• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media Promosi Kesehatan

Dalam dokumen Sejarah Promosi Kesehatan (Halaman 76-87)

Beberapa contoh metode promosi kesehatan secara massa ini, antara lain:

a. Ceramah umum (public speaking)

Pada acara-acara tertentu, misalnya pada Hari Kesehatan Nasional, Menteri Kesehatan atau pejabat kesehatan lainnya berpidato di hadapan massa rakyat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan. Safari kesehatan juga merupakan salah satu bentuk pendekatan massa.

b. Pidato-pidato/diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik, baik TV maupun radio, pada hakikatnya merupakan bentuk promosi kesehatan massa.

c. Simulasi, dialog antara pasien dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya tentang suatu penyakit atau masalah kesehatan adalah juga merupakan pendekatan pendidikan kesehatan massa.

d. Tulisan-tulisan di majalah atau koran, baik dalam bentuk artikel maupun tanya jawab atau konsultasi tentang kesehatan dan penyakit adalah merupakan bentuk pendekatan promosi kesehatan massa.

e. Bill Board, yang dipasang di pinggir jalan, spanduk, poster, dan sebagainya juga merupakan bentuk promosi kesehatan massa. Contoh: billboard Ayo ke Posyandu.

disampaikan oleh komunikator, baik itu melalui media cetak, elektonika (TV, Radio, komputer, dan sebagainya) dan media luar ruang, sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya ke arah positif terhadap kesehatan.

Promosi Kesehatan tidak dapat lepas dari media karena melalui media, pesan-pesan yang disampaikan dapat lebih raenarik dan dipahami, sehingga sasaran dapat mempelajari pesan tersebut sehingga sampai memutuskan untuk mengadopsinya perilaku yang positif.

1. Tujuan media promosi kesehatan

Adapun beberapa tujuan atau alasan mengapa media sangat diperlukan di dalam pelaksanaan Promosi Kesehatan antara lain adalah:

a. Media dapat mempermudah penyampaian informasi.

b. Media dapat menghindari kesalahan persepsi.

c. Dapat memperjelas informasi.

d. Media dapat mempermudah pengertian.

e. Mengurangi komunikasi yang verbalistik.

f. Dapat menampilkan objek yang tidak bisa ditangkap dengan mata.

g. Memperlancar komunikasi,dan lain-lain.

2. Penggolongan Media Promosi Kesehatan.

Penggolongan media promosi kesehatan ini dapat ditinjau dari berbagai aspek, antara lain:

1) Berdasarkan bentuk umum penggunaannya:

Berdasarkan penggunaan media promosi dalam

56 | Pendidikan Kesehatan Dan Promosi Kesehatan

rangka promosi kesehatan, dibedakan menjadi:

 bahan bacaan: Modul, buku rujukan/bacaan, folder, leaflet, majalah, buletin, dan sebagainya.

 bahan peragaan: Poster tunggal, poster seri, flipchart, tranparan, slide, film, dan seterusnya.

2) Berdasarkan cara produksi:

Berdasarkan cara produksinya, media promosi kesehatan dikelompokkan menjadi:

a) Media cetak, yaitu suatu media statis dan mengutamakan pesan-pesan visual. Media cetak pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna. Adapun macam- macamnya adalah:

 Poster.

 Leaflet.

 Brosur.

 Majalah.

 Surat kabar.

 Lembar balik.

 Sticker, dan pamflet.

Fungsi utama media cetak ini adalah memberi informasi dan menghibur.

Kelebihan dan kelemahan media cetak.

1) Kelebihannya:

 Tahan lama.

Pendidikan Kesehatan Dan Promosi Kesehatan | 57

 Mencakup banyak orang. Biaya tidak tinggi.

 Tidak perdu listrik.

 Dapat dibawa ke mana-mana.

 Dapat mengungkit rasa keindahan.

 Mempermudah pemahaman.

