BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................ 72-79
D. Metode Pengumpulan Data
Metode adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam konteks pendidikan metode merupakan suatu cara yang digunakan untuk mentranformasikan isi pendidikan dari guru kepada peserta didik.48
Dalam kegiatan pembelajaran metode diperlukan oleh guru dengan penggunaannya yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah
48Yasin A. Fatah, ”Efektivitas Pembelajaran Aqidah Akhlak Berbasis Manajemen Kelas”, Jurnal Al-Ta’dib vol. 10 No. 2 (2017): h. 134.
61
pembelajaran berakhir. Guru tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik jika tidak menguasai metode-metode pembelajaran. Olehnya itu, kompetensi guru diperlukan untuk menguasai metode-metode pembelajaran dan penggunaannya dengan tepat sesuai dengan situasi dan kondisi peserta didik serta karakteristik mata pelajaran.
e. Alat
Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada peserta didik dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri peserta didik.
Alat berfungsi sebagai perlengkapan untuk mempermudah mencapai tujuan pebelajaran. Alat terdiri dari dua macam yakni alat dan alat bantu pembelajaran. Alat adalah berupa suruhan, perintah, larangan dan sebagainya sedangkan alat bantu pembelajaran berupa laptop, invocus, globe, papan tulis, gambar, diagram slide, video dan sebagainya.49
f. Sumber Belajar
Sumber belajar meliputi manusia (people), bahan (materialis) lingkungan (setting), alat dan perlengkapan (tool andequipment), dan aktivitas (activities).
Peneliti berpendapat bahwa dalam hal mendapatkan informasi, peserta didik harus diarahkan tidak hanya mendapatkan materi pelajaran atau pelengkap materi pembelajaran dari penjelasan guru semata, tetapi bisa dari buku dan data internet yang valid.
3. Tujuan, Fungsi dan Ruang Lingkup Akidah Akhlak Tujuan dari mata pelajaran Akidah Akhlak adalah untuk:
49Usman Mohammad Uzer, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosda Karya 2010), h. 136.
1) Menumbuh kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dam pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengalaman, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang akidah Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimaman dan ketakwaan kepada Allah swt.
2) Mewujudkan manusia yang berakhlak mulia dan menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan individu maupun kehidupan sosial, sebagai wujud dari ajaran dan nilai-nilai akidah Islam.50 Adapun fungsi mata pelajaran akidah akhlak, yaitu:
1) Penanaman nilai ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
2) Pengembangan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt serta akhlak mulia peserta didik seoptimal mungkin, yang telah ditanamkan lebih dahulu dalam lingkungan keluarga.
3) Penyesuaian mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial melalui akidah akhlak.
4) Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan pengalaman ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.
5) Pencegahan peserta didik dari hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya asing yang akan dihadapinya sehari-hari.
6) Pengajaran tentang informasi dan pengetahuan keimanan dan akhlak, serta sistem fungsionalnya.
7) Penyaluran peserta didik untuk mendalami Akidah Akhlak ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi.
Sedangkan Ruang lingkup akidah akhlak meliputi :
50Kementrian Agama RI, Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 000912 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.
63
1) Hubungan manusia dengan allah, hubungan vertikal antara manusia dengan sang khaliknya melalui ibadah, dari segi ibadah meliputi: Iman Kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Nya, Hari Akhir dan Qada dan Qadar.
2) Hubungan manusia dengan sesama manusia, materi yang di pelajari meliputi akhlak dalam pergaulan hidup sesama manusia seperti etika, akhlak terhadap orang tua, akhlak terhadap tetangga dan semua konunitas masyarakat, serta kewajiban membiasakan akhlak yang baik.
3) Hubungan manusia dengan alam atau lingkungan, materi yang dipelajari berupa akhlak yang mulia terhadap lingkungan, baik lingkungan arti luas maupun makhluk hidup selain manusia yaitu binatang dan tumbuhan.
