuk membentuk kelompok sesuai dengan pilihan mereka, (2) dosen memberikan tugas kepada masing-masing kelompok untuk didiskusikan sesuai dengan waktu yang ditentukan), (3) dosen meminta secara bergantian presentasi di depan kelas sesuai dengan materi yang telah diberikan sebelumnya (4) mahasiswa berhak bertanya kepada kelompok yang presentasi didepan materi yang belium dipahami, (5) Bersama dengan mahasiswa dosen memberikan kesimpulan mengenai materi yang telah disampaikan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek penelitiannya adalah mahasiswa PGSD UNP Kediri. Teknik pengumpulan data dalam tindakan kelas ini terdiri atas tes dan hasil observasi. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan tes. Kemudian hasil tes evaluasi dianalisis menggunakan ketuntasan individual dan klasikal. Tes dilaksanakan pada akhir siklus untuk mengetahui hasil belajar. Observasi dilaksanakan setiap pertemuan dan selama pembelajaran berlangsung.
Kata kunci: Teori Piaget, Prestasi Belajar, Kubus dan Balok
PENDAHULUAN
Matematika sering dianggap sebagai mata kuliah yang sulit oleh sebagian mahasiswa. Sebelumnya, hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) siswa baik di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, maupun SMK/MK yang rendah seakan-akan membenarkan pendapat bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit. Apalagi kalau kita mempelajari nilai TIMSS (Trend International Mathematics and Science Study) atau PISA (Program for International Assessment) siswa Indonesia dan membandingkannya dengan nilai siswa dari negara lain, dimana peringkat siswa Indonesia berada posisi 64 dari 65 negara. Tidak hanya itu, ada sebagian siswa atau mahasiswa yang lalu menganggap bahwa dirinya tidak memiliki bakat untuk mempelajari matematika. Jika ada siswa yang memiliki anggapan atau keyakinan seperti itu, maka ia sepertinya sudah memvonis dirinya untuk sulit dan tidak akan mampu mempelajari matematika. Karena meskipun ia mempelajari matematika maka ia akan tetap tidak akan berhasil mempelajarinya. Hal lain yang tidak kalah penting adalah kurangnya kecakapan siswa
atau mahasiswa dalam mengimplementasikan pengetahuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan masalah-masalah dunia nyata dan juga perkuliahan masih sering dilakukan dengan cara, dosen yang berceramah hanya dengan menggunakan slide power point kemudian mahasiswanya mendengarkan dan mencatat saja.
Dosen atau pendidik merupakan orang yang terjun langsung dan sangat berpengaruh dalam hal meningkatkan kualitas dan hasil belajar mahasiswa. Dosen harus pandai dalam menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi lingkungan, kondisi anak, dan kondisi dosen tersebut.
Berdasarkan penelitian yang terdahulu pembelajaran yang dilakukan masih menggunakan metode yang menurut kamikonvensional, hal ini disebabkan oleh mahasiswa yang tidak bisa mandiri hanya menunggu penjelasan dari dosen. Metode pembelajaran yang kurang bervariasi menyebabkan mahasiswa merasa bosan belajar.
Selain itu tingkat pengetahuan yang dimiliki perserta didik masih diperlukan pengawasan yang cukup dari dosen.
Dengan metode ceramah kebanyakan mahasiswa tidak dapat berkembang dan kurang berperan aktif dalam proses pembelajaran serta pengetahuan yang diterima mahasiswa kurang meluas. Kendala yang ada apabila menggunakan strategi pembelajaran aktif maka keadaan kelas ramai dan hanya mahasiswa tertentu yang dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan baik.
Hal inilah yang mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian dengan menerapkan Teori Piaget agar mahasiswa lebih aktif untuk berpatisipasi dalam mata pelajaran Matematika dan memiliki dasar konsep yang terkonstruksi dengan baik dan kuat. Strategi belajar dengan menerapkan Teori Piaget dapat diartikan bahwa pengetahuan dibentuk oleh individu, sebab individu melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungan.