 Meningkatkan gairah belajar.

2) Kelemahan:

 Media ini tidak dapat menstimulir efek suara dan efek gerak.

 Mudah terlipat.

b) Media elektronika yaitu suatu media bergerak dan dinamis, dapat dilihat dan didengar dalam menyampaikan pesannya melalui alat bantu elektronika. Adapun macam-macam media tersebut adalah:

 TV.

 Radio.

 Film.

 Video film

 Cassete.

 CD.

 VCD.

Kelebihan dan kelemahan media elektronik.

1) Kelebihannya:

 Sudah dikenal masyarakat.

 Mengikutsertakan semua panca indra.

Lebih mudah dipahami.

58 | Pendidikan Kesehatan Dan Promosi Kesehatan

 Lebih menarik karena ads suara dan gambar bergerak

 Bertatap muka.

 Penyajian dapat dikendalikan.

 Jangkauan relatif lebih besar.

 Sebagai alat diskusi dan dapat diulang- ulang.

2) Kelemahannya:

 Biaya lebih tinggi.

 Sedikit rumit.

 Perlu listrik.

 Perlu alat canggih untuk produksinya.

Perlu persiapan matang.

 Peralatan selalu berkembang dan berubah. Perlu keterampilan penyimpanan.

 Perlu terampil dalam pengoperasian.

c) Media luar ruang yaitu media yang menyampaikan pesannya di luar ruang secara umum melalui media cetak dan elektronika secara statis, misalnya:

 Papan reklame yaitu poster dalam ukuran besar yang dapat dilihat secara umum di perjalanan.

 Spanduk yaitu suatu pesan dalam bentuk tulisan dan disertai gambar yang dibuat di atas secarik kain dengan ukuran tergantung kebutuhan dan dipasang di suatu tempat strategi agar dapat dilihat oleh semua orang.

Pendidikan Kesehatan Dan Promosi Kesehatan | 59

 Pameran.

 Banner.

 TV layar lebar.

Kelebihan dan kelemahan media luar ruang:

1) Kelebihannya:

 Sebagai informasi umum dan hiburan.

 Mengikutsertakan semua panca indra.

 Lebih mudah dipahami.

 Lebih menarik karena ada suara dan gambar bergerak.

 Bertatap muka.

 Penyajian dapat dikendalikan.

 Jangkauan relatif lebih besar.

 Dapat menjadi tempat bertanya lebih detail. Dapat menggunakan semua panca indra secara langsung, dan lain-lain.

2) Kelemahannya:

 Biaya lebih tinggi.

 Sedikit rumit.

 Ada yang memerlukan listrik.

 Ada yang memerlukan alai canggih untuk produksinya.

Perlu persiapan matang.

 Peralatan selalu berkembang dan berubah.

Perlu keterampilan penyimpanan.

 Perlu keterampil dalam pengoperasian.

60 | Pendidikan Kesehatan Dan Promosi Kesehatan

3. Merancang Pengembangan Media Promosi Kesehatan Media promosi kesehatan yang baik adalah media yang mampu memberikan informasi atau pesan-pesan kesehatan yang sesuai dengan tingkat penerimaan sasaran, sehingga sasaran mau dan mampu untuk mengubah perilaku sesuai dengan pesan yang disampaikan. Untuk hal itu diperlukan langkah-langkah merancang pengembangan media promosi kesehatan sebagai berikut:

1) Menetapkan tujuan:

Tujuannya adalah suatu pernyataan tentang suatu keadaan di masa datang yang akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan tertentu.

Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan harus:

 Realistis artinya bisa dicapai bukan hanya angan-angan.

 Jelas dan dapat diukur.

 Apa yang akan diukur.

 Siapa sasaran yang akan diukur.

 Seberapa banyak perubahan yang akan diukur.

 Berapa lama dan di mana pengukuran dilakukan.