4) Aspek kisah teladan meliputi: Nabi Sulaiman dan umatnya, Ashabul Kahfi, Nabi Yunus, dan Nabi Ayub, kisah sahabat: Abu Bkar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Tholib. 51
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi dan ruang lingkup mata pelajaran akidah akhlak adalah penanaman nilai ajaran Islam, pengembangan keimanan dan ketakwaan, pemberitahuan hal-hal yang dilarang dalam agama islam. ruang lingkupnya sangat luar baik itu dari faktor akidah, akhlak dan sebagainya untuk memperdalam ajaran Islam yang sebenar-benarnya.
4. Sumber, Keistimewaan, dan Ciri-ciri Akidah Akhlak
a. Ulama ahlussunnah telah sepakat bahwah sumber akidah akhlak terbagi menjadi tiga yaitu :
1) . Al-Quran adalah sumber pertama dan utama (al-masdar alawwal) ajaran akidah islam didalamnya terdapat ayat -ayat tentang ajaran-ajaran tersebut.
51Departemen Agama Republik Indonesia, GBPP Madrasah Tsanawiyah Bidang Study Aqidah Akhlak (Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1994), h. 2
2) . Sebagaimana al-quran sunnah pada dasarnya adalah wahyu. Sunnah berfungsi memerinci kandungan al-Quran seperti ajaran akidah islam tentang keluarnya imam mahdi pada akhir zaman, ciri ciri hari kiamat, dan keadaan penghuni kubur.
3) . Ijmak adalah kesepakatan ulama dalam suatu persoalan agama. Ijmak ulama yang berkaitan dengan akidah adalah kesepakatan ulama bahwa Nabi Muhammad adalah nabi paling mulia.
b. Keistimewaan akidah islam yang bersumber dari dalil aqli dan naqli keistimewaaan ini tidak dimiliki oleh konsep akidah agama manapun.
Sebab akidah diambil oleh dari wahyu yang tidak pernah tersentu kebatilan sehingga menandakan kesucian dan keluhurannya. Adapun keistimewan- keistimewaan akidah Akhlak ialah sebagai berikut:
1) Sumber pengambilannya adalah murni. Sebab akidah islam berpegang teguh pada al-Qur‟an dan al Sunnah dan ijmak.
2) Berdiri diatas pondasi penyerahan diri kepada Allah swt. Dan Rasul-Nya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa akidah islam bersifat ghaib dan yang ghaib tersebut bertumpuh pada penyerahan diri kepada allah. Sesuai dengan fitrah yang lurus dan akal yang sehat.
3) Kukuh, stabil dan kekal. Akidah islam sangat kukuh ketika menghadapi serangan dari musuh-musuh. Akidah islam akan tetap kukuh senantiasa dilindungi oleh Allah swt.
4) Berlaku umum, universal, dan cocok untuk segala zaman, tempat dan keadaan. Akidah islam berlaku bagi generasi awal maupun akhir. Bahkan segala urusan tidak berjalan mulus tanpa akidah.
65
5) Akidah islam adalah akidah persatuan dan persatuan. Umat islam dari berbagai belahan dunia tidak akan bersatu dan memiliki kalimat yang sama apabila tidak berpegang teguh kepada akidah.
6) Memberikan ketenangan jiwa dan pikiran pada pemeluknya.
7) Berpengaruh terhadap perilaku, akhlak, dan muamalah.52 c. Ciri-ciri Akidah sebagai berikut:
1) Akidah didasarkan pada keyakinan hati, tidak yang serba rasional, sebab ada masalah tertentu yang tidak rasional dalam akidah.
2) Akidah Islam sesuai dengan fitroh manusia sehingga pelaksanaan Akidah menimbulkan ketenangan dan ketentraman.
3) Akidah Islam di asumsikan sebagai perjanjian yang kokoh, maka dalam pelaksanaannya Akidah harus penuh dengan keyakinan tanpa disertai dengan kebimbangan dan keraguan.
4) Akidah Islam tidak hanya diyakini, lebih lanjut perlu pengucapan dengan kalimat “thayyibah” dan diamalkan dengan perbuatan yang sholeh.