Berdasarkan beberapa paparan di atas maka perlu di kembangkan suatu prosedur pembelajaran aktif yang difokuskan pada dengan menerapkan Teori Piaget. Dengan kata lain peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan Judul Penerapan Teori Piaget Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa PGSD UNP Kediri Pada Mata Kuliah Pendidikan Matematika Materi Kubus Dan Balok.
KAJIAN LITERATUR Pembelajaran Matematika
Dalam mengembangkan kreatifitas dan kompetensi mahasiswa, maka dosen hendaknya dapat menyajikan pembelajaran yang efektif dan efisien, sesuai dengan kurikulum dan pola pikir mahasiswa. Dalam mengajarkan matematika, dosen harus memahami bahwa kemampuan setiap mahasiswa berbeda-beda, serta tidak semua mahasiswa menyenangi mata pelajaran matematika.
Proses belajar dan mengajar terdiri dari mahasiswa dan pengajar, maka seorang pengajar harus dapat memfokuskan anak didiknya kepada materi yang akan diajarkan.
Sehingga seorang dosen akan lebih mudah dalam memberikan informasi dan soal-soal latihan secara efektif, sedangkan mahasiswa aktif menerima, mengolah, menyelesaikan, merespon informasi serta dapat mengerjakan apa yang diberikan dosen dengan baik.
Pembelajaran Matematika Menurut Pandangan Konstruktivis
Model konstruktivisme adalah salah satu pandangan tentang proses pembelajaran yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) diawali dengan terjadinya konflik kognitif. Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengetahuan diri (self-regulation). Dan akhirnya proses belajar, pengetahuan akan dibangun sendiri oleh anak melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dosen dalam merancang model pembelajaran konstruktivisme adalah: 1) Mengakui adanya konsep awal yang dimiliki mahasiswa melalui pengalaman sebelumnya. 2) Menekankan pada kemampuan minds- on dan hands-on 3) Mengakui bahwa dalam proses pembelajaran terjadi perubahan konseptual 4) Mengakui bahwa pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif 5) Mengutamakan terjadikan interaksi sosial Model Inquiry Learning Model inkuiri dapat dilakukan melalui tujuh langkah yaitu: 1) merumuskan masalah 2) merumuskan hipotesis 3) mendefinisikan istilah (konseptualisasi) 4) mengumpulkan data 5) penyajian dan analisis data 6) menguji hipotesis 7) memulai inkuiri baru.
METODE PENELITIAN
Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Dalam melakukan PTK ini peneliti melakukan tindakan yang diawali dengan pola penerapan penetapan tindakan. Fokus penelitian ini berkaitan dengan masalah penelitian yang sudah diuraikan dengan rinci sekaligus pendekatan yang akan dilaksanakan.
Penelitian tindakan digambarkan sebagai suatu proses yang dinamis dimana keempat aspek, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi harus dipahami bukan sebagai langkah-langkah yang statis, terselesaikan dengan sendirinya, tetapi lebih merupakan momen-momen dalam bentuk spiral yang menyangkut perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Kemmis & Mc Taggart (dalam Kasbolah 1999: 14)
Dari pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh dosen di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai dosen, sehingga hasil belajar peserta didik menjadi meningkat
HASIL DAN PEMBAHASAN Siklus 1
Berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas mahasiswa .Berdasarkan hasil observasi dari kedua observer terhadap aktivitas mahasiswa diperoleh skor rata-rata
antara yaitu sebesar 37 dengan presentase 72,54 %. Skor tersebut mencapai kategori cukup .
Berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas dosen. Dalam pembelajaran dapat disimpulkan bahwa aktivitas dosen di dalam menerapkan teori Piaget dikategorikan cukup yaitu mencapai skor rata-rata 33 dengan presentase 73, 3 %.