Penetapan tujuan adalah sebagai dasar untuk merancang media promosi kesehatan dan dalam merancang evaluasi. Jika tujuan yang ditetapkan

Pendidikan Kesehatan Dan Promosi Kesehatan | 61

tidak jelas dan tidak operasional maka program menjadi tidak fokus dan tidak efektif.

2) Menetapkan segmentasi sasaran:

Segmentasi sasaran adalah suatu kegiatan memilih kelompok sasaran yang tepat dan dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi kesehatan. Tujuannya adalah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dan memberikan kepuasan pada masing-masing segmen. Dapat juga untuk menentukan ketersediaan, jumlah dan jangkauan produk. Selain itu juga dapat menghitung jenis media dan menempatkan media yang mudah diakses oleh khalayak sasaran.

Sebelum media promosi kesehatan diluncurkan hendaknya perlu mengumpulkan data sasaran seperti:

 Data karakteristik perilaku khalayak sasaran.

 Data epidemiologi.

 Data demografi.

 Data geografi.

 Data psikologi.

3) Mengembangkan posisioning pesan:

Posisioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk perusahaan, individu atau apa saja dalam alam pikiran mereka yang dianggap sebagai sasaran atau konsumennya.

Posisioning bukan sesuatu yang Anda lakukan terhadap produk tetapi sesuatu yang Anda lakukan terhadap otak calon konsumen atau khalayak

62 | Pendidikan Kesehatan Dan Promosi Kesehatan

sasaran. Hal ini bukan strategi produk tetapi strategi komunikasi. Di sini berhubungan dengan bagaimana calon konsumen menempatkan produk Anda di dalam otaknya.

Posisioning membentuk citra.

Sesuatu citra bisa kaya makna atau sederhana saja. Sebaiknya citra bisa berubah-ubah dan dinamis. Citra bisa diterima secara homogen dan sama.

4) Menentukan strategi posisioning:

Pada prinsipnya seseorang yang ingin melakukan kegiatan posisioning memerlukan suatu ketekunan dan kejernihan berpikir dalam memandang produk dan pasar yang tengah diusahakan.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan:

a. Identifikasi para pesaing:

Tujuannya adalah melakukan identifikasi atas sejumlah pesaing yang ada di masyarakat.

b. Persepsi konsumen:

Tujuannya adalah memperoleh sejumlah atribut yang dianggap penting oleh khalayak sasaran.

c. Menentukan posisi pesaing:

Mengetahui posisi yang diduduki oleh pesaing dilihat dari berbagai sudut pandang.

d. Menganahsis preferensi khalayak sasaran:

Yaitu mengetahui posisi yang dikehendaki oleh khalayak sasaran terhadap

suatu produk

Pendidikan Kesehatan Dan Promosi Kesehatan | 63

tertentu.

e. Menentukan posisi merek produk sediri:

Penentuan posisi merek yang akan kita jual harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

 Analisis ekonomi.

 Komitmen terhadap segmen pasar.

 Jangan mengadakan perubahan yang penting. Pertimbangkan simbol-simbol produk.

f. Ikuti perkembangan posisi:

Secara bersekala posisi produk harus ditinjau dan dinilai kembah apakah masih cocok dengan keadaan.

5) Memilih Media Promosi Kesehatan:

Pemilihan media adalah jabaran saluran yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan pada khalayak sasaran.

Yang perlu diperhatikan di sini adalah:

a. Pemilihan media didasarkan pada selera khalayak sasaran, bukan pada selera pengelola program.

b. Media yang dipilih harus memberikan dampak yang luas.

c. Setiap media akan mempunyai peranan yang berbeda.

d. Penggunaan beberapa media secara serempak

64 | Pendidikan Kesehatan Dan Promosi Kesehatan

dan terpadu akan meningkatkan cakupan, frekuensi dan efektivitas pesan.

C. Model & Nilai Promkes

Dalam dokumen Sejarah Promosi Kesehatan (Halaman 76-87)