5) Keyakinan dalam Akidah Islam merupakan masalah yang supra empiris, maka dalil yang digunakan dalam pencarian kebenaran. Tidak hanya berdasarkan indra dan kemampuan manusia melainkan membutuhkan usaha yang dibawa oleh Rosul Allah saw.53
d. Ciri-ciri Akhlak
Beberapa hal dibawah ini merupakan ciri-ciri Akhlak Islami antara lain:
1) Akhlak yang baik harus ditanamkan kepada manusia supaya manusia mempunyai kepercayaan yang teguh dan kepribadian yang kuat.
52Anwar Rosihon, Akidah Akhlak (Jawa Barat: CV. Pustaka Setia, 2016), h. 18-30.
53Muhaimen, Kawasan dan Wawasan Studi Islam (Jakarta: kencana Wardana Media, 2008), h. 259.
2) Sifat-sifat terpuji atau akhlak yang baik merupakan latihan bagi pembentukan sikap sehari-hari, sifat-sifat ini banyak dibicarakan dan berhubungan dengan rukun Islam Ibadah seperti sholat, zakat, puasa dan sadaqoh.
3) Untuk mengatur hubungan yang baik antara manusia dengan Allah, manusia dengan manusia. 54
5. Pelaksanaan Pembelajaran Akidah Akhlak
Akidah akhlak kepada peserta didik memiliki berfungsi sebagai berikut:
1) Penanaman nilai dan ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat
2) Peneguhan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, serta pengembangan akhlak mulia peserta didik seoptimal mungkin, melanjutkan pendidikan yang telah lebih dahulu dilaksanakan dalam keluarga
3) Penyesuaian mental dan diri peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial dengan bekal akidah akhlak
4) Perbaikan masalah-masalah kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari
5) Pengajaran tentang informasi dan pengetahuan keimanan dan akhlak, serta sistem fungsionalnya
6) Pembekalan peserta didik untuk mendalami akidah akhlak pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.55
54Djazuli, Akhlak Dasar Islam (Malang: Tunggal Murni, 2007), h. 29-30.
55Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam (Surabaya: Pustaka Pelajar 2004), hal. 40.
67
6. Pendekatan Pembelajaran Akidah Akhlak
Beberapa pendekatan tertentu dalam pembelajaran akidah-akhlak yang meliputi:
1) Keimanan, yang memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan pemahaman adanya Allah SWT sebagai sumber kehidupan.
2) Pengalaman, memberikan kepada peserta didik untuk mempraktekkan dan merasakan hasil-hasil pengalaman keyakinan akidah dan akhlak dalam menghadapi tugas-tugas dan masalah dalam kehidupan.
3) Pembiasaan, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membiasakan sikap dan perilaku yang baik yang sesuai dengan ajaran Islam dan budaya bangsa dalam menghadapi masalah kehidupan.
4) Rasional, usaha untuk memberikan peranan kepada rasio (akal) peserta didik dalam memahami dan membedakan berbagai materi dalam standar materi serta kaitannya dengan perilaku yang baik dengan perilaku yang buruk dalam kehidupan duniawi.
5) Emosional, upaya menggugah perasaan (emosi) peserta didik dalam menghayati perilaku yang sesuai dengan ajaran agama dan budaya bangsa.
6) Fungsional, menyajikan materi akidah akhlak dari segi manfaatnya bagi peserta didik dalm kehidupan sehari-hari dalam arti luas.
7) Keteladanan, yaitu menjadikan figur pribadi-pribadi teladan dan sebagai cerminan bagi manusia yang memiliki keyakinan tauhid yang teguh dan berperilaku mulia.56
Dengan demikian maka jelaslah bahwa tujuan pendidikan atau pengajaran akidah akhlak merupakan penjabaran tujuan Pendidikan Agama Islam. Selain itu,
56Rosdianah Yuyun Alfiatul, “Implementasi Pembelajaran Aqidah akhlak dalam penanaman akidah siswa MTs Mambaul Ulum Tirtomoyo Pakis Malang.” Thesis (Malang:
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, 2015), h. 13.
ada berbagai macam pendekatan yang bisa digunakan guru akidah akhlak, supaya peserta didik bisa memahami esensi dari pembelajaran akidah akhlak itu sendiri.
