MODUL 5 LAPORAN ARUS KAS
A. Materi 5
70
LAPORAN ARUS KAS
71
yang dimaksud terdiri dari kas dan aset entitas yang dapat dikonversi ke bentuk kas segera, seperti investasi jangka pendek.
Laporan arus kas akan memberikan informasi dari mana sumber kas perusahaan, bagaimana penggunaannya dan apa saja perubahan yang terjadi di dalam kas. Dengan demikian pembaca laporan akan dapat mengevalusi perubahan bersih kas entitas termasuk tingkat likuiditas dan solvabilitasnya. Berdasarkan hal itu maka laporan arus kas akan memberikan informasi [2]:
a. Penerimaan dan pembayaran kas dari kegiatan operasi entitas. Yaitu semua transaksi kegiatan bisnis perusahaan yang mempengaruhi kas, khususnya dalam penentuan laba bersih.
b. Penerimaan dan pembayaran kas dari kegiatan investasi.
Meliputi transaksi-transaksi yang mempengaruhi kas berkaitan dengan perolehan dan penghentian utang, penghimpunan pinjaman, instrument modal dan aset tetap.
c. Penerimaan dan pembayaran kas dari kegiatan pendanaan.
Yaitu transaksi yang mempengaruhi kas berasal dari penambahan atau penurunan modal dari pemilik maupun pinjaman atau pengembalian pinjaman investor.
2. Penyusunan Laporan Arus Kas
Menyusun laporan arus kas diawali dengan menentukan perubahan kas. Perubahan kas dimaksud dengan membandingkan posisi dari beberapa akun pada neraca komparatif. Kenaikan atau penurunan pada akun tertentu akan menjelaskan perubahan dalam kas. Selanjutnya ditentukan arus kas bersih dari kegiatan operasi, investasi dan pendanaan [7].
Untuk dapat menyusun laporan arus kas dibutuhkan tiga sumber data utama, yaitu :
a. Neraca komparatif
b. Laporan laba rugi periode pembuatan c. Data transaksi relevan
LAPORAN ARUS KAS
72
Arus kas terjadi akibat adanya transaksi tunai. Tidak semua transaksi berpengaruh pada aliran kas. Berikut penggolongan transaksi-transaksi yang mempengaruhi kas berdasarkan kegiatannya, yaitu [7] :
a. Kegiatan Operasi
Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar
• Penerimaan kas dari penjualan komoditi utama perusahaan
• Penerimaaan kas dari fees, komisi, royalties dan penerimaan lainnya.
• Penerimaan premi, klaim, anuitas dan manfaat polis lainnya pada entitas asuransi
• Penerimaan atas kontrak perdagangan
• Penerimaan dari restitusi pajak penghasilan, kecuali teridentifikasi hal tersebut merupakan bagian dari pendanaan atau investasi
• Pembeliaan tunai persediaan
• Pembayran gaji
• Pembayaran pajak
• Pembayaran bunga
• Pembayaran biaya lainnya
• Pembayaran PPh kecuali diidentifikasi sebagai bagian dari investasi atau pendanaan.
• Pembayaran kepada pemasok
• Pembayaran untuk peperluan karyawan
• Pembayaran premi asuransi b. Kegiatan Investasi
Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar
• Penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap seperti tanah, bangunan, aset tak berwujud atau aset jangka Panjang lainnya.
• Penerimaan kas dari penjualan instrument utang
• Penerimaan kas dari pelunasan pinjaman
• Pembelian tunai aktiva tetap
• Pembelian tunai surat berharga
• Pemberian pinjaman kepada entitas lain
• Pembayaran tunai atas pembelian instrument utang
• Pembayaran uang muka c. Kegiatan Pendanaan
Aliran Kas Masuk Aliran Kas Keluar
• Penerimaan kas dari instrument modal seperti emisi saham dsb
• Penerimaan kas dari pinjaman jangka pendek maupun jangka Panjang seperti wesel, hipotek, obligasi dsb.
• Pelunasan utang
• Pembayaran dividen
• Pembelian kembali saham
• Pembayaran tunai kepada pemilik untuk menebus saham
• Pelunasan utang
Terdapat dua metode dalam menghitung dan melaporkan arus kas, yaitu metode langsung dan metode tak langsung. Kedua metode ini akan memberikan hasil akhir yang sama. Metode Langsung (Direct Method) menggunakan pendekatan laba rugi
LAPORAN ARUS KAS
73
dengan menguji setiap komponen laba rugi untuk menentukan jumlah kas yang diterima dan dibayarkan terkait dengan terbentuknya laba rugi tsb. Sedangkan Metode Tak Langsung (Indirect Method) menggunakan metode rekonsiliasi dari nilai laba rugi terhadap komponen yang tidak mempengaruhi kas (akun yang dicatat berdasarkan akrual).
3. Ilustrasi
Pemilihan metode penyusunan laporan arus kas harus ditentukan dengan menyesuaikan kebutuhan pengguna. Namun untuk memudahkan dalam memprediksi arus kas masa depan, disarankan untuk menggunakan metode langsung dalam melaporkan arus kas dari kegiatan operasi. Perbedaan cara perhitungan sangat terlihat pada saat menghitung arus kas bersih dari kegiatan operasi. Ilustrasi di bawah ini untuk lebih menjelaskan proses penyusunan laporan arus kas yang telah di jelaskan di atas.
PT SAVANA adalah sebuah perusahaan distributor alat kesehatan yang memulai usahanya pada 1 Januari 2019. PT SAVANA memulai usahanya dengan menerbitkan 60.000 lembar saham nominal Rp1.000.000 per lembar.
Berikut laporan keuangan PT SAVANA
LAPORAN ARUS KAS
74
Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap data yang relevan diperoleh informasi bahwa telah dibayar dividen Rp14.000.000 di tahun 2020. Berdasarkan data-data tsb maka dibuat Laporan Arus Kas sebagai berikut :
a. Metode Langsung
b. Metode Tidak Langsung
Arus kas bersih dari kegiatan operasi yang dihitung menggunakan metode tidak langsung (metode rekonsiliasi) ditentukan dengan menyesuaikan data akun tertentu pada neraca komparatif. Penurunan atau kenaikan akan terlihat dari selisih nilai akun-akun tsb.
1) Konversikan laba bersih (laba akuntansi) menjadi laba tunai
2) Konversikan pendapatan dan biaya dengan dasar akrual (accrual basis) ke dasar tunai (cash basis)
LAPORAN ARUS KAS
75
3) Eliminasi transaksi-transaksi di laporan laba/rugi yang tidak berkaitan dengan penurunan dan kenaikan kas secara tunai
4) Menyesuaikan jenis-jenis laba bersih bukan tunai 5) Laba bersih akrual bertambah akibat kenaikan beban
bukan tunai
6) Laba bersih akrual berkurang akibat penurunan beban bukan tunai
7) Laba bersih akrual akan dikurangkan senilai peningkatan piutang dagang
8) Laba bersih akan ditambah senilai peningkatan utang yang timbul dari kenaikan beban non tunai
Selanjutnya identifikasi akun-akun pada neraca komparatif yang menunjukkan kegiatan investasi dan pendanaan. Pada kasus ilustrasi ini terdapat dua akun yang berkaitan dengan kegiatan investasi dan pendanaan, yaitu kenaikan modal saham dan laba ditahan.
LAPORAN ARUS KAS
76