Berdasarkan hasil tes yang telah dikumpulkan dan dianalisis, mahasiswa yang mendapatkan nilai di bawah ketentuan yaitu berjumlah 8 mahasiswa. Sehingga ketuntasan klasikal hanya mencapai 82,2% dengan rata-rata kelas 73,6. Berdasarkan uraian di atas dan mengacu pada kriteria keberhasilan tindakan yang telah ditetapkan, dapat disimpulkan bahwa siklus I masih belum berhasil dan perlu melanjutkan ke siklus II.
Siklus 2
Berdasarkan data yang telah dikumpulkan melalui observasi dan tes, hasil refleksi dari perkuliahan pada materi menyatakan fungsi dengan notasi pada siklus II diantaranya sebagai berikut. Pada siklus II aktivitas mahasiswa mencapai skor rata-rata 43,5 dengan prosentase 85,29% berarti termasuk kategori sangat baik. Aktivitas dosen di dalam menerapkan teori Piaget pada siklus II ini skor rata-ratanya 37 dengan prosentase 82,22% berarti termasuk kategori baik. Secara klasikal, ketuntasan hasil belajar tercapai pada siklus II dengan nilai 100 % dengan nilai rata-rata kelas 85.13333.
Dari penjelasan di atas dan mengacu pada kriteria keberhasilan yang sudah ditetapkan, pelaksanaan siklus II sudah berhasil. Sehingga penelitian ini dihentikan pada siklus II dan tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memahami materi dengan baik dan mampu memecahkan masalah yang diberikan oleh dosen dengan baik.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
Penerapan Teori Piaget untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada dapat diterima dengan baik. Hal ini berdasarkan hasil observasi, aktivitas dosen dan ketuntasan yang telah dilakukan pada saat kegiatan perkuliahan berlangsung.
DAFTAR PUSTAKA
Amri, Sofan. 2010. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif. Jakarta: PT Prestasi Pustakarya.
Arikunto, Suharsini. 2009. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rhineka cipta.
Budimansyah, Dasyim, dkk. 2009. PAKEM .Bandung: PT Genesindo.
Burahman, Hendi. 2007. Strategi Pembelajaran LSQ Di Sekolah http://strategi- pembelajaran-lsq-learning.// diakses pada tanggal 5 Maret 2014
Dahar, Wilis. 2006. Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.
Dimyati, Mudjiono. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Djumiran. (Tanpa Tahun). Profesi Keguruan. Handout tidak diterbitkan. PGSD FKIP UNCEN.
Hamzah, B.Uno. 2007. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif. Jakarta. PT. Bumi Aksara.
Hanafiah, 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Refika Aditama.
Hudoyo, Herman. 1990. Strategi Belajar dan Mengajar Matematika. Malang: Visipress.
Irianto, 2008. Matematika II untuk SMP/MT.s Kelas VIII. Jakarta: Acarya Media Utama
Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif: Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Karyati. (Tanpa Tahun). Belajar dan Pembelajaran. Handout tidak diterbitkan. Blitar:
STKIP PGRI Blitar
Komalasari, Kokom. Juni 2010. Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi . Bandung: Refika Aditama.