69
tersebut tidak hanya berasal dari guru seorang melainkan peserta didikpun turut menjadi bagian dalam mencari ide dan informasi tersebut.
Pada hakikatnya hasil belajar Akidah Akhlak di kelas III MI Radhiatul Adawiyah Makassar masih tergolong rendah karena masih ada beberapa peserta didik yang tidak mencapai KKM pada mata pelajaran ini jika dilihat dari hasil ulangan harian mereka. Terdapat kelemahan yang terjadi selama proses pembelajaran terutama pada harapan, sikap dan minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dikarenakan beberapa alasan, antara lain yaitu guru tidak mendukung pembelajaran dengan metode dan media yang baik, baik visual, audio maupun audio visual untuk menunjang dan meningkatkan minat peserta didik pada mata pelajaran meskipun hanya dengan menggunakan metode yang sederhana. Dengan begitu, peserta didik pun akan termotivasi dalam pembelajaran sehingga mereka akan merasa senang untuk ikut pembelajaran. Motivasi ini akan memberikan pengaruh pada hasil belajar peserta didik.
Hasil belajar merupakan cerminan kemampuan penguasaan seseorang atas mata pelajaran yang diajarkan. Hasil belajar yang tinggi merupakan lambang keberhasilan peserta didik dalam studinya. Peserta didik yang memiliki hasil belajar yang tinggi menunjukan bahwa yang bersangkutan memiliki tingkat kemampuan penguasaan yang tinggi pula terhadap mata pelajaran yang diprogramkan, sebaliknya peserta didik yang memiliki hasil belajar yang rendah menunjukan bahwa yang bersangkutan memilki tingkat kemampuan penguasaan yang rendah pula terhadap mata pelajaran yang diprogramkan.
Dalam proses belajar mengajar faktor metode pembelajaran mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi peserta didik.
Maka dari itu, dengan penerapan metode Sramble akan memberikan pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Karena untuk membantu dan meningkatkan hasil belajar peserta didik diperlukannya metode-metode pembelajaran dan teknik-tekniknya. Dengan Terbentuknya kelompok-kelompok kecil ini semua peserta didik dapat saling membantu dalam hal positif. Peserta didik yang mempunyai sikap positif terhadap mata pelajaran Akidah Akhlak, akan selalu berusaha untuk lebih baik dan ingin selalu dipandang sebagai peserta didik yang berhasil di kelasnya. Sedangkan peserta didik yang mempunyai sikap negatif terhadap mata pelajaran Akidah Akhlak, akan tidak menunjukan kesungguhan dalam belajar, sehingga hasil belajar yang di peroleh tidak memuaskan.
Dengan ini, Metode pembelajaran Scramble merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan hasil belajar peserta didik. Karena tidak ada peserta didik atau anggota kelompok yang pasif atau diam, karena dari setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab untuk keberhasilan kelompoknya.
Setiap anggota kelompok wajib mengetahui apa yang akan dikerjakan oleh kelompok, setiap anggota kelompok dapat belajar bersama-sama. selain itu setiap anggota kelompok akan diminta pertanggung jawaban sendiri-sendiri tentang materi yang sudah dibagi dalam kelompok.
71
Skema Kerangka Pikir
Landasan Yuridis: MI Kementrian Agama RI.
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 000912 Tahun 2013
Tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata
Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan
Bahasa Arab.
Landasan Religious:
1. AL-Quran
2. AL-Hadis
Landasan Teoretis:
1. Penerapan
Metode Scramble
2. Pembelajaran
Akidah Akhlak
72
73
Fenomena berasal dari kata Yunani yakni phainomena (yang berakar kata phaneim dan berarti menampak) sering digunakan untuk merujuk ke semua objek yang masih dianggap eksternal dan secara paradigmatik harus disebut objektif.
Fenomena adalah gejala dalam situasi alaminya yang kompleks, yang hanya mungkin menjadi bagian dari kesadaran manusia secara komperehensif dan ketika telah direduksi ke dalam suatu barometer akan terdefinisikan sebagai fakta.3 Berangkat dari sudut pandang etimologi tersebut, maka pendekatan fenomenlogik merupakan suatu pendekatan yang berusaha untuk memahami suatu fakta, gejala- gejala, maupun peristiwa yang bentuk keadaannya dapat diamati dan dinilai lewat kaca mata ilmiah.4
Kaitannya dengan penelitian ini, pendekatan fenomenologik digunakan untuk mengungkapkan fakta-fakta, gejala maupun peristiwa secara obyektif yang berkaitan dengan Penerapan Metode Scramble Pada Siswa Kelas III MI Radhiatul Adawiyah Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar.
2. Pendekatan Keilmuan, Pendekatan psikologis digunakan untuk mengetahui sevara faktual mengenai karakteristik perilaku masyarakat yang secara empirik didapat dari kegiatan observasi, baik kegiatan secara langsung maupun tidak langsung.5
Kaitannya dalam penelitian ini, yaitu peserta didik sebagai individu yng masih dalam proses perkembangan dan pertumbuhan jasmani dan rohaninya yang memerlukan bimbingan dari pendidik agar memiliki minat dan semangat dalam belajar.
3Burhan Bungin, Metodologi Peneltian Kualitatif Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer (Cet. I; Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010), h. 20.
4Pius A. Partanto, Kamus Ilmiyah Populer (Cet. I; Surabaya: Arkola, 2001), h. 175.
5S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Cet. IV; Jakarta: Rineka Cipta, 1997), h. 118.
C. Sumber Data
Sumber data berarti penggambaran mengenai apa dan siapa yang memberikan data pada sebuah penelitian.6 Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada fokus penelitian serta tujuan di dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti.
Data penelitian dikumpulkan baik lewat instrumen pengumpulan data observasi, wawancara maupun lewat data dokumentasi. Sumber data secara garis besar terbagi ke dalam dua bagian, yaitu:
1. Sumber Data Primer
Data primer atau disebut juga data tangan pertama merupakan data yang di kumpulkan langsung dari individu-individu yang di selidiki.7 Metode ini digunakan dalam memperoleh data yang menunjang. Data ini dapat berupa kata- kata ataupun tindakan dari orang-orang yang diamati atau diwawancarai.
Untuk memperoleh data yang jelas dan sesuai dengan masalah penelitian, maka peneliti mendatangi lokasi penelitian dan memperoleh data dari informan yang meliputi :
a. Guru Akidah Akhlak III MI Radhiatul Adawiyah Makassar b. Peserta Didik kelas III MI Radhiatul Adawiyah Makassar
2. Sumber Data Sekunder
Adapun sumber data sekuder yang diperoleh dari penelitian ini adalah dari buku-buku, hasil-hasil penelitian, jurnal, majalah, media cetak, serta dokumen- dokumen lainnya yang relevan dengan penelitian ini, kemudian dilakukan penelusuran arsip dari berbagai perpustakaan.
6Sulaiman Saat dan Sitti Mania, Pengantar Metodologi Penelitian Panduan Bagi Peneliti Pemula. h. 143.
7S.Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, h. 23.
75
D. Metode Pengumpulan Data
Perlu diketahui bahwa metode pengumpulan data adalah langkah atau cara yang strategis di dalam melakukan penelitian, karena dalam melakukan penelitian tujuannya yaitu mengumpulkan data. Tanpa metode pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mengetahui serta memenuhi standar data yang ditetapkan.
Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data, yaitu :
a. Observasi penelitian digunakan sebagai alat penelitian dengan tujuan mengukur tingkah laku individu, dan mendapatkan data mengenai penerapan metode Scramble dalam pembelajaran akidah akhlak kelas III MI Radhiatul Adawiyah Makassar
b. Wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi dengan melakukan tanya- jawab terhadap guru akidah akhlak kelas III MI Radhiatul Adawiyah Makassar mengenai metode yang digunakan dalam proses pembelajaran akidah akhlak serta antusias peserta didik dalam belajar.
c. Dokumentasi dalam penelitian ini adalah mendapatkan data dan informasi dari dokumen-dokumen serta arsip sekolah sebagai pelengkap data yang diperlukan.