Damariswara, Rian. Analisis Ketidaktepatan Penggunaan Bahasa Jawa Krama Alus
D
Mahasiswa PGSD Angkatan 2012 UN PGRI Kediri Dalam Mata Kuliah Bahasa Daerah
Febyanto, Chandy. Analisis Pengaruh Kelompok Sosial Dan Keluarga Terhadap
F
Perkembangan Psikososial Anak (Studi Kasus Pada Siswa SDN Wonokerso 01 Kabupaten Malang)
Hakim, Arief Rahman. Intensitas Penggunaan Surat Kabar Dalam Meningkatkan
H
Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V
Kurniasari, Praharisti. Penggunaan Intelligent Mind Mapping Untuk Meningkatkan
K
Proses Dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Di SDN Purwantoro 3 Kecamatan Blimbing Kota Malang
Saidah, Karimatus. Analisis Kesesuaian Instrumen Penilaian IPS Pada Buku Guru Kelas
S
V Tema “Sejarah Peradaban Bangsa Indonesia” Dengan Kompetensi Dan Prinsip Penilaian IPS SD Kurikulum 2013
Samidi, Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Satuan Luas Dengan Alat Peraga Spektrum Satuan (Studi Kelas V di SDN Betet 3 Kec. Pesantren Kota Kediri)
Trianingsih, Rima. Fenomena Perilaku Agresi Anak Yang Mengalami Kekerasan
T
Dalam Keluarga (Studi Pada Siswa Kelas 2 Mi Islamiah Rogojampi Banyuwangi)
Wahid Ibnu Zaman & Abdul Aziz Hunaifi. Penerapan Teori Piaget Untuk
W
Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa PGSD UNP Kediri Pada Mata Kuliah Pendidikan Matematika Materi Kubus Dan Balok
Intelligent Mind Mapping : merupakan teknik tentang cara kerja otak dalam menggunakan pengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan untuk memicu ingatan.
Krama Alus : merupakan bagian dari unggah-ungguh basa Jawa yang memiliki tatarantertinggi
Perilaku Agresi : merupakan perilaku menyakiti hati maupun merusak benda milikorang lain sehingga tidak dapat diterima oleh lingkungan sosial
Perkembangan Psikososial : merupakan kajian yang menyatakan bahwa perkembanganindividu terjadi selama hidupnya dibentuk oleh pengaruh sosial di antaranya interaksisosial
Quantum Teaching : model pembelajaran dengan langkah:
penumbuhan minat, pemberian pengalaman umum, penamaan atau penyajianmateri, demonstrasi pengetahuan siswa, pengulangan yang dilakukan oleh siswa, perayaan atas usaha siswa
Metode Teori Piaget : metode yang mengajak pebelajar untuk belajar ` sesuai dengan kemamampuan berfikirnya
Nusantara (JPDN)
A. KETENTUAN UMUM
1. Naskah yang ditulis harus berkaitan dengan bidang ilmu pendidikan dasar.
2. Naskah merupakan artikel asli (belum pernah dipublikasikan di tempat lain) yang bersumber dari hasil kajian, penelitian, atau review.
3. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
4. Naskah disertai abstrak dalam bahasa Indonesia atau Inggris (bilingual) 5. Naskah disertai kata kunci dalam bahasa Indonesia dan keywords dalam
bahasa Inggris.
6. Naskah disertai biodata penulis, seperti nama lengkap, bidang kepakaran, alamat instansi (afiliasi),dan email.
7. Rumus ditulis menggunakan Mathematical Equation, termasuk pembagian/fraksi, Zigma, Akar, Matriks, Integral, Limit/Log, Pangkat, dan sebagainya.
8. Simbol menggunakan simbol standar yang ada diWord Processor.
9. Judul table dan gambar ditulis di tengah (title case), dengan jarak 1 spasi dari tabel atau gambarnya. Judul tabel diletakkan di atas tabel (sebelum tabel) dan judul gambar diletakkan di bawah gambar/setelah gambar. Penulisan sumber tabel atau gambar diletakkan di bawah tabel atau gambar.
B. FORMAT DAN SISTEMATIKA PENULISAN ARTIKEL
1. Naskah diserahkan ke redaksi dalam bentuk softcopy (MsWord) dengan format:
a. Kertas A4 dengan margin halaman, kiri 3 cm, atas 3 cm, kanan 2 cm, bawah 3 cm.
b. Tulisan naskah disusun dengan 1.15 spasi format satu kolom, untuk abstrak/abstractdan daftar pustaka disusun 1 spasi.
c. Margin paragaf rata kanan dan rata kiri (justify).
d. Jumlah halaman minimal 12 halaman dan maksimal 15 halaman.
2. Naskah ditulis dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
a. JUDUL harus spesifik, jelas, ringkas, informatif, menggambarkan substansi atau isi dari tulisan dan menarik untuk dibaca (judul tidak lebih dari 20 kata dalam artikel bahasa Indonesia atay 15 kata dalam artikel bahasa Inggris denganfontArial12).
b. NAMA penulisharus lengkap tanpa gelar (penulis yang lebih dari satu harus dipisahkan dengan tanda koma (,).
universitas dan mencantumkan alamat email dengan font Times New Roman 11).
d. ABSTRACT (Inggris) dan ABSTRAK (Indonesia). Gunakan Times New Roman 12 untuk kata abstrak atau abstract, sedangkan isi abstrak atau abstract menggunakan Times New Roman 10. Abstrak bahasa Inggris ditempatkan terlebih dahulu untuk naskah yang ditulis dalam bahasa Indonesia, kemudian diikuti dengan abstrak dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya untuk naskah yang ditulis dalam bahasa Inggris.Abstrak berisi pokok permasalahan, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan penelitian/kajian. Abstrak ditulis menerus dalam satu paragraph, tanpa acuan (referensi), tanpa singkatan/akronim, dan tanpa foonote. Abstrak ditulis bukan dalam bentuk matematis, pertanyaan, dan dugaan. Abstrak bukan merupakan hasil copy-paste dari kalimat yang ada dalam naskah. Abstrak berisi ringkasan hasil penelitian dan ditulis tidak lebih dari 200 kata dalam bahasa Inggris dan 250 kata dalam bahasa Indonesia.
e. KEYWORDS (Inggris) dan KATA KUNCI (Indonesia) sedangkan isi keywords (Times New Roman 10) minimal 3 kata sesuai dengan variabel.
f. PENDAHULUAN berisi latar belakang, kajian teori dan tujuan(Times New Roman 12dan maksimal 6 halaman).
g. METODE PENELITIAN merupakan rangkaian kerja dalam pelaksanaan penelitian, mulai dari cara pelaksanaan dalam pengambilan data (sampel) hingga analisis datanya (Times New Roman 12 dan 1 halaman).
h. PEMBAHASAN dapat berisi proses, hasil kajian, tabel, gambar, diagram, grafik, sketsa, dan sebagainya. Hasil bukan merupakan data mentah, tetapi merupakan data mentah terolah dari kajian/penelitian.
Pembahasan adalah perbandingan hasil yang diperoleh dengan teori yangada dalam tinjauan pustaka(Times New Roman 12dan 6 halaman).
i. SIMPULAN merupakan ikhtisar dari penelitian yang telah dilakukan (Times New Roman 12dan 1 halaman)
j. DAFTAR PUSTAKA hanya memuat sumber yang dirujuk. Penulisan daftar pustaka menggunakan dan mengadopsi aturan dari Havard- American Psycological Association (APA).
C. FORMAT PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Penulisan daftar pustaka Jurnal Ilmiah menggunakan dan mengadopsi aturan Havard-American Psycological Association(APA), yaitu:
1. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor
(dibalik), kemudian diikuti nama depan dan nama tengah (jika nama terlalu panjang dapat disingkat), dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yyang dirujuk.
3. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama dibalik, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya (tidak dibalik), nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang.
4. Semua nama pengarang ditulis lengkap sesuai sumber
5. Penulisan nama pengarang Indonesia tetap mengadopsi dari APA tanpa penyingkatan nama. Apabila pengarang menuliskan namanya dengan cara disingkat, maka penulisan nama pengarang dalam daftar pustaka mengikuti nama yang dicantumkan dalam sumber.
6. Judul terbitan yang dikutip, ditulis dengan huruf besar (capital) pada kata pertama, sedangkan kata selanjutnya ditulis dengan huruf kecil, kecuali nama orang, kota, nama peraturan, dan intansi.
7. Gunakan kata penghubung “dan” (bahasa Indonesia) atau “and” (bahasa Inggris), dan hindari penggunaan simbol untuk menyatakan kata penghubung tersebut (“